KONI se-Sumbar Rapatkan Barisan Songsong Porprov XVI 2026

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM — KONI Sumatera Barat bersama KONI kabupaten dan kota memperkuat koordinasi menghadapi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026. Pertemuan digelar di Kantor KONI Sumbar, Senin (7/9/2026) malam. Rapat tersebut menjadi forum untuk menyamakan langkah antara KONI Sumbar, KONI daerah, serta Panitia Besar Porprov dalam memastikan persiapan berjalan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku. Ketua KONI Sumbar Hamdanus hadir bersama Ketua PB Porprov XVI Sumbar Editiawarman. Sejumlah pimpinan KONI kabupaten dan kota juga mengikuti pertemuan tersebut. Di antaranya Ketua KONI Kota Solok Rudi Horison, Ketua KONI Padang Pariaman Asmadi, Ketua KONI Sawahlunto Jhon Reflita, Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD, Ketua KONI Kabupaten Solok Doni Zulkifli, Ketua KONI Tanah Datar Novitra Kemala, Ketua KONI Pasaman SY Ade Herman, Karteker KONI Kabupaten Agam Syahindra Nurben, serta Ketua KONI Pasaman Barat Wahidul Basri. Pembagian Peran KONI dan Kepala Daerah Hamdanus mengatakan, pembahasan dalam rapat diarahkan pada pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam menyukseskan Porprov. Menurutnya, KONI memiliki tanggung jawab menyiapkan kontingen, mulai dari atlet hingga kelengkapan administrasi yang dibutuhkan. Sementara pemerintah daerah memiliki kewenangan terkait penjadwalan, percepatan dukungan anggaran bagi kontingen, serta kebutuhan daerah yang menjadi tuan rumah. Karena itu, koordinasi antara KONI dengan pemerintah daerah dinilai perlu terus diperkuat. Terlebih waktu pelaksanaan Porprov XVI semakin dekat. “Kita membahas apa yang menjadi domain KONI dan apa yang menjadi domain kepala daerah. KONI fokus pada persiapan kontingen, atlet dan administrasinya, sedangkan hal yang berkaitan dengan jadwal serta dukungan anggaran menjadi bagian pemerintah daerah,” kata Hamdanus. *Targetkan Porprov Berjalan Sesuai Regulasi* Dalam pertemuan itu, KONI Sumbar dan KONI kabupaten/kota juga menyepakati komitmen untuk menjalankan Porprov sesuai perencanaan yang telah ditetapkan pemerintah daerah dengan memperhitungkan waktu persiapan dan kesiapan administrasi keuangan. Hamdanus menegaskan, pelaksanaan Porprov tidak hanya mengejar sukses pertandingan. Aspek administrasi dan pengelolaan anggaran juga harus menjadi perhatian sejak tahap persiapan. “Bagaimanapun Porprov sudah absen delapan tahun. Karena itu, perencanaannya harus optimal dan pelaksanaannya terukur sesuai regulasi,” ujarnya. Ia berharap penyelenggaraan Porprov XVI nantinya dapat memenuhi tiga sasaran sekaligus, yakni sukses administrasi, sukses prestasi dan sukses pelaksanaan. Menurut Hamdanus, kehati-hatian dalam menjalankan setiap tahapan juga diperlukan agar penyelenggaraan pesta olahraga provinsi tersebut tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Konsolidasi Terus Dilakukan KONI Sumbar bersama KONI kabupaten dan kota akan melanjutkan konsolidasi internal maupun eksternal seiring semakin dekatnya jadwal Porprov XVI Sumbar 2026. Hamdanus juga mengajak seluruh pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan Porprov untuk memberikan dukungan agar seluruh persiapan dapat berjalan sesuai target. “Diharapkan semua pihak terkait dapat mendukung penyelenggaraan Porprov,” katanya. (*)
Si Rimau Curi Perhatian di CFD Padang, Gaungkan Porprov Sumbar yang Kembali Menggeliat

PADANG — Arena di kawasan Car Free Day (CFD) Padang, suasananya lebih semarak dari biasanya. Di tengah warga yang berolahraga, berjalan santai, dan menikmati pagi, muncul sosok harimau berbaju adat Minangkabau yang sontak mencuri perhatian. Dialah Si Rimau, maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Kehadiran Si Rimau bukan sekadar untuk menghibur warga. Maskot berbentuk Harimau Sumatera itu menjadi bagian dari sosialisasi untuk mengenalkan kembali Porprov kepada masyarakat setelah ajang olahraga terbesar di Ranah Minang tersebut sempat vakum sekitar delapan tahun. Minggu pagi (6/9/2026), Panitia Besar (PB) Porprov XVI Sumbar memperkenalkan Si Rimau kepada masyarakat yang memadati kawasan CFD Padang. Kegiatan diawali dengan senam bersama di depan Kantor Dispora/KONI Sumbar. Sejumlah pejabat dan pengurus olahraga daerah turut hadir, di antaranya Kepala Dispora Sumbar Tasriatul Fuadi dan Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus. Warga pun terlihat antusias mengikuti senam. Namun, perhatian semakin tertuju ketika Si Rimau tampil di tengah kerumunan. Usai senam, warga bergantian mengajak maskot tersebut berfoto. Anak-anak, remaja hingga orang dewasa ikut mengabadikan momen bersama Si Rimau. Tak sedikit pula warga yang kemudian memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya tentang Porprov. Pertanyaannya sederhana, tetapi menunjukkan rasa penasaran yang cukup besar: kapan Porprov dimulai, daerah mana saja yang menjadi tuan rumah, berapa cabang olahraga yang dipertandingkan hingga bagaimana mekanisme pelaksanaannya. Tim PB Porprov yang dikoordinir Ketua Seksi Acara, Silfi Fatayani, dengan ramah melayani berbagai pertanyaan tersebut. “Warga ternyata cukup antusias. Banyak yang bertanya karena sudah lama Porprov tidak digelar. