Setelah Terhenti Delapan Tahun, Porprov XVI Sumbar Kembali Ditabuh Malam Ini

PADANG — Setelah delapan tahun tidak terselenggara, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat kembali hadir. Pembukaan Porprov XVI dijadwalkan berlangsung di halaman Istana Gubernur Sumbar, Jumat (2/10/2026) malam, dengan melibatkan kontingen dari 19 kabupaten dan kota. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi bersama perwakilan KONI Pusat dijadwalkan membuka ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Mengusung tema “Sumbar Hebat, Olahraga Juara!”, seremoni pembukaan diarahkan menjadi ajang pemersatu insan olahraga sekaligus penanda dimulainya kembali kompetisi antardaerah yang terakhir digelar pada 2018. Pembukaan dirancang dengan rangkaian acara yang sederhana, tetapi memiliki makna bagi perjalanan olahraga Sumatera Barat. Kerinduan atlet untuk kembali berkompetisi di tingkat provinsi menjadi salah satu semangat yang menyertai penyelenggaraan Porprov kali ini. Rangkaian pembukaan akan diisi defile kontingen, pengibaran bendera, penyerahan piala bergilir, serta penyalaan api Porprov. Barisan atlet dan ofisial dari seluruh kabupaten dan kota dijadwalkan memasuki lokasi acara dengan iringan marching band. Penyalaan api menjadi salah satu momen utama dalam seremoni tersebut. Prosesi ini akan melibatkan atlet berprestasi, dilanjutkan penabuhan gandang tasa oleh unsur Forkopimda bersama pimpinan KONI sebagai penanda dimulainya pesta olahraga Sumbar. Berdasarkan undangan resmi Nomor 047/U/K-SB/PB.PORPROV/IX/2026 yang ditandatangani Ketua PB Porprov XVI Sumbar Editiawarman dan Sekretaris Zulfadhli Muchtar, sejumlah agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara pembukaan. Kehadiran 19 kontingen bukan sekadar memenuhi barisan upacara. Mereka membawa nama daerah masing-masing sekaligus harapan untuk menunjukkan hasil pembinaan atlet melalui persaingan yang sportif. Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menyampaikan bahwa persiapan pembukaan telah dilakukan, mencakup kesiapan kontingen, perlengkapan, pertandingan, hingga pelaksanaan seremoni. Menurut Hamdanus, rangkaian menuju pembukaan juga telah melewati tahapan kirab api yang dimulai dari Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, kemudian melintasi Padang Pariaman sebelum tiba di Kota Padang. “Secara umum kita sudah siap untuk pembukaan besok malam. Satu tahapan jelang pembukaan telah dilalui, yakni Kirab Api Porprov dari Nagari Pariangan. Kemudian semalam Padang Pariaman dan saat ini Api Porprov sudah di Padang,” ujar Hamdanus saat didampingi Ketua PB Porprov Editiawarman. Perjalanan api tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan Porprov XVI sekaligus menghubungkan daerah-daerah yang terlibat dalam penyelenggaraan pesta olahraga ini. Berdasarkan data pendaftaran melalui aplikasi Sirimau KONI Sumbar, Porprov XVI 2026 diikuti 19 kontingen kabupaten/kota pada 53 cabor. Total terdapat 8.794 atlet yang terdaftar. Selain itu, tercatat 22.670 pendaftaran nomor pertandingan, dengan 8.072 nomor yang diikuti, serta melibatkan 2.255 ofisial. Penyelenggaraan Porprov XVI tersebar pada 12 kabupaten/ kota se-Sumatera Barat sebagai tuan rumah bersama. Momentum Merajut Kembali Kebersamaan Olahraga Kembalinya Porprov setelah jeda delapan tahun membuka kesempatan bagi atlet untuk menguji kemampuan melalui kompetisi resmi di tingkat provinsi. Ajang ini juga menjadi ruang evaluasi bagi pembinaan olahraga di kabupaten dan kota. Di balik persaingan meraih medali, Porprov membawa harapan agar hubungan antaratlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, dan pemerintah daerah semakin erat. Semangat kebersamaan diharapkan tetap terjaga sepanjang pertandingan berlangsung. Pembukaan di Istana Gubernur menjadi awal dari perjalanan Porprov XVI Sumbar 2026. Setelah sekian lama menunggu, insan olahraga Ranah Minang kembali memiliki panggung bersama untuk bertanding, menjalin persaudaraan, dan memperjuangkan prestasi daerah masing-masing. (*)
Taekwondo Sumbar Tegaskan Siap 100 Persen Menghadapi Porprov 2–14 Oktober

PADANG — Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Barat memastikan diri siap tempur menghadapi Porprov XVI Sumbar yang dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026. Bahkan, Pengprov TI Sumbar menegaskan tidak membutuhkan tambahan waktu untuk mematangkan persiapan. Jika Porprov digelar lebih cepat sekalipun, taekwondo mengaku sudah siap bertanding. “Taekwondo Sumbar siap 100 persen. Singkatnya, kalau Porprov digelar besok, kami siap mengikuti,” tegas Sekretaris Umum Pengprov TI Sumbar, Yudha Agusti Nugraha, saat pembukaan Diklat dan Penyegaran Pelatih Daerah Taekwondo Indonesia Sumbar di UNP Hotel & Convention Padang, Sabtu (19/9/2026). Yudha mengatakan, persiapan menghadapi Porprov sudah dilakukan sejak awal tahun. Begitu mendapat informasi dari KONI Sumbar mengenai rencana pelaksanaan Porprov sekitar Januari 2026, Pengprov TI Sumbar langsung menyurati Pengcab TI kabupaten/kota agar mempersiapkan atlet. “Sejak