Porprov Sumbar 2026: Agenda Strategis Pembinaan Prestasi dan Penggerak Ekonomi Daerah

PADANG — Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat 2026 bukanlah agenda yang muncul secara instan. Pelaksanaannya merupakan hasil dari rangkaian panjang perencanaan, koordinasi, dan kesepakatan lintas sektor yang melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta insan olahraga di Sumatera Barat. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Porprov 2026 diposisikan sebagai bagian penting dalam strategi besar pembinaan olahraga daerah menuju Pekan Olahraga Nasional 2028, sekaligus sebagai instrumen untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen penyelenggaraan mulai menguat sejak 14 Februari 2025, saat Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menggelar pertemuan bersama pengurus cabang olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar, serta KONI kabupaten/kota. Dalam forum tersebut, Porprov ditegaskan sebagai agenda penting, tidak hanya untuk prestasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Kesepakatan kemudian berlanjut melalui berbagai forum, termasuk Rapat Koordinasi OPD Dispora kabupaten/kota pada Juli 2025 yang menetapkan pelaksanaan Porprov di tahun 2026. Selanjutnya, pembahasan teknis terus dimatangkan dalam pertemuan KONI Sumbar bersama Dispora dan KONI daerah pada November 2025. Dukungan pemerintah provinsi diperkuat melalui surat resmi pada 18 November 2025 yang meminta seluruh kabupaten/kota turut mengalokasikan anggaran dalam APBD. Puncaknya, pada 15 Desember 2025, terbit keputusan gubernur yang menetapkan jadwal Porprov XVI 2026 sekaligus Porprov XVII 2028. Komitmen ini kembali ditegaskan dalam Rapat Kerja Provinsi KONI Sumbar pada 20–21 Desember 2025, yang dihadiri pengurus cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota. Mahyeldi menegaskan bahwa Porprov 2026 merupakan bagian dari tahapan strategis menuju PON 2028. Ia menyebut, setelah Porprov, Sumbar akan melalui sejumlah agenda penting seperti PORWIL 2027 di Riau, Pelatprov, hingga puncaknya pada PON di NTB dan NTT. “Semua tahapan ini harus kita jaga dengan baik. Atlet harus disiapkan sejak sekarang agar mampu meraih prestasi terbaik, termasuk target emas pada PON 2028,” ujarnya. Di sisi lain, Porprov juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah, terutama dalam kondisi pasca-bencana yang masih dirasakan sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Menurut Mahyeldi, penyelenggaraan event olahraga berskala provinsi mampu menghidupkan berbagai sektor, mulai dari UMKM, transportasi, hingga sektor pariwisata. “Porprov ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat. Dalam kondisi sulit, kita harus tetap bangkit dan menjaga roda ekonomi tetap berputar,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa seluruh proses persiapan telah dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai pihak. Karena itu, pemerintah kabupaten/kota diharapkan berkomitmen penuh dalam mendukung pelaksanaan Porprov 2026. “Prosesnya sudah panjang dan transparan. Tidak ada alasan bagi daerah untuk tidak menganggarkan. Jika tidak, biarlah masyarakat yang menilai,” pungkasnya.
Porprov 2026 Jadi Fondasi PON, Hamdanus: SK Gubernur Kunci Arah Pembinaan Atlet Sumbar

Padang – Kepastian penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat Ke-XVI pada tahun 2026 dan Ke-XVII pada tahun 2028 menandai babak baru pembinaan olahraga prestasi di Ranah Minang. Melalui Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 426-615-2025, arah pembinaan atlet kini memiliki pijakan kebijakan yang jelas, terukur, dan selaras dengan agenda olahraga nasional. Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menegaskan bahwa SK Gubernur tersebut bukan sekadar keputusan administratif, melainkan kunci penentu arah pembinaan atlet Sumbar menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) dan ajang nasional lainnya. “Porprov adalah fondasi utama menuju PON. Tanpa kepastian Porprov, pembinaan atlet akan berjalan tanpa ritme dan target. SK Gubernur ini mengakhiri ketidakpastian dan memberi arah yang jelas,” ujar Hamdanus di Padang. Dalam keputusan tersebut ditegaskan bahwa Porprov Sumbar akan digelar pada Juni hingga Juli, dengan sistem tuan rumah bersama kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, sementara pembukaan dan penutupan dipusatkan di Kota