Zikrha Dwi Putri, Atlet Teqball Peraih Perak SEA Games 2025 Disambut di BIM

PADANG— Zikrha Dwi Putri, Peraih medali perak SEA Games 2025 Thailand dari nomor teqball single putri, disambut di Bandara Internasional Minangkabau, Selasa (16/12/2025). Begitu sampai di pintu kedatangan bandara, pahlawan Merah-Putih itu disambut pengalungan bunga oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar Mahdianur, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Plh Sekretaris KONI Sumbar Zaimul Bahri, Waketum Vi KONI Sumbar Revdi Iwan Syahputra. Turut juga dalam penyambutan Kabid Kesejahteraan Pelaku Olahraga Liswendi Kamar, Kabid Organisasi Syahindra Nurben, Kabid Humas Hendri Parjiga, Sekum Pengprov Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia ( POTSI)  Sumbar Peba Raski dan jajarannya, beserta keluarga Zikrha. Seperti dikutip fokussumbar.com, Zikrha meraih medali perak setelah tampil hingga partai final SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand, Jumat (13/12/2025). Pada laga puncak, atlet asal Kota Pariaman tersebut harus mengakui keunggulan atlet tuan rumah Jutatip Kuntatong, atlet peringkat satu dunia teqball saat ini. Meski gagal meraih emas, capaian tersebut dinilai sebagai prestasi membanggakan bagi Indonesia dan Sumatera Barat. Sebelumnya, Zikrha tampil impresif dengan menyingkirkan Nur Natasha Amyra (Malaysia) di semifinal serta Hsu Mon Aung (Myanmar) di perempat final. Kepala Dispora Sumbar Mahdianur yang tak bisa menyembunyikan rasa harunya menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi tersebut. “Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa dan patut kita banggakan. Ini bukan hanya keberhasilan pribadi Zikrha, tetapi juga menjadi bukti kebangkitan olahraga Sumatera Barat di level nasional dan internasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa atlet-atlet Sumbar mampu bersaing dengan atlet terbaik Asia Tenggara,” ujar Mahdianur. Mahdinur menambahkan, capaian ini tidak lepas dari kolaborasi dan sinergi yang baik antara Dispora Sumbar, KONI Sumbar, serta pengurus cabang olahraga. Ke depan, prestasi Zikrha harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet, sekaligus menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Sumbar agar terus berlatih dan berprestasi,” tambahnya. Hal senada, juga diungkapkan Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus. Menurut Hamdanus, prestasi Zikrha membuktikan atlet Sumatera Barat memiliki daya saing di tingkat Asia Tenggara. “Kami mengucapkan terima kasih karena telah mengharumkan nama daerah dan Indonesia,” kata Hamdanus. Hamdanus menekankan bahwa sudah seharusnya atlet berprestasi mendapat jaminan masa depan. “KONI Sumbar berkomitmen tidak hanya hadir saat atlet menang, tetapi juga memperjuangkan keberlanjutan karier dan kesejahteraan mereka. Atlet seperti Zikrha harus mendapat dukungan konkret melalui jalur prestasi, baik dalam pembinaan lanjutan maupun akses pengabdian kepada negara. Ini tanggung jawab moral kita bersama,” tegasnya. Di balik kesuksesannya itu, Zikrha Dwi Putri secara terbuka menyampaikan harapannya untuk mendapat dukungan menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri). “Cita-cita menjadi anggota Polri itu merupakan keinginan Zikrha sejak kecil. Saya berharap Dispora Sumbar dan KONI Sumbar bisa membantu memperjuangkan keinginan saya ini melalui jalur prestasi. Saya ingin tetap mengabdi untuk negara, baik melalui olahraga maupun melalui institusi Polri,” tegas Zikrha. Lalu, siapa Zikrha Dwi Putri? Ia lahir di Pariaman pada 23 Desember 2004. Zikrha merupakan mahasiswa tingkat akhir STIT Tarbiyah Syeh Burhanuddin Padang Pariaman, Program Studi Pendidikan PAUD. Anak kedua dari empat bersaudara pasangan M. Rodi dan Fitria Yenti ini sebelumnya merupakan atlet sepak takraw yang dibina melalui PPLP Sumbar sejak 2018, dan telah meraih sejumlah prestasi, mulai dari lokal, regional, nasional, hingga internasional. (ndri)

