Monev Gulat Jadi Bukti Keseriusan Pembinaan, KONI Sumbar Optimistis Prestasi Atlet Terus Meningkat

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat menunjukkan optimisme tinggi terhadap masa depan prestasi atlet daerah melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang terus digencarkan. Salah satunya terlihat pada monev cabang olahraga gulat yang dilaksanakan di GOR Serba Guna KONI Sumbar. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 atlet yang menjalani latihan intensif di bawah arahan pelatih Arnaldi dan Ediswal. Program latihan yang diterapkan berjalan konsisten setiap hari, dengan materi yang telah disusun secara sistematis untuk meningkatkan kekuatan fisik, teknik, dan daya tahan atlet. Tim monev KONI Sumbar telah melakukan pemantauan sebanyak dua kali, yakni pada 11 April dan 18 April 2026. Dari hasil pemantauan tersebut, terlihat adanya progres positif dalam disiplin latihan serta peningkatan kualitas performa atlet. Tiga atlet binaan KONI Sumbar turut hadir dalam sesi latihan tersebut. Sementara itu, salah satu atlet andalan, Gilang, saat ini masih mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) sebagai persiapan menghadapi ajang SEA Games, yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sumatera Barat. KONI Sumbar menilai bahwa konsistensi program latihan yang dijalankan menjadi indikator penting dalam membangun prestasi jangka panjang. Melalui kegiatan monev ini, organisasi semakin yakin bahwa pembinaan atlet berada di jalur yang tepat. Optimisme tersebut tidak lepas dari komitmen pelatih dan atlet yang terus menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap sesi latihan. KONI Sumbar percaya, dengan pengawasan yang berkelanjutan dan program pembinaan yang terarah, atlet-atlet Sumatera Barat akan mampu bersaing dan meraih prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional. Kegiatan monev ini juga menjadi bagian dari strategi KONI Sumbar dalam mempersiapkan atlet menghadapi berbagai agenda penting ke depan, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.

Ketua KONI Sumbar: Rakor Kodrat Jadi Fondasi Kuat Menuju Target Besar PON 2028

BATUSANGKAR — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, Hamdanus, menegaskan bahwa Rapat Koordinasi (Rakor) Pengprov Komite Olahraga Bela Diri Tarung Derajat (Kodrat) Sumbar menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi prestasi olahraga daerah menuju target besar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Rakor yang digelar di Hotel Emersia, Sabtu (18/4/2026), dinilai bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum penting untuk menyatukan visi pembinaan atlet secara terstruktur dan berkelanjutan. Menurut Hamdanus, semangat yang ditunjukkan insan Tarung Derajat Sumbar mencerminkan kesiapan menghadapi tantangan kompetisi ke depan. “Ini bukan hanya soal rapat, tapi bagaimana kita memastikan sistem pembinaan berjalan efektif. Saya melihat semangat luar biasa dari Kodrat Sumbar, dan ini harus dijaga dengan kolaborasi yang kuat antara pengprov, pengcab, hingga pelatih di lapangan,” tegasnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan olahraga tidak ditentukan oleh struktur organisasi semata, melainkan oleh kerja nyata di satuan latihan (satlat). “Yang menentukan prestasi itu bukan hanya pengurus di atas, tapi satlat yang bekerja setiap hari membina atlet. Karena itu, pengcab harus aktif membangun komunikasi dengan KONI, DPRD, dan pemerintah daerah agar pembinaan berjalan optimal,” ujarnya. Lebih jauh, Hamdanus menegaskan bahwa Sumatera Barat telah memasang target ambisius pada Pekan Olahraga Nasional 2028, yakni menembus 10 besar nasional dengan raihan 20 medali emas. Menurutnya, target tersebut bukan hal yang mustahil jika seluruh cabang olahraga serius mempersiapkan diri sejak level daerah. “Target itu harus dimulai dari Porprov. Kalau masih ragu, berarti belum serius. Porprov adalah pintu awal untuk melahirkan atlet-atlet terbaik Sumbar,” katanya. Rakor Kodrat Sumbar sendiri membahas pembagian wilayah pembinaan menjadi tiga zona, yakni timur, barat, dan selatan, sebagai upaya pemerataan dan efektivitas pembinaan atlet. Sementara itu, Ketua Pelaksana Porprov XVI Sumbar 2026, Septri, menyebut bahwa ajang Porprov XVI Sumbar 2026 menjadi momentum kebangkitan olahraga daerah setelah vakum cukup lama. “Porprov ini bukan sekadar event, tapi titik kebangkitan olahraga Sumbar. Kita ingin mencetak atlet yang mampu bersaing di Porwil 2027 hingga PON 2028,” ujarnya. Ia juga memastikan adanya dukungan penuh dari KONI Sumbar dalam hal pembinaan, termasuk untuk cabang olahraga Tarung Derajat. Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026, dengan Kabupaten Padang Pariaman sebagai tuan rumah cabang olahraga Tarung Derajat. Ajang ini diharapkan menjadi batu loncatan menuju prestasi nasional sekaligus mengobati kerinduan masyarakat terhadap perhelatan olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.

