Pariaman Mantapkan Kesiapan Tuan Rumah Tiga Cabor Porprov XVI Sumbar 2026

PARIAMAN – Pemerintah Kota Pariaman terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah pelaksanaan tiga cabang olahraga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) yang digelar di Balai Kota Pariaman, Senin (3/8/2026). Rakornis dipimpin Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi dan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Pariaman sekaligus Ketua Kontingen Porprov Kota Pariaman Afrizal A, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Hertati Taher, Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD. Kemudian Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Ketua Pelaksana Porprov XVI Sumbar Dr. Septri, Waketum VII Bidang Digitalisasi KONI Sumbar Dolla Indra, serta jajaran Pengurus Provinsi cabang olahraga sepatu roda, soft tenis, dan teqball. Pertemuan tersebut membahas kesiapan Kota Pariaman sebagai penyelenggara pertandingan sepatu roda, soft tenis, dan teqball. Seluruh venue direncanakan berada dalam satu kawasan agar koordinasi penyelenggaraan, pelayanan atlet, ofisial, serta mobilitas penonton menjadi lebih efektif. Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menuntaskan berbagai pembenahan fasilitas pertandingan, khususnya venue soft tenis dan arena sepatu roda. “Kami siap menjadi tuan rumah yang baik. Berbagai fasilitas akan terus dibenahi agar pelaksanaan pertandingan berjalan lancar dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta maupun penonton,” ujarnya. Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal A mengatakan daerahnya optimistis mampu menyukseskan pelaksanaan Porprov karena memiliki pengalaman menjadi penyelenggara berbagai kejuaraan olahraga berskala nasional, terutama cabang sepatu roda. Selain menyiapkan sarana pertandingan, Pemko Pariaman juga membentuk relawan untuk mendukung pelayanan selama kompetisi berlangsung. Di sisi lain, pembinaan atlet terus dilakukan meski keterbatasan anggaran membuat tidak semua cabang olahraga dapat diikuti kontingen Kota Pariaman. Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD menambahkan koordinasi teknis bersama panitia dan pengurus cabang olahraga terus berjalan. Sementara jumlah cabang olahraga yang akan diikuti kontingen masih menunggu kepastian alokasi anggaran daerah. Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus mengajak seluruh pemangku kepentingan mengedepankan semangat kebersamaan demi menyukseskan Porprov XVI Sumbar. “Porprov adalah pestanya atlet. Kini saatnya kita fokus menyukseskan pelaksanaan Porprov, bukan lagi memperdebatkan anggaran. Semua pihak sedang berupaya menyelamatkan pembinaan atlet dan tidak ada niat mempersulit cabang olahraga,” tegasnya. Hamdanus juga mengingatkan pentingnya penyusunan jadwal pertandingan secara cermat agar seluruh rangkaian lomba berjalan efektif. Sesuai agenda, soft tenis akan digelar pada 1–6 Oktober, teqball pada 4–8 Oktober, dan sepatu roda pada 9–14 Oktober 2026. Ketua Pelaksana Porprov XVI Sumbar Dr. Septri menyebut secara umum venue di Kota Pariaman telah memenuhi persyaratan penyelenggaraan. Namun, ia meminta pemerintah daerah segera membentuk panitia lokal, melengkapi administrasi kepanitiaan, serta memastikan kepengurusan cabang olahraga tetap aktif hingga pelaksanaan Porprov. Ia juga menegaskan bahwa upacara pembukaan Porprov XVI Sumbar hanya dilaksanakan satu kali dan direncanakan berlangsung di Kota Solok pada 2 Oktober 2026. “Daerah tetap dapat menggelar seremoni penyambutan kontingen sesuai kebutuhan masing-masing, tetapi pembukaan resmi Porprov hanya dilaksanakan di Kota Solok,” katanya. Sementara itu, Waketum Bidang Digitalisasi KONI Sumbar Dolla Indra meminta seluruh kabupaten dan kota menuntaskan pendataan atlet, ofisial, serta perangkat pendukung paling lambat 31 Agustus 2026 agar proses verifikasi tidak mengalami kendala. Dari masing-masing cabang olahraga, kesiapan pelaksanaan juga dipastikan terus dimatangkan. Ketua Harian Pengprov Perserosi Sumbar H. Arfan Rosyda bersama Sekretaris Asral Malvinas menyatakan seluruh persiapan cabang sepatu roda telah berjalan sesuai rencana. Pertandingan akan berlangsung di Arena Sepatu Roda Pantai Cermin dan diikuti 13 pengurus cabang kabupaten/kota. Pada cabang soft tenis, Ketua Pengprov Pesti Sumbar Prof. Damrah mengatakan pertandingan akan dipusatkan di kawasan Karan Aur. Hingga kini, 12 dari 16 pengurus cabang telah menyatakan kesiapan mengikuti Porprov, sedangkan empat daerah lainnya masih menunggu konfirmasi. Pengprov juga akan menggelar penyegaran wasit sebelum pertandingan yang berlangsung pada 1–6 Oktober. Adapun Sekretaris Pengprov Teqball Sumbar Peba Rasaki menyebut cabang teqball siap dipertandingkan pada 4–8 Oktober di kawasan Karan Aur dengan partisipasi 10 kabupaten dan kota. Rakornis turut mengevaluasi berbagai aspek pendukung penyelenggaraan, mulai dari kesiapan venue, akomodasi wasit, juri dan panitia, pelayanan tamu dan VIP, layanan kesehatan, pengamanan, kebersihan, honor panitia lokal, hingga penyelesaian administrasi tuan rumah sebagai bagian dari persiapan akhir menuju Porprov XVI Sumatera Barat 2026. (*)