Waketum Bidang IT KONI Sumbar Jenguk Atlet Sepatu Roda Peraih Dua Emas yang Cedera Saat Kejurnas

PARIAMAN — Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang IT KONI Sumbar, Dolla Indra mengunjungi atlet sepatu roda Sumbar, Cory Daria yang sedang dirawat di RSUD M. Yamin Kota Pariaman pada Rabu (10/12/2025). Cory merupakan atlet binaan KONI Sumbar yang baru saja meraih dua medali emas pada ajang resmi Kejurnas PB Porserosi Piala Surono. Ia mengalami cedera saat berupaya menambah koleksi medali ketiganya dalam perlombaan tersebut. Dalam kunjungannya, Waketum Bidang IT KONI Sumbar menyampaikan dukungan dan doa agar Cory segera pulih dan dapat kembali berlatih. “Kami memberi semangat kepada Cory. Ia sudah tampil luar biasa dengan dua emas. Semoga segera pulih dan kembali mengharumkan nama Sumbar,” ujar Dolla. RSUD M. Yamin diketahui merupakan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Pihak rumah sakit saat ini terus memantau kondisi Cory dan memberikan penanganan medis yang diperlukan. Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian KONI Sumbar terhadap para atlet binaan, sekaligus apresiasi atas perjuangan Cory dalam membawa nama daerah di tingkat nasional. “Ini salah satu upaya kita memberikan perhatian lebih kepadz atlet, dukungan dari KONI Sumbar ini mampu menumbuhkan daya juang mereka,” tutup Dolla. (*)

Duka Sumatera Duka Kita: KONI Pusat Serukan Solidaritas Masyarakat Olahraga

Pray for Sumatera. (dok. istimewa)

JAKARTA – Bangsa Indonesia tengah dirundung duka akibat bencana yang menguji masyarakat Sumatera khususnya, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Berdasarkan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 3 Desember 2025, sebanyak 753 orang telah kehilangan nyawa, 630 masih hilang, 2.600 luka. Total korban terdampak sekitar 3,3 juta, terdiri dari 1,5 juta penduduk Aceh, 1,7 juta penduduk Sumatera Utara dan 141,8 ribu jiwa dari Sumatera Barat, yang tersebar pada 50 kabupaten/kota. Atas ujian berat yang menimpa, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyampaikan doa dan ingin duka Sumatera ini berlalu. “Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan rasa duka mendalam dan saya mendoakan agar kondisi yang diakibatkan bencana, semakin hari semakin baik, semoga Allah SWT memberikan perlindungan bagi korban yang selamat dan menerima korban meninggal dunia di tempat yang mulia,” kata Ketum KONI Pusat. “Secara khusus, saya berharap masyarakat olahraga mulai dari atlet, pelatih, ofisial dan pengurus KONI Provinsi, organisasi fungsional, KONI Kabupaten Kota, Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga, Pengurus Kabupaten/Kota hingga klub, yang terdampak bencana ini mendapatkan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini serta dapat tabah atas kehilangan yang terjadi,” sambungnya. Ketum KONI Pusat berharap juga agar jumlah korban tidak bertambah, disamping korban hilang berangsur ditemukan dengan kondisi sehat dan penanganan semakin baik. Tak hanya itu, Ketum KONI Pusat juga mengajak seluruh masyarakat olahraga turut mendoakan dan mendukung saudara-saudari sebangsa yang terkena bencana. “Saya mengajak seluruh masyarakat olahraga prestasi, baik KONI, cabang olahraga, organisasi fungsional di seluruh Indonesia mendukung saudara-saudari kita yang terkena bencana,” lanjutnya. “Semoga kita bisa segera kembali pulih dan membangun Indonesia, mengangkat harkat dan martabat bangsa melalui prestasi olahraga,” tambah Marciano. “Kita adalah Patriot Olahraga Prestasi Indonesia, kita adalah pejuang di masa damai, mari kita berjuang serta memberikan memotivasi agar bangkit dan pulih.” “Semoga kita bisa segera kembali pulih dan membangun Indonesia, mengangkat harkat dan martabat bangsa melalui prestasi olahraga,” tutup Marciano. (hms-age)

Motivasi Sekum KONI Sumbar Meledak di TMII, Tim KBI Sumbar Mengamuk dengan 15 Medali

Semangat para atlet makin berkobar saat Sekretaris Umum KONI Sumatera Barat, Anandya Dipo Pratama, hadir langsung di lokasi pertandingan untuk memberikan dorongan moral.

