Hamdanus Apresiasi ICF Gelar Porprov Mandiri, Ingatkan Pembinaan Atlet Jangan Terhenti

PADANG — Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, mengapresiasi Pengurus Provinsi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ICF) Sumbar yang mampu menggelar cabang olahraga (cabor) balap sepeda pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026 secara mandiri, tanpa bergantung pada kabupaten atau kota sebagai tuan rumah. Apresiasi tersebut disampaikan Hamdanus saat membuka pertandingan cabor balap sepeda Porprov, di Velodrom Rimbo Data, Kota Padang, Minggu (4/10/2026). Menurut Hamdanus, kemampuan ICF Sumbar menyelenggarakan pertandingan secara mandiri menjadi bukti bahwa pembinaan dan pengelolaan cabor dapat terus berjalan dengan memaksimalkan potensi serta aset yang dimiliki. Ia juga menegaskan, pelaksanaan Porprov bukanlah akhir dari proses pembinaan atlet. Sebaliknya, ajang olahraga tingkat provinsi tersebut harus menjadi pijakan untuk mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi yang lebih besar. Hamdanus memastikan Porprov XVI Sumbar kembali digelar pada 2028. Karena itu, ia meminta ICF Sumbar terus mengawal aset, menjaga keberlangsungan pembinaan, serta memastikan para atlet tetap menjalani latihan secara rutin setelah Porprov berakhir. “Jangan sampai setelah Porprov selesai, pembinaan ikut berhenti dan atlet tidak lagi berlatih. Setelah Porprov, masih ada agenda yang lebih besar, seperti Kejurnas, Pra-PON, hingga PON NTB-NTT 2028,” tegasnya. Menurut Hamdanus, kesinambungan program latihan menjadi kunci agar atlet balap sepeda Sumbar mampu meningkatkan kemampuan dan bersaing dengan pebalap dari provinsi lain. Sementara itu, Sekretaris Umum ICF Sumbar, Budi Azwar, menyebut cabang balap sepeda memiliki peluang untuk menyumbangkan prestasi bagi Sumatera Barat pada PON NTB-NTT 2028. Budi mengungkapkan, saat ini sedikitnya lima pebalap Sumbar dinilai memiliki potensi untuk bersaing memperebutkan podium pada pesta olahraga nasional tersebut. Potensi itu, menurutnya, perlu didukung pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas latihan, serta kesempatan bertanding dalam berbagai kejuaraan sebagai bagian dari persiapan menuju PON. Pelaksanaan cabor balap sepeda Porprov XVI Sumbar 2026 memasuki hari kedua pada Minggu (4/10/2026). Pada hari pertama, Sabtu (3/10/2026), dua nomor final putra dan putri telah diselesaikan. Pada hari kedua, panitia menjadwalkan tiga nomor final. Pertandingan balap sepeda, lanjut Budi, tersebar di sejumlah lokasi, yakni nomor sepeda gunung gunung di kawasan Kampus Universitas Andalas (Unand), nomor track di Velodrom Rimbo Data, Kota Padang, serta nomor road race di Kota Solok. Secara keseluruhan, terdapat 21 nomor yang dipertandingkan dalam cabor balap sepeda Porprov XVI Sumbar 2026. Dengan target prestasi menuju PON 2028, Porprov diharapkan menjadi momentum penting bagi ICF Sumbar untuk memetakan kekuatan atlet, mengevaluasi hasil pembinaan, sekaligus mempersiapkan pebalap terbaik Sumatera Barat menghadapi persaingan di tingkat nasional. (*)  

Pembalap Padang dan Bukittinggi Berbagi Emas Cabang Balap Sepeda Porprov XVI Sumbar 2026