KONI Sumbar Susun Roadmap Pembinaan Atlet, Target 10 Besar PON 2028

Padang, KONI Sumbar — Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat mengumpulkan puluhan pelatih dari berbagai cabang olahraga untuk menyampaikan roadmap pembinaan sekaligus mengevaluasi hasil tes atlet dalam rangka persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pelatihan Provinsi (Pelatprov) ini digelar di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang, Selasa (10/3/2026), dan akan berlangsung dalam siklus pembinaan mulai Maret hingga Desember 2026. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa target besar yang ingin dicapai adalah menembus 10 besar nasional pada PON 2028. “Masuk 10 besar PON adalah target kita. Target ini bukan sekadar angka, tetapi komitmen bersama yang harus kita wujudkan dengan kerja keras dan kolaborasi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa peran pelatih menjadi kunci dalam mencetak atlet berprestasi. Menurutnya, pelatih yang terlibat dalam Pelatprov merupakan sosok berpengalaman yang telah melalui seleksi dari masing-masing pengurus provinsi cabang olahraga. “KONI tidak ada artinya tanpa prestasi. Karena itu, kolaborasi antara KONI dan pelatih harus berjalan seiring—KONI menyiapkan dukungan, pelatih memaksimalkan pembinaan atlet,” tegasnya. Hamdanus juga mengakui bahwa dukungan anggaran masih menjadi tantangan. Namun, pihaknya optimistis dengan peningkatan prestasi, dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD akan semakin kuat, termasuk melalui APBD Perubahan dan sumber pendanaan lainnya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, menyampaikan bahwa sebanyak 35 cabang olahraga telah ditetapkan dalam program Pelatprov setelah melalui proses verifikasi. Sebagai bagian dari tahap awal pembinaan, KONI Sumbar telah melaksanakan tes fisik, kesehatan, dan psikologi terhadap para atlet untuk mendapatkan data dasar (baseline). “Tes awal ini bertujuan melihat kondisi dasar atlet. Evaluasi berikutnya pada Mei akan mengukur peningkatan performa mereka,” jelasnya. Ia menambahkan, target perolehan 19 medali emas dinilai realistis jika setiap cabang olahraga mampu memberikan kontribusi maksimal. Dalam sistem pembinaan, atlet dikelompokkan ke dalam empat kategori, yakni atlet andalan, prioritas, potensial, dan binaan, guna mempermudah strategi pengembangan. Di sisi lain, Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Risky Syahputra, menegaskan bahwa pendekatan pembinaan kini berbasis data. “Program Pelatprov dirancang menggunakan data hasil tes fisik, kesehatan, dan psikologi. Dengan pendekatan ini, pelatih dapat menyusun program latihan yang lebih tepat dan terukur,” ujarnya. Menurutnya, evaluasi berkala akan menjadi kunci untuk memastikan setiap atlet mengalami peningkatan performa secara konsisten. “Setiap fase latihan memiliki indikator keberhasilan yang jelas. Dengan monitoring rutin, perkembangan atlet bisa dipantau dan program latihan dapat disesuaikan secara cepat,” tutupnya. Melalui pendekatan terstruktur dan berbasis data ini, KONI Sumbar optimistis mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang siap bersaing di level nasional pada PON 2028.