JAKARTA — Kontingen Kick Boxing Indonesia (KBI) Sumatera Barat tampil impresif pada Kejurnas KBI 2025 yang digelar 28 November hingga 3 Desember di GOR Padepokan Silat TMII, Jakarta. Menghadapi lebih dari 250 atlet dari 19 provinsi, tim Sumbar sukses mengoleksi 15 medali dengan rincian 4 emas, 4 perak, dan 7 perunggu. Penampilan gemilang ini semakin lengkap dengan kehadiran Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, yang datang langsung memberikan dukungan kepada para atlet. Kehadirannya di arena menjadi suntikan motivasi tambahan bagi tim yang tengah berjuang di berbagai nomor pertandingan. “Kalian sudah membuktikan bahwa kerja keras tidak mengkhianati hasil. Tetap fokus, junjung sportivitas, dan bertanding dengan penuh semangat. Sumatera Barat bangga,” ujar Anandya. Dukungan tersebut terasa signifikan, terutama saat sejumlah atlet Sumbar berhasil melaju ke babak final. Atmosfer positif dari tim dan ofisial membuat para atlet tampil lebih percaya diri menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah. Sumatera Barat menurunkan 18 atlet yang bertanding di berbagai kategori, mulai dari Tatami Junior, Point Fighting, hingga Ring Sport Senior. Mereka tampil di nomor seperti Kick Light, Light Contact, Point Fighting, Low Kick, Full Contact, hingga K1. Di bawah arahan pelatih kepala Firman Syafi’i bersama tim pelatih William Jalmav, Oka Aljes, dan Zelly Heriyanto, para atlet menunjukkan performa disiplin dan penuh determinasi. Manajer tim Fazril Ale juga memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi selama kejuaraan berlangsung. Firman Syafi’i mengaku bangga dengan perkembangan mental bertanding para atlet. “Mereka tampil lebih matang dan percaya diri. Dukungan langsung dari KONI Sumbar menjadi energi tambahan bagi tim,” ujarnya. Adapun empat medali emas diraih melalui nomor Light Contact dan Point Fighting, sementara medali lainnya diperoleh dari berbagai nomor yang menunjukkan kedalaman kekuatan tim Sumbar di cabang kickboxing. Lebih dari sekadar capaian medali, keberhasilan ini dinilai mencerminkan karakter atlet Sumatera Barat yang disiplin, tangguh, dan menjunjung tinggi sportivitas. “Kickboxing bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga integritas dan mental juang. Hasil ini menunjukkan bahwa pembinaan kita berada di jalur yang tepat,” tegas Anandya. Dengan torehan tersebut, Sumatera Barat kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan di kancah kickboxing nasional. Tim KBI Sumbar pun pulang tidak hanya membawa medali, tetapi juga semangat baru untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.