PADANG— Pebalap Kota Padang, Rasjid Sharoni, dan Railatul Khaira dari Kota Bukittinggi berbagi medali emas pada nomor sprint cabang olahraga balap sepeda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026, Sabtu (3/10/2026). Pertandingan yang berlangsung di Velodrome Rimbo Data tersebut mempertandingkan nomor sprint putra dan putri dengan jarak tiga lap. Sekretaris Umum Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ICF) Sumatera Barat, Budi Azwar, mengatakan pertandingan balap sepeda Porprov XVI Sumbar berlangsung dengan mempertandingkan sejumlah nomor yang menjadi bagian dari rangkaian kompetisi. Menurutnya, pelaksanaan pertandingan ini menjadi bagian penting dalam memberikan kesempatan kepada para atlet dari kabupaten dan kota untuk menunjukkan kemampuan serta bersaing memperebutkan medali. Pada nomor sprint putra, Rasjid Sharoni tampil sebagai juara setelah memenangi dua race final perebutan medali emas melawan Farel Defernando dari Kota Payakumbuh. Rasjid mencatat waktu 13,302 detik pada race pertama dan 13,119 detik pada race kedua. Farel Defernando harus puas dengan medali perak setelah mencatat waktu 13,324 detik pada race pertama dan 13,392 detik pada race kedua. Sementara itu, medali perunggu menjadi milik Fernando Ibrahim, juga dari Kota Payakumbuh. Ia memenangi dua race perebutan tempat ketiga melawan Pramadipta Kenzie Evrado dari Kabupaten Tanah Datar. Pada nomor putri, Railatul Khaira dari Kota Bukittinggi berhasil meraih medali emas setelah mengungguli Rahmi Putri Yeli dari Kota Solok dalam dua race final perebutan juara pertama. Railatul mencatat waktu 14,924 detik pada race pertama dan 16,814 detik pada race kedua. Sementara itu, Rahmi Putri Yeli meraih medali perak dengan catatan waktu masing-masing 16,447 detik dan 18,341 detik. Medali perunggu nomor putri diraih Siska Helmiranita dari Kota Padang setelah memenangi dua race perebutan posisi ketiga melawan rekan sekotanya, Kayla Zita Putri. Hasil pertandingan nomor sprint tersebut menempatkan atlet Kota Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Solok sebagai peraih medali. Rangkaian pertandingan balap sepeda Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung pada 3–11 Oktober 2026, dengan Velodrome Rimbo Data menjadi salah satu lokasi pertandingan. (*)