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memberikan informasi langsung kepada masyarakat,” ujar Silfi. Kepala Dispora Sumbar Tasriatul Fuadi mengatakan sosialisasi melalui ruang publik seperti CFD penting agar Porprov tidak hanya dikenal oleh insan olahraga, tetapi juga masyarakat luas. “Porprov ini milik masyarakat Sumatera Barat. Karena itu, masyarakat perlu tahu dan ikut menyukseskannya,” katanya. Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus juga mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Porprov XVI. “Kita ingin Porprov kembali menjadi pesta olahraga yang dekat dengan masyarakat. Mari kita ramaikan dan dukung atlet-atlet Sumbar,” ujarnya. Bagi sebagian pengunjung CFD, kehadiran Si Rimau menjadi pengalaman yang menarik. “Awalnya saya kira ini hanya maskot biasa. Setelah tahu ini maskot Porprov, jadi penasaran juga kapan pertandingannya,” ujar salah seorang pengunjung CFD. Pengunjung lainnya mengaku senang karena Porprov kembali digelar setelah cukup lama tidak terdengar gaungnya. “Sudah lama tidak ada Porprov. Semoga pelaksanaannya meriah dan atlet-atlet kita bisa menunjukkan prestasi terbaik,” katanya. Bukan Sekadar Harimau Si Rimau memang dibuat agar mudah dikenali. Sosok Harimau Sumatera menjadi tokoh utama, dipadukan dengan busana tradisional Minangkabau lengkap dengan mahkota. Wakil Ketua II PB Porprov XVI sekaligus Waketum VII KONI Sumbar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi, Dolla Indra, mengatakan pemilihan Harimau Sumatera memiliki filosofi kuat. “Harimau Sumatera melambangkan kekuatan, keberanian, ketangguhan, kecepatan dan semangat juang. Itu adalah karakter yang juga harus dimiliki seorang atlet,” jelas Dolla. Ekspresi Si Rimau yang ceria dan dinamis juga menggambarkan sisi lain olahraga. Bahwa kompetisi bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga tentang kegembiraan, persahabatan dan semangat positif. Sementara busana adat Minangkabau yang dikenakan Si Rimau menjadi penegas identitas Sumatera Barat. “Busana tradisional Minangkabau menegaskan identitas budaya Sumbar. Jadi Porprov bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan budaya daerah,” katanya. Warna kuning dan oranye yang mendominasi kostum juga memiliki makna tersendiri. Kuning menggambarkan kejayaan dan optimisme, sedangkan oranye menyiratkan energi serta semangat untuk bertanding. Di tangan Si Rimau terdapat obor dengan api berwarna merah, kuning dan hitam. Obor tersebut menjadi simbol semangat kompetisi yang terus menyala, keberanian dan tekad untuk meraih prestasi. Pose Si Rimau yang melangkah ke depan pun bukan tanpa arti. “Gerakan melangkah maju menggambarkan progres dan kesiapan untuk bertanding. Gestur yang terbuka juga menyiratkan ajakan untuk bersatu dan menyambut seluruh kontingen kabupaten/kota se-Sumbar,” kata Dolla. Di bagian mahkota terdapat slogan “SUMBAR HEBAT – OLAHRAGA JUARA”. Slogan itu sekaligus menjadi pesan utama Porprov XVI Sumbar 2026: olahraga bukan sekadar pertandingan, tetapi juga ruang untuk membangun kebanggaan daerah. Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026, dengan mempertandingkan 53 cabang olahraga, diselenggarakan di 12 daerah, termasuk Kabupaten Kepulauan Mentawai serta melibatkan kabupaten/kota di Sumatera Barat, Setelah sekian lama menunggu, kini Porprov kembali hadir. Dan di CFD Padang pagi itu, Si Rimau menjadi salah satu cara paling sederhana untuk mengingatkan masyarakat: pesta olahraga Sumbar sudah semakin dekat.(*)
Bimtek Satu Data dan Sirimau Digelar, KONI Sumbar Siapkan Tata Kelola Olahraga Berbasis Digital

PADANG — KONI Sumatera Barat terus menggenjot digitalisasi olahraga dengan membangun Satu Data Olahraga dan memperkuat penggunaan aplikasi Sirimau. Sistem ini disiapkan untuk memperbaiki pendataan atlet sekaligus menopang pembinaan dan prestasi olahraga Sumbar. Penguatan sistem tersebut dibahas dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Satu Data dan Sirimau Porprov XVI Sumbar 2026 di Hotel Pangeran, Padang, Minggu (6/9/2026). Bimtek diikuti utusan Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga dan admin Si Rimau. Hadir Ketua Pelaksana Jasman Herry, Wakil Ketua Umum VII KONI Sumbar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi Dolla Indra, Ketua KONI SUmbar Hamdabus Kepala Dispora Sumbar Tasliatul Fuaddi. *Data Jadi Fondasi Pembinaan* Ketua Pelaksana Jasman Herry menilai pengelolaan olahraga tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan atlet. Data dan teknologi juga harus menjadi bagian dari sistem pembinaan. Ia mempertanyakan sejauh mana aktivitas olahraga selama ini terdokumentasi dan dipublikasikan dengan baik. “Olahraga itu tidak hanya lahir dari kemampuan olahraga, tapi juga tentang digitalisasi dan data. Yang jadi pertanyaan, apakah kegiatan olahraga ini terdokumentasikan dan terpublis dengan baik,” kata Jasman. Melalui Satu Data KONI Sumbar, informasi olahraga akan dihimpun lebih terstruktur. Sirimau juga memungkinkan profil dan perkembangan atlet diketahui secara lebih lengkap. “Di sini bisa diketahui apa pun tentang atlet melalui Sirimau. Mari kita bangun bersama Satu Data KONI Sumbar untuk meningkatkan prestasi olahraga Sumbar. Semoga tata kelola olahraga di Sumbar semakin modern,” ujarnya. Sumbar Disebut Jadi Role Model Nasional Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menyebut