KONI Sumbar Gelar Lomba Desain Logo dan Maskot PORPROV XVI 2026

Padang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat resmi membuka Lomba Desain Logo dan Maskot Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVI Sumatera Barat 2026. Ajang kreatif untuk masyarakat umum ini menyediakan total hadiah Rp10 juta, dengan batas akhir pengiriman karya pada 10 Desember 2025. Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, mengatakan lomba ini menjadi ruang partisipasi publik untuk menyemarakkan PORPROV XVI yang akan digelar tahun 2026. “Kami ingin masyarakat ikut menjadi bagian dari sejarah PORPROV XVI. Logo dan maskot bukan hanya identitas visual, tetapi simbol semangat olahraga Sumatera Barat. Karena itu kami mengundang para desainer dan kreator untuk berkompetisi secara sehat dan kreatif, ” ujar Hamdanus. Lomba ini mengusung tema “Sumbar Hebat, Olahraga Juara”. Menurut Hamdanus, tema tersebut menggambarkan optimisme Sumatera Barat menatap kebangkitan prestasi olahraga daerah. “PORPROV XVI akan menjadi momentum meningkatkan prestasi dan memperkuat ekosistem olahraga di Sumatera Barat. Semangat itu harus tercermin dalam karya logo dan maskot tahun ini,” tambahnya. Terbuka untuk Semua, Peserta Boleh Kirim Lebih dari Satu Karya Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Waketum VII KONI Sumbar, Dolla Indra, menjelaskan bahwa lomba ini dibuka untuk masyarakat umum tanpa batasan latar belakang. “Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk siapa pun yang punya kreativitas. Peserta bahkan boleh mengirim lebih dari satu karya, asalkan orisinal dan menyertakan filosofi desainnya,” kata Dolla. Karya dikirim dalam format JPEG dan file asli (CDR/PSD atau link Canva/digital platform lainnya), diunggah ke Instagram dengan menandai akun @konisumbar_official, serta mengirim file ke email panitia: porprovsumbar2026@gmail.com dengan subjek nama peserta_lomba logo dan maskot. Waketum II Bidang Prestasi: Saatnya Kebangkitan Olahraga Sumbar Waketum II Bidang Prestasi KONI Sumbar yang juga Panitia Pengarah PORPROV XVI, Septri, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar lomba desain, tetapi bagian dari gerakan besar membangkitkan olahraga daerah. “Ini momentum kebangkitan olahraga Sumbar. Kami mengajak seluruh masyarakat berkolaborasi mengangkat marwah olahraga kita. PORPROV adalah instrumen pembinaan berkelanjutan, dari sinilah bibit-bibit unggul daerah muncul dan ditempa,” ujar Septri. Ia berharap antusiasme masyarakat dalam lomba desain ini menjadi awal keterlibatan publik yang lebih luas menjelang PORPROV XVI. “Kreativitas masyarakat adalah energi tambahan bagi kebangkitan prestasi olahraga Sumbar, ” tambahnya. Penutupan 10 Desember, Pengumuman 13 Desember 2025 Keputusan panitia bersifat final dan seluruh karya pemenang akan menjadi hak milik KONI Sumbar. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 13 Desember 2025.(*)

Bonus Rp9 Miliar untuk 266 Atlet dan Pelatih, Sumbar Siap Hadapi Porprov 2026

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyalurkan bonus senilai Rp9.015.650.000 kepada 266 atlet dan pelatih berprestasi yang meraih medali pada berbagai ajang olahraga nasional. Penyerahan berlangsung di Istana Gubernur, Minggu (16/11/2025). Bonus tersebut diberikan kepada para peraih medali di Porwanas Jatim 2022, Pra Popnas 2022 Jakarta, Popnas 2023 Palembang, Piala Soeratin U-17 Jatim 2024, hingga PON XXI Aceh–Sumut 2024. Data Dispora Sumbar menunjukkan, alokasi terbesar diperuntukkan bagi atlet dan pelatih PON XXI 2024, yakni Rp8.065.250.000 untuk 134 penerima. Berikutnya Pra Popnas 2022 sebesar Rp436.800.000, Popnas 2023 Rp404.600.000, Soeratin 2024 Rp94.000.000, dan Porwanas 2022 Rp15.000.000. Plt. Kepala Dispora Sumbar, Dedy Diantolani, menegaskan bahwa penyaluran bonus ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah sekaligus upaya memperkuat motivasi atlet dalam menghadapi agenda olahraga daerah berikutnya. “Penghargaan ini adalah komitmen pemerintah untuk mendukung pembinaan atlet. Ini juga bagian dari persiapan panjang menuju Porprov 2026,” ujarnya. Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menjelaskan bahwa bonus tersebut sudah ditransfer ke rekening masing-masing penerima. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan DPRD melalui perubahan anggaran 2025, serta memohon maaf atas keterlambatan pencairan. Mahyeldi menegaskan perhatian pemerintah terhadap sektor olahraga terus diperkuat menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar 2026. “Porprov 2026 harus dipersiapkan lebih baik. Saya minta seluruh Pengprov dan cabang olahraga kompak. Kalau cabor tidak kompak, kami akan menahan dana. Dukungan hanya bisa diberikan jika semuanya berjalan solid,” tegasnya. Mahyeldi juga menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai penggerak sektor lain, termasuk pariwisata. Ia mendorong Pengprov cabor menghadirkan lebih banyak kejuaraan nasional di Sumbar untuk meningkatkan perputaran ekonomi daerah. Selain fokus pada Porprov 2026, ia menegaskan Sumbar siap menjadi tuan rumah PON 2032. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumbar atas alokasi bonus bagi atlet dan pelatih. Ia menyebut dukungan tersebut sangat penting dalam menyongsong Porprov 2026. “KONI mendapat dukungan penuh pemerintah, terutama untuk persiapan Porprov 2026. Ini momentum konsolidasi dan percepatan pembinaan olahraga daerah,” kata Hamdanus. Ia menambahkan, KONI juga memperjuangkan kemudahan bagi para atlet, termasuk dispensasi bagi mahasiswa dan pelajar yang jadwal pendidikannya berbenturan dengan program latihan. Penyerahan bonus ini menjadi komitmen bersama pemerintah dan KONI Sumbar untuk memperkuat pembinaan prestasi menuju Porprov Sumbar 2026, agenda olahraga terbesar di provinsi tersebut. (*)