Setelah Terhenti Delapan Tahun, Porprov XVI Sumbar Kembali Ditabuh Malam Ini

PADANG — Setelah delapan tahun tidak terselenggara, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat kembali hadir. Pembukaan Porprov XVI dijadwalkan berlangsung di halaman Istana Gubernur Sumbar, Jumat (2/10/2026) malam, dengan melibatkan kontingen dari 19 kabupaten dan kota. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi bersama perwakilan KONI Pusat dijadwalkan membuka ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Mengusung tema “Sumbar Hebat, Olahraga Juara!”, seremoni pembukaan diarahkan menjadi ajang pemersatu insan olahraga sekaligus penanda dimulainya kembali kompetisi antardaerah yang terakhir digelar pada 2018. Pembukaan dirancang dengan rangkaian acara yang sederhana, tetapi memiliki makna bagi perjalanan olahraga Sumatera Barat. Kerinduan atlet untuk kembali berkompetisi di tingkat provinsi menjadi salah satu semangat yang menyertai penyelenggaraan Porprov kali ini. Rangkaian pembukaan akan diisi defile kontingen, pengibaran bendera, penyerahan piala bergilir, serta penyalaan api Porprov. Barisan atlet dan ofisial dari seluruh kabupaten dan kota dijadwalkan memasuki lokasi acara dengan iringan marching band. Penyalaan api menjadi salah satu momen utama dalam seremoni tersebut. Prosesi ini akan melibatkan atlet berprestasi, dilanjutkan penabuhan gandang tasa oleh unsur Forkopimda bersama pimpinan KONI sebagai penanda dimulainya pesta olahraga Sumbar. Berdasarkan undangan resmi Nomor 047/U/K-SB/PB.PORPROV/IX/2026 yang ditandatangani Ketua PB Porprov XVI Sumbar Editiawarman dan Sekretaris Zulfadhli Muchtar, sejumlah agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara pembukaan. Kehadiran 19 kontingen bukan sekadar memenuhi barisan upacara. Mereka membawa nama daerah masing-masing sekaligus harapan untuk menunjukkan hasil pembinaan atlet melalui persaingan yang sportif. Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menyampaikan bahwa persiapan pembukaan telah dilakukan, mencakup kesiapan kontingen, perlengkapan, pertandingan, hingga pelaksanaan seremoni. Menurut Hamdanus, rangkaian menuju pembukaan juga telah melewati tahapan kirab api yang dimulai dari Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, kemudian melintasi Padang Pariaman sebelum tiba di Kota Padang. “Secara umum kita sudah siap untuk pembukaan besok malam. Satu tahapan jelang pembukaan telah dilalui, yakni Kirab Api Porprov dari Nagari Pariangan. Kemudian semalam Padang Pariaman dan saat ini Api Porprov sudah di Padang,” ujar Hamdanus saat didampingi Ketua PB Porprov Editiawarman. Perjalanan api tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan Porprov XVI sekaligus menghubungkan daerah-daerah yang terlibat dalam penyelenggaraan pesta olahraga ini. Berdasarkan data pendaftaran melalui aplikasi Sirimau KONI Sumbar, Porprov XVI 2026 diikuti 19 kontingen kabupaten/kota pada 53 cabor. Total terdapat 8.794 atlet yang terdaftar. Selain itu, tercatat 22.670 pendaftaran nomor pertandingan, dengan 8.072 nomor yang diikuti, serta melibatkan 2.255 ofisial. Penyelenggaraan Porprov XVI tersebar pada 12 kabupaten/ kota se-Sumatera Barat sebagai tuan rumah bersama. Momentum Merajut Kembali Kebersamaan Olahraga Kembalinya Porprov setelah jeda delapan tahun membuka kesempatan bagi atlet untuk menguji kemampuan melalui kompetisi resmi di tingkat provinsi. Ajang ini juga menjadi ruang evaluasi bagi pembinaan olahraga di kabupaten dan kota. Di balik persaingan meraih medali, Porprov membawa harapan agar hubungan antaratlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, dan pemerintah daerah semakin erat. Semangat kebersamaan diharapkan tetap terjaga sepanjang pertandingan berlangsung. Pembukaan di Istana Gubernur menjadi awal dari perjalanan Porprov XVI Sumbar 2026. Setelah sekian lama menunggu, insan olahraga Ranah Minang kembali memiliki panggung bersama untuk bertanding, menjalin persaudaraan, dan memperjuangkan prestasi daerah masing-masing. (*)

