KONI Sumbar Susun Roadmap Pembinaan Atlet, Target 10 Besar PON 2028

Padang, KONI Sumbar — Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat mengumpulkan puluhan pelatih dari berbagai cabang olahraga untuk menyampaikan roadmap pembinaan sekaligus mengevaluasi hasil tes atlet dalam rangka persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pelatihan Provinsi (Pelatprov) ini digelar di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang, Selasa (10/3/2026), dan akan berlangsung dalam siklus pembinaan mulai Maret hingga Desember 2026. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa target besar yang ingin dicapai adalah menembus 10 besar nasional pada PON 2028. “Masuk 10 besar PON adalah target kita. Target ini bukan sekadar angka, tetapi komitmen bersama yang harus kita wujudkan dengan kerja keras dan kolaborasi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa peran pelatih menjadi kunci dalam mencetak atlet berprestasi. Menurutnya, pelatih yang terlibat dalam Pelatprov merupakan sosok berpengalaman yang telah melalui seleksi dari masing-masing pengurus provinsi cabang olahraga. “KONI tidak ada artinya tanpa prestasi. Karena itu, kolaborasi antara KONI dan pelatih harus berjalan seiring—KONI menyiapkan dukungan, pelatih memaksimalkan pembinaan atlet,” tegasnya. Hamdanus juga mengakui bahwa dukungan anggaran masih menjadi tantangan. Namun, pihaknya optimistis dengan peningkatan prestasi, dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD akan semakin kuat, termasuk melalui APBD Perubahan dan sumber pendanaan lainnya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, menyampaikan bahwa sebanyak 35 cabang olahraga telah ditetapkan dalam program Pelatprov setelah melalui proses verifikasi. Sebagai bagian dari tahap awal pembinaan, KONI Sumbar telah melaksanakan tes fisik, kesehatan, dan psikologi terhadap para atlet untuk mendapatkan data dasar (baseline). “Tes awal ini bertujuan melihat kondisi dasar atlet. Evaluasi berikutnya pada Mei akan mengukur peningkatan performa mereka,” jelasnya. Ia menambahkan, target perolehan 19 medali emas dinilai realistis jika setiap cabang olahraga mampu memberikan kontribusi maksimal. Dalam sistem pembinaan, atlet dikelompokkan ke dalam empat kategori, yakni atlet andalan, prioritas, potensial, dan binaan, guna mempermudah strategi pengembangan. Di sisi lain, Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Risky Syahputra, menegaskan bahwa pendekatan pembinaan kini berbasis data. “Program Pelatprov dirancang menggunakan data hasil tes fisik, kesehatan, dan psikologi. Dengan pendekatan ini, pelatih dapat menyusun program latihan yang lebih tepat dan terukur,” ujarnya. Menurutnya, evaluasi berkala akan menjadi kunci untuk memastikan setiap atlet mengalami peningkatan performa secara konsisten. “Setiap fase latihan memiliki indikator keberhasilan yang jelas. Dengan monitoring rutin, perkembangan atlet bisa dipantau dan program latihan dapat disesuaikan secara cepat,” tutupnya. Melalui pendekatan terstruktur dan berbasis data ini, KONI Sumbar optimistis mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang siap bersaing di level nasional pada PON 2028.

Pemko Solok Perkuat Komitmen Pembinaan Atlet Jelang Porprov XVI Sumbar 2026

Solok, KONI Sumbar — Pemerintah Kota Solok menggelar kegiatan buka puasa bersama atlet dan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Solok di rumah dinas wali kota, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen pembinaan olahraga sekaligus kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus, bersama jajaran pengurus, Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon, serta para atlet dari berbagai cabang olahraga. Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan KONI Sumbar yang dinilai menjadi motivasi besar bagi insan olahraga di daerahnya. “Kehadiran Ketua KONI Sumbar menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi atlet dan pengurus olahraga di Kota Solok,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Kota Solok telah melakukan berbagai persiapan sejak dini untuk menghadapi Porprov 2026. Menurutnya, ajang tersebut merupakan panggung penting bagi atlet untuk membuktikan hasil pembinaan dan latihan yang telah dijalani. “Porprov adalah momentum pembuktian bagi atlet. Kami berkomitmen mendukung pembinaan olahraga secara maksimal, termasuk kesiapan sebagai tuan rumah,” katanya. Selain fokus pada olahraga, Pemerintah Kota Solok juga menunjukkan perhatian terhadap masa depan generasi muda melalui program pendidikan, seperti penyediaan bimbingan belajar gratis bagi pelajar yang ingin melanjutkan ke sekolah kedinasan. Sementara itu, Ketua KONI Kota Solok, Rudi Horizon, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah cabang olahraga unggulan untuk menghadapi Porprov mendatang. Sedikitnya terdapat 12 cabang olahraga yang menjadi andalan, di antaranya hapkido, taekwondo, tenis lapangan, renang, atletik, pencak silat, muaythai, gulat, soft tenis, paralayang, angkat berat, dan angkat besi. “Kami optimistis dengan persiapan yang matang, target menembus lima besar pada Porprov Sumbar 2026 dapat tercapai,” ujarnya. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, dalam arahannya menyampaikan bahwa Porprov XVI Sumbar akan digelar pada 2–14 Oktober 2026 dengan sistem tuan rumah bersama di beberapa kabupaten dan kota, termasuk Kota Solok. “Kota Solok merupakan salah satu daerah yang diperhitungkan, baik sebagai tuan rumah maupun dari sisi prestasi,” katanya. Ia menambahkan, Porprov bukan sekadar ajang kompetisi daerah, tetapi juga menjadi pintu awal bagi atlet untuk melangkah ke level yang lebih tinggi, seperti Porwil, Pra PON 2027, hingga PON 2028. “Jadikan Porprov sebagai panggung awal untuk menunjukkan kualitas dan membuka jalan menuju prestasi nasional bahkan internasional,” tegasnya. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga, Kota Solok diharapkan mampu meraih prestasi optimal sekaligus sukses sebagai tuan rumah dalam gelaran Porprov XVI Sumatera Barat 2026.