Sekum KONI Sumbar Dipo Turun ke Pelatnas! Dua Pegulat Sumbar Disuntik Motivasi dan Dukungan Nyata

Jakarta — Komitmen KONI Sumatera Barat terhadap atletnya kembali dibuktikan melalui langkah cepat Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, yang turun langsung ke pusat pelatihan nasional (Pelatnas) gulat di GOR Rawamangun, Jakarta, Selasa (11/11). Kehadiran Sekum Dipo menegaskan bahwa pembinaan atlet bukan sekadar program, tetapi juga kehadiran nyata di tengah proses latihan. Dalam pertemuan tersebut, Dipo bertemu dua pegulat andalan Sumbar: Yusma Deswita, yang tengah mempersiapkan diri tampil di Riyadh, Arab Saudi, serta Gilang Ilhaza, yang ditempa di Pelatnas menuju SEA Games 2025 di Thailand. Keduanya merupakan aset Sumbar yang sedang berjuang di level tertinggi nasional.   Konteks Yusma semakin penting karena Indonesia mengirim 39 atlet ke Riyadh untuk berlaga pada Islamic Solidarity Games (ISG) 2025—salah satu ajang multi-event terbesar dunia Islam. Tahun ini, Ibu Kota Riyadh menjadi tuan rumah ISG ke-6, dan akan diikuti lebih dari 3.000 atlet dari 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Cabang gulat menjadi salah satu nomor yang diikuti Indonesia, dengan kehadiran atlet-atlet yang kini ditempa di Pelatnas. Tidak sekadar hadir, Dipo membawa motivasi, uang konsumsi, serta dukungan pembinaan atas nama KONI Sumbar. Ia juga berdiskusi langsung dengan pelatih Pelatnas, Fajri, untuk memastikan progres latihan dan kebutuhan atlet Sumbar terpantau serta terpenuhi. “Kalian membawa nama Sumatera Barat. Kami bangga, dan kami hadir untuk memastikan dukungan bukan hanya kata-kata. Tetap fokus, tetap disiplin. Prestasi besar lahir dari proses dan kerja keras seperti ini,” ujar Dipo.   Pelatih Pelatnas Gulat, Fajri, mengapresiasi langkah KONI Sumbar. Menurutnya, dukungan langsung dari daerah berdampak positif bagi mental dan semangat atlet yang sedang mempersiapkan diri menghadapi ajang internasional. Kunjungan Sekum Dipo menjadi bukti bahwa KONI Sumbar ingin menghadirkan pola pembinaan yang kuat: hadir, peduli, dan menyokong atlet dari awal proses hingga meraih prestasi. Dengan komitmen seperti ini, Sumbar berharap makin banyak atlet yang mampu bersinar di panggung nasional maupun internasional. Pesan yang ditegaskan Dipo melalui kunjungan ini sangat jelas: Atlet Sumbar tidak berjuang sendirian — mereka membawa nama daerah, dan Sumatera Barat hadir penuh untuk mendukung mereka.(*)