KONI Sumbar Tindaklanjuti Hasil Monev Pelatprov

PADANG, – Komite Olahraga Nasional Indonesia Sumatera Barat (KONI Sumbar) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) sebagai bagian dari persiapan atlet menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan. Monitoring dilakukan dengan turun langsung ke sejumlah lokasi latihan untuk melihat pelaksanaan program pembinaan yang tetap berjalan selama bulan Ramadan. Saat ini program Pelatprov KONI Sumbar melibatkan 153 atlet dan 50 pelatih yang terbagi dalam empat kategori pembinaan, yaitu andalan, prioritas, potensial, dan binaan khusus. Untuk memaksimalkan evaluasi, tim monitoring dibagi menjadi tiga kelompok sesuai karakter cabang olahraga, yakni tim cabang olahraga bela diri, olahraga terukur/akurasi, serta olahraga permainan. Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr. Septri, mengatakan kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan program latihan tetap berjalan optimal meski atlet menjalani latihan di tengah bulan puasa. “Tim monev sudah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi latihan para atlet selama Ramadan. Dari pemantauan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dilakukan penyesuaian agar program latihan tetap berjalan maksimal,” ujar Septri. Menurutnya, hasil monitoring tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui penyusunan regulasi dan langkah teknis agar proses latihan lebih efektif. “Kita akan menyiapkan regulasi dan langkah-langkah penyesuaian dari hasil evaluasi di lapangan. Harapannya, pada bulan depan seluruh penyesuaian ini sudah bisa diterapkan dengan baik,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Dr. Risky Syahputra, menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dari sistem pembinaan atlet. Menurutnya, evaluasi ini menjadi dasar bagi KONI Sumbar untuk menyesuaikan program latihan, baik dari sisi metode, jadwal latihan, hingga kondisi fisik atlet selama Ramadan. “Monitoring ini menjadi bahan evaluasi untuk memastikan program latihan tetap berjalan efektif. Kita ingin seluruh atlet Pelatda tetap berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai agenda kompetisi,” kata Risky. Risky menambahkan, hasil monitoring tersebut akan menjadi acuan bagi KONI Sumbar dalam memperkuat sistem pembinaan agar target prestasi olahraga Sumatera Barat dapat tercapai.  

Dari Matras Gulat ke Seragam Perwira: Perjalanan Gilang Ilhaza Menembus TNI

Jakarta — Perjalanan panjang dan penuh disiplin mengantarkan pegulat andalan Sumatera Barat, Gilang Ilhaza, meraih pencapaian membanggakan. Ia resmi dilantik sebagai Letnan Dua Infanteri (Letda Inf) melalui jalur Perwira Prajurit Karier (PaPK) TNI AD khusus atlet berprestasi, Kamis (12 Maret 2026) di Mabes TNI Jakarta. Pelantikan tersebut dipimpin oleh Agus Subiyanto, bersama ratusan perwira dari jalur reguler dan khusus. Gilang menjadi salah satu atlet yang berhasil menembus jalur ini berkat prestasi dan dedikasinya di cabang olahraga gulat. Sejak usia muda, atlet asal Sulit Air itu telah terbiasa dengan latihan keras dan disiplin tinggi. Ia menjalani rutinitas berat, mulai dari menjaga kondisi fisik hingga menghadapi cedera. Semua proses tersebut membentuk mental tangguh yang kini menjadi bekalnya sebagai prajurit. “Disiplin dalam gulat sangat kuat. Kami dituntut konsisten dan tidak mudah menyerah,” ungkap Gilang. Selain Gilang, sejumlah atlet dari cabang olahraga lain seperti hoki, muaythai, dan bola voli juga mendapat kesempatan serupa. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi olahraga dapat membuka jalan pengabdian yang lebih luas kepada negara. Momentum ini juga sejalan dengan visi Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembentukan generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berkarakter melalui olahraga dan kemiliteran. Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Gilang dapat menjadi inspirasi bagi atlet muda di daerah untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa. Meski kini menyandang pangkat perwira, Gilang menegaskan tetap berkomitmen pada dunia gulat. Ia ingin terus berlatih dan meningkatkan kemampuan, sekaligus menjalankan tugas sebagai prajurit TNI. Bagi Gilang Ilhaza, pencapaian ini bukan akhir perjalanan. Justru, ini menjadi awal pengabdian yang lebih luas, dengan membawa nilai disiplin, ketangguhan, dan semangat juang yang telah ditempa sejak di atas matras.