Februari atlet dari Pengcab sudah mempersiapkan diri untuk Porprov. Persiapan terus berlangsung sampai sekarang,” ujarnya. Persiapan tersebut, lanjut Yudha, dilakukan secara bertahap melalui program umum, program khusus, prapertandingan hingga program pertandingan. Program umum difokuskan pada penjaringan dan pengumpulan atlet. Selanjutnya atlet yang telah terjaring masuk dalam program khusus melalui latihan terarah, kemudian menjalani tahapan prapertandingan dan pertandingan. “Semua sudah dirancang untuk menghadapi Porprov 2–14 Oktober 2026. Jadi jangan ada lagi penundaan. Kasihan atlet dan pelatih. Program sudah berjalan. Kalau diundur, kami akan mulai dari nol lagi,” katanya. Perkuat Pelatih Jelang Porprov Untuk memperkuat kualitas pembinaan menjelang Porprov, Pengprov TI Sumbar menggelar Diklat dan Penyegaran Pelatih Daerah pada 18–20 September 2026. Kegiatan itu diikuti sekitar 60 pelatih dojang se-Sumatera Barat, dan menghadirkan instruktur berpengalaman Hari Suprianto. Ia memiliki pengalaman sebagai atlet hingga tingkat nasional dan melanjutkan karier kepelatihan sampai level internasional. “Kita jadikan momentum kebersamaan dan mencari ilmu. Kita ingin kompak dan berprestasi,” kata Yudha. Ia berharap diklat tersebut melahirkan instruktur dan pelatih berpengalaman yang mampu membawa atlet Sumbar berprestasi tidak hanya pada level provinsi, tetapi juga nasional dan internasional. Menurut Yudha, penataan pelatih merupakan bagian penting dalam pembinaan prestasi. Pelatih yang tidak tertata dan tidak memiliki kompetensi yang memadai, menurutnya, dapat merugikan dojang maupun atlet. “Ini langkah awal kebangkitan TI Sumbar. Setelah ini akan ada pelatihan nasional,” ujarnya. Selain Porprov, peningkatan kapasitas pelatih juga dipersiapkan sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang menghadapi BK PON 2027. KONI Perkuat Sistem Satu Data Diklat tersebut dibuka Ketua KONI Sumbar yang diwakili Wakil Ketua Umum VII KONI Sumbar bidang digitalisasi dan sertifikasi, Dolla Indra. Dolla mengatakan KONI Sumbar saat ini terus menerapkan sistem database melalui program Satu Data. Sistem tersebut juga menjadi role model bagian dari pengembangan Satu Data yang diterapkan KONI Pusat. Untuk launching secara nasional direncanakan pada November mendatang di Padang. Melalui sistem itu, data atlet dapat diketahui secara lebih jelas dan akurat, mulai dari asal daerah, tempat latihan hingga data pembinaan lainnya. “Semua data atlet tercatat dalam satu sistem. Dengan begitu tidak ada lagi pencurian atlet karena data atlet jelas,” kata Dolla. Khusus taekwondo, database Satu Data KONI Sumbar mencatat 343 atlet dan 57 pelatih. Sementara atlet taekwondo yang telah diinput dalam aplikasi Sirimau untuk kebutuhan Porprov tercatat sebanyak 61 atlet. Dolla mengimbau atlet dan pelatih taekwondo di kabupaten/kota yang belum terdata agar segera melakukan pendaftaran melalui KONI kabupaten/kota masing-masing. Ia berharap diklat tersebut mampu melahirkan pelatih berkualitas sekaligus memperkuat persiapan taekwondo Sumbar menghadapi Porprov XVI. “Kita berharap kegiatan ini melahirkan pelatih-pelatih yang berkualitas,” ujarnya. (*)
Ngobrol Santai di Kantor ANTARA, Hamdanus Tegaskan Porprov XVI Tetap Sesuai Jadwal

PADANG— Ketua Umum KONI Sumatera Barat Hamdanus bersilaturahmi ke Kantor Biro Perum LKBN ANTARA Sumatera Barat di Padang, Rabu (16/9/2026). Ia disambut Kepala Biro ANTARA Sumbar Ikhwan Wahyudi. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas perkembangan olahraga Sumatera Barat, termasuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI 2026. Hamdanus menegaskan Porprov XVI tetap digelar pada 2–14 Oktober 2026. Menurutnya, penetapan jadwal tersebut melalui proses regulasi, koordinasi dengan kepala daerah, penyesuaian teknis, serta pembahasan kesiapan anggaran di masing-masing daerah. “Penetapan tanggal 2 sampai 14 Oktober ini melalui proses yang cukup panjang. Ada regulasi dan koordinasi dengan kepala daerah serta berbagai penyesuaian yang dilakukan,” ujar Hamdanus. Semula, Porprov XVI direncanakan berlangsung pada Juni-Juli 2026. Rencana itu mengacu pada SK Gubernur Sumbar Nomor 426-615-2025 yang kemudian diperkuat SK Nomor 426-815-2025. Dalam proses persiapan, pemerintah daerah memerlukan waktu tambahan. Konsep penyelenggaraan juga dimatangkan dengan pola tuan rumah bersama, sehingga pelaksanaan tidak hanya ditanggung satu daerah. Pembahasan mengenai perubahan jadwal berlanjut dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kepala Daerah di Istana Gubernur pada 28 Januari 2026. Forum yang dipimpin Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy itu menyepakati pelaksanaan Porprov digeser ke Oktober untuk memberi waktu bagi daerah menyiapkan kontingen, venue, kepanitiaan, dan anggaran. Kesepakatan tersebut diperkuat melalui SK Gubernur Sumbar Nomor 426-121-2026 tertanggal 23 Februari 2026, yang menetapkan Porprov XVI berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Selanjutnya, SK Gubernur Sumbar Nomor 426-377-2026 mengatur pembagian tuan rumah bersama, cabang olahraga, dan jadwal pertandingan. Kepastian pelaksanaan kembali ditegaskan melalui soft launching Porprov XVI pada 27 Agustus 2026 di Istana Gubernur Sumbar. Soft launching tersebut dihadiri dan dilakukan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Gubernur Vasko Ruseimy setelah rangkaian rapat dengan kepala daerah se-Sumbar. Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi salah satu tuan rumah bersama 11 kabupaten kota lainnya, dan akan menggelar sejumlah pertandingan. Pembukaan Porprov dijadwalkan berlangsung di Lapangan Merdeka Kota Solok pada 2 Oktober 2026, sedangkan penutupan digelar di Main Stadium Sikabu, Kabupaten Padang Pariaman, pada 14 Oktober 2026. Hamdanus mengatakan masih terdapat dinamika di sejumlah kabupaten dan kota, termasuk terkait kesiapan anggaran perubahan. KONI Sumbar terus berkoordinasi dengan KONI kabupaten dan kota untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut. “Kami memahami dinamika di daerah, termasuk terkait sinkronisasi anggaran perubahan. Tetapi sekarang fokus kami adalah memastikan persiapan di seluruh titik tuan rumah terus berjalan sesuai jadwal,” katanya. Porprov XVI merupakan ajang olahraga tingkat provinsi pertama di Sumatera Barat pasca vakum sejak 2018. Karena itu, Hamdanus menilai publikasi kegiatan perlu diperluas. Kepala Biro ANTARA Sumbar Ikhwan Wahyudi menyatakan ANTARA siap mendukung publikasi Porprov XVI. Menurutnya, ajang tersebut penting untuk memperkenalkan perjuangan atlet, persiapan kontingen, serta potensi olahraga daerah kepada masyarakat luas. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen untuk memperkuat publikasi Porprov XVI yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. (*)
KONI se-Sumbar Rapatkan Barisan Songsong Porprov XVI 2026

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM — KONI Sumatera Barat bersama KONI kabupaten dan kota memperkuat koordinasi menghadapi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026. Pertemuan digelar di Kantor KONI Sumbar, Senin (7/9/2026) malam. Rapat tersebut menjadi forum untuk menyamakan langkah antara KONI Sumbar, KONI daerah, serta Panitia Besar Porprov dalam memastikan persiapan berjalan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku. Ketua KONI Sumbar Hamdanus hadir bersama Ketua PB Porprov XVI Sumbar Editiawarman. Sejumlah pimpinan KONI kabupaten dan kota juga mengikuti pertemuan tersebut. Di antaranya Ketua KONI Kota Solok Rudi Horison, Ketua KONI Padang Pariaman Asmadi, Ketua KONI Sawahlunto Jhon Reflita, Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD, Ketua KONI Kabupaten Solok Doni Zulkifli, Ketua KONI Tanah Datar Novitra Kemala, Ketua KONI Pasaman SY Ade Herman, Karteker KONI Kabupaten Agam Syahindra Nurben, serta Ketua KONI Pasaman Barat Wahidul Basri. Pembagian Peran KONI dan Kepala Daerah Hamdanus mengatakan, pembahasan dalam rapat diarahkan pada pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam menyukseskan Porprov. Menurutnya, KONI memiliki tanggung jawab menyiapkan kontingen, mulai dari atlet hingga kelengkapan administrasi yang dibutuhkan. Sementara pemerintah daerah memiliki kewenangan terkait penjadwalan, percepatan dukungan anggaran bagi kontingen, serta kebutuhan daerah yang menjadi tuan rumah. Karena itu, koordinasi antara KONI dengan pemerintah daerah dinilai perlu terus diperkuat. Terlebih waktu pelaksanaan Porprov XVI semakin dekat. “Kita membahas apa yang menjadi domain KONI dan apa yang menjadi domain kepala daerah. KONI fokus pada persiapan kontingen, atlet dan administrasinya, sedangkan hal yang berkaitan dengan jadwal serta dukungan anggaran menjadi bagian pemerintah daerah,” kata Hamdanus. *Targetkan Porprov Berjalan Sesuai Regulasi* Dalam pertemuan itu, KONI Sumbar dan KONI kabupaten/kota juga menyepakati komitmen untuk menjalankan Porprov sesuai perencanaan yang telah ditetapkan pemerintah daerah dengan memperhitungkan waktu persiapan dan kesiapan administrasi keuangan. Hamdanus menegaskan, pelaksanaan Porprov tidak hanya mengejar sukses pertandingan. Aspek administrasi dan pengelolaan anggaran juga harus menjadi perhatian sejak tahap persiapan. “Bagaimanapun Porprov sudah absen delapan tahun. Karena itu, perencanaannya harus optimal dan pelaksanaannya terukur sesuai regulasi,” ujarnya. Ia berharap penyelenggaraan Porprov XVI nantinya dapat memenuhi tiga sasaran sekaligus, yakni sukses administrasi, sukses prestasi dan sukses pelaksanaan. Menurut Hamdanus, kehati-hatian dalam menjalankan setiap tahapan juga diperlukan agar penyelenggaraan pesta olahraga provinsi tersebut tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Konsolidasi Terus Dilakukan KONI Sumbar bersama KONI kabupaten dan kota akan melanjutkan konsolidasi internal maupun eksternal seiring semakin dekatnya jadwal Porprov XVI Sumbar 2026. Hamdanus juga mengajak seluruh pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan Porprov untuk memberikan dukungan agar seluruh persiapan dapat berjalan sesuai target. “Diharapkan semua pihak terkait dapat mendukung penyelenggaraan Porprov,” katanya. (*)