Tim Monev KONI Sumbar Pantau Latihan Intensif Atlet PABSI Teluk Nibung, Pembinaan Berjalan Konsisten

TELUK NIBUNG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat terus memastikan kualitas pembinaan atlet berjalan optimal melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev). Kali ini, tim monev KONI Sumbar turun langsung memantau latihan rutin atlet binaan cabang olahraga Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) di Teluk Nibung. Dalam pemantauan tersebut, terlihat aktivitas latihan berlangsung disiplin dan terstruktur di bawah arahan pelatih Fatimah. Sekitar 50 atlet mengikuti sesi latihan yang digelar setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Pelatih Fatimah menjelaskan bahwa program latihan difokuskan pada peningkatan kekuatan, teknik, serta konsistensi performa atlet. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat dan kedisiplinan sebagai kunci meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Salah satu atlet unggulan yang menjadi perhatian dalam monev tersebut adalah Haris. Atlet ini dinilai memiliki potensi besar dan perkembangan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga diharapkan mampu menjadi andalan Sumatera Barat pada ajang mendatang. Tim monev KONI Sumbar mengapresiasi keseriusan pelatih dan atlet dalam menjalani program pembinaan. Monitoring ini menjadi bagian dari upaya KONI Sumbar untuk memastikan seluruh cabang olahraga berada pada jalur yang tepat dalam persiapan menghadapi agenda kompetisi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Melalui kegiatan monev ini, KONI Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan mengawal pembinaan atlet secara berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

KONI Sumbar Finalisasi Lokasi Venue Porprov XVI 2026, Mayoritas Cabor Sudah Direkomendasikan

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI tahun 2026. Salah satu progres signifikan yang telah dicapai adalah penetapan lokasi venue pertandingan untuk puluhan cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan. Berdasarkan data terbaru per 17 April 2026, mayoritas cabang olahraga telah mendapatkan rekomendasi resmi dari masing-masing Pengurus Provinsi (Pengprov) cabor terkait lokasi pertandingan yang akan digunakan. Dari total cabor yang disiapkan, sebagian besar venue telah dinyatakan “rekomendasi oke”, tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Kota Padang Dominasi Venue Utama Kota Padang menjadi pusat pelaksanaan dengan jumlah venue terbanyak. Sejumlah cabang olahraga seperti atletik, bola basket, futsal, bulutangkis, hingga e-sport akan digelar di ibu kota provinsi tersebut. Selain itu, beberapa cabor lain seperti sambo, gimnastik, dan arung jeram masih dalam tahap proses finalisasi rekomendasi. Dukungan Multi Daerah Tidak hanya terpusat di Padang, Porprov XVI juga akan melibatkan banyak daerah sebagai tuan rumah bersama, di antaranya: Kota Pariaman: sepatu roda, teqball, dan soft tenis Kota Bukittinggi: dance sport, pickleball, tenis meja, dan wushu Kabupaten Kepulauan Mentawai: selancar ombak dan kabaddi Kota Solok: aero sport, angkat besi, taekwondo, dan hapkido Kota Sawahlunto: kempo, bridge, dan MMA Kabupaten Padang Pariaman: sepak bola, aquatik, panjat tebing, hingga judo Kabupaten Tanah Datar: bola voli dan tinju Kabupaten Lima Puluh Kota: pencak silat dan menembak Kabupaten Solok: balap sepeda road race, karate, dan kick boxing Seluruh penunjukan lokasi ini merupakan hasil koordinasi intensif antara KONI Sumbar dan Pengprov masing-masing cabang olahraga guna memastikan kesiapan teknis dan kelayakan venue. Beberapa Cabor Masih Tahap Proses Meski sebagian besar telah direkomendasikan, terdapat beberapa cabang olahraga yang masih dalam tahap proses penilaian, seperti: Sambo Gimnastik Arung Jeram Balap Motor Road Race Binaraga Catur KONI Sumbar menargetkan seluruh venue dapat difinalisasi dalam waktu dekat agar tahapan berikutnya, seperti persiapan teknis dan operasional, dapat berjalan optimal. Ketua OC: Porprov Akan Sukses dan Obati Kerinduan Atlet Ketua Organizing Committee (OC) Porprov XVI Sumbar, Septri, menegaskan bahwa seluruh tahapan persiapan saat ini masih terus berjalan secara bertahap dan terukur. “Proses ini masih berlangsung dan kita pastikan semua berjalan sesuai tahapan. Kami optimistis Porprov XVI tahun 2026 akan terlaksana dengan sukses,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa ajang ini memiliki makna penting bagi para atlet di Sumatera Barat yang sudah cukup lama menantikan kompetisi tingkat provinsi tersebut. “Porprov ini bukan sekadar event, tetapi akan menjadi momentum untuk mengobati kerinduan atlet Sumatera Barat yang sudah lama tidak merasakan atmosfer kompetisi daerah secara besar. Ini menjadi kebangkitan olahraga Sumbar,” tambahnya. Komitmen Sukseskan Porprov XVI KONI Sumbar menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan Porprov XVI 2026 secara profesional, merata, dan berdampak bagi pengembangan olahraga di seluruh daerah. Dengan keterlibatan banyak kabupaten dan kota, Porprov kali ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum pemerataan pembangunan olahraga serta peningkatan ekonomi daerah. Download Data per 17 April 2026