Dari Pariangan ke Padang, Api Porprov XVI Bawa Semangat 19 Kabupaten/Kota

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM — Perjalanan menuju pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 memasuki tahap seremoni. Api Porprov akan dijemput dari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, kemudian diarak menuju Kota Padang. Panitia Besar (PB) Porprov XVI Sumbar telah membentuk Tim Kirab Api untuk memastikan rangkaian tersebut berjalan sesuai agenda. Penetapan tim dituangkan dalam Surat Tugas Nomor 02/ST/K-SB/PB.PORPROV/IX/2026 yang diteken Ketua PB Porprov XVI Sumbar Editiawarman, S.Pd., M.M., pada 28 September 2026. Tim mulai menjalankan tugas sejak 29 September hingga 1 Oktober 2026. Pengambilan api dijadwalkan berlangsung di Pariangan pada Rabu, 30 September. Api Berangkat dari Tanah Datar Setelah prosesi pengambilan, api akan dibawa meninggalkan Tanah Datar menuju Padang Pariaman. Rombongan dijadwalkan berangkat sekitar pukul 14.00 WIB dan diperkirakan tiba sekitar pukul 16.00 WIB. Api kemudian diinapkan semalam di Padang Pariaman. Perjalanan dilanjutkan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Sekitar pukul 08.00 WIB, dilakukan serah terima api kepada tim PB Porprov untuk diteruskan menuju Kota Padang. Rombongan kemudian bergerak menuju pintu tol Kota Padang. Setibanya di Padang, sekitar pukul 10.00 WIB, api diserahkan kepada Wali Kota Padang. Api selanjutnya diinapkan di Kota Padang sebelum memasuki tahapan akhir kirab. Puncak prosesi dijadwalkan pada Jumat, 2 Oktober 2026. Sekitar pukul 20.00 WIB, api akan diserahkan kembali dari Wali Kota Padang kepada tim PB Porprov untuk dibawa ke lokasi pembukaan dan dinyalakan dalam seremoni Porprov XVI. *Hamdanus: Api Menyatukan 19 Daerah* Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus memaknai kirab tersebut lebih dari sekadar rangkaian seremoni pembukaan. Menurutnya, api Porprov menjadi gambaran semangat olahraga Sumatera Barat yang kembali dinyalakan setelah penyelenggaraan Porprov terakhir pada 2018. “Api Porprov ini ibaratnya sudah berusia delapan tahun. Hari ini kita datang untuk menjemput api tersebut, kemudian membawanya dan menyalakannya kembali sebagai simbol semangat,” kata Hamdanus. Ia berharap perjalanan api dari Tanah Datar hingga Padang membawa energi baru bagi olahraga Sumatera Barat. Hamdanus juga mengaitkan api Porprov dengan keberadaan 19 kabupaten dan kota yang akan ambil bagian dalam pesta olahraga tersebut. “Api ini adalah api yang mempersatukan 19 kabupaten dan kota. Kita ingin api ini kita jaga, jangan sampai padam. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk perjalanan olahraga Sumatera Barat ke depan,” ujarnya. *Tim Kirab Disiapkan* PB Porprov XVI telah membagi personel kirab ke sejumlah tugas. Tim Pelaksana terdiri dari Silfi Fatayani, M.Psi., Drs. Fazril Ale, Daffa Gani Nibraska, Irma Tati, Dian Marvian TH Hamid, Agusmanto dan Roy Irnawan. Untuk tugas penjaga obor ditunjuk Prima dan Imam. Sementara atlet pendamping terdiri dari Rori Satria, Hamdan Sayuti, Lidya Dwita, Anjelina Eka Putri, Andrizal Kurniawan dan Anthony. PB Porprov juga menunjuk Farel Faradesh dan Ardhani sebagai pemakai maskot. Dokumentasi dipercayakan kepada Syahdan Raffi. Editiawarman meminta seluruh personel menjalankan tugas sesuai pembagian dan membangun koordinasi dengan pihak terkait selama rangkaian kirab berlangsung. “Kita berharap seluruh rangkaian acara kirab api dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” demikian arahan dalam surat tugas tersebut. Bagi KONI Sumbar, perjalanan api dari Pariangan menuju Padang menjadi bagian dari pesan yang hendak dibawa dalam Porprov XVI. Bukan hanya tentang dimulainya pertandingan, tetapi juga tentang persatuan dan semangat untuk menggerakkan kembali prestasi olahraga Sumatera Barat. Semangat itu akan mencapai puncaknya saat api Porprov dinyalakan pada seremoni pembukaan di Kota Padang, Jumat malam, 2 Oktober 2026. (*)