Si Rimau Curi Perhatian di CFD Padang, Gaungkan Porprov Sumbar yang Kembali Menggeliat

PADANG — Arena di kawasan Car Free Day (CFD) Padang, suasananya lebih semarak dari biasanya. Di tengah warga yang berolahraga, berjalan santai, dan menikmati pagi, muncul sosok harimau berbaju adat Minangkabau yang sontak mencuri perhatian. Dialah Si Rimau, maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Kehadiran Si Rimau bukan sekadar untuk menghibur warga. Maskot berbentuk Harimau Sumatera itu menjadi bagian dari sosialisasi untuk mengenalkan kembali Porprov kepada masyarakat setelah ajang olahraga terbesar di Ranah Minang tersebut sempat vakum sekitar delapan tahun. Minggu pagi (6/9/2026), Panitia Besar (PB) Porprov XVI Sumbar memperkenalkan Si Rimau kepada masyarakat yang memadati kawasan CFD Padang. Kegiatan diawali dengan senam bersama di depan Kantor Dispora/KONI Sumbar. Sejumlah pejabat dan pengurus olahraga daerah turut hadir, di antaranya Kepala Dispora Sumbar Tasriatul Fuadi dan Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus. Warga pun terlihat antusias mengikuti senam. Namun, perhatian semakin tertuju ketika Si Rimau tampil di tengah kerumunan. Usai senam, warga bergantian mengajak maskot tersebut berfoto. Anak-anak, remaja hingga orang dewasa ikut mengabadikan momen bersama Si Rimau. Tak sedikit pula warga yang kemudian memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya tentang Porprov. Pertanyaannya sederhana, tetapi menunjukkan rasa penasaran yang cukup besar: kapan Porprov dimulai, daerah mana saja yang menjadi tuan rumah, berapa cabang olahraga yang dipertandingkan hingga bagaimana mekanisme pelaksanaannya. Tim PB Porprov yang dikoordinir Ketua Seksi Acara, Silfi Fatayani, dengan ramah melayani berbagai pertanyaan tersebut. “Warga ternyata cukup antusias. Banyak yang bertanya karena sudah lama Porprov tidak digelar. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memberikan informasi langsung kepada masyarakat,” ujar Silfi. Kepala Dispora Sumbar Tasriatul Fuadi mengatakan sosialisasi melalui ruang publik seperti CFD penting agar Porprov tidak hanya dikenal oleh insan olahraga, tetapi juga masyarakat luas. “Porprov ini milik masyarakat Sumatera Barat. Karena itu, masyarakat perlu tahu dan ikut menyukseskannya,” katanya. Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus juga mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Porprov XVI. “Kita ingin Porprov kembali menjadi pesta olahraga yang dekat dengan masyarakat. Mari kita ramaikan dan dukung atlet-atlet Sumbar,” ujarnya. Bagi sebagian pengunjung CFD, kehadiran Si Rimau menjadi pengalaman yang menarik. “Awalnya saya kira ini hanya maskot biasa. Setelah tahu ini maskot Porprov, jadi penasaran juga kapan pertandingannya,” ujar salah seorang pengunjung CFD. Pengunjung lainnya mengaku senang karena Porprov kembali digelar setelah cukup lama tidak terdengar gaungnya. “Sudah lama tidak ada Porprov. Semoga pelaksanaannya meriah dan atlet-atlet kita bisa menunjukkan prestasi terbaik,” katanya. Bukan Sekadar Harimau Si Rimau memang dibuat agar mudah dikenali. Sosok Harimau Sumatera menjadi tokoh utama, dipadukan dengan busana tradisional Minangkabau lengkap dengan mahkota. Wakil Ketua II PB Porprov XVI sekaligus Waketum VII KONI Sumbar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi, Dolla Indra, mengatakan pemilihan Harimau Sumatera memiliki filosofi kuat. “Harimau Sumatera melambangkan kekuatan, keberanian, ketangguhan, kecepatan dan semangat juang. Itu adalah karakter yang juga harus dimiliki seorang atlet,” jelas Dolla. Ekspresi Si Rimau yang ceria dan dinamis juga menggambarkan sisi lain olahraga. Bahwa kompetisi bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga tentang kegembiraan, persahabatan dan semangat positif. Sementara busana adat Minangkabau yang dikenakan Si Rimau menjadi penegas identitas Sumatera Barat. “Busana tradisional Minangkabau menegaskan identitas budaya Sumbar. Jadi Porprov bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan budaya daerah,” katanya. Warna kuning dan oranye yang mendominasi kostum juga memiliki makna tersendiri. Kuning menggambarkan kejayaan dan optimisme, sedangkan oranye menyiratkan energi serta semangat untuk bertanding. Di tangan Si Rimau terdapat obor dengan api berwarna merah, kuning dan hitam. Obor tersebut menjadi simbol semangat kompetisi yang terus menyala, keberanian dan tekad untuk meraih prestasi. Pose Si Rimau yang melangkah ke depan pun bukan tanpa arti. “Gerakan melangkah maju menggambarkan progres dan kesiapan untuk bertanding. Gestur yang terbuka juga menyiratkan ajakan untuk bersatu dan menyambut seluruh kontingen kabupaten/kota se-Sumbar,” kata Dolla. Di bagian mahkota terdapat slogan “SUMBAR HEBAT – OLAHRAGA JUARA”. Slogan itu sekaligus menjadi pesan utama Porprov XVI Sumbar 2026: olahraga bukan sekadar pertandingan, tetapi juga ruang untuk membangun kebanggaan daerah. Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026, dengan mempertandingkan 53 cabang olahraga, diselenggarakan di 12 daerah, termasuk Kabupaten Kepulauan Mentawai serta melibatkan kabupaten/kota di Sumatera Barat, Setelah sekian lama menunggu, kini Porprov kembali hadir. Dan di CFD Padang pagi itu, Si Rimau menjadi salah satu cara paling sederhana untuk mengingatkan masyarakat: pesta olahraga Sumbar sudah semakin dekat.(*)