transformasi digital yang dilakukan Sumbar mendapat perhatian KONI Pusat. Ia mengatakan Sumbar menjadi daerah pertama yang diajak KONI Pusat melakukan kerja sama melalui MoU bidang digitalisasi. “Sumbar di bidang digitalisasi ini jadi role model nasional. Kita yang pertama kali diajak MoU oleh KONI Pusat,” kata Hamdanus. Hamdanus juga mengapresiasi dukungan Dispora Sumbar serta kehadiran para utusan Pengprov dalam Bimtek tersebut. Terkait dinamika persiapan Porprov XVI, ia meminta seluruh pihak tidak mudah terpancing berbagai informasi yang berkembang. “Untuk dinamika yang beredar sekarang, itu biasa. Kita harus bijak menyikapinya,” ujarnya. *Porprov Oktober, Persiapan Disebut 80 Persen> Kepala Dispora Sumbar Tasliatul Fuaddi menyatakan Pemprov Sumbar bersama KONI dan pemerintah kabupaten/kota terus menyelaraskan persiapan Porprov XVI Sumbar 2026. “Acara ini membuktikan sudah ada sinkronisasi antara KONI Sumbar dengan Pemprov dan Pemko/Pemkab untuk satu suara menyemarakkan Porprov XVI Sumbar 2026,” katanya. Tasliatul menyebut tingkat kesiapan Porprov telah mencapai sekitar 80 persen. Ia memastikan Pemprov Sumbar tetap mendukung pelaksanaan ajang tersebut pada Oktober 2026. “Kesiapannya sudah 80 persen. Saya akan melanjutkan dan menyukseskan iven ini. Sudah delapan tahun tak terlaksana,” ujarnya. Menurutnya, Porprov tidak hanya berkaitan dengan pembinaan atlet. Perhelatan tersebut juga berpotensi menggerakkan perekonomian daerah. &Anggaran Jangan Lagi Tersendat* Tasliatul meminta pemerintah kabupaten dan kota segera memastikan dukungan anggaran. Memasuki September, waktu persiapan semakin terbatas. “Untuk masalah anggaran, sekarang sudah September. Artinya, sudah mau ketuk palu. Untuk pemangku kebijakan di daerah, jangan tunda lagi, jangan patahkan semangat atlet yang sudah bersiap di Porprov tahun ini,” tegasnya. Ia juga meminta semua pihak memahami kondisi fiskal daerah akibat penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD). Meski demikian, Tasliatul menegaskan Pemprov Sumbar tetap mendukung pelaksanaan Porprov tahun ini. “Kami sangat mendukung Porprov Sumbar tahun ini di bulan Oktober. Jangan ada penundaan lagi,” katanya. *Si Rimau Harus Siap Saat Pertandingan* Dukungan terhadap digitalisasi olahraga, menurut Tasliatul, harus dibarengi kesiapan sumber daya manusia dan sistem yang andal. “Pemprov Sumbar sangat mendukung Bimtek ini guna peningkatan SDM pengurus olahraga di Sumbar dalam bidang digitalisasi ini. Kita butuh data yang cepat dan update,” ujarnya. Ia meminta pengelola Si Rimau menyiapkan mitigasi jika terjadi gangguan aplikasi ketika Porprov berlangsung. “Perlu juga dimitigasi gangguan terhadap aplikasi nantinya,” katanya. Tasliatul juga mengingatkan agar pelaksanaan pertandingan dijaga dari praktik pengaturan hasil. “Jangan sampai ada nanti pengaturan atau match fixing di Porprov kali ini,” tegasnya. Dengan penguatan Satu Data dan Sirimau, KONI Sumbar berharap pengelolaan olahraga bergerak menuju sistem yang lebih terukur dan transparan. Data atlet, cabor dan aktivitas pembinaan diharapkan tidak lagi tercecer, tetapi menjadi dasar dalam menentukan arah pembinaan dan peningkatan prestasi Sumbar. (*)
Jelang Porprov: KONI Sumbar Pacu Digitalisasi Admin Daerah, Percepatan Satu Data Jadi Fokus

PADANG — KONI Sumatera Barat mempercepat digitalisasi administrasi di 19 KONI kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya membangun satu data olahraga yang terintegrasi. Program tersebut dinilai akan memudahkan pemantauan data atlet dan pelatih secara lebih lengkap, mulai dari asal daerah, tempat latihan, rekam prestasi hingga informasi pendukung lainnya. Langkah itu mengemuka dalam kegiatan Bimtek Percepatan Digitalisasi Administrasi KONI Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat yang digelar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi KONI Sumbar di Daima Hotel Padang, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 19 admin KONI kabupaten/kota dan dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat, Tasriatul Fuadi. Hadir Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus bersama jajaran pengurus KONI Sumbar. Dispora: Data Manual Tak Lagi Relevan Tasriatul Fuadi mengapresiasi langkah KONI Sumbar yang mulai menerapkan sistem digital dalam pengelolaan administrasi dan data olahraga. Menurutnya, digitalisasi memberikan kemudahan untuk memperoleh gambaran perkembangan atlet dan pelatih secara detail. Data tidak hanya berkaitan dengan identitas, tetapi juga mencakup asal atlet, lokasi latihan, prestasi yang diraih serta berbagai informasi lainnya. “Melalui digitalisasi ini kita bisa melihat perkembangan atlet dan pelatih secara lengkap dan detail. Mulai dari asalnya, latihan di mana, prestasinya apa, sampai data-data lainnya. Semua bisa diketahui dalam satu sistem,” ujar Tasriatul. Ia menyebut era pengelolaan data secara manual sudah seharusnya ditinggalkan. Dalam pengelolaan olahraga yang semakin kompleks, ketersediaan data digital dibutuhkan agar informasi dapat diakses dengan cepat dan digunakan sebagai dasar perencanaan. “Sekarang bukan masanya lagi kita menggunakan data secara manual. Digitalisasi data sudah menjadi kebutuhan. Semua bisa dijangkau dengan lebih mudah,” katanya. Tasriatul juga berharap sistem