KONI Sumbar Jajaki Kerja Sama dengan SPH dan STIKes Siteba untuk Perkuat Layanan Kesehatan Atlet

Padang, KONI Sumbar — Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat menjajaki kerja sama strategis dengan Semen Padang Hospital dan STIKes Siteba Padang dalam rangka memperkuat layanan kesehatan olahraga sekaligus mendukung peningkatan prestasi atlet Sumatera Barat. Penjajakan tersebut berlangsung saat kedua institusi melakukan kunjungan ke kantor KONI Sumbar pada Jumat (13/3/2026). Rombongan SPH hadir pada pagi hari dipimpin oleh Dilla Putri Ellysa bersama jajaran manajemen. Sementara itu, rombongan STIKes Siteba Padang datang pada siang hari yang diwakili oleh Intan Harared, didampingi Alia de Fahreza serta Indah Putri Nuarye. Kedatangan kedua rombongan disambut langsung oleh Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, bersama jajaran pengurus. Dalam pertemuan tersebut, Dilla Putri Ellysa menjelaskan bahwa SPH memiliki pengalaman dalam penanganan cedera, termasuk bagi atlet profesional seperti pemain Semen Padang FC. SPH juga telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam penanganan risiko kecelakaan kerja. “Kami siap mendukung KONI Sumbar melalui layanan kesehatan olahraga secara menyeluruh, mulai dari edukasi, pencegahan cedera, penanganan hingga proses pemulihan atlet,” ujarnya. Sementara itu, Intan Harared menyampaikan bahwa STIKes Siteba Padang ingin berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan atlet sekaligus membuka ruang praktik bagi mahasiswa. “Kerja sama ini penting tidak hanya untuk mendukung kesehatan atlet, tetapi juga memberikan pengalaman klinik olahraga bagi mahasiswa fisioterapi serta pengembangan riset di bidang olahraga,” jelasnya. Ia menambahkan, STIKes Siteba merupakan salah satu perguruan tinggi di Padang yang memiliki program studi fisioterapi, sehingga kolaborasi ini diharapkan memberi dampak akademik sekaligus kontribusi nyata bagi dunia olahraga daerah. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menyambut positif inisiatif kerja sama tersebut. Menurutnya, aspek kesehatan menjadi faktor krusial dalam pembinaan atlet menuju prestasi optimal. “Kami sangat terbuka untuk kolaborasi ini. Kesehatan atlet adalah fondasi utama dalam meraih prestasi. Dengan dukungan SPH dan STIKes Siteba, kami berharap sistem penanganan dan pencegahan cedera atlet di Sumatera Barat semakin kuat,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan disusun dokumen kerja sama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), termasuk merancang program dan skema dukungan yang akan dijalankan. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan prestasi atlet Sumatera Barat melalui penguatan layanan kesehatan olahraga, pendampingan medis saat latihan dan pertandingan, serta edukasi pencegahan cedera secara berkelanjutan.

