Tantangan Konsep Tuan Rumah Bersama Porprov Sumbar 2026

konisumbar.or.id – Padang, Konsep tuan rumah bersama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI/2026 hadapi tantangan utama keterbatasan anggaran APBD daerah untuk venue, koordinasi lintas daerah, serta kesiapan berkas pengajuan administratif. Beberapa kabupaten/kota seperti Bukittinggi, Padangpanjang, Pariaman, dan Tanah Datar awalnya ragu ikut karena jadwal Juni-Juli 2026 tak terakomodir anggaran. Pengunduran jadwal ke Oktober 2026 beri ruang perubahan anggaran, tapi daerah pinggiran kesulitan infrastruktur venue dan logistik transportasi antar-lokasi, ditambah tekanan ekonomi pasca-bencana. KONI Sumbar dorong rapat koordinasi untuk finalisasi, meski berkas pengajuan calon tuan rumah masih belum lengkap. “Tekanan ekonomi menjadi tantangan besar bagi daerah-daerah untuk menjadi tuan rumah. Namun, konsep ini harus jalan demi pemerataan,” ujar Gubernur Mahyeldi Ansharullah. “Kami butuh surat resmi dari kepala daerah dan KONI setempat. Koordinasi intensif krusial agar transparan dan tepat sasaran anggaran,” tegas Ketua KONI Sumbar Hamdanus.
Daftar Tuan Rumah Cabor Porprov Sumbar 2026

Padang — KONI Sumatera Barat menetapkan konsep tuan rumah bersama untuk 48 cabang olahraga pada Porprov XVI/2026 yang akan berlangsung 2–14 Oktober 2026. Penentuan lokasi pertandingan dilakukan melalui rapat koordinasi dan proses verifikasi venue yang saat ini masih berjalan. Sejumlah daerah telah mengajukan diri sebagai tuan rumah. Kepulauan Mentawai mengusulkan lima cabang olahraga, yakni sepak takraw, tinju, panahan, kabaddi, dan catur. Sementara itu, Kota Sawahlunto mengajukan sepuluh cabang olahraga, antara lain panjat tebing, binaraga, angkat berat, balap motor, tenis lapangan, kempo, taekwondo, catur, biliar, dan bridge. Kota Solok juga menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah untuk cabang olahraga aerosport. Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyebut minat daerah cukup tinggi. Beberapa daerah lain seperti Pesisir Selatan dan Padang Pariaman juga ikut menyatakan kesiapan. “Kami sudah menginisiasi pertemuan dengan pengurus provinsi cabang olahraga untuk menetapkan lokasi pertandingan secara tepat,” ujarnya. Wakil Ketua KONI Sumbar, Septri, menegaskan bahwa proses verifikasi venue masih berlangsung. Menurutnya, konsep tuan rumah bersama menjadi strategi untuk mendorong pemerataan pembangunan olahraga di seluruh Sumatera Barat.
KONI Sumbar Tetapkan 48 Cabor Lolos Verifikasi Porprov XVI

konisumbar.or.id – Padang, KONI Sumbar menetapkan 48 cabang olahraga lolos verifikasi administrasi dan aktif secara legal untuk Porprov XVI Sumbar 2026 yang berlangsung 2-14 Oktober 2026. Daftar cabor ini disusun berdasarkan pendaftaran dari KONI kabupaten/kota dan akan dibahas secara final dalam rakornis pada 7 Maret 2026. Keputusan ini menjadi bagian persiapan matang KONI Sumbar pasca-terbitnya SK Gubernur Nomor 426-121-2026, mencakup cabang konvensional hingga modern seperti e-sport dan pickleball. Daftar lengkap 48 cabor meliputi sepak takraw, taekwondo, atletik, panahan, biliar, akuatik, catur, bola voli, tinju, pencak silat, tenis meja, angkat besi, karate, menembak, bulutangkis, kempo, sepak bola, futsal, angkat berat, dayung, panjat tebing, tarung derajat, tenis lapangan, bola basket, bridge, bola tangan, wushu, gulat, gimnastik, soft tenis, sepatu roda, hapkido, binaraga, arung jeram, aero sport, balap motor, pickleball, petanque, e-sport, judo, muaythai, mixed martial arts, kick boxing, dance sport, balap sepeda, cricket, sambo, gateball, dan woodball. “Sebanyak 48 cabang olahraga sudah terverifikasi dan aktif secara legal, ini akan kita bawa dalam rakornis bersama KONI kabupaten/kota dan pengprov peserta Porprov yang direncanakan Sabtu, 7 Maret 2026,” ujar Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar sekaligus Ketua Pelaksana Porprov XVI, Dr. Septri, di Padang, Sabtu (21/2/2026). “Tempat pelaksanaan rakornis akan kami informasikan kemudian, sinergi lintas daerah dan antar-cabor menjadi kunci sukses Porprov XVI,” tambahnya. Ia menegaskan, atlet peserta wajib WNI, berdomisili di Sumbar, dengan KTP elektronik paling lambat Juni 2025 atau dibuktikan KK/KIA bagi yang belum cukup umur. (r)
Gubernur Mahyeldi Ultimatum KONI Daerah Soal Porprov 2026