Padang. Menurut Hamdanus, skema ini dirancang untuk menjamin pemerataan pembinaan sekaligus menjaga efisiensi penyelenggaraan. “Agenda nasional menuntut daerah yang kuat dan merata. Tuan rumah bersama bukan sekadar teknis penyelenggaraan, tapi kebijakan agar semua daerah ikut bertanggung jawab mencetak atlet PON,” tegasnya. Hamdanus menekankan, Porprov 2026 harus diposisikan sebagai ajang seleksi keras dan pemetaan objektif kekuatan atlet Sumbar. Dari Porprov inilah akan lahir atlet-atlet yang disiapkan secara berjenjang menuju PON, Kejurnas, dan kompetisi nasional lainnya. “Di PON, yang berbicara bukan nama besar, tetapi data dan performa. Porprov adalah alat ukur sah. Kalau Porprov kuat, atlet Sumbar datang ke PON dengan kepercayaan diri dan kesiapan penuh,” katanya. Penjadwalan Porprov yang selaras dengan kalender nasional juga dinilai memberi keuntungan strategis. Cabang olahraga kini memiliki ruang cukup untuk menyiapkan atlet tanpa benturan dengan kejuaraan nasional, sekaligus membuka peluang peningkatan jam tanding atlet Sumbar di level nasional. Dari sisi kebijakan anggaran, Hamdanus menegaskan bahwa pendanaan Porprov melalui hibah KONI Provinsi Sumatera Barat dan APBD kabupaten/kota harus dimaknai sebagai investasi prestasi jangka panjang, bukan sekadar pembiayaan kegiatan rutin. “Setiap rupiah harus berdampak pada kualitas atlet. Porprov harus melahirkan atlet siap PON. Dengan sistem yang tepat, saya optimistis prestasi Sumbar akan meningkat,” ujarnya. Lebih jauh, Hamdanus melihat SK Gubernur ini sebagai momentum konsolidasi seluruh pemangku kepentingan olahraga—pemerintah daerah, DPRD, KONI kabupaten/kota, cabang olahraga, hingga dunia pendidikan—untuk bergerak dalam satu komando kebijakan prestasi. “Ini bukan kerja satu lembaga. Ini kerja bersama. Kalau semua bergerak dalam satu arah, Sumbar tidak hanya ikut PON, tapi bersaing secara terhormat dan membanggakan,” katanya optimistis. Dengan kepastian Porprov 2026 dan 2028, Hamdanus menutup dengan ajakan kuat agar seluruh insan olahraga Sumatera Barat menjadikan momentum ini sebagai awal kebangkitan prestasi. “Porprov adalah titik awal. PON adalah tujuan. Dengan kebijakan yang jelas dan kerja keras bersama, atlet Sumbar mampu berbicara di tingkat nasional,” pungkas Hamdanus.(*)
Duka Sumatera Duka Kita: KONI Pusat Serukan Solidaritas Masyarakat Olahraga

JAKARTA – Bangsa Indonesia tengah dirundung duka akibat bencana yang menguji masyarakat Sumatera khususnya, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Berdasarkan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 3 Desember 2025, sebanyak 753 orang telah kehilangan nyawa, 630 masih hilang, 2.600 luka. Total korban terdampak sekitar 3,3 juta, terdiri dari 1,5 juta penduduk Aceh, 1,7 juta penduduk Sumatera Utara dan 141,8 ribu jiwa dari Sumatera Barat, yang tersebar pada 50 kabupaten/kota. Atas ujian berat yang menimpa, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyampaikan doa dan ingin duka Sumatera ini berlalu. “Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan rasa duka mendalam dan saya mendoakan agar kondisi yang diakibatkan bencana, semakin hari semakin baik, semoga Allah SWT memberikan perlindungan bagi korban yang selamat dan menerima korban meninggal dunia di tempat yang mulia,” kata Ketum KONI Pusat. “Secara khusus, saya berharap masyarakat olahraga mulai dari atlet, pelatih, ofisial dan pengurus KONI Provinsi, organisasi fungsional, KONI Kabupaten Kota, Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga, Pengurus Kabupaten/Kota hingga klub, yang terdampak bencana ini mendapatkan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini serta dapat tabah atas kehilangan yang terjadi,” sambungnya. Ketum KONI Pusat berharap juga agar jumlah korban tidak bertambah, disamping korban hilang berangsur ditemukan dengan kondisi sehat dan penanganan semakin baik. Tak hanya itu, Ketum KONI Pusat juga mengajak seluruh masyarakat olahraga turut mendoakan dan mendukung saudara-saudari sebangsa yang terkena bencana. “Saya mengajak seluruh masyarakat olahraga prestasi, baik KONI, cabang olahraga, organisasi fungsional di seluruh Indonesia mendukung saudara-saudari kita yang terkena bencana,” lanjutnya. “Semoga kita bisa segera kembali pulih dan membangun Indonesia, mengangkat harkat dan martabat bangsa melalui prestasi olahraga,” tambah Marciano. “Kita adalah Patriot Olahraga Prestasi Indonesia, kita adalah pejuang di masa damai, mari kita berjuang serta memberikan memotivasi agar bangkit dan pulih.” “Semoga kita bisa segera kembali pulih dan membangun Indonesia, mengangkat harkat dan martabat bangsa melalui prestasi olahraga,” tutup Marciano. (hms-age)