tersebut dapat memperkecil perbedaan informasi antara KONI Sumbar dengan KONI kabupaten/kota. “Kalau datanya sudah terintegrasi dan dikelola secara digital, simpang siur data tidak akan ada lagi. Kita memiliki data yang sama dan bisa mengaksesnya sesuai kebutuhan,” tegasnya. Percepat Satu Data KONI Sumbar Wakil Ketua Umum KONI Sumbar Bidang Digitalisasi, Dolla Indra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari percepatan penerapan satu data KONI Sumbar. Menurutnya, keterlibatan admin dari seluruh KONI kabupaten/kota menjadi langkah awal untuk menyamakan pola pengelolaan data dan administrasi di tingkat daerah. “Diikuti 19 admin KONI daerah. Progres Porprov melalui percepatan satu data KONI Sumbar terus dilakukan,” ujar Dolla. Sistem tersebut diharapkan membuat proses penyampaian dan pembaruan data berlangsung lebih cepat. Data yang masuk dari kabupaten/kota juga dapat menjadi bahan bagi KONI Sumbar dalam memantau perkembangan pembinaan olahraga. Hamdanus: Digitalisasi Tak Bisa Ditunda Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus mengapresiasi kesiapan seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran 19 admin KONI daerah menunjukkan keseriusan jajaran KONI dalam mengikuti perubahan tata kelola organisasi. Menurut Hamdanus, perkembangan teknologi telah mengubah cara organisasi berkomunikasi dan bekerja. Karena itu, KONI juga harus mampu menyesuaikan diri. “Digitalisasi ini tidak bisa ditunda lagi. Ini tanda-tanda kemajuan dan keseriusan kita,” kata Hamdanus. Ia menilai sistem digital akan menjadi sarana komunikasi yang efektif untuk menghubungkan KONI Sumbar dengan seluruh KONI kabupaten/kota. “Komunikasi kekinian tentu dengan digitalisasi. Digitalisasi inilah yang bisa menjadi media terbaik,” ujarnya. Perkuat Persiapan Porprov XVI Di tengah pembenahan sistem administrasi, Hamdanus meminta seluruh KONI kabupaten/kota tetap fokus terhadap persiapan Porprov XVI Sumbar 2026. Porprov dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026. Sejumlah persiapan telah berjalan, termasuk pemasangan baliho dan latihan para atlet. Hamdanus juga meminta KONI kabupaten/kota terus mendorong percepatan evaluasi APBD di masing-masing daerah, terutama melalui koordinasi dengan bagian keuangan dan anggaran. Menurutnya, kesiapan anggaran menjadi salah satu faktor yang perlu segera dituntaskan agar pelaksanaan Porprov dapat berjalan sesuai rencana. *Sumbar Menuju Agenda Olahraga Lebih Besar* Hamdanus menyebut Porprov XVI menjadi salah satu bagian dari momentum kebangkitan olahraga Sumatera Barat. Setelah Porprov, Sumbar akan menghadapi sejumlah agenda olahraga nasional, seperti PON Beladiri, PON Pantai, PON Indoor dan PON Remaja. Sumatera Barat juga telah mendapat kepercayaan dari KONI Pusat menjadi tuan rumah Korwil Sumatera pada 2027. Di sisi lain, terdapat rencana penyelenggaraan Pekan Olahraga Negara Serumpun. Sejumlah cabang olahraga berpeluang dipertandingkan dalam agenda tersebut. Dengan rangkaian agenda itu, KONI Sumbar menilai pembenahan tata kelola dan basis data olahraga harus berjalan beriringan dengan peningkatan prestasi. Digitalisasi administrasi diharapkan tidak sekadar memindahkan data manual ke sistem elektronik, tetapi menjadi fondasi bagi pengelolaan olahraga Sumbar yang lebih tertib, cepat, terukur dan terintegrasi. (jiga)
Respons Cepat Aspirasi KONI Daerah, Hamdanus: Kawal Evaluasi APBD dan Kesiapan Porprov

PADANG — Ketua Umum KONI Sumatera Barat Hamdanus meminta proses evaluasi APBD Provinsi Sumbar segera dituntaskan. Langkah itu dinilai perlu agar dukungan anggaran untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026 memiliki kepastian dan seluruh tahapan dapat berjalan tanpa hambatan . Di tengah proses tersebut, Hamdanus memastikan roda persiapan Porprov tidak boleh berhenti. Panitia Besar (PB) Porprov diminta tetap bekerja sesuai tahapan yang telah disusun sambil mengikuti perkembangan kebijakan anggaran daerah. Hal itu ditegaskan Hamdanus setelah menerima tiga Ketua KONI kabupaten/kota di Padang, Jumat malam (4/9/2026). Mereka adalah Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon, Ketua KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai Alinurdin, dan Ketua KONI Pasaman SY Ade Herman. Pertemuan tersebut membahas kesiapan daerah menghadapi Porprov XVI yang saat ini dijadwalkan berlangsung pada 2-14 Oktober 2026. Aspirasi Daerah Jadi Perhatian Dalam pertemuan itu, sejumlah Ketua KONI daerah menyampaikan aspirasi terkait waktu pelaksanaan Porprov. Salah satu usulan yang muncul adalah menggeser jadwal pertandingan menjadi 1-14 Desember 2026. Namun, para pengurus KONI daerah juga meminta agar langkah persiapan tetap dilakukan sembari menunggu kepastian dari seluruh proses yang sedang berjalan. Hamdanus merespons aspirasi tersebut dengan meminta PB Porprov terus bekerja. Menurut dia, persiapan teknis, regulasi, koordinasi antarpihak hingga kebutuhan penyelenggaraan harus tetap dimatangkan. “Di antara kunci keberhasilan kita adalah merampungkan seluruh regulasi dan mengoptimalkan komunikasi dengan semua pihak terkait,” ujar Hamdanus. Sebagai penanggung jawab PB Porprov, Hamdanus juga telah menandatangani Technical Handbook (THB) untuk 53 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Tahapan berikutnya akan berlanjut melalui