KONI Sumbar Susun Roadmap Pembinaan Atlet, Target 10 Besar PON 2028

Padang, KONI Sumbar — Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat mengumpulkan puluhan pelatih dari berbagai cabang olahraga untuk menyampaikan roadmap pembinaan sekaligus mengevaluasi hasil tes atlet dalam rangka persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pelatihan Provinsi (Pelatprov) ini digelar di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang, Selasa (10/3/2026), dan akan berlangsung dalam siklus pembinaan mulai Maret hingga Desember 2026. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa target besar yang ingin dicapai adalah menembus 10 besar nasional pada PON 2028. “Masuk 10 besar PON adalah target kita. Target ini bukan sekadar angka, tetapi komitmen bersama yang harus kita wujudkan dengan kerja keras dan kolaborasi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa peran pelatih menjadi kunci dalam mencetak atlet berprestasi. Menurutnya, pelatih yang terlibat dalam Pelatprov merupakan sosok berpengalaman yang telah melalui seleksi dari masing-masing pengurus provinsi cabang olahraga. “KONI tidak ada artinya tanpa prestasi. Karena itu, kolaborasi antara KONI dan pelatih harus berjalan seiring—KONI menyiapkan dukungan, pelatih memaksimalkan pembinaan atlet,” tegasnya. Hamdanus juga mengakui bahwa dukungan anggaran masih menjadi tantangan. Namun, pihaknya optimistis dengan peningkatan prestasi, dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD akan semakin kuat, termasuk melalui APBD Perubahan dan sumber pendanaan lainnya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, menyampaikan bahwa sebanyak 35 cabang olahraga telah ditetapkan dalam program Pelatprov setelah melalui proses verifikasi. Sebagai bagian dari tahap awal pembinaan, KONI Sumbar telah melaksanakan tes fisik, kesehatan, dan psikologi terhadap para atlet untuk mendapatkan data dasar (baseline). “Tes awal ini bertujuan melihat kondisi dasar atlet. Evaluasi berikutnya pada Mei akan mengukur peningkatan performa mereka,” jelasnya. Ia menambahkan, target perolehan 19 medali emas dinilai realistis jika setiap cabang olahraga mampu memberikan kontribusi maksimal. Dalam sistem pembinaan, atlet dikelompokkan ke dalam empat kategori, yakni atlet andalan, prioritas, potensial, dan binaan, guna mempermudah strategi pengembangan. Di sisi lain, Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Risky Syahputra, menegaskan bahwa pendekatan pembinaan kini berbasis data. “Program Pelatprov dirancang menggunakan data hasil tes fisik, kesehatan, dan psikologi. Dengan pendekatan ini, pelatih dapat menyusun program latihan yang lebih tepat dan terukur,” ujarnya. Menurutnya, evaluasi berkala akan menjadi kunci untuk memastikan setiap atlet mengalami peningkatan performa secara konsisten. “Setiap fase latihan memiliki indikator keberhasilan yang jelas. Dengan monitoring rutin, perkembangan atlet bisa dipantau dan program latihan dapat disesuaikan secara cepat,” tutupnya. Melalui pendekatan terstruktur dan berbasis data ini, KONI Sumbar optimistis mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang siap bersaing di level nasional pada PON 2028.