Ribuan Atlet Sumbar Terdaftar di Sirimau, 9 Kontingen Siap Hadapi Porprov XVI

PADANG— Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 memasuki tahapan penting. Hingga Sabtu (26/9/2026) dini hari, data Sistem Informasi Porprov Sumbar (Sirimau) mencatat sembilan kontingen kabupaten/kota telah terdaftar untuk mengikuti ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Berdasarkan pembaruan data Sirimau per 26 September 2026 pukul 00.10 WIB, Porprov XVI dijadwalkan mempertandingkan 53 cabang olahraga (cabor). Ribuan atlet telah masuk dalam sistem dan didaftarkan pada berbagai nomor pertandingan. Ketua Panitia Besar (PB) Porprov XVI Sumbar, Editiawarman, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan proses persiapan kontingen daerah terus bergerak menjelang pelaksanaan pertandingan. “Alhamdulillah, per hari ini data Sirimau menunjukkan ribuan atlet dari seluruh kontingen sudah mendaftarkan diri untuk ikut di nomor-nomor pertandingan,” ujar Editiawarman melalui rilis Humas KONI Sumbar, Sabtu (26/9/2026) dini hari. Padang Catat 1.061 Atlet Data Sirimau memperlihatkan Kota Padang menjadi kontingen dengan jumlah pendaftaran atlet terbanyak. Tercatat 1.061 atlet telah masuk dalam sistem dengan 3.674 pendaftaran nomor pertandingan. Setelah Padang, Kota Solok dan Kabupaten Pasaman Barat tercatat sebagai daerah dengan jumlah pendaftaran atlet yang juga cukup besar. Editiawarman menjelaskan, data jumlah atlet dan jumlah pendaftaran nomor pertandingan tidak dapat dibaca sebagai angka yang sama. Sebab, seorang atlet dapat didaftarkan pada lebih dari satu nomor pertandingan. “Pendaftaran nomor itu adalah jumlah keikutsertaan atlet di setiap nomor. Jadi satu atlet bisa ikut dua sampai tiga nomor, makanya angkanya besar,” katanya. Perbedaan angka tersebut menjadi hal yang wajar dalam sistem pendaftaran karena setiap atlet dapat mengikuti beberapa nomor sesuai ketentuan cabang olahraga yang diikutinya. Hampir Seluruh Kontingen Ikuti Cabor yang Dipertandingkan Dari sisi partisipasi cabang olahraga, data Sirimau menunjukkan hampir seluruh kontingen mengambil bagian pada cabor yang dipertandingkan. Sejumlah cabor dengan jumlah peserta kontingen yang tinggi antara lain atletik, renang, pencak silat dan sepak bola. Keikutsertaan pada berbagai cabor tersebut memperlihatkan bahwa persiapan daerah tidak hanya terfokus pada satu atau dua cabang olahraga. Dengan sembilan kontingen yang telah terdata dan 53 cabor dalam agenda pertandingan, proses pendaftaran melalui Sirimau menjadi salah satu indikator kesiapan teknis menuju pelaksanaan Porprov XVI. Bagi atlet, tahapan administrasi ini menjadi bagian dari perjalanan menuju arena. Setelah melewati proses latihan dan seleksi di daerah masing-masing, nama mereka kini tercatat dalam sistem sebagai bagian dari kontingen yang akan bertanding membawa nama kabupaten/kota. Persiapan Memasuki Tahap Akhir Pendaftaran kontingen sebelumnya mengalami perpanjangan waktu. Batas pendaftaran yang semula ditetapkan Kamis (24/9/2026) pukul 23.59 WIB diperpanjang hingga Jumat (25/9/2026) pukul 23.59 WIB. Perpanjangan tersebut memberikan kesempatan kepada kontingen untuk menyelesaikan proses administrasi dan memastikan data atlet serta nomor pertandingan masuk ke dalam sistem. “Ini menunjukkan kesiapan kontingen benar-benar maksimal,” ujar Editiawarman. Dengan tahapan pendaftaran yang terus bergerak, perhatian selanjutnya diarahkan pada pemutakhiran dan validasi data kontingen serta kesiapan teknis pertandingan sebelum para atlet memasuki arena Porprov XVI. (*)