Trio Pimpinan KONI Sumbar Serukan Semangat Kepahlawanan untuk Atlet dan Pembinaan Olahraga

Padang – Momentum Hari Pahlawan 10 November 2025 menjadi ruang refleksi bagi insan olahraga Sumatera Barat. Trio pimpinan KONI Sumbar—Ketua Hamdanus, Sekretaris Umum Anandya Dipo Pratama, dan Bendahara Umum Halim Fitra Setiawan—kompak menyerukan pentingnya nilai kepahlawanan sebagai energi baru dalam membangun prestasi dan memperkuat pembinaan olahraga di Ranah Minang. Ketua KONI Sumbar Hamdanus menegaskan bahwa makna kepahlawanan tidak hanya berkaitan dengan perjuangan masa kemerdekaan, tetapi juga relevan bagi atlet masa kini yang berjuang mengharumkan nama daerah. “Pahlawan hari ini adalah para atlet. Mereka berlatih dalam senyap, berjuang tanpa pamrih, dan mengangkat martabat Sumatera Barat di arena nasional. Itu adalah bentuk kepahlawanan yang nyata,” ungkap Hamdanus. Ia berharap agar nilai juang, disiplin, dan keikhlasan menjadi karakter utama atlet Sumbar dalam menghadapi berbagai agenda besar olahraga, termasuk Porprov dan persiapan menuju PON mendatang. Sementara itu, Sekum KONI Sumbar Anandya Dipo Pratama menyoroti peran pengurus yang turut memikul spirit kepahlawanan dalam bekerja di balik layar. “Setiap orang dalam ekosistem olahraga bisa menjadi pahlawan. Pengurus harus siap berkorban waktu, tenaga, dan pikiran agar pembinaan berjalan. Itu juga wujud kepahlawanan di era modern,” ujarnya. Dipo menekankan pentingnya kebersamaan dan soliditas dalam membangun olahraga Sumbar yang lebih maju. Bendahara Umum KONI Sumbar Halim Fitra Setiawan menambahkan bahwa integritas adalah salah satu nilai kepahlawanan paling penting dalam tata kelola organisasi. “Menjaga amanah adalah perjuangan. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan adalah cara kami memastikan setiap rupiah benar-benar kembali untuk pembinaan atlet,” tegas Halim. Menurutnya, kejujuran dan tanggung jawab adalah fondasi kemajuan olahraga yang kadang tidak terlihat, namun sangat menentukan. Ketiga pimpinan KONI Sumbar sepakat bahwa peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni, melainkan dorongan untuk memperkuat tekad menghadapi tantangan olahraga Sumbar yang semakin kompleks. Dengan semangat pengorbanan dan keikhlasan ala pahlawan, mereka optimistis bahwa prestasi Sumatera Barat dapat terus tumbuh dan kembali berkibar di tingkat nasional. “Jika spirit pahlawan hidup dalam diri kita—atlet, pelatih, pengurus, dan masyarakat—maka sebesar apa pun tantangan, olahraga Sumbar akan bangkit dan berjaya,” tutup Hamdanus.(*)  