Pemko Solok Perkuat Komitmen Pembinaan Atlet Jelang Porprov XVI Sumbar 2026

Solok, KONI Sumbar — Pemerintah Kota Solok menggelar kegiatan buka puasa bersama atlet dan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Solok di rumah dinas wali kota, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen pembinaan olahraga sekaligus kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus, bersama jajaran pengurus, Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon, serta para atlet dari berbagai cabang olahraga. Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan KONI Sumbar yang dinilai menjadi motivasi besar bagi insan olahraga di daerahnya. “Kehadiran Ketua KONI Sumbar menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi atlet dan pengurus olahraga di Kota Solok,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Kota Solok telah melakukan berbagai persiapan sejak dini untuk menghadapi Porprov 2026. Menurutnya, ajang tersebut merupakan panggung penting bagi atlet untuk membuktikan hasil pembinaan dan latihan yang telah dijalani. “Porprov adalah momentum pembuktian bagi atlet. Kami berkomitmen mendukung pembinaan olahraga secara maksimal, termasuk kesiapan sebagai tuan rumah,” katanya. Selain fokus pada olahraga, Pemerintah Kota Solok juga menunjukkan perhatian terhadap masa depan generasi muda melalui program pendidikan, seperti penyediaan bimbingan belajar gratis bagi pelajar yang ingin melanjutkan ke sekolah kedinasan. Sementara itu, Ketua KONI Kota Solok, Rudi Horizon, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah cabang olahraga unggulan untuk menghadapi Porprov mendatang. Sedikitnya terdapat 12 cabang olahraga yang menjadi andalan, di antaranya hapkido, taekwondo, tenis lapangan, renang, atletik, pencak silat, muaythai, gulat, soft tenis, paralayang, angkat berat, dan angkat besi. “Kami optimistis dengan persiapan yang matang, target menembus lima besar pada Porprov Sumbar 2026 dapat tercapai,” ujarnya. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, dalam arahannya menyampaikan bahwa Porprov XVI Sumbar akan digelar pada 2–14 Oktober 2026 dengan sistem tuan rumah bersama di beberapa kabupaten dan kota, termasuk Kota Solok. “Kota Solok merupakan salah satu daerah yang diperhitungkan, baik sebagai tuan rumah maupun dari sisi prestasi,” katanya. Ia menambahkan, Porprov bukan sekadar ajang kompetisi daerah, tetapi juga menjadi pintu awal bagi atlet untuk melangkah ke level yang lebih tinggi, seperti Porwil, Pra PON 2027, hingga PON 2028. “Jadikan Porprov sebagai panggung awal untuk menunjukkan kualitas dan membuka jalan menuju prestasi nasional bahkan internasional,” tegasnya. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga, Kota Solok diharapkan mampu meraih prestasi optimal sekaligus sukses sebagai tuan rumah dalam gelaran Porprov XVI Sumatera Barat 2026.

KONI Sumbar Jajaki Kerja Sama dengan SPH dan STIKes Siteba untuk Perkuat Layanan Kesehatan Atlet

Padang, KONI Sumbar — Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat menjajaki kerja sama strategis dengan Semen Padang Hospital dan STIKes Siteba Padang dalam rangka memperkuat layanan kesehatan olahraga sekaligus mendukung peningkatan prestasi atlet Sumatera Barat. Penjajakan tersebut berlangsung saat kedua institusi melakukan kunjungan ke kantor KONI Sumbar pada Jumat (13/3/2026). Rombongan SPH hadir pada pagi hari dipimpin oleh Dilla Putri Ellysa bersama jajaran manajemen. Sementara itu, rombongan STIKes Siteba Padang datang pada siang hari yang diwakili oleh Intan Harared, didampingi Alia de Fahreza serta Indah Putri Nuarye. Kedatangan kedua rombongan disambut langsung oleh Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, bersama jajaran pengurus. Dalam pertemuan tersebut, Dilla Putri Ellysa menjelaskan bahwa SPH memiliki pengalaman dalam penanganan cedera, termasuk bagi atlet profesional seperti pemain Semen Padang FC. SPH juga telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam penanganan risiko kecelakaan kerja. “Kami siap mendukung KONI Sumbar melalui layanan kesehatan olahraga secara menyeluruh, mulai dari edukasi, pencegahan cedera, penanganan hingga proses pemulihan atlet,” ujarnya. Sementara itu, Intan Harared menyampaikan bahwa STIKes Siteba Padang ingin berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan atlet sekaligus membuka ruang praktik bagi mahasiswa. “Kerja sama ini penting tidak hanya untuk mendukung kesehatan atlet, tetapi juga memberikan pengalaman klinik olahraga bagi mahasiswa fisioterapi serta pengembangan riset di bidang olahraga,” jelasnya. Ia menambahkan, STIKes Siteba merupakan salah satu perguruan tinggi di Padang yang memiliki program studi fisioterapi, sehingga kolaborasi ini diharapkan memberi dampak akademik sekaligus kontribusi nyata bagi dunia olahraga daerah. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menyambut positif inisiatif kerja sama tersebut. Menurutnya, aspek kesehatan menjadi faktor krusial dalam pembinaan atlet menuju prestasi optimal. “Kami sangat terbuka untuk kolaborasi ini. Kesehatan atlet adalah fondasi utama dalam meraih prestasi. Dengan dukungan SPH dan STIKes Siteba, kami berharap sistem penanganan dan pencegahan cedera atlet di Sumatera Barat semakin kuat,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan disusun dokumen kerja sama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), termasuk merancang program dan skema dukungan yang akan dijalankan. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan prestasi atlet Sumatera Barat melalui penguatan layanan kesehatan olahraga, pendampingan medis saat latihan dan pertandingan, serta edukasi pencegahan cedera secara berkelanjutan.