KONI Sumbar Kumpulkan Pelatih, Matangkan Roadmap Pembinaan Menuju PON 2028

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat mengumpulkan puluhan pelatih dari berbagai cabang olahraga dalam rangka pemaparan roadmap pembinaan sekaligus evaluasi hasil tes atlet sebagai langkah awal menuju Pekan Olahraga Nasional 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang menjadi bagian dari program Pelatihan Provinsi (Pelatprov) ini digelar di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang, Selasa (10/3/2026), dan akan berlangsung sepanjang Maret hingga Desember 2026 sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa target besar yang diusung adalah membawa Sumatera Barat masuk 10 besar nasional pada PON 2028. “Target 10 besar bukan sekadar angka, tetapi komitmen bersama. Kita ingin memastikan target ini realistis dan bisa dicapai dengan kerja kolektif seluruh pihak,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih yang telah dipercaya bergabung dalam program Pelatprov. Menurutnya, pertemuan ini menjadi titik awal untuk membangun sinergi menuju peningkatan prestasi olahraga Sumbar. “KONI tidak akan berarti tanpa prestasi. Para pelatih yang dipilih adalah mereka yang memiliki pengalaman dan kapasitas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. Hamdanus menekankan pentingnya kolaborasi antara KONI dan pelatih. Ia menyebutkan, KONI bertugas menyiapkan dukungan pembinaan, sementara pelatih fokus membentuk atlet agar mampu mencapai performa terbaik. Terkait pendanaan, ia mengakui masih terdapat keterbatasan anggaran. Namun KONI Sumbar akan berupaya mencari tambahan dukungan melalui APBD Perubahan maupun sumber lainnya. “Jika prestasi menunjukkan peningkatan, tentu dukungan dari pemerintah dan DPRD akan ikut menguat,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, mengungkapkan bahwa sebanyak 35 cabang olahraga telah ditetapkan untuk mengikuti program Pelatprov setelah melalui proses verifikasi. Ia menjelaskan bahwa sebelum program berjalan penuh, Bidang Pembinaan Prestasi telah melakukan serangkaian tes, mulai dari fisik, kesehatan hingga psikologi atlet. “Tes awal ini bertujuan melihat kondisi dasar atlet. Evaluasi berikutnya pada Mei akan mengukur perkembangan mereka,” ujarnya. Septri menambahkan, KONI Sumbar menargetkan perolehan 19 medali emas sebagai bagian dari upaya menembus 10 besar nasional. Dalam program pembinaan, atlet juga dikelompokkan ke dalam empat kategori, yaitu atlet andalan, prioritas, potensial, dan binaan, guna memaksimalkan pendekatan pembinaan. Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Risky Syahputra, menegaskan bahwa sistem pembinaan kini berbasis data, bukan lagi sekadar asumsi. “Program latihan dirancang berdasarkan hasil tes fisik, kesehatan, dan psikologi. Dengan pendekatan ini, perkembangan atlet dapat dipantau secara objektif dan terukur,” jelasnya. Ia menambahkan, evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan setiap atlet mengalami peningkatan performa secara konsisten. “Kita ingin setiap fase latihan memiliki indikator yang jelas, sehingga jika diperlukan, program bisa segera disesuaikan,” pungkasnya.

Porprov Sumbar 2026 Dongkrak Ekonomi Daerah

konisumbar.or.id – Padang, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI/2026 berpotensi menggerakkan perekonomian daerah melalui lonjakan kunjungan atlet, ofisial, dan wisatawan yang memicu aktivitas hotel, restoran, transportasi, serta UMKM. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai event ini menciptakan efek berantai positif, terutama pasca-bencana alam. Porprov dengan konsep tuan rumah bersama di berbagai kabupaten/kota akan menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan pedagang makanan, penginapan, dan jasa pendukung, mirip dampak PON nasional yang menghasilkan multiplier effect miliaran rupiah. Pemprov Sumbar telah menganggarkan dana, sementara kabupaten/kota diminta ikut mendukung untuk maksimalkan manfaat ekonomi jangka pendek dan panjang. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyatakan, “Agenda Porprov ini juga bagian dari menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah-daerah. Dalam kondisi bencana, kita tetap harus bangkit, dan roda perekonomian harus terus bergerak.” Mahyeldi menambahkan, “Jika kita bisa mendatangkan event nasional atau bahkan internasional ke Sumbar, maka efek ekonominya akan sangat besar. Hotel, restoran, transportasi, dan UMKM akan ikut merasakan dampaknya.” (R)  

ALAMAT

Jl. Rasuna Said No.87, Rimbo Kaluang, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat

KONI SUMBAR

STRUKTUR KONI SUMBAR

KONI KABUPATEN / KOTA

PENGPROV

PRESTASI

RILIS MEDIA

© 2025 dikelola oleh bidang digitalisasi koni sumatera barat