pelaksanaan Chef de Mission (CDM) pertama yang dijadwalkan digelar pekan depan. Hamdanus turut meminta KONI kabupaten/kota aktif mengikuti agenda yang telah disiapkan PB Porprov. Koordinasi dari tingkat provinsi hingga daerah dinilai dibutuhkan agar setiap persoalan dapat segera ditangani. Hamdanus: Kawal Evaluasi APBD Percepatan evaluasi APBD Provinsi menjadi perhatian Hamdanus karena berkaitan langsung dengan dukungan anggaran untuk penyelenggaraan Porprov. Untuk memastikan proses tersebut terus bergerak, Hamdanus melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak yang memiliki keterkaitan dengan pemerintahan daerah. Sabtu pagi (5/9/2026), ia berkoordinasi dengan Wakil Ketua Umum IV KONI Sumbar Reido Deskumar yang juga Staf Khusus Gubernur Sumbar. Sehari sebelumnya, Hamdanus juga berkomunikasi dengan Wakil Ketua Umum X KONI Sumbar Fikri Haldi, yang menjabat sebagai Staf Khusus Wakil Gubernur Sumbar. Koordinasi itu diarahkan untuk mendorong penyelesaian evaluasi APBD sehingga kebutuhan persiapan Porprov dapat memperoleh kepastian. Hamdanus berharap proses tersebut segera selesai sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan begitu, tahapan yang telah dirancang PB Porprov dapat dilaksanakan dengan lebih leluasa. “Kita mendorong semua pihak menjalankan tugas dan kewenangannya masing-masing secara cepat. Yang penting seluruh tahapan Porprov terus bergerak dan persiapannya semakin matang,” tegas Hamdanus. Ia mengajak seluruh KONI kabupaten/kota, PB Porprov, pemerintah daerah dan pihak terkait menjaga komunikasi. Menurutnya, kerja bersama diperlukan agar setiap kendala yang muncul tidak sampai mengganggu persiapan Porprov XVI Sumbar 2026. (*)
Gubernur Mahyeldi Lakukan Soft Launching, Porprov XVI Sumbar Digelar Sesuai Jadwal

PADANG – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026 dipastikan tetap berlangsung pada 2-14 Oktober 2026. Kepastian tersebut ditegaskan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat melakukan soft launching Porprov XVI di Istana Gubernur Sumbar, Kamis (27/8/2026). Soft launching tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, Ketua KONI Sumbar Hamdanus beserta jajaran, Kepala Dispora Sumbar Mahdianur Musa beserta jajaran, serta sejumlah pengurus KONI kabupaten/kota. Penegasan jadwal ini sekaligus menjawab dinamika terkait pelaksanaan Porprov XVI. Mahyeldi memastikan tidak ada penundaan dan seluruh pihak diminta segera mematangkan persiapan menghadapi pesta olahraga terbesar di Sumatera Barat tersebut. “Alhamdulillah dari rapat koordinasi terbatas yang dipimpin oleh Pak Wakil Gubernur tadi sampai sore ini disepakati kita melaksanakan Porprov pada 2-14 Oktober,” kata Mahyeldi. Ia menjelaskan, pembukaan Porprov XVI akan dilaksanakan pada 2 Oktober 2026 di Kota Solok, sedangkan acara penutupan dijadwalkan pada 14 Oktober 2026 di Kabupaten Padang Pariaman. Menurut Mahyeldi, Porprov tahun ini tidak boleh kembali diundur. Terlebih, KONI Sumbar bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan telah bekerja serius mempersiapkan pelaksanaan ajang tersebut. “Porprov 2026 tidak boleh diundur. KONI Sumbar periode saat ini sangat serius dan bersemangat mempersiapkan Porprov, meskipun persoalan anggaran di daerah menjadi dinamika yang terus mengemuka,” ujarnya. Gubernur juga meminta 12 kabupaten/kota yang menjadi tuan rumah maupun daerah peserta untuk segera mempersiapkan kebutuhan pelaksanaan, termasuk dukungan anggaran dan kesiapan kontingen. Ia menyebutkan, tahapan KUA-PPAS telah selesai dan APBD Perubahan ditargetkan rampung pada 30 September 2026. Karena itu, tidak ada alasan bagi daerah untuk tidak mempersiapkan diri mengikuti Porprov. “Kepada para kepala daerah silakan dipersiapkan anggarannya dan KONI daerah agar kreatif juga mempersiapkan atletnya. Kepada warga masyarakat juga mohon doa dan dukungannya agar kegiatan Porprov dalam perjalanannya berjalan lancar serta sukses,” ucap Mahyeldi. Khusus kepada para atlet, Mahyeldi meminta agar persiapan dilakukan secara maksimal. Menurutnya, prestasi di arena pertandingan sangat ditentukan oleh kesungguhan atlet dalam menjalani persiapan, menjaga fokus, dan tampil optimal saat bertanding. “Yang akan menentukan prestasi atlet tergantung dari persiapan maksimal mereka sendiri. Fokus dalam bertanding dan raihlah prestasi yang membanggakan,” pesannya. Lebih jauh, Mahyeldi menegaskan Porprov XVI bukan hanya menjadi ajang kompetisi antarkabupaten/kota, tetapi juga momentum penting bagi KONI Sumbar untuk memantau dan menjaring atlet-atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat Sumatera Barat pada PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTB-NTT). “Dengan prestasi yang mereka peroleh di Porprov, juga menjadi ajang bagi KONI Sumbar memantau atlet yang berpotensi meraih medali di PON 2028 mendatang di NTB-NTT serta membanggakan bagi Ranah Minang. Sumbar Hebat, Olahraga Juara,” pungkasnya. (*)
Mentawai Tegaskan Kesiapan Jadi Tuan Rumah Porprov Sumbar XVI 2026, Helat 5 Cabor

