PADANG — Angin pagi di halaman Kantor KONI Sumatera Barat, Jalan Rasuna Said Nomor 87, Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Kamis (27/8/2026), membawa pemandangan yang berbeda.
Satu per satu bendera KONI kabupaten/kota berdiri tegak di antara deretan tiang yang memenuhi halaman kantor tersebut. Sebanyak 19 bendera KONI kabupaten/kota se-Sumatera Barat kini berkibar, mengapit bendera Merah Putih dan bendera KONI Sumbar.
Pemandangan sederhana itu sontak menghadirkan suasana Porprov.
Belum ada gemuruh suporter. Belum terdengar sorak kemenangan dari arena pertandingan. Belum ada atlet yang naik podium menerima medali.
Namun, dari kibaran 19 bendera itulah pesan Porprov XVI Sumbar mulai terasa.
Pesta olahraga terbesar di Ranah Minang sudah semakin dekat.
Pengibaran bendera KONI 19 kabupaten/kota ini seolah menjadi cara sederhana untuk memanggil seluruh insan olahraga Sumatera Barat agar bersiap menyambut pesta olahraga yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026.
Setelah delapan tahun tidak digelar, Porprov kini kembali.
Delapan tahun merupakan waktu yang panjang. Banyak atlet muda yang sebelumnya masih anak-anak kini sudah menjadi bagian dari tim daerah. Banyak pula wajah baru yang akan mendapatkan kesempatan pertama merasakan atmosfer kompetisi olahraga tingkat provinsi.
Karena itu, 19 bendera yang berkibar tersebut bukan hanya menunjukkan identitas masing-masing daerah.
Ada semangat, harapan, dan kebanggaan yang ikut dititipkan di sana.
Dari 19 daerah, menuju satu panggung
Merah Putih tetap menjadi simbol persatuan. Bendera KONI Sumbar menjadi payung olahraga provinsi.
Sementara 19 bendera kabupaten/kota menggambarkan kekuatan olahraga yang tersebar dari ujung utara hingga selatan Ranah Minang.
Masing-masing datang dengan cerita dan targetnya sendiri.
Ada daerah yang ingin mempertahankan prestasi. Ada yang ingin memperbaiki peringkat. Ada pula yang datang membawa atlet-atlet muda dengan ambisi membuat kejutan.
Tetapi semuanya akan bertemu di satu panggung yang sama. Porprov XVI Sumbar.
Ketua PB Porprov XVI Sumbar, Editiawarman, mengatakan pengibaran bendera tersebut menjadi bagian dari upaya membangun atmosfer Porprov sekaligus mengingatkan seluruh pihak bahwa waktu pelaksanaan semakin dekat.
“Kita ingin suasana Porprov mulai terasa. Bendera 19 kabupaten dan kota ini menjadi simbol bahwa seluruh daerah di Sumatera Barat ikut mengambil bagian dalam pesta olahraga ini. Karena itu, persiapan harus kita lakukan bersama-sama dan sebaik mungkin,” ujar Editiawarman.
Menurutnya, semangat Porprov tidak boleh hanya muncul ketika pertandingan dimulai. Atmosfer tersebut harus dibangun sejak persiapan, sehingga seluruh pihak memiliki energi yang sama untuk menyukseskan pelaksanaan.
Dan energi itu kini terlihat dari halaman Kantor KONI Sumbar.
Delapan tahun menunggu Porprov Sumbar sempat vakum selama delapan tahun. Penantian panjang itu membuat penyelenggaraan Porprov XVI memiliki arti tersendiri.
Ajang ini bukan hanya tentang perebutan medali emas, perak dan perunggu. Lebih dari itu, Porprov menjadi ruang untuk mempertemukan kembali atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, dan masyarakat olahraga dari 19 kabupaten/kota.
Dari sini pula talenta-talenta baru diharapkan bermunculan.
Atlet yang tampil menonjol dapat menjadi bagian dari kekuatan Sumatera Barat untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk agenda olahraga nasional.
Karena itu, setiap daerah memiliki kepentingan yang sama: menghadirkan atlet terbaik dan memberikan kesempatan kepada generasi penerus.
Ada sesuatu yang menarik dari bendera. Ia tidak berteriak, tetapi bisa menyampaikan pesan.
Ia tidak bertanding, tetapi mampu membangkitkan semangat persaingan.
Ia hanya berkibar diterpa angin, tetapi di baliknya ada nama daerah, kebanggaan dan harapan. (*)