KONI Sumbar Tindaklanjuti Hasil Monev Pelatprov

PADANG, – Komite Olahraga Nasional Indonesia Sumatera Barat (KONI Sumbar) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) sebagai bagian dari persiapan atlet menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan. Monitoring dilakukan dengan turun langsung ke sejumlah lokasi latihan untuk melihat pelaksanaan program pembinaan yang tetap berjalan selama bulan Ramadan. Saat ini program Pelatprov KONI Sumbar melibatkan 153 atlet dan 50 pelatih yang terbagi dalam empat kategori pembinaan, yaitu andalan, prioritas, potensial, dan binaan khusus. Untuk memaksimalkan evaluasi, tim monitoring dibagi menjadi tiga kelompok sesuai karakter cabang olahraga, yakni tim cabang olahraga bela diri, olahraga terukur/akurasi, serta olahraga permainan. Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr. Septri, mengatakan kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan program latihan tetap berjalan optimal meski atlet menjalani latihan di tengah bulan puasa. “Tim monev sudah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi latihan para atlet selama Ramadan. Dari pemantauan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dilakukan penyesuaian agar program latihan tetap berjalan maksimal,” ujar Septri. Menurutnya, hasil monitoring tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui penyusunan regulasi dan langkah teknis agar proses latihan lebih efektif. “Kita akan menyiapkan regulasi dan langkah-langkah penyesuaian dari hasil evaluasi di lapangan. Harapannya, pada bulan depan seluruh penyesuaian ini sudah bisa diterapkan dengan baik,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Dr. Risky Syahputra, menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dari sistem pembinaan atlet. Menurutnya, evaluasi ini menjadi dasar bagi KONI Sumbar untuk menyesuaikan program latihan, baik dari sisi metode, jadwal latihan, hingga kondisi fisik atlet selama Ramadan. “Monitoring ini menjadi bahan evaluasi untuk memastikan program latihan tetap berjalan efektif. Kita ingin seluruh atlet Pelatda tetap berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai agenda kompetisi,” kata Risky. Risky menambahkan, hasil monitoring tersebut akan menjadi acuan bagi KONI Sumbar dalam memperkuat sistem pembinaan agar target prestasi olahraga Sumatera Barat dapat tercapai.  

Empat Daerah Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Porprov XVI Sumbar 2026, Antusiasme Terus Meningkat

Solok, KONI Sumbar — Antusiasme pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat untuk menjadi tuan rumah cabang olahraga pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 terus menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan Maret 2026, sedikitnya empat daerah telah resmi menyerahkan surat rekomendasi kepala daerah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat. Keempat daerah tersebut yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Solok. Penyerahan terbaru datang dari Pemerintah Kota Solok. Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, secara langsung menyerahkan surat permohonan kepada Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, dalam kegiatan buka puasa bersama Pemko Solok, KONI, dan para atlet di rumah dinas wali kota, Sabtu (14/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ramadhani menegaskan komitmen daerahnya untuk ikut menyukseskan Porprov dengan menjadi tuan rumah beberapa cabang olahraga. “Ini merupakan bentuk keseriusan kami untuk berpartisipasi dan menjadi tuan rumah cabang olahraga Porprov XVI Sumbar 2026,” ujarnya. Berdasarkan surat resmi yang disampaikan, Kota Solok mengajukan diri menjadi tuan rumah untuk tiga cabang olahraga, yakni aero sport, angkat besi, dan angkat berat. Pemerintah Kota Solok optimistis kesiapan fasilitas serta dukungan penuh pemerintah daerah menjadi modal utama dalam menyukseskan penyelenggaraan. Selain mendorong prestasi olahraga, peran sebagai tuan rumah juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga. Sebelumnya, Kabupaten Kepulauan Mentawai telah lebih dulu mengajukan diri sebagai tuan rumah cabang olahraga selancar ombak dan kabaddi. Mentawai dinilai memiliki keunggulan alam sebagai salah satu destinasi surfing terbaik dunia. Sementara itu, Kabupaten Pasaman Barat mengusulkan cabang olahraga grass track, yang memiliki basis komunitas dan penggemar yang cukup kuat di daerah tersebut. Dari Kabupaten Padang Pariaman, surat kesiapan ditandatangani langsung oleh Bupati John Kenedy Aziz. Daerah ini mengajukan diri sebagai tuan rumah untuk tujuh cabang olahraga, yaitu renang (aquatic), sepak bola, judo, tarung derajat, panjat tebing, cricket, dan woodball—jumlah terbanyak dibandingkan daerah lainnya. Tujuh Daerah Lain Masih Ditunggu Ketua Panitia Porprov XVI Sumbar, Septri, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu surat resmi dari tujuh daerah lain yang sebelumnya telah menyatakan minat. Ketujuh daerah tersebut adalah Kota Padang, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Pesisir Selatan. “Antusiasme daerah sangat tinggi dan ini menjadi indikator kuat dukungan terhadap Porprov XVI Sumbar 2026. Namun kami masih menunggu kelengkapan administrasi dari daerah lainnya,” ujar Septri. Panitia memberikan batas waktu hingga pekan depan bagi daerah-daerah tersebut untuk menyerahkan surat resmi kesiapan menjadi tuan rumah cabang olahraga. Sementara itu, Hamdanus mengapresiasi keseriusan pemerintah daerah yang telah mengajukan diri. Ia menilai partisipasi aktif daerah menjadi kunci sukses penyelenggaraan sekaligus mendorong pemerataan pembinaan olahraga di Sumatera Barat. “Ini adalah bentuk komitmen bersama dalam memajukan olahraga daerah. Semakin banyak daerah terlibat, semakin besar peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penetapan resmi tuan rumah cabang olahraga akan diputuskan melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) yang melibatkan pemerintah daerah serta pengurus provinsi cabang olahraga. Porprov XVI Sumatera Barat 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026 dan diperkirakan akan melibatkan ribuan atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Dengan meningkatnya minat daerah untuk menjadi tuan rumah, diharapkan pelaksanaan Porprov kali ini dapat berlangsung lebih merata, kompetitif, serta mampu melahirkan atlet-atlet terbaik untuk mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat nasional.