Padang — Mahyeldi Ansharullah menegaskan sikap tegas terhadap kesiapan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten/kota menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI tahun 2026. Dalam audiensi resmi di Istana Gubernur pada Senin (12 Januari 2026), ia mengultimatum bahwa pengurus KONI yang tidak siap dapat diganti. Dukungan Pemprov Sudah Jelas dan Terukur Gubernur menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menunjukkan komitmen nyata. Pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 miliar melalui APBD. Selain itu, dukungan administratif juga diperkuat dengan Surat Keputusan Gubernur yang diterbitkan pada 18 November 2025. Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua KONI Sumbar Hamdanus dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Mahdianur Musa, bersama jajaran terkait. Pertemuan ini membahas secara rinci kronologi dukungan pemerintah sejak rapat koordinasi Februari 2025, berlanjut September, hingga penetapan kebijakan pada November 2025. Tidak Ada Alasan Lagi Soal Anggaran Dalam forum itu, Gubernur secara tegas menyatakan bahwa persoalan anggaran tidak bisa lagi dijadikan alasan oleh daerah. Ia menilai seluruh tahapan dukungan telah diberikan secara berkelanjutan. “Dengan kronologis ini, tidak ada alasan lagi bagi KONI daerah mempermasalahkan anggaran atau kesiapan. Pemprov sudah jelas mendukung Porprov,” tegas Mahyeldi. Ancaman Tegas: Siap atau Diganti Gubernur juga menyoroti masih adanya daerah yang diragukan partisipasinya. Setidaknya tujuh daerah disebut belum menunjukkan kesiapan penuh, bahkan salah satunya memilih mundur karena keterbatasan anggaran. Menurutnya, ketidaksiapan tersebut mencerminkan lemahnya komunikasi antara pengurus KONI dengan kepala daerah masing-masing. “Kalau KONI tidak bisa mengatakan siap, berarti Ketua KONI-nya tidak betul dan tidak mampu mengomunikasikan dengan kepala daerah. Lebih baik ganti saja Ketua KONI-nya,” ujarnya dengan tegas. Porprov 2026 Momentum Kebangkitan Olahraga Sumbar Porprov XVI Sumatera Barat dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 dengan konsep tuan rumah bersama. Ajang ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga daerah setelah vakum cukup lama. Pemerintah Provinsi menargetkan seluruh kabupaten dan kota dapat berpartisipasi penuh, sehingga pelaksanaan Porprov berjalan sukses dan berdampak pada peningkatan prestasi atlet Sumatera Barat di tingkat nasional.
Porprov Sumbar 2026 Dorong Pembangunan Daerah

konisumbar.or.id – Padang, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI/2026 mendorong pembangunan infrastruktur olahraga dan pemerataan di berbagai kabupaten/kota sebagai tuan rumah bersama. Event ini memacu renovasi venue seperti lapangan paralayang, voli pantai, dan GOR, sekaligus investasi pembinaan atlet menuju PON 2028. Konsep tuan rumah bersama memastikan daerah pinggiran seperti Mentawai, Pessel, Pariaman, dan Sawahlunto mendapat alokasi anggaran APBD untuk fasilitas olahraga representatif, meningkatkan daya saing dan akses pelayanan publik. Porprov juga sejalan dengan RPJMD Sumbar 2025-2030 untuk pembangunan inklusif dan berkelanjutan pasca-bencana. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan, “Porprov bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum untuk mendorong pembangunan daerah, meningkatkan perputaran ekonomi lokal, serta memperkuat citra daerah.” Wakil Gubernur Vasko Ruseimy menambahkan, “Porprov harus dimaknai sebagai investasi pembinaan atlet. Seluruh daerah bertanggung jawab menyiapkan dukungan anggaran agar penyelenggaraannya berjalan sukses.”
SK Gubernur Terbit, Porprov XVI Sumbar 2026 Resmi Digelar 2 Oktober