Bimtek Satu Data dan Sirimau Digelar, KONI Sumbar Siapkan Tata Kelola Olahraga Berbasis Digital

PADANG — KONI Sumatera Barat terus menggenjot digitalisasi olahraga dengan membangun Satu Data Olahraga dan memperkuat penggunaan aplikasi Sirimau. Sistem ini disiapkan untuk memperbaiki pendataan atlet sekaligus menopang pembinaan dan prestasi olahraga Sumbar. Penguatan sistem tersebut dibahas dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Satu Data dan Sirimau Porprov XVI Sumbar 2026 di Hotel Pangeran, Padang, Minggu (6/9/2026). Bimtek diikuti utusan Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga dan admin Si Rimau. Hadir Ketua Pelaksana Jasman Herry, Wakil Ketua Umum VII KONI Sumbar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi Dolla Indra, Ketua KONI SUmbar Hamdabus Kepala Dispora Sumbar Tasliatul Fuaddi. *Data Jadi Fondasi Pembinaan* Ketua Pelaksana Jasman Herry menilai pengelolaan olahraga tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan atlet. Data dan teknologi juga harus menjadi bagian dari sistem pembinaan. Ia mempertanyakan sejauh mana aktivitas olahraga selama ini terdokumentasi dan dipublikasikan dengan baik. “Olahraga itu tidak hanya lahir dari kemampuan olahraga, tapi juga tentang digitalisasi dan data. Yang jadi pertanyaan, apakah kegiatan olahraga ini terdokumentasikan dan terpublis dengan baik,” kata Jasman. Melalui Satu Data KONI Sumbar, informasi olahraga akan dihimpun lebih terstruktur. Sirimau juga memungkinkan profil dan perkembangan atlet diketahui secara lebih lengkap. “Di sini bisa diketahui apa pun tentang atlet melalui Sirimau. Mari kita bangun bersama Satu Data KONI Sumbar untuk meningkatkan prestasi olahraga Sumbar. Semoga tata kelola olahraga di Sumbar semakin modern,” ujarnya. Sumbar Disebut Jadi Role Model Nasional Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menyebut transformasi digital yang dilakukan Sumbar mendapat perhatian KONI Pusat. Ia mengatakan Sumbar menjadi daerah pertama yang diajak KONI Pusat melakukan kerja sama melalui MoU bidang digitalisasi. “Sumbar di bidang digitalisasi ini jadi role model nasional. Kita yang pertama kali diajak MoU oleh KONI Pusat,” kata Hamdanus. Hamdanus juga mengapresiasi dukungan Dispora Sumbar serta kehadiran para utusan Pengprov dalam Bimtek tersebut. Terkait dinamika persiapan Porprov XVI, ia meminta seluruh pihak tidak mudah terpancing berbagai informasi yang berkembang. “Untuk dinamika yang beredar sekarang, itu biasa. Kita harus bijak menyikapinya,” ujarnya. *Porprov Oktober, Persiapan Disebut 80 Persen> Kepala Dispora Sumbar Tasliatul Fuaddi menyatakan Pemprov Sumbar bersama KONI dan pemerintah kabupaten/kota terus menyelaraskan persiapan Porprov XVI Sumbar 2026. “Acara ini membuktikan sudah ada sinkronisasi antara KONI Sumbar dengan Pemprov dan Pemko/Pemkab untuk satu suara menyemarakkan Porprov XVI Sumbar 2026,” katanya. Tasliatul menyebut tingkat kesiapan Porprov telah mencapai sekitar 80 persen. Ia memastikan Pemprov Sumbar tetap mendukung pelaksanaan ajang tersebut pada Oktober 2026. “Kesiapannya sudah 80 persen. Saya akan melanjutkan dan menyukseskan iven ini. Sudah delapan tahun tak terlaksana,” ujarnya. Menurutnya, Porprov tidak hanya berkaitan dengan pembinaan atlet. Perhelatan tersebut juga berpotensi menggerakkan perekonomian daerah. &Anggaran Jangan Lagi Tersendat* Tasliatul meminta pemerintah kabupaten dan kota segera memastikan dukungan anggaran. Memasuki September, waktu persiapan semakin terbatas. “Untuk masalah anggaran, sekarang sudah September. Artinya, sudah mau ketuk palu. Untuk pemangku kebijakan di daerah, jangan tunda lagi, jangan patahkan semangat atlet yang sudah bersiap di Porprov tahun ini,” tegasnya. Ia juga meminta semua pihak memahami kondisi fiskal daerah akibat penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD). Meski demikian, Tasliatul menegaskan Pemprov Sumbar tetap mendukung pelaksanaan Porprov tahun ini. “Kami sangat mendukung Porprov Sumbar tahun ini di bulan Oktober. Jangan ada penundaan lagi,” katanya. *Si Rimau Harus Siap Saat Pertandingan* Dukungan terhadap digitalisasi olahraga, menurut Tasliatul, harus dibarengi kesiapan sumber daya manusia dan sistem yang andal. “Pemprov Sumbar sangat mendukung Bimtek ini guna peningkatan SDM pengurus olahraga di Sumbar dalam bidang digitalisasi ini. Kita butuh data yang cepat dan update,” ujarnya. Ia meminta pengelola Si Rimau menyiapkan mitigasi jika terjadi gangguan aplikasi ketika Porprov berlangsung. “Perlu juga dimitigasi gangguan terhadap aplikasi nantinya,” katanya. Tasliatul juga mengingatkan agar pelaksanaan pertandingan dijaga dari praktik pengaturan hasil. “Jangan sampai ada nanti pengaturan atau match fixing di Porprov kali ini,” tegasnya. Dengan penguatan Satu Data dan Sirimau, KONI Sumbar berharap pengelolaan olahraga bergerak menuju sistem yang lebih terukur dan transparan. Data atlet, cabor dan aktivitas pembinaan diharapkan tidak lagi tercecer, tetapi menjadi dasar dalam menentukan arah pembinaan dan peningkatan prestasi Sumbar. (*)