Dari Matras Gulat ke Seragam Perwira: Perjalanan Gilang Ilhaza Menembus TNI

Pagi masih gelap ketika sebagian orang terlelap, namun tidak bagi Gilang Ilhaza. Pegulat andalan Sumatera Barat itu telah lebih dulu berada di atas matras, menjalani latihan keras, bergulat dengan rasa lelah, dan menahan sakit dari setiap bantingan. Tidak ada tepuk tangan, hanya tekad kuat seorang anak nagari asal Sulit Air yang terus menantang batas dirinya. Perjalanan panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Pada Kamis, 12 Maret 2026, di Mabes TNI Jakarta, Gilang resmi dilantik sebagai Letnan Dua Infanteri (Letda Inf) melalui jalur Perwira Prajurit Karier (PaPK) TNI AD khusus atlet berprestasi. Pelantikan dipimpin oleh Agus Subiyanto, bersamaan dengan ratusan perwira lainnya dari jalur reguler dan khusus. Tidak hanya Gilang, sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga seperti gulat, hoki, muaythai, dan bola voli juga mendapat kesempatan yang sama. Hal ini menjadi bukti bahwa prestasi olahraga dapat membuka jalan pengabdian yang lebih luas kepada negara. Momentum ini sejalan dengan visi Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya membangun generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berkarakter kuat melalui olahraga dan kemiliteran. Bagi Gilang, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan atas perjalanan panjang yang penuh pengorbanan. Lahir di Sulit Air pada 13 Januari 1998, ia telah ditempa oleh kerasnya dunia gulat sejak usia muda. Disiplin, konsistensi latihan, menjaga kondisi fisik, hingga menghadapi cedera menjadi bagian dari kesehariannya. “Disiplin dalam olahraga gulat sangat kuat. Kita dituntut tepat waktu, konsisten, dan tidak mudah menyerah,” ujar Gilang. Ia menilai nilai-nilai tersebut selaras dengan kehidupan militer yang menuntut keteguhan dan tanggung jawab tinggi. Perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Selain tekanan fisik, ia juga menghadapi tantangan mental, mulai dari latihan dalam kesendirian hingga menghadapi kegagalan dan komentar negatif. Namun semua itu justru membentuk karakter tangguh yang kini menjadi bekalnya sebagai prajurit. Dalam pelantikan itu, Panglima TNI menegaskan pentingnya integritas, loyalitas, dan disiplin bagi setiap perwira. Kehadiran atlet berprestasi di tubuh TNI dinilai membawa energi baru karena telah terbiasa dengan kerja keras dan mental kompetitif. Kesempatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa negara memberikan apresiasi terhadap dedikasi atlet. Gilang pun berharap hal ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi. Meski kini menyandang pangkat perwira, Gilang menegaskan tidak akan meninggalkan dunia gulat. Ia berkomitmen untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya sebagai atlet. Apresiasi juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat. Ketua Umum Hamdanus menyampaikan kebanggaan atas capaian tersebut dan berharap dapat menjadi inspirasi bagi atlet muda di daerah. Bagi Gilang Ilhaza, perjalanan dari matras menuju seragam perwira bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Nilai disiplin, ketangguhan, dan semangat juang yang ia pelajari sebagai atlet kini menjadi bekal dalam menjalani tugas sebagai prajurit—berjuang untuk kehormatan dan mengabdi kepada bangsa dan negara.