TUA PEJAT— Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai memastikan kesiapannya untuk menjadi salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI tahun 2026. Komitmen tersebut disampaikan Asisten III Pemkab Kepulauan Mentawai, Motisokhi Hura, saat Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) bersama KONI Sumatera Barat dan perwakilan lima cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Mentawai. Motisokhi mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk menunjang pelaksanaan pertandingan. Penganggaran tersebut akan dituangkan melalui APBD Perubahan (APBD-P) Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2026. Menurutnya, pembahasan APBD-P saat ini masih berjalan di DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai dan ditargetkan selesai pada pekan terakhir Agustus. Setelah itu, dokumen anggaran akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk proses evaluasi. “Kita berharap pada minggu pertama September APBD sudah disahkan dan proses pencairan dapat berjalan. Dengan begitu, persiapan di Mentawai, terutama dari sisi administrasi, sudah memiliki kepastian,” ujar Motisokhi. Ditambahkannya, Pemkab Mentawai berkomitmen menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menjadi tantangan dalam persiapan Porprov. Salah satu perhatian utama adalah persoalan transportasi mengingat karakteristik wilayah Mentawai sebagai daerah kepulauan. Motisokhi menilai, berbagai kendala tersebut dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat. “Walaupun masih ada kendala di sejumlah bagian, kami yakin persoalan tersebut dapat kita selesaikan bersama melalui koordinasi dan kebersamaan,” katanya. Sementara itu, Ketua KONI Sumbar Hamdanus mengapresiasi kesiapan Mentawai sebagai daerah terakhir yang melaksanakan Rakornis tuan rumah Porprov XVI. Ia menyebut, sebelum Mentawai, Rakornis serupa telah dilaksanakan bersama 11 kabupaten/kota lainnya. Dari hasil koordinasi tersebut, seluruh daerah menyatakan kesiapan untuk mendukung penyelenggaraan Porprov. “Sebelas kabupaten sudah menyelesaikan rakornis dan kesimpulannya seluruhnya menyatakan siap menjadi tuan rumah,” kata Hamdanus. Hamdanus menegaskan bahwa Porprov Sumbar XVI tetap akan digelar pada 2026 sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat. Menurutnya, kesiapan Mentawai menjadi tuan rumah patut diapresiasi, terlebih daerah tersebut secara konsisten menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan Porprov. Hamdanus menilai, kesediaan Mentawai menjadi tuan rumah memiliki arti penting karena sejumlah daerah di daratan masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam menyelenggarakan ajang olahraga terbesar di Sumatera Barat tersebut. “Ketika sejumlah daerah di daratan masih menghadapi kendala untuk menjadi tuan rumah, Mentawai justru menyatakan kesanggupan menyelenggarakan lima cabang olahraga. Ini tentu menjadi kebahagiaan bagi kita,” ujarnya. Ia berharap pelaksanaan pertandingan di Mentawai nantinya tidak hanya berjalan sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap prestasi olahraga dan tertib administrasi. “Mudah-mudahan Mentawai sukses sebagai tuan rumah, sukses prestasi, dan seluruh proses administrasinya juga berjalan lancar,” pungkas Hamdanus. (*)
KONI Sumbar Rilis Layanan Pengecekan Data Atlet dan Pelatih Secara Online

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat melalui Bidang Digitalisasi resmi merilis layanan pengecekan data atlet dan pelatih secara online. Layanan ini memungkinkan atlet dan pelatih melakukan pengecekan secara mandiri terhadap data yang telah dihimpun dalam program pendataan olahraga Sumatera Barat. Program pendataan atlet dan pelatih tersebut telah dimulai sejak 17 Juli 2026 dan hingga 11 Agustus 2026 masih terus berlangsung. Pendataan dilakukan dengan melibatkan KONI Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya membangun basis data olahraga yang terintegrasi dan akurat. Hingga berita ini diterbitkan, lebih dari 7.000 atlet telah masuk dalam sistem pendataan. Sementara itu, jumlah data pelatih yang telah dihimpun telah mencapai hampir 2.000 orang. Data tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar penting dalam proses pendaftaran atlet untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026. Atlet dan Pelatih Bisa Cek Data Secara Mandiri KONI Sumbar mengimbau seluruh atlet dan pelatih yang telah didata untuk melakukan pengecekan secara mandiri. Langkah ini penting untuk memastikan data yang tercatat dalam sistem sudah sesuai dan dapat segera diketahui apabila terdapat data yang belum masuk atau membutuhkan perbaikan. Pengecekan data dapat dilakukan melalui layanan online KONI Sumbar di: https://konisumbar.or.id/atlet/ Dengan layanan ini, atlet dan pelatih tidak perlu menunggu informasi secara manual dari masing-masing organisasi olahraga. Mereka dapat melakukan pengecekan langsung melalui sistem yang telah disediakan. Irwan Rusda: Data Harus Akurat dan Terverifikasi Kepala Bidang Digitalisasi KONI Sumbar, Irwan Rusda, mengatakan pendataan ini merupakan bagian dari proses membangun sistem data olahraga yang lebih tertib, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Pendataan ini bukan sekadar mengumpulkan jumlah atlet dan pelatih, tetapi bagaimana kita membangun database olahraga Sumatera Barat yang akurat dan terus diperbarui. Karena itu, kami mengajak atlet dan pelatih untuk ikut melakukan pengecekan terhadap data masing-masing,” ujar Irwan Rusda. Menurutnya, keterlibatan KONI Kabupaten/Kota sangat penting dalam proses tersebut. Data yang masuk akan terus