Motivasi Sekum KONI Sumbar Meledak di TMII, Tim KBI Sumbar Mengamuk dengan 15 Medali

JAKARTA — Kontingen Kick Boxing Indonesia (KBI) Sumatera Barat tampil impresif pada Kejurnas KBI 2025 yang digelar 28 November hingga 3 Desember di GOR Padepokan Silat TMII, Jakarta. Menghadapi lebih dari 250 atlet dari 19 provinsi, tim Sumbar sukses mengoleksi 15 medali dengan rincian 4 emas, 4 perak, dan 7 perunggu. Penampilan gemilang ini semakin lengkap dengan kehadiran Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, yang datang langsung memberikan dukungan kepada para atlet. Kehadirannya di arena menjadi suntikan motivasi tambahan bagi tim yang tengah berjuang di berbagai nomor pertandingan. “Kalian sudah membuktikan bahwa kerja keras tidak mengkhianati hasil. Tetap fokus, junjung sportivitas, dan bertanding dengan penuh semangat. Sumatera Barat bangga,” ujar Anandya. Dukungan tersebut terasa signifikan, terutama saat sejumlah atlet Sumbar berhasil melaju ke babak final. Atmosfer positif dari tim dan ofisial membuat para atlet tampil lebih percaya diri menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah. Sumatera Barat menurunkan 18 atlet yang bertanding di berbagai kategori, mulai dari Tatami Junior, Point Fighting, hingga Ring Sport Senior. Mereka tampil di nomor seperti Kick Light, Light Contact, Point Fighting, Low Kick, Full Contact, hingga K1. Di bawah arahan pelatih kepala Firman Syafi’i bersama tim pelatih William Jalmav, Oka Aljes, dan Zelly Heriyanto, para atlet menunjukkan performa disiplin dan penuh determinasi. Manajer tim Fazril Ale juga memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi selama kejuaraan berlangsung. Firman Syafi’i mengaku bangga dengan perkembangan mental bertanding para atlet. “Mereka tampil lebih matang dan percaya diri. Dukungan langsung dari KONI Sumbar menjadi energi tambahan bagi tim,” ujarnya. Adapun empat medali emas diraih melalui nomor Light Contact dan Point Fighting, sementara medali lainnya diperoleh dari berbagai nomor yang menunjukkan kedalaman kekuatan tim Sumbar di cabang kickboxing. Lebih dari sekadar capaian medali, keberhasilan ini dinilai mencerminkan karakter atlet Sumatera Barat yang disiplin, tangguh, dan menjunjung tinggi sportivitas. “Kickboxing bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga integritas dan mental juang. Hasil ini menunjukkan bahwa pembinaan kita berada di jalur yang tepat,” tegas Anandya. Dengan torehan tersebut, Sumatera Barat kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan di kancah kickboxing nasional. Tim KBI Sumbar pun pulang tidak hanya membawa medali, tetapi juga semangat baru untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
KONI Sumbar Gelar Lomba Desain Logo dan Maskot PORPROV XVI 2026

Padang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat resmi membuka Lomba Desain Logo dan Maskot Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVI Sumatera Barat 2026. Ajang kreatif untuk masyarakat umum ini menyediakan total hadiah Rp10 juta, dengan batas akhir pengiriman karya pada 10 Desember 2025. Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, mengatakan lomba ini menjadi ruang partisipasi publik untuk menyemarakkan PORPROV XVI yang akan digelar tahun 2026. “Kami ingin masyarakat ikut menjadi bagian dari sejarah PORPROV XVI. Logo dan maskot bukan hanya identitas visual, tetapi simbol semangat olahraga Sumatera Barat. Karena itu kami mengundang para desainer dan kreator untuk berkompetisi secara sehat dan kreatif, ” ujar Hamdanus. Lomba ini mengusung tema “Sumbar Hebat, Olahraga Juara”. Menurut Hamdanus, tema tersebut menggambarkan optimisme Sumatera Barat menatap kebangkitan prestasi olahraga daerah. “PORPROV XVI akan menjadi momentum meningkatkan prestasi dan memperkuat ekosistem olahraga di Sumatera Barat. Semangat itu harus tercermin dalam karya logo dan maskot tahun ini,” tambahnya. Terbuka untuk Semua, Peserta Boleh Kirim Lebih dari Satu Karya Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Waketum VII KONI Sumbar, Dolla Indra, menjelaskan bahwa lomba ini dibuka untuk masyarakat