KONI Sumbar Tindaklanjuti Hasil Monev Pelatprov

PADANG, – Komite Olahraga Nasional Indonesia Sumatera Barat (KONI Sumbar) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) sebagai bagian dari persiapan atlet menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan. Monitoring dilakukan dengan turun langsung ke sejumlah lokasi latihan untuk melihat pelaksanaan program pembinaan yang tetap berjalan selama bulan Ramadan. Saat ini program Pelatprov KONI Sumbar melibatkan 153 atlet dan 50 pelatih yang terbagi dalam empat kategori pembinaan, yaitu andalan, prioritas, potensial, dan binaan khusus. Untuk memaksimalkan evaluasi, tim monitoring dibagi menjadi tiga kelompok sesuai karakter cabang olahraga, yakni tim cabang olahraga bela diri, olahraga terukur/akurasi, serta olahraga permainan. Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr. Septri, mengatakan kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan program latihan tetap berjalan optimal meski atlet menjalani latihan di tengah bulan puasa. “Tim monev sudah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi latihan para atlet selama Ramadan. Dari pemantauan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dilakukan penyesuaian agar program latihan tetap berjalan maksimal,” ujar Septri. Menurutnya, hasil monitoring tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui penyusunan regulasi dan langkah teknis agar proses latihan lebih efektif. “Kita akan menyiapkan regulasi dan langkah-langkah penyesuaian dari hasil evaluasi di lapangan. Harapannya, pada bulan depan seluruh penyesuaian ini sudah bisa diterapkan dengan baik,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Dr. Risky Syahputra, menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dari sistem pembinaan atlet. Menurutnya, evaluasi ini menjadi dasar bagi KONI Sumbar untuk menyesuaikan program latihan, baik dari sisi metode, jadwal latihan, hingga kondisi fisik atlet selama Ramadan. “Monitoring ini menjadi bahan evaluasi untuk memastikan program latihan tetap berjalan efektif. Kita ingin seluruh atlet Pelatda tetap berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai agenda kompetisi,” kata Risky. Risky menambahkan, hasil monitoring tersebut akan menjadi acuan bagi KONI Sumbar dalam memperkuat sistem pembinaan agar target prestasi olahraga Sumatera Barat dapat tercapai.  

Empat Daerah Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Porprov XVI Sumbar 2026, Antusiasme Terus Meningkat

Solok — Antusiasme daerah di Sumatera Barat untuk menjadi tuan rumah cabang olahraga Porprov XVI/2026 terus meningkat. Hingga pertengahan Maret 2026, sedikitnya empat daerah telah resmi menyerahkan surat rekomendasi kepala daerah kepada KONI Sumbar. Empat daerah tersebut adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Solok. Penyerahan terbaru datang dari Kota Solok melalui Wali Kota Ramadhani Kirana Putra kepada Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, dalam agenda buka puasa bersama. Kota Solok mengajukan diri sebagai tuan rumah untuk tiga cabang olahraga, yakni aerosport, angkat besi, dan angkat berat. Pemerintah daerah optimistis kesiapan fasilitas dan dukungan penuh akan menjadi modal utama menyukseskan pelaksanaan. Sebelumnya, Kepulauan Mentawai mengusulkan cabang selancar ombak dan kabaddi. Pasaman Barat mengajukan grass track, sementara Padang Pariaman menjadi daerah dengan usulan terbanyak, yakni tujuh cabang olahraga, termasuk renang, sepak bola, judo, hingga panjat tebing. Tujuh Daerah Masih Ditunggu Ketua Panitia Porprov XVI Sumbar, Septri, menyampaikan masih ada tujuh daerah yang belum menyerahkan surat resmi, meski telah menyatakan minat. Daerah tersebut meliputi Kota Padang, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Pesisir Selatan. “Kami melihat antusiasme yang sangat tinggi. Namun kelengkapan administrasi tetap menjadi syarat utama,” ujarnya. Panitia memberikan batas waktu hingga pekan depan untuk melengkapi dokumen tersebut. Hamdanus mengapresiasi komitmen pemerintah daerah yang telah lebih dulu mengajukan diri. Menurutnya, keterlibatan aktif daerah menjadi kunci sukses penyelenggaraan sekaligus mendorong pemerataan pembinaan olahraga di Sumatera Barat. Penetapan resmi tuan rumah cabang olahraga nantinya akan diputuskan melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) bersama pemerintah daerah dan pengurus provinsi cabang olahraga. Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026 dan akan diikuti ribuan atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Dari Matras Gulat ke Seragam Perwira: Perjalanan Gilang Ilhaza Menembus TNI