KONI Sumbar Tinjau Stadion Sikabu: Pemanasan Awal Menuju Tuan Rumah PON 2032

Padang Pariaman, — Ketua KONI Sumatera Barat, Hamdanus, bersama jajaran tim melakukan peninjauan langsung ke Stadion Utama Sikabu di Padang Pariaman sebagai langkah awal memastikan kesiapan daerah bila Sumatera Barat ditetapkan sebagai tuan rumah PON 2032. Dalam kunjungan itu, Hamdanus didampingi Plt Ketua KONI Kabupaten Padang Pariaman, Zahirman, yang juga memaparkan kondisi terkini stadion dan kebutuhan pembangunan lanjutan. Cek Fasilitas dan Kebutuhan Penyempurnaan Tim mengevaluasi kondisi tribun, lapangan utama, akses jalan, serta area penunjang seperti drainase dan lahan parkir. Zahirman menegaskan bahwa Stadion Sikabu telah memasuki fase pembangunan signifikan, namun masih memerlukan penyelesaian struktur inti, perbaikan aksesibilitas, dan penguatan fasilitas pendukung agar memenuhi standar venue pertandingan multievent skala nasional. Momentum PON 2032 dan Tekanan Waktu KONI Pusat sebelumnya membuka peluang bagi provinsi yang ingin mengajukan diri sebagai tuan rumah PON 2032, dengan rentang persiapan ideal enam hingga tujuh tahun. Langkah inspeksi dini ini dinilai strategis untuk mempercepat penyusunan proposal kelayakan, penganggaran pembangunan, dan pemetaan kebutuhan cabang olahraga. Sejumlah provinsi lain juga tengah bergerak mempersiapkan diri untuk bidding PON 2032, sehingga kesiapan infrastruktur dan komitmen pemerintah daerah akan menjadi faktor penentu. Sumbar dipandang punya modal kuat bila pembangunan Stadion Sikabu dituntaskan dan arena pendukung di kabupaten/kota ikut disiapkan sejak sekarang. Selain venue, Hamdanus menegaskan pentingnya pembinaan atlet, pelatih, dan ofisial mulai 2025–2032. Sumbar harus tampil bukan hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga peserta yang kompetitif saat PON kembali digelar delapan tahun mendatang. Sumbar Serius, Tantangan Masih Panjang Kunjungan lapangan ini menjadi tanda nyata bahwa Sumbar ingin mengambil peran besar dalam PON 2032. Namun tantangannya masih besar: pembiayaan pembangunan, pembebasan lahan, penataan transportasi, serta sinkronisasi program antar kabupaten/kota. Kerja terukur selama beberapa tahun ke depan akan menjadi kunci apakah Sumbar siap melangkah sebagai tuan rumah pesta olahraga nasional tersebut.(*)

Trio Pimpinan KONI Sumbar ‘Sowan’ ke Kajati: Komitmen Bersihkan Tata Kelola Olahraga

Padang — Trio pimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar—Ketua Umum Hamdanus, Sekretaris Umum Anandya Dipo Pratama, dan Bendahara Umum Halim Fitra Setiawan—melakukan silaturahmi resmi ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat. Kedatangan mereka disambut langsung Kepala Kejati Sumbar, Muhibuddin. Pertemuan berlangsung santai namun bernuansa strategis. Dalam diskusi terbuka itu, KONI Sumbar dan Kejati menyentuh berbagai isu penting seputar pembangunan olahraga, tata kelola lembaga, serta komitmen bersama menjaga kepatuhan hukum. Hamdanus menegaskan bahwa KONI Sumbar tengah memperkuat sistem tata kelola yang bersih, transparan, dan berintegritas. “Olahraga harus dikelola dengan aturan yang jelas. Tidak boleh ada ruang penyimpangan. Prestasi itu lahir dari proses yang jujur dan tertib,” ujar Hamdanus. Kajati Sumbar Muhibuddin menyambut baik komitmen tersebut. Ia menegaskan bahwa Kejaksaan siap membuka ruang komunikasi seluas-luasnya untuk memastikan setiap program kerja KONI berjalan sesuai koridor hukum. “Kami mendukung semua langkah baik. Dunia olahraga harus menjadi contoh, bukan malah menimbulkan masalah hukum,” tegasnya. Sekum Anandya Dipo Pratama dan Bendum Halim Fitra Setiawan menambahkan pandangan terkait tantangan pembinaan atlet, pengelolaan anggaran, hingga pentingnya sinergi antarlembaga agar olahraga Sumbar lebih maju dan tertib. Silaturahmi ini menandai langkah awal sinergi strategis antara KONI dan Kejati. Keduanya sepakat bahwa pembinaan olahraga yang kuat harus berdiri di atas pondasi integritas dan kepatuhan pada regulasi. Dengan komitmen itu, Sumatera Barat diharapkan mampu melahirkan prestasi yang bersih, terukur, dan berkelanjutan.(*)

ALAMAT

Jl. Rasuna Said No.87, Rimbo Kaluang, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat

KONI SUMBAR

STRUKTUR KONI SUMBAR

KONI KABUPATEN / KOTA

PENGPROV

PRESTASI

RILIS MEDIA

© 2025 dikelola oleh bidang digitalisasi koni sumatera barat