umum tanpa batasan latar belakang. “Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk siapa pun yang punya kreativitas. Peserta bahkan boleh mengirim lebih dari satu karya, asalkan orisinal dan menyertakan filosofi desainnya,” kata Dolla. Karya dikirim dalam format JPEG dan file asli (CDR/PSD atau link Canva/digital platform lainnya), diunggah ke Instagram dengan menandai akun @konisumbar_official, serta mengirim file ke email panitia: porprovsumbar2026@gmail.com dengan subjek nama peserta_lomba logo dan maskot. Waketum II Bidang Prestasi: Saatnya Kebangkitan Olahraga Sumbar Waketum II Bidang Prestasi KONI Sumbar yang juga Panitia Pengarah PORPROV XVI, Septri, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar lomba desain, tetapi bagian dari gerakan besar membangkitkan olahraga daerah. “Ini momentum kebangkitan olahraga Sumbar. Kami mengajak seluruh masyarakat berkolaborasi mengangkat marwah olahraga kita. PORPROV adalah instrumen pembinaan berkelanjutan, dari sinilah bibit-bibit unggul daerah muncul dan ditempa,” ujar Septri. Ia berharap antusiasme masyarakat dalam lomba desain ini menjadi awal keterlibatan publik yang lebih luas menjelang PORPROV XVI. “Kreativitas masyarakat adalah energi tambahan bagi kebangkitan prestasi olahraga Sumbar, ” tambahnya. Penutupan 10 Desember, Pengumuman 13 Desember 2025 Keputusan panitia bersifat final dan seluruh karya pemenang akan menjadi hak milik KONI Sumbar. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 13 Desember 2025.(*)
Bonus Rp9 Miliar untuk 266 Atlet dan Pelatih, Sumbar Siap Hadapi Porprov 2026

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyalurkan bonus senilai Rp9.015.650.000 kepada 266 atlet dan pelatih berprestasi yang meraih medali pada berbagai ajang olahraga nasional. Penyerahan berlangsung di Istana Gubernur, Minggu (16/11/2025). Bonus tersebut diberikan kepada para peraih medali di Porwanas Jatim 2022, Pra Popnas 2022 Jakarta, Popnas 2023 Palembang, Piala Soeratin U-17 Jatim 2024, hingga PON XXI Aceh–Sumut 2024. Data Dispora Sumbar menunjukkan, alokasi terbesar diperuntukkan bagi atlet dan pelatih PON XXI 2024, yakni Rp8.065.250.000 untuk 134 penerima. Berikutnya Pra Popnas 2022 sebesar Rp436.800.000, Popnas 2023 Rp404.600.000, Soeratin 2024 Rp94.000.000, dan Porwanas 2022 Rp15.000.000. Plt. Kepala Dispora Sumbar, Dedy Diantolani, menegaskan bahwa penyaluran bonus ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah sekaligus upaya memperkuat motivasi atlet dalam menghadapi agenda olahraga daerah berikutnya. “Penghargaan ini adalah komitmen pemerintah untuk mendukung pembinaan atlet. Ini juga bagian dari persiapan panjang menuju Porprov 2026,” ujarnya. Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menjelaskan bahwa bonus tersebut sudah ditransfer ke rekening masing-masing penerima. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan DPRD melalui perubahan anggaran 2025, serta memohon maaf atas keterlambatan pencairan. Mahyeldi menegaskan perhatian pemerintah terhadap sektor olahraga terus diperkuat menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar 2026. “Porprov 2026 harus dipersiapkan lebih baik. Saya minta seluruh Pengprov dan cabang olahraga kompak. Kalau cabor tidak kompak, kami akan menahan dana. Dukungan hanya bisa diberikan jika semuanya berjalan solid,” tegasnya. Mahyeldi juga menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai penggerak sektor lain, termasuk pariwisata. Ia mendorong Pengprov cabor menghadirkan lebih banyak kejuaraan nasional di Sumbar untuk meningkatkan perputaran ekonomi daerah. Selain fokus pada Porprov 2026, ia menegaskan Sumbar siap menjadi tuan rumah PON 2032. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumbar atas alokasi bonus bagi atlet dan pelatih. Ia menyebut dukungan tersebut sangat penting dalam menyongsong Porprov 2026. “KONI mendapat dukungan penuh pemerintah, terutama untuk persiapan Porprov 2026. Ini momentum konsolidasi dan percepatan pembinaan olahraga daerah,” kata Hamdanus. Ia menambahkan, KONI juga memperjuangkan kemudahan bagi para atlet, termasuk dispensasi bagi mahasiswa dan pelajar yang jadwal pendidikannya berbenturan dengan program latihan. Penyerahan bonus ini menjadi komitmen bersama pemerintah dan KONI Sumbar untuk memperkuat pembinaan prestasi menuju Porprov Sumbar 2026, agenda olahraga terbesar di provinsi tersebut. (*)