Jakarta — Perjalanan panjang dan penuh disiplin mengantarkan pegulat andalan Sumatera Barat, Gilang Ilhaza, meraih pencapaian membanggakan. Ia resmi dilantik sebagai Letnan Dua Infanteri (Letda Inf) melalui jalur Perwira Prajurit Karier (PaPK) TNI AD khusus atlet berprestasi, Kamis (12 Maret 2026) di Mabes TNI Jakarta. Pelantikan tersebut dipimpin oleh Agus Subiyanto, bersama ratusan perwira dari jalur reguler dan khusus. Gilang menjadi salah satu atlet yang berhasil menembus jalur ini berkat prestasi dan dedikasinya di cabang olahraga gulat. Sejak usia muda, atlet asal Sulit Air itu telah terbiasa dengan latihan keras dan disiplin tinggi. Ia menjalani rutinitas berat, mulai dari menjaga kondisi fisik hingga menghadapi cedera. Semua proses tersebut membentuk mental tangguh yang kini menjadi bekalnya sebagai prajurit. “Disiplin dalam gulat sangat kuat. Kami dituntut konsisten dan tidak mudah menyerah,” ungkap Gilang. Selain Gilang, sejumlah atlet dari cabang olahraga lain seperti hoki, muaythai, dan bola voli juga mendapat kesempatan serupa. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi olahraga dapat membuka jalan pengabdian yang lebih luas kepada negara. Momentum ini juga sejalan dengan visi Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembentukan generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berkarakter melalui olahraga dan kemiliteran. Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Gilang dapat menjadi inspirasi bagi atlet muda di daerah untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa. Meski kini menyandang pangkat perwira, Gilang menegaskan tetap berkomitmen pada dunia gulat. Ia ingin terus berlatih dan meningkatkan kemampuan, sekaligus menjalankan tugas sebagai prajurit TNI. Bagi Gilang Ilhaza, pencapaian ini bukan akhir perjalanan. Justru, ini menjadi awal pengabdian yang lebih luas, dengan membawa nilai disiplin, ketangguhan, dan semangat juang yang telah ditempa sejak di atas matras.

KONI Sumbar Kumpulkan Pelatih, Matangkan Roadmap Pembinaan Menuju PON 2028

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat mengumpulkan puluhan pelatih dari berbagai cabang olahraga dalam rangka pemaparan roadmap pembinaan sekaligus evaluasi hasil tes atlet sebagai langkah awal menuju Pekan Olahraga Nasional 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang menjadi bagian dari program Pelatihan Provinsi (Pelatprov) ini digelar di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang, Selasa (10/3/2026), dan akan berlangsung sepanjang Maret hingga Desember 2026 sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa target besar yang diusung adalah membawa Sumatera Barat masuk 10 besar nasional pada PON 2028. “Target 10 besar bukan sekadar angka, tetapi komitmen bersama. Kita ingin memastikan target ini realistis dan bisa dicapai dengan kerja kolektif seluruh pihak,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih yang telah dipercaya bergabung dalam program Pelatprov. Menurutnya, pertemuan ini menjadi titik awal untuk membangun sinergi menuju peningkatan prestasi olahraga Sumbar. “KONI tidak akan berarti tanpa prestasi. Para pelatih yang dipilih adalah mereka yang memiliki pengalaman dan kapasitas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. Hamdanus menekankan pentingnya kolaborasi antara KONI dan pelatih. Ia menyebutkan, KONI bertugas menyiapkan dukungan pembinaan, sementara pelatih fokus membentuk atlet agar mampu mencapai performa terbaik. Terkait pendanaan, ia mengakui masih terdapat keterbatasan anggaran. Namun KONI Sumbar akan berupaya mencari tambahan dukungan melalui APBD Perubahan maupun sumber lainnya. “Jika prestasi menunjukkan peningkatan, tentu dukungan dari pemerintah dan DPRD akan ikut menguat,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, mengungkapkan bahwa sebanyak 35 cabang olahraga telah ditetapkan untuk mengikuti program Pelatprov setelah melalui proses verifikasi. Ia menjelaskan bahwa sebelum program berjalan penuh, Bidang Pembinaan Prestasi telah melakukan serangkaian tes, mulai dari fisik, kesehatan hingga psikologi atlet. “Tes awal ini bertujuan melihat kondisi dasar atlet. Evaluasi berikutnya pada Mei akan mengukur perkembangan mereka,” ujarnya. Septri menambahkan, KONI Sumbar menargetkan perolehan 19 medali emas sebagai bagian dari upaya menembus 10 besar nasional. Dalam program pembinaan, atlet juga dikelompokkan ke dalam empat kategori, yaitu atlet andalan, prioritas, potensial, dan binaan, guna memaksimalkan pendekatan pembinaan. Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Risky Syahputra, menegaskan bahwa sistem pembinaan kini berbasis data, bukan lagi sekadar asumsi. “Program latihan dirancang berdasarkan hasil tes fisik, kesehatan, dan psikologi. Dengan pendekatan ini, perkembangan atlet dapat dipantau secara objektif dan terukur,” jelasnya. Ia menambahkan, evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan setiap atlet mengalami peningkatan performa secara konsisten. “Kita ingin setiap fase latihan memiliki indikator yang jelas, sehingga jika diperlukan, program bisa segera disesuaikan,” pungkasnya.

ALAMAT

Jl. Rasuna Said No.87, Rimbo Kaluang, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat

KONI SUMBAR

STRUKTUR KONI SUMBAR

KONI KABUPATEN / KOTA

PENGPROV

PRESTASI

RILIS MEDIA

© 2025 dikelola oleh bidang digitalisasi koni sumatera barat