konisumbar.or.id – Padang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar menyambut terbitnya SK Gubernur Sumbar Nomor 426-121-2026 tertanggal 23 Februari 2026 yang menetapkan penyelenggaraan Porprov XVI Sumbar dimulai 2 Oktober 2026 sebagai momentum kebangkitan olahraga Ranah Minang. SK ini menjadi dasar hukum resmi seluruh tahapan Porprov, mulai dari pembentukan kepanitiaan, penetapan tuan rumah, hingga penguatan pembinaan atlet di kabupaten dan kota. Dalam sepekan terakhir, KONI Sumbar mematangkan persiapan teknis melalui verifikasi 48 cabang olahraga yang akan tampil di Porprov XVI, sekaligus menggelar rapat koordinasi untuk membahas tuan rumah setelah Kota Padang menyatakan mundur dan 11 daerah lain menyatakan siap mengajukan diri. Agenda berikutnya adalah rakornis bersama KONI kabupaten/kota dan pengprov cabor pada 7 Maret 2026 untuk memfinalkan cabor, teknis pertandingan, serta mekanisme pelaksanaan berbasis sistem Satu Data Atlet. “Dengan SK Gubernur Nomor 426-121-2026 ini, dasar hukum penyelenggaraan sudah sangat kuat, ini menjadi momentum bagi seluruh insan olahraga untuk bersiap lebih maksimal, kami ingin Porprov XVI sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi,” ujar Ketua KONI Sumbar, Hamdanus. Ia menambahkan, kevakuman delapan tahun tanpa Porprov harus dijawab dengan konsolidasi serius di semua level agar atlet Sumbar kembali kompetitif di ajang Porwil dan PON. “Sebanyak 48 cabang olahraga sudah terverifikasi dan aktif secara legal, ini akan kita bawa dalam rakornis bersama KONI kabupaten/kota dan pengprov peserta Porprov yang direncanakan Sabtu, 7 Maret 2026,” ujar Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar sekaligus Ketua Pelaksana Porprov XVI, Dr. Septri, jelasnya. Ia menambahkan, rakor juga menegaskan komitmen dukungan anggaran APBD dan non-APBD serta pemanfaatan aplikasi Satu Data Atlet demi pelaksanaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, lanjutnya. (r)
Porprov Sumbar 2026 Dorong Pariwisata dan Sport Tourism

konisumbar.or.id – Padang, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI/2026 dengan konsep tuan rumah bersama berpotensi mempromosikan destinasi wisata di berbagai kabupaten/kota, termasuk Kepulauan Mentawai sebagai tuan rumah 5 cabang olahraga. Kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan suporter akan memperkenalkan potensi alam, budaya, serta sport tourism di Bumi Sikerei dan daerah lain. Porprov pada 2-14 Oktober 2026 ini memanfaatkan momentum untuk pemerataan pembangunan infrastruktur olahraga sekaligus wisata, seperti pantai dan lapangan di Mentawai, Pariaman, Sawahlunto, serta Tanah Datar. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menekankan event ini memperkuat citra Sumbar sebagai destinasi olahraga dan pariwisata, mendukung target 2 juta kunjungan wisatawan pada 2025. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan, “Mentawai memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya manusia, keindahan alam, maupun daya tarik wisata. Ini saatnya Mentawai unjuk gigi di level provinsi melalui penyelenggaraan cabang olahraga Porprov.” Ketua KONI Kepulauan Mentawai Ali Akbar menambahkan, “Ajang ini tidak hanya soal prestasi olahraga, tetapi juga sarana promosi alam, budaya, dan potensi daerah Kepulauan Mentawai.” (r)
Porprov Sumbar 2026 Dongkrak Ekonomi Daerah

konisumbar.or.id – Padang, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI/2026 berpotensi menggerakkan perekonomian daerah melalui lonjakan kunjungan atlet, ofisial, dan wisatawan yang memicu aktivitas hotel, restoran, transportasi, serta UMKM. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai event ini menciptakan efek berantai positif, terutama pasca-bencana alam. Porprov dengan konsep tuan rumah bersama di berbagai kabupaten/kota akan menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan pedagang makanan, penginapan, dan jasa pendukung, mirip dampak PON nasional yang menghasilkan multiplier effect miliaran rupiah. Pemprov Sumbar telah menganggarkan dana, sementara kabupaten/kota diminta ikut mendukung untuk maksimalkan manfaat ekonomi jangka pendek dan panjang. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyatakan, “Agenda Porprov ini juga bagian dari menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah-daerah. Dalam kondisi bencana, kita tetap harus bangkit, dan roda perekonomian harus terus bergerak.” Mahyeldi menambahkan, “Jika kita bisa mendatangkan event nasional atau bahkan internasional ke Sumbar, maka efek ekonominya akan sangat besar. Hotel, restoran, transportasi, dan UMKM akan ikut merasakan dampaknya.” (R)