19 Bendera KONI Berkibar, Tanda 8 Tahun Penantian Porprov Sumbar Segera Berakhir

PADANG — Angin pagi di halaman Kantor KONI Sumatera Barat, Jalan Rasuna Said Nomor 87, Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Kamis (27/8/2026), membawa pemandangan yang berbeda. Satu per satu bendera KONI kabupaten/kota berdiri tegak di antara deretan tiang yang memenuhi halaman kantor tersebut. Sebanyak 19 bendera KONI kabupaten/kota se-Sumatera Barat kini berkibar, mengapit bendera Merah Putih dan bendera KONI Sumbar. Pemandangan sederhana itu sontak menghadirkan suasana Porprov. Belum ada gemuruh suporter. Belum terdengar sorak kemenangan dari arena pertandingan. Belum ada atlet yang naik podium menerima medali. Namun, dari kibaran 19 bendera itulah pesan Porprov XVI Sumbar mulai terasa. Pesta olahraga terbesar di Ranah Minang sudah semakin dekat. Pengibaran bendera KONI 19 kabupaten/kota ini seolah menjadi cara sederhana untuk memanggil seluruh insan olahraga Sumatera Barat agar bersiap menyambut pesta olahraga yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Setelah delapan tahun tidak digelar, Porprov kini kembali. Delapan tahun merupakan waktu yang panjang. Banyak atlet muda yang sebelumnya masih anak-anak kini sudah menjadi bagian dari tim daerah. Banyak pula wajah baru yang akan mendapatkan kesempatan pertama merasakan atmosfer kompetisi olahraga tingkat provinsi. Karena itu, 19 bendera yang berkibar tersebut bukan hanya menunjukkan identitas masing-masing daerah. Ada semangat, harapan, dan kebanggaan yang ikut dititipkan di sana. Dari 19 daerah, menuju satu panggung Merah Putih tetap menjadi simbol persatuan. Bendera KONI Sumbar menjadi payung olahraga provinsi. Sementara 19 bendera kabupaten/kota menggambarkan kekuatan olahraga yang tersebar dari ujung utara hingga selatan Ranah Minang. Masing-masing datang dengan cerita dan targetnya sendiri. Ada daerah yang ingin mempertahankan prestasi. Ada yang ingin memperbaiki peringkat. Ada pula yang datang membawa atlet-atlet muda dengan ambisi membuat kejutan. Tetapi semuanya akan bertemu di satu panggung yang sama. Porprov XVI Sumbar. Ketua PB Porprov XVI Sumbar, Editiawarman, mengatakan pengibaran bendera tersebut menjadi bagian dari upaya membangun atmosfer Porprov sekaligus mengingatkan seluruh pihak bahwa waktu pelaksanaan semakin dekat. “Kita ingin suasana Porprov mulai terasa. Bendera 19 kabupaten dan kota ini menjadi simbol bahwa seluruh daerah di Sumatera Barat ikut mengambil bagian dalam pesta olahraga ini. Karena itu, persiapan harus kita lakukan bersama-sama dan sebaik mungkin,” ujar Editiawarman. Menurutnya, semangat Porprov tidak boleh hanya muncul ketika pertandingan dimulai. Atmosfer tersebut harus dibangun sejak persiapan, sehingga seluruh pihak memiliki energi yang sama untuk menyukseskan pelaksanaan. Dan energi itu kini terlihat dari halaman Kantor KONI Sumbar. Delapan tahun menunggu Porprov Sumbar sempat vakum selama delapan tahun. Penantian panjang itu membuat penyelenggaraan Porprov XVI memiliki arti tersendiri. Ajang ini bukan hanya tentang perebutan medali emas, perak dan perunggu. Lebih dari itu, Porprov menjadi ruang untuk mempertemukan kembali atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, dan masyarakat olahraga dari 19 kabupaten/kota. Dari sini pula talenta-talenta baru diharapkan bermunculan. Atlet yang tampil menonjol dapat menjadi bagian dari kekuatan Sumatera Barat untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk agenda olahraga nasional. Karena itu, setiap daerah memiliki kepentingan yang sama: menghadirkan atlet terbaik dan memberikan kesempatan kepada generasi penerus. Ada sesuatu yang menarik dari bendera. Ia tidak berteriak, tetapi bisa menyampaikan pesan. Ia tidak bertanding, tetapi mampu membangkitkan semangat persaingan. Ia hanya berkibar diterpa angin, tetapi di baliknya ada nama daerah, kebanggaan dan harapan. (*)
Pasbar Matangkan Persiapan Arung Jeram dan Grasstrack untuk Porprov XVI Sumbar 2026