KONI Sumbar Susun Roadmap Pembinaan Atlet, Target 10 Besar PON 2028

Padang, KONI Sumbar — Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat mengumpulkan puluhan pelatih dari berbagai cabang olahraga untuk menyampaikan roadmap pembinaan sekaligus mengevaluasi hasil tes atlet dalam rangka persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pelatihan Provinsi (Pelatprov) ini digelar di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang, Selasa (10/3/2026), dan akan berlangsung dalam siklus pembinaan mulai Maret hingga Desember 2026. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa target besar yang ingin dicapai adalah menembus 10 besar nasional pada PON 2028. “Masuk 10 besar PON adalah target kita. Target ini bukan sekadar angka, tetapi komitmen bersama yang harus kita wujudkan dengan kerja keras dan kolaborasi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa peran pelatih menjadi kunci dalam mencetak atlet berprestasi. Menurutnya, pelatih yang terlibat dalam Pelatprov merupakan sosok berpengalaman yang telah melalui seleksi dari masing-masing pengurus provinsi cabang olahraga. “KONI tidak ada artinya tanpa prestasi. Karena itu, kolaborasi antara KONI dan pelatih harus berjalan seiring—KONI menyiapkan dukungan, pelatih memaksimalkan pembinaan atlet,” tegasnya. Hamdanus juga mengakui bahwa dukungan anggaran masih menjadi tantangan. Namun, pihaknya optimistis dengan peningkatan prestasi, dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD akan semakin kuat, termasuk melalui APBD Perubahan dan sumber pendanaan lainnya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, menyampaikan bahwa sebanyak 35 cabang olahraga telah ditetapkan dalam program Pelatprov setelah melalui proses verifikasi. Sebagai bagian dari tahap awal pembinaan, KONI Sumbar telah melaksanakan tes fisik, kesehatan, dan psikologi terhadap para atlet untuk mendapatkan data dasar (baseline). “Tes awal ini bertujuan melihat kondisi dasar atlet. Evaluasi berikutnya pada Mei akan mengukur peningkatan performa mereka,” jelasnya. Ia menambahkan, target perolehan 19 medali emas dinilai realistis jika setiap cabang olahraga mampu memberikan kontribusi maksimal. Dalam sistem pembinaan, atlet dikelompokkan ke dalam empat kategori, yakni atlet andalan, prioritas, potensial, dan binaan, guna mempermudah strategi pengembangan. Di sisi lain, Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Risky Syahputra, menegaskan bahwa pendekatan pembinaan kini berbasis data. “Program Pelatprov dirancang menggunakan data hasil tes fisik, kesehatan, dan psikologi. Dengan pendekatan ini, pelatih dapat menyusun program latihan yang lebih tepat dan terukur,” ujarnya. Menurutnya, evaluasi berkala akan menjadi kunci untuk memastikan setiap atlet mengalami peningkatan performa secara konsisten. “Setiap fase latihan memiliki indikator keberhasilan yang jelas. Dengan monitoring rutin, perkembangan atlet bisa dipantau dan program latihan dapat disesuaikan secara cepat,” tutupnya. Melalui pendekatan terstruktur dan berbasis data ini, KONI Sumbar optimistis mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang siap bersaing di level nasional pada PON 2028.

ALAMAT

Jl. Rasuna Said No.87, Rimbo Kaluang, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat

KONI SUMBAR

STRUKTUR KONI SUMBAR

KONI KABUPATEN / KOTA

PENGPROV

PRESTASI

RILIS MEDIA

© 2025 dikelola oleh bidang digitalisasi koni sumatera barat