Tim Monev KONI Sumbar Pantau Latihan Intensif Atlet PABSI Teluk Nibung, Pembinaan Berjalan Konsisten

TELUK NIBUNG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat terus memastikan kualitas pembinaan atlet berjalan optimal melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev). Kali ini, tim monev KONI Sumbar turun langsung memantau latihan rutin atlet binaan cabang olahraga Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) di Teluk Nibung. Dalam pemantauan tersebut, terlihat aktivitas latihan berlangsung disiplin dan terstruktur di bawah arahan pelatih Fatimah. Sekitar 50 atlet mengikuti sesi latihan yang digelar setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Pelatih Fatimah menjelaskan bahwa program latihan difokuskan pada peningkatan kekuatan, teknik, serta konsistensi performa atlet. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat dan kedisiplinan sebagai kunci meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Salah satu atlet unggulan yang menjadi perhatian dalam monev tersebut adalah Haris. Atlet ini dinilai memiliki potensi besar dan perkembangan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga diharapkan mampu menjadi andalan Sumatera Barat pada ajang mendatang. Tim monev KONI Sumbar mengapresiasi keseriusan pelatih dan atlet dalam menjalani program pembinaan. Monitoring ini menjadi bagian dari upaya KONI Sumbar untuk memastikan seluruh cabang olahraga berada pada jalur yang tepat dalam persiapan menghadapi agenda kompetisi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Melalui kegiatan monev ini, KONI Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan mengawal pembinaan atlet secara berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
Porprov Sumbar 2026 Dorong Pariwisata dan Sport Tourism

konisumbar.or.id – Padang, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI/2026 dengan konsep tuan rumah bersama berpotensi mempromosikan destinasi wisata di berbagai kabupaten/kota, termasuk Kepulauan Mentawai sebagai tuan rumah 5 cabang olahraga. Kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan suporter akan memperkenalkan potensi alam, budaya, serta sport tourism di Bumi Sikerei dan daerah lain. Porprov pada 2-14 Oktober 2026 ini memanfaatkan momentum untuk pemerataan pembangunan infrastruktur olahraga sekaligus wisata, seperti pantai dan lapangan di Mentawai, Pariaman, Sawahlunto, serta Tanah Datar. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menekankan event ini memperkuat citra Sumbar sebagai destinasi olahraga dan pariwisata, mendukung target 2 juta kunjungan wisatawan pada 2025. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan, “Mentawai memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya manusia, keindahan alam, maupun daya tarik wisata. Ini saatnya Mentawai unjuk gigi di level provinsi melalui penyelenggaraan cabang olahraga Porprov.” Ketua KONI Kepulauan Mentawai Ali Akbar menambahkan, “Ajang ini tidak hanya soal prestasi olahraga, tetapi juga sarana promosi alam, budaya, dan potensi daerah Kepulauan Mentawai.” (r)
Porprov Sumbar 2026 Dongkrak Ekonomi Daerah

konisumbar.or.id – Padang, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI/2026 berpotensi menggerakkan perekonomian daerah melalui lonjakan kunjungan atlet, ofisial, dan wisatawan yang memicu aktivitas hotel, restoran, transportasi, serta UMKM. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai event ini menciptakan efek berantai positif, terutama pasca-bencana alam. Porprov dengan konsep tuan rumah bersama di berbagai kabupaten/kota akan menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan pedagang makanan, penginapan, dan jasa pendukung, mirip dampak PON nasional yang menghasilkan multiplier effect miliaran rupiah. Pemprov Sumbar telah menganggarkan dana, sementara kabupaten/kota diminta ikut mendukung untuk maksimalkan manfaat ekonomi jangka pendek dan panjang. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyatakan, “Agenda Porprov ini juga bagian dari menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah-daerah. Dalam kondisi bencana, kita tetap harus bangkit, dan roda perekonomian harus terus bergerak.” Mahyeldi menambahkan, “Jika kita bisa mendatangkan event nasional atau bahkan internasional ke Sumbar, maka efek ekonominya akan sangat besar. Hotel, restoran, transportasi, dan UMKM akan ikut merasakan dampaknya.” (R)
Porprov Sumbar 2026: Agenda Strategis Pembinaan Prestasi dan Penggerak Ekonomi Daerah