PASAMAN BARAT – Persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 terus dimantapkan. Kali ini, KONI Sumbar menggelar Rakornis bersama KONI Kabupaten Pasaman Barat, Pengurus Provinsi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sumbar, dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumbar di Kompleks Peridon Siap Maju, Minggu (2/8/2026) malam. Rapat dibuka Ketua Organizing Committee (OC) Porprov XVI Sumbar, Dr. Septri, didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Digitalisasi KONI Sumbar, Dolla Indra. Agenda tersebut difokuskan untuk memastikan kesiapan Pasaman Barat sebagai tuan rumah cabang olahraga arung jeram dan grasstrack. Dalam arahannya, Septri menegaskan bahwa kesuksesan penyelenggaraan Porprov tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga kolaborasi yang kuat antara KONI Sumbar, KONI kabupaten/kota, serta pengurus cabang olahraga. “Seluruh tahapan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari kesiapan venue, jadwal pertandingan, perangkat pertandingan hingga pelayanan bagi atlet dan kontingen. Dengan kerja sama yang baik, kita optimistis Porprov dapat berlangsung sukses,” ujarnya. Rakornis juga membahas berbagai aspek teknis, seperti kesiapan arena pertandingan, penyusunan jadwal, kelengkapan perangkat pertandingan, hingga koordinasi kepanitiaan. Pasaman Barat dipercaya menjadi lokasi pertandingan dua cabang olahraga, yakni arung jeram dan grasstrack. Kedua cabor tersebut akan dipusatkan di kawasan Peridon Siap Maju yang memiliki sirkuit grasstrack bertaraf nasional serta lintasan arung jeram dengan karakter sungai yang memenuhi standar kompetisi. Ketua KONI Pasaman Barat, Wahidul Basri, menyampaikan komitmen daerahnya untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Porprov. Berbagai persiapan, mulai dari infrastruktur, sarana pendukung hingga pembentukan kepanitiaan, terus dimatangkan. “Kami ingin seluruh kontingen merasa nyaman selama berada di Pasaman Barat. Karena itu, semua kebutuhan penyelenggaraan akan kami siapkan sebaik mungkin agar pelaksanaan berlangsung aman, tertib, dan sukses,” katanya. Sementara itu, Ketua Pengprov FAJI Sumbar Rio Handevis serta Ketua Bidang Organisasi dan Olahraga yang juga Caretaker IMI Sumbar, Syofyan Masni, memastikan masing-masing cabang olahraga siap mendukung pelaksanaan pertandingan, termasuk penyediaan peralatan, perangkat pertandingan, serta penerapan regulasi sesuai standar nasional. Dari Rakornis tersebut disepakati sejumlah langkah lanjutan, antara lain verifikasi berkala terhadap kesiapan venue, evaluasi perkembangan persiapan setiap dua pekan, serta penyelarasan pedoman teknis penyelenggaraan di masing-masing cabang olahraga. (*)
Pariaman Mantapkan Kesiapan Tuan Rumah Tiga Cabor Porprov XVI Sumbar 2026

PARIAMAN – Pemerintah Kota Pariaman terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah pelaksanaan tiga cabang olahraga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) yang digelar di Balai Kota Pariaman, Senin (3/8/2026). Rakornis dipimpin Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi dan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Pariaman sekaligus Ketua Kontingen Porprov Kota Pariaman Afrizal A, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Hertati Taher, Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD. Kemudian Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Ketua Pelaksana Porprov XVI Sumbar Dr. Septri, Waketum VII Bidang Digitalisasi KONI Sumbar Dolla Indra, serta jajaran Pengurus Provinsi cabang olahraga sepatu roda, soft tenis, dan teqball. Pertemuan tersebut membahas kesiapan Kota Pariaman sebagai penyelenggara pertandingan sepatu roda, soft tenis, dan teqball. Seluruh venue direncanakan berada dalam satu kawasan agar koordinasi penyelenggaraan, pelayanan atlet, ofisial, serta mobilitas penonton menjadi lebih efektif. Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menuntaskan berbagai pembenahan fasilitas pertandingan, khususnya venue soft tenis dan arena sepatu roda. “Kami siap menjadi tuan rumah yang baik. Berbagai fasilitas akan terus dibenahi agar pelaksanaan pertandingan berjalan lancar dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta maupun penonton,” ujarnya. Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal A mengatakan daerahnya optimistis mampu menyukseskan pelaksanaan Porprov karena memiliki pengalaman menjadi penyelenggara berbagai kejuaraan olahraga berskala nasional, terutama cabang sepatu roda. Selain menyiapkan sarana pertandingan, Pemko Pariaman juga membentuk relawan untuk mendukung pelayanan selama kompetisi berlangsung. Di sisi lain, pembinaan atlet terus dilakukan meski keterbatasan anggaran membuat tidak semua cabang olahraga dapat diikuti kontingen Kota Pariaman. Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD menambahkan koordinasi teknis bersama panitia dan pengurus cabang olahraga terus berjalan. Sementara jumlah cabang olahraga yang akan diikuti kontingen masih menunggu kepastian alokasi anggaran daerah. Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus mengajak seluruh pemangku kepentingan mengedepankan semangat kebersamaan demi menyukseskan Porprov XVI Sumbar. “Porprov adalah pestanya atlet. Kini saatnya kita fokus menyukseskan pelaksanaan Porprov, bukan lagi memperdebatkan anggaran. Semua pihak sedang berupaya menyelamatkan pembinaan atlet dan tidak ada niat mempersulit cabang olahraga,” tegasnya. Hamdanus juga mengingatkan pentingnya penyusunan jadwal pertandingan secara cermat agar seluruh rangkaian lomba berjalan efektif. Sesuai agenda, soft tenis akan digelar pada 1–6 Oktober, teqball pada 4–8 Oktober, dan sepatu roda pada 9–14 Oktober 2026. Ketua Pelaksana Porprov XVI Sumbar Dr. Septri menyebut secara umum venue di Kota Pariaman telah memenuhi persyaratan penyelenggaraan. Namun, ia meminta pemerintah daerah segera membentuk panitia lokal, melengkapi administrasi kepanitiaan, serta memastikan kepengurusan cabang olahraga tetap aktif hingga pelaksanaan Porprov. Ia juga menegaskan bahwa upacara pembukaan Porprov XVI Sumbar hanya dilaksanakan satu kali dan direncanakan berlangsung di Kota Solok pada 2 Oktober 2026. “Daerah tetap dapat menggelar seremoni penyambutan kontingen sesuai kebutuhan masing-masing, tetapi pembukaan resmi Porprov hanya dilaksanakan di Kota Solok,” katanya. Sementara itu, Waketum Bidang Digitalisasi KONI Sumbar Dolla Indra meminta seluruh kabupaten dan kota menuntaskan pendataan atlet, ofisial, serta perangkat pendukung paling lambat 31 Agustus 2026 agar proses verifikasi tidak mengalami kendala. Dari masing-masing cabang olahraga, kesiapan pelaksanaan juga dipastikan terus dimatangkan. Ketua Harian Pengprov Perserosi Sumbar H. Arfan Rosyda bersama Sekretaris Asral Malvinas menyatakan seluruh persiapan cabang sepatu roda telah berjalan sesuai rencana. Pertandingan akan berlangsung di Arena Sepatu Roda Pantai Cermin dan diikuti 13 pengurus cabang kabupaten/kota. Pada cabang soft tenis, Ketua Pengprov Pesti Sumbar Prof. Damrah mengatakan pertandingan akan dipusatkan di kawasan Karan Aur. Hingga kini, 12 dari 16 pengurus cabang telah menyatakan kesiapan mengikuti Porprov, sedangkan empat daerah lainnya masih menunggu konfirmasi. Pengprov juga akan menggelar penyegaran wasit sebelum pertandingan yang berlangsung pada 1–6 Oktober. Adapun Sekretaris Pengprov Teqball Sumbar Peba Rasaki menyebut cabang teqball siap dipertandingkan pada 4–8 Oktober di kawasan Karan Aur dengan partisipasi 10 kabupaten dan kota. Rakornis turut mengevaluasi berbagai aspek pendukung penyelenggaraan, mulai dari kesiapan venue, akomodasi wasit, juri dan panitia, pelayanan tamu dan VIP, layanan kesehatan, pengamanan, kebersihan, honor panitia lokal, hingga penyelesaian administrasi tuan rumah sebagai bagian dari persiapan akhir menuju Porprov XVI Sumatera Barat 2026. (*)
Pemko Solok Perkuat Komitmen Pembinaan Atlet Jelang Porprov XVI Sumbar 2026

Solok, KONI Sumbar — Pemerintah Kota Solok menggelar kegiatan buka puasa bersama atlet dan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Solok di rumah dinas wali kota, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen pembinaan olahraga sekaligus kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus, bersama jajaran pengurus, Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon, serta para atlet dari berbagai cabang olahraga. Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan KONI Sumbar yang dinilai menjadi motivasi besar bagi insan olahraga di daerahnya. “Kehadiran Ketua KONI Sumbar menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi atlet dan pengurus olahraga di Kota Solok,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Kota Solok telah melakukan berbagai persiapan sejak dini untuk menghadapi Porprov 2026. Menurutnya, ajang tersebut merupakan panggung penting bagi atlet untuk membuktikan hasil pembinaan dan latihan yang telah dijalani. “Porprov adalah momentum pembuktian bagi atlet. Kami berkomitmen mendukung pembinaan olahraga secara maksimal, termasuk kesiapan sebagai tuan rumah,” katanya. Selain fokus pada olahraga, Pemerintah Kota Solok juga menunjukkan perhatian terhadap masa depan generasi muda melalui program pendidikan, seperti penyediaan bimbingan belajar gratis bagi pelajar yang ingin melanjutkan ke sekolah kedinasan. Sementara itu, Ketua KONI Kota Solok, Rudi Horizon, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah cabang olahraga unggulan untuk menghadapi Porprov mendatang. Sedikitnya terdapat 12 cabang olahraga yang menjadi andalan, di antaranya hapkido, taekwondo, tenis lapangan, renang, atletik, pencak silat, muaythai, gulat, soft tenis, paralayang, angkat berat, dan angkat besi. “Kami optimistis dengan persiapan yang matang, target menembus lima besar pada Porprov Sumbar 2026 dapat tercapai,” ujarnya. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, dalam arahannya menyampaikan bahwa Porprov XVI Sumbar akan digelar pada 2–14 Oktober 2026 dengan sistem tuan rumah bersama di beberapa kabupaten dan kota, termasuk Kota Solok. “Kota Solok merupakan salah satu daerah yang diperhitungkan, baik sebagai tuan rumah maupun dari sisi prestasi,” katanya. Ia menambahkan, Porprov bukan sekadar ajang kompetisi daerah, tetapi juga menjadi pintu awal bagi atlet untuk melangkah ke level yang lebih tinggi, seperti Porwil, Pra PON 2027, hingga PON 2028. “Jadikan Porprov sebagai panggung awal untuk menunjukkan kualitas dan membuka jalan menuju prestasi nasional bahkan internasional,” tegasnya. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga, Kota Solok diharapkan mampu meraih prestasi optimal sekaligus sukses sebagai tuan rumah dalam gelaran Porprov XVI Sumatera Barat 2026.