dilakukan pengolahan dan verifikasi sehingga dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan administrasi dan penyelenggaraan olahraga di Sumatera Barat. “Kami masih membuka proses pendataan. Jika ada atlet atau pelatih yang merasa sudah didata tetapi belum menemukan datanya di sistem, silakan berkoordinasi dengan KONI Kabupaten/Kota atau pihak terkait agar dapat dilakukan pengecekan dan tindak lanjut,” tambahnya. Dolla Indra: Digitalisasi Menjadi Fondasi Tata Kelola Olahraga Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Sumbar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi, Dolla Indra, mengatakan digitalisasi merupakan bagian penting dalam pembenahan tata kelola olahraga di Sumatera Barat. Menurutnya, keberadaan database atlet dan pelatih yang terintegrasi akan memberikan manfaat tidak hanya untuk kebutuhan Porprov, tetapi juga untuk perencanaan pembinaan olahraga secara berkelanjutan. “Kita ingin olahraga Sumatera Barat ke depan memiliki data yang jelas. Siapa atletnya, siapa pelatihnya, dari cabang olahraga apa, berasal dari Kabupaten/Kota mana, semuanya harus tercatat dengan baik. Data menjadi fondasi dalam mengambil keputusan dan menyusun program pembinaan,” kata Dolla Indra. Ia menambahkan, proses digitalisasi yang dilakukan KONI Sumbar akan terus dikembangkan secara bertahap agar semakin memudahkan atlet, pelatih, KONI Kabupaten/Kota, dan organisasi cabang olahraga dalam mengakses serta memperbarui informasi. “Ini adalah bagian dari transformasi tata kelola olahraga Sumatera Barat. Kita tidak ingin digitalisasi hanya menjadi aplikasi, tetapi benar-benar menjadi sistem yang membantu pekerjaan organisasi dan memberikan kepastian data bagi atlet dan pelatih,” ujarnya. Pendataan Masih Terus Berlangsung KONI Sumbar menegaskan bahwa program pendataan atlet dan pelatih masih terus berlangsung. Oleh karena itu, atlet dan pelatih yang belum menemukan datanya di dalam sistem diharapkan tidak langsung menyimpulkan bahwa mereka tidak terdata. Proses pendataan melibatkan KONI Kabupaten/Kota dan terus dilakukan secara bertahap. KONI Sumbar juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memastikan data yang masuk benar, lengkap, dan dapat diverifikasi. Atlet dan pelatih dapat melakukan pengecekan data secara mandiri melalui: Layanan Pengecekan Data Atlet dan Pelatih KONI Sumbar https://konisumbar.or.id/atlet/ Langkah sederhana melakukan pengecekan data tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun Satu Data Olahraga Sumatera Barat, sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Porprov XVI Sumbar 2026 yang lebih tertib, transparan, dan berbasis data.
Pasbar Matangkan Persiapan Arung Jeram dan Grasstrack untuk Porprov XVI Sumbar 2026

PASAMAN BARAT – Persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 terus dimantapkan. Kali ini, KONI Sumbar menggelar Rakornis bersama KONI Kabupaten Pasaman Barat, Pengurus Provinsi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sumbar, dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumbar di Kompleks Peridon Siap Maju, Minggu (2/8/2026) malam. Rapat dibuka Ketua Organizing Committee (OC) Porprov XVI Sumbar, Dr. Septri, didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Digitalisasi KONI Sumbar, Dolla Indra. Agenda tersebut difokuskan untuk memastikan kesiapan Pasaman Barat sebagai tuan rumah cabang olahraga arung jeram dan grasstrack. Dalam arahannya, Septri menegaskan bahwa kesuksesan penyelenggaraan Porprov tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga kolaborasi yang kuat antara KONI Sumbar, KONI kabupaten/kota, serta pengurus cabang olahraga. “Seluruh tahapan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari kesiapan venue, jadwal pertandingan, perangkat pertandingan hingga pelayanan bagi atlet dan kontingen. Dengan kerja sama yang baik, kita optimistis Porprov dapat berlangsung sukses,” ujarnya. Rakornis juga membahas berbagai aspek teknis, seperti kesiapan arena pertandingan, penyusunan jadwal, kelengkapan perangkat pertandingan, hingga koordinasi kepanitiaan. Pasaman Barat dipercaya menjadi lokasi pertandingan dua cabang olahraga, yakni arung jeram dan grasstrack. Kedua cabor tersebut akan dipusatkan di kawasan Peridon Siap Maju yang memiliki sirkuit grasstrack bertaraf nasional serta lintasan arung jeram dengan karakter sungai yang memenuhi standar kompetisi. Ketua KONI Pasaman Barat, Wahidul Basri, menyampaikan komitmen daerahnya untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Porprov. Berbagai persiapan, mulai dari infrastruktur, sarana pendukung hingga pembentukan kepanitiaan, terus dimatangkan. “Kami ingin seluruh kontingen merasa nyaman selama berada di Pasaman Barat. Karena itu, semua kebutuhan penyelenggaraan akan kami siapkan sebaik mungkin agar pelaksanaan berlangsung aman, tertib, dan sukses,” katanya. Sementara itu, Ketua Pengprov FAJI Sumbar Rio Handevis serta Ketua Bidang Organisasi dan Olahraga yang juga Caretaker IMI Sumbar, Syofyan Masni, memastikan masing-masing cabang olahraga siap mendukung pelaksanaan pertandingan, termasuk penyediaan peralatan, perangkat pertandingan, serta penerapan regulasi sesuai standar nasional. Dari Rakornis tersebut disepakati sejumlah langkah lanjutan, antara lain verifikasi berkala terhadap kesiapan venue, evaluasi perkembangan persiapan setiap dua pekan, serta penyelarasan pedoman teknis penyelenggaraan di masing-masing cabang olahraga. (*)