PADANG — Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat 2026 bukanlah agenda yang muncul secara instan. Pelaksanaannya merupakan hasil dari rangkaian panjang perencanaan, koordinasi, dan kesepakatan lintas sektor yang melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta insan olahraga di Sumatera Barat. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Porprov 2026 diposisikan sebagai bagian penting dalam strategi besar pembinaan olahraga daerah menuju Pekan Olahraga Nasional 2028, sekaligus sebagai instrumen untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen penyelenggaraan mulai menguat sejak 14 Februari 2025, saat Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menggelar pertemuan bersama pengurus cabang olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar, serta KONI kabupaten/kota. Dalam forum tersebut, Porprov ditegaskan sebagai agenda penting, tidak hanya untuk prestasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Kesepakatan kemudian berlanjut melalui berbagai forum, termasuk Rapat Koordinasi OPD Dispora kabupaten/kota pada Juli 2025 yang menetapkan pelaksanaan Porprov di tahun 2026. Selanjutnya, pembahasan teknis terus dimatangkan dalam pertemuan KONI Sumbar bersama Dispora dan KONI daerah pada November 2025. Dukungan pemerintah provinsi diperkuat melalui surat resmi pada 18 November 2025 yang meminta seluruh kabupaten/kota turut mengalokasikan anggaran dalam APBD. Puncaknya, pada 15 Desember 2025, terbit keputusan gubernur yang menetapkan jadwal Porprov XVI 2026 sekaligus Porprov XVII 2028. Komitmen ini kembali ditegaskan dalam Rapat Kerja Provinsi KONI Sumbar pada 20–21 Desember 2025, yang dihadiri pengurus cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota. Mahyeldi menegaskan bahwa Porprov 2026 merupakan bagian dari tahapan strategis menuju PON 2028. Ia menyebut, setelah Porprov, Sumbar akan melalui sejumlah agenda penting seperti PORWIL 2027 di Riau, Pelatprov, hingga puncaknya pada PON di NTB dan NTT. “Semua tahapan ini harus kita jaga dengan baik. Atlet harus disiapkan sejak sekarang agar mampu meraih prestasi terbaik, termasuk target emas pada PON 2028,” ujarnya. Di sisi lain, Porprov juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah, terutama dalam kondisi pasca-bencana yang masih dirasakan sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Menurut Mahyeldi, penyelenggaraan event olahraga berskala provinsi mampu menghidupkan berbagai sektor, mulai dari UMKM, transportasi, hingga sektor pariwisata. “Porprov ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat. Dalam kondisi sulit, kita harus tetap bangkit dan menjaga roda ekonomi tetap berputar,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa seluruh proses persiapan telah dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai pihak. Karena itu, pemerintah kabupaten/kota diharapkan berkomitmen penuh dalam mendukung pelaksanaan Porprov 2026. “Prosesnya sudah panjang dan transparan. Tidak ada alasan bagi daerah untuk tidak menganggarkan. Jika tidak, biarlah masyarakat yang menilai,” pungkasnya.
Porprov 2026 Jadi Fondasi PON, Hamdanus: SK Gubernur Kunci Arah Pembinaan Atlet Sumbar

Padang – Kepastian penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat Ke-XVI pada tahun 2026 dan Ke-XVII pada tahun 2028 menandai babak baru pembinaan olahraga prestasi di Ranah Minang. Melalui Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 426-615-2025, arah pembinaan atlet kini memiliki pijakan kebijakan yang jelas, terukur, dan selaras dengan agenda olahraga nasional. Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menegaskan bahwa SK Gubernur tersebut bukan sekadar keputusan administratif, melainkan kunci penentu arah pembinaan atlet Sumbar menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) dan ajang nasional lainnya. “Porprov adalah fondasi utama menuju PON. Tanpa kepastian Porprov, pembinaan atlet akan berjalan tanpa ritme dan target. SK Gubernur ini mengakhiri ketidakpastian dan memberi arah yang jelas,” ujar Hamdanus di Padang. Dalam keputusan tersebut ditegaskan bahwa Porprov Sumbar akan digelar pada Juni hingga Juli, dengan sistem tuan rumah bersama kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, sementara pembukaan dan penutupan dipusatkan di Kota Padang. Menurut Hamdanus, skema ini dirancang untuk menjamin pemerataan pembinaan sekaligus menjaga efisiensi penyelenggaraan. “Agenda nasional menuntut daerah yang kuat dan merata. Tuan rumah bersama bukan sekadar teknis penyelenggaraan, tapi kebijakan agar semua daerah ikut bertanggung jawab mencetak atlet PON,” tegasnya. Hamdanus menekankan, Porprov 2026 harus diposisikan sebagai ajang seleksi keras dan pemetaan objektif kekuatan atlet Sumbar. Dari Porprov inilah akan lahir atlet-atlet yang disiapkan secara berjenjang menuju PON, Kejurnas, dan kompetisi nasional lainnya. “Di PON, yang berbicara bukan nama besar, tetapi data dan performa. Porprov adalah alat ukur sah. Kalau Porprov kuat, atlet Sumbar datang ke PON dengan kepercayaan diri dan kesiapan penuh,” katanya. Penjadwalan Porprov yang selaras dengan kalender nasional juga dinilai memberi keuntungan strategis. Cabang olahraga kini memiliki ruang cukup untuk menyiapkan atlet tanpa benturan dengan kejuaraan nasional, sekaligus membuka peluang peningkatan jam tanding atlet Sumbar di level nasional. Dari sisi kebijakan anggaran, Hamdanus menegaskan bahwa pendanaan Porprov melalui hibah KONI Provinsi Sumatera Barat dan APBD kabupaten/kota harus dimaknai sebagai investasi prestasi jangka panjang, bukan sekadar pembiayaan kegiatan rutin. “Setiap rupiah harus berdampak pada kualitas atlet. Porprov harus melahirkan atlet siap PON. Dengan sistem yang tepat, saya optimistis prestasi Sumbar akan meningkat,” ujarnya. Lebih jauh, Hamdanus melihat SK Gubernur ini sebagai momentum konsolidasi seluruh pemangku kepentingan olahraga—pemerintah daerah, DPRD, KONI kabupaten/kota, cabang olahraga, hingga dunia pendidikan—untuk bergerak dalam satu komando kebijakan prestasi. “Ini bukan kerja satu lembaga. Ini kerja bersama. Kalau semua bergerak dalam satu arah, Sumbar tidak hanya ikut PON, tapi bersaing secara terhormat dan membanggakan,” katanya optimistis. Dengan kepastian Porprov 2026 dan 2028, Hamdanus menutup dengan ajakan kuat agar seluruh insan olahraga Sumatera Barat menjadikan momentum ini sebagai awal kebangkitan prestasi. “Porprov adalah titik awal. PON adalah tujuan. Dengan kebijakan yang jelas dan kerja keras bersama, atlet Sumbar mampu berbicara di tingkat nasional,” pungkas Hamdanus.(*)