konisumbar.or.id – Padang, Konsep tuan rumah bersama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI/2026 hadapi tantangan utama keterbatasan anggaran APBD daerah untuk venue, koordinasi lintas daerah, serta kesiapan berkas pengajuan administratif. Beberapa kabupaten/kota seperti Bukittinggi, Padangpanjang, Pariaman, dan Tanah Datar awalnya ragu ikut karena jadwal Juni-Juli 2026 tak terakomodir anggaran.
Pengunduran jadwal ke Oktober 2026 beri ruang perubahan anggaran, tapi daerah pinggiran kesulitan infrastruktur venue dan logistik transportasi antar-lokasi, ditambah tekanan ekonomi pasca-bencana. KONI Sumbar dorong rapat koordinasi untuk finalisasi, meski berkas pengajuan calon tuan rumah masih belum lengkap.
“Tekanan ekonomi menjadi tantangan besar bagi daerah-daerah untuk menjadi tuan rumah. Namun, konsep ini harus jalan demi pemerataan,” ujar Gubernur Mahyeldi Ansharullah.
“Kami butuh surat resmi dari kepala daerah dan KONI setempat. Koordinasi intensif krusial agar transparan dan tepat sasaran anggaran,” tegas Ketua KONI Sumbar Hamdanus.