Pariaman Mantapkan Kesiapan Tuan Rumah Tiga Cabor Porprov XVI Sumbar 2026

PARIAMAN – Pemerintah Kota Pariaman terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah pelaksanaan tiga cabang olahraga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) yang digelar di Balai Kota Pariaman, Senin (3/8/2026). Rakornis dipimpin Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi dan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Pariaman sekaligus Ketua Kontingen Porprov Kota Pariaman Afrizal A, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Hertati Taher, Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD. Kemudian Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Ketua Pelaksana Porprov XVI Sumbar Dr. Septri, Waketum VII Bidang Digitalisasi KONI Sumbar Dolla Indra, serta jajaran Pengurus Provinsi cabang olahraga sepatu roda, soft tenis, dan teqball. Pertemuan tersebut membahas kesiapan Kota Pariaman sebagai penyelenggara pertandingan sepatu roda, soft tenis, dan teqball. Seluruh venue direncanakan berada dalam satu kawasan agar koordinasi penyelenggaraan, pelayanan atlet, ofisial, serta mobilitas penonton menjadi lebih efektif. Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menuntaskan berbagai pembenahan fasilitas pertandingan, khususnya venue soft tenis dan arena sepatu roda. “Kami siap menjadi tuan rumah yang baik. Berbagai fasilitas akan terus dibenahi agar pelaksanaan pertandingan berjalan lancar dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta maupun penonton,” ujarnya. Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal A mengatakan daerahnya optimistis mampu menyukseskan pelaksanaan Porprov karena memiliki pengalaman menjadi penyelenggara berbagai kejuaraan olahraga berskala nasional, terutama cabang sepatu roda. Selain menyiapkan sarana pertandingan, Pemko Pariaman juga membentuk relawan untuk mendukung pelayanan selama kompetisi berlangsung. Di sisi lain, pembinaan atlet terus dilakukan meski keterbatasan anggaran membuat tidak semua cabang olahraga dapat diikuti kontingen Kota Pariaman. Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD menambahkan koordinasi teknis bersama panitia dan pengurus cabang olahraga terus berjalan. Sementara jumlah cabang olahraga yang akan diikuti kontingen masih menunggu kepastian alokasi anggaran daerah. Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus mengajak seluruh pemangku kepentingan mengedepankan semangat kebersamaan demi menyukseskan Porprov XVI Sumbar. “Porprov adalah pestanya atlet. Kini saatnya kita fokus menyukseskan pelaksanaan Porprov, bukan lagi memperdebatkan anggaran. Semua pihak sedang berupaya menyelamatkan pembinaan atlet dan tidak ada niat mempersulit cabang olahraga,” tegasnya. Hamdanus juga mengingatkan pentingnya penyusunan jadwal pertandingan secara cermat agar seluruh rangkaian lomba berjalan efektif. Sesuai agenda, soft tenis akan digelar pada 1–6 Oktober, teqball pada 4–8 Oktober, dan sepatu roda pada 9–14 Oktober 2026. Ketua Pelaksana Porprov XVI Sumbar Dr. Septri menyebut secara umum venue di Kota Pariaman telah memenuhi persyaratan penyelenggaraan. Namun, ia meminta pemerintah daerah segera membentuk panitia lokal, melengkapi administrasi kepanitiaan, serta memastikan kepengurusan cabang olahraga tetap aktif hingga pelaksanaan Porprov. Ia juga menegaskan bahwa upacara pembukaan Porprov XVI Sumbar hanya dilaksanakan satu kali dan direncanakan berlangsung di Kota Solok pada 2 Oktober 2026. “Daerah tetap dapat menggelar seremoni penyambutan kontingen sesuai kebutuhan masing-masing, tetapi pembukaan resmi Porprov hanya dilaksanakan di Kota Solok,” katanya. Sementara itu, Waketum Bidang Digitalisasi KONI Sumbar Dolla Indra meminta seluruh kabupaten dan kota menuntaskan pendataan atlet, ofisial, serta perangkat pendukung paling lambat 31 Agustus 2026 agar proses verifikasi tidak mengalami kendala. Dari masing-masing cabang olahraga, kesiapan pelaksanaan juga dipastikan terus dimatangkan. Ketua Harian Pengprov Perserosi Sumbar H. Arfan Rosyda bersama Sekretaris Asral Malvinas menyatakan seluruh persiapan cabang sepatu roda telah berjalan sesuai rencana. Pertandingan akan berlangsung di Arena Sepatu Roda Pantai Cermin dan diikuti 13 pengurus cabang kabupaten/kota. Pada cabang soft tenis, Ketua Pengprov Pesti Sumbar Prof. Damrah mengatakan pertandingan akan dipusatkan di kawasan Karan Aur. Hingga kini, 12 dari 16 pengurus cabang telah menyatakan kesiapan mengikuti Porprov, sedangkan empat daerah lainnya masih menunggu konfirmasi. Pengprov juga akan menggelar penyegaran wasit sebelum pertandingan yang berlangsung pada 1–6 Oktober. Adapun Sekretaris Pengprov Teqball Sumbar Peba Rasaki menyebut cabang teqball siap dipertandingkan pada 4–8 Oktober di kawasan Karan Aur dengan partisipasi 10 kabupaten dan kota. Rakornis turut mengevaluasi berbagai aspek pendukung penyelenggaraan, mulai dari kesiapan venue, akomodasi wasit, juri dan panitia, pelayanan tamu dan VIP, layanan kesehatan, pengamanan, kebersihan, honor panitia lokal, hingga penyelesaian administrasi tuan rumah sebagai bagian dari persiapan akhir menuju Porprov XVI Sumatera Barat 2026. (*)