KONI Sumbar Kumpulkan Pelatih, Matangkan Roadmap Pembinaan Menuju PON 2028

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat mengumpulkan puluhan pelatih dari berbagai cabang olahraga dalam rangka pemaparan roadmap pembinaan sekaligus evaluasi hasil tes atlet sebagai langkah awal menuju Pekan Olahraga Nasional 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang menjadi bagian dari program Pelatihan Provinsi (Pelatprov) ini digelar di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang, Selasa (10/3/2026), dan akan berlangsung sepanjang Maret hingga Desember 2026 sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa target besar yang diusung adalah membawa Sumatera Barat masuk 10 besar nasional pada PON 2028. “Target 10 besar bukan sekadar angka, tetapi komitmen bersama. Kita ingin memastikan target ini realistis dan bisa dicapai dengan kerja kolektif seluruh pihak,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih yang telah dipercaya bergabung dalam program Pelatprov. Menurutnya, pertemuan ini menjadi titik awal untuk membangun sinergi menuju peningkatan prestasi olahraga Sumbar. “KONI tidak akan berarti tanpa prestasi. Para pelatih yang dipilih adalah mereka yang memiliki pengalaman dan kapasitas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. Hamdanus menekankan pentingnya kolaborasi antara KONI dan pelatih. Ia menyebutkan, KONI bertugas menyiapkan dukungan pembinaan, sementara pelatih fokus membentuk atlet agar mampu mencapai performa terbaik. Terkait pendanaan, ia mengakui masih terdapat keterbatasan anggaran. Namun KONI Sumbar akan berupaya mencari tambahan dukungan melalui APBD Perubahan maupun sumber lainnya. “Jika prestasi menunjukkan peningkatan, tentu dukungan dari pemerintah dan DPRD akan ikut menguat,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, mengungkapkan bahwa sebanyak 35 cabang olahraga telah ditetapkan untuk mengikuti program Pelatprov setelah melalui proses verifikasi. Ia menjelaskan bahwa sebelum program berjalan penuh, Bidang Pembinaan Prestasi telah melakukan serangkaian tes, mulai dari fisik, kesehatan hingga psikologi atlet. “Tes awal ini bertujuan melihat kondisi dasar atlet. Evaluasi berikutnya pada Mei akan mengukur perkembangan mereka,” ujarnya. Septri menambahkan, KONI Sumbar menargetkan perolehan 19 medali emas sebagai bagian dari upaya menembus 10 besar nasional. Dalam program pembinaan, atlet juga dikelompokkan ke dalam empat kategori, yaitu atlet andalan, prioritas, potensial, dan binaan, guna memaksimalkan pendekatan pembinaan. Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Risky Syahputra, menegaskan bahwa sistem pembinaan kini berbasis data, bukan lagi sekadar asumsi. “Program latihan dirancang berdasarkan hasil tes fisik, kesehatan, dan psikologi. Dengan pendekatan ini, perkembangan atlet dapat dipantau secara objektif dan terukur,” jelasnya. Ia menambahkan, evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan setiap atlet mengalami peningkatan performa secara konsisten. “Kita ingin setiap fase latihan memiliki indikator yang jelas, sehingga jika diperlukan, program bisa segera disesuaikan,” pungkasnya.

ALAMAT

Jl. Rasuna Said No.87, Rimbo Kaluang, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat

KONI SUMBAR

STRUKTUR KONI SUMBAR

KONI KABUPATEN / KOTA

PENGPROV

PRESTASI

RILIS MEDIA

© 2025 dikelola oleh bidang digitalisasi koni sumatera barat