Porprov XVI Makin Dekat: Mentawai Tuntas, Sejumlah Daerah Kejar Registrasi

PADANG— Proses registrasi kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 terus bergerak. Hingga Sabtu (19/9/2026), enam dari 19 kontingen tercatat telah melakukan registrasi atlet dalam Sistem Informasi Porprov (Sirimau). Ketua PB Porprov XVI Sumbar, Editiawarman, mengatakan Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi salah satu daerah yang telah menuntaskan pendaftaran atlet. “Mentawai sudah 100 persen mendaftarkan atlet. Bahkan sudah dilengkapi dengan SK kontingen,” kata Editiawarman didampingi Wakil Ketua II PB Porprov Dolla Indra, di Sekretariat Panitia, Sabtu (19/9/2026). Berdasarkan data Sirimau yang diperbarui 19 September 2026 pukul 19.11 WIB, Mentawai tercatat mendaftarkan 312 atlet dengan 646 nomor pertandingan. Kontingen tersebut juga telah mendaftarkan 44 ofisial. Selain Mentawai, sejumlah kontingen juga sudah mencatatkan atlet dalam sistem. Secara keseluruhan, Sirimau mencatat terdapat 972 atlet yang telah masuk dalam sistem dengan 1.653 nomor pertandingan. Dari jumlah tersebut, 609 merupakan atlet putra dan 363 atlet putri. Sementara itu, total ofisial yang tercatat mencapai 230 orang. Editiawarman mengatakan sejumlah daerah lainnya juga tengah mempercepat proses pendaftaran atlet maupun kontingen. Hal itu penting mengingat masa registrasi Porprov XVI Sumbar berlangsung hingga 24 September 2026 pukul 23.59 WIB. “Kita berharap daerah-daerah yang belum mendaftarkan atlet maupun kontingennya segera menuntaskan proses administrasi. Sejumlah daerah juga akan mengkebut pendaftaran,” ujarnya. Data Sirimau menunjukkan masih terdapat 13 kontingen yang belum mencatatkan atlet dalam sistem. Beberapa di antaranya telah mencatatkan ofisial, namun data atlet belum masuk. Dari sisi verifikasi, seluruh 1.653 nomor pertandingan masih berstatus menunggu pemeriksaan. Demikian pula 230 ofisial masih berada dalam status menunggu pemeriksaan. Untuk kelengkapan BPJS atlet, dari 972 atlet yang telah masuk sistem, sebanyak 336 orang atau 34,6 persen tercatat lengkap. Sementara 636 atlet atau 65,4 persen masih berstatus ditunda. Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung 2-14 Oktober 2026. Proses registrasi atlet dan kontingen sendiri dibuka sejak 8 September dan akan berakhir 24 September 2026 pukul 23.59 WIB. PB Porprov terus mendorong seluruh daerah peserta mempercepat pemenuhan persyaratan administrasi agar proses verifikasi dapat segera dilakukan sebelum pertandingan dimulai. (*)

Taekwondo Sumbar Tegaskan Siap 100 Persen Menghadapi Porprov 2–14 Oktober

PADANG — Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Barat memastikan diri siap tempur menghadapi Porprov XVI Sumbar yang dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026. Bahkan, Pengprov TI Sumbar menegaskan tidak membutuhkan tambahan waktu untuk mematangkan persiapan. Jika Porprov digelar lebih cepat sekalipun, taekwondo mengaku sudah siap bertanding. “Taekwondo Sumbar siap 100 persen. Singkatnya, kalau Porprov digelar besok, kami siap mengikuti,” tegas Sekretaris Umum Pengprov TI Sumbar, Yudha Agusti Nugraha, saat pembukaan Diklat dan Penyegaran Pelatih Daerah Taekwondo Indonesia Sumbar di UNP Hotel & Convention Padang, Sabtu (19/9/2026). Yudha mengatakan, persiapan menghadapi Porprov sudah dilakukan sejak awal tahun. Begitu mendapat informasi dari KONI Sumbar mengenai rencana pelaksanaan Porprov sekitar Januari 2026, Pengprov TI Sumbar langsung menyurati Pengcab TI kabupaten/kota agar mempersiapkan atlet. “Sejak Februari atlet dari Pengcab sudah mempersiapkan diri untuk Porprov. Persiapan terus berlangsung sampai sekarang,” ujarnya. Persiapan tersebut, lanjut Yudha, dilakukan secara bertahap melalui program umum, program khusus, prapertandingan hingga program pertandingan. Program umum difokuskan pada penjaringan dan pengumpulan atlet. Selanjutnya atlet yang telah terjaring masuk dalam program khusus melalui latihan terarah, kemudian menjalani tahapan prapertandingan dan pertandingan. “Semua sudah dirancang untuk menghadapi Porprov 2–14 Oktober 2026. Jadi jangan ada lagi penundaan. Kasihan atlet dan pelatih. Program sudah berjalan. Kalau diundur, kami akan mulai dari nol lagi,” katanya. Perkuat Pelatih Jelang Porprov Untuk memperkuat kualitas pembinaan menjelang Porprov, Pengprov TI Sumbar menggelar Diklat dan Penyegaran Pelatih Daerah pada 18–20 September 2026. Kegiatan itu diikuti sekitar 60 pelatih dojang se-Sumatera Barat, dan menghadirkan instruktur berpengalaman Hari Suprianto. Ia memiliki pengalaman sebagai atlet hingga tingkat nasional dan melanjutkan karier kepelatihan sampai level internasional. “Kita jadikan momentum kebersamaan dan mencari ilmu. Kita ingin kompak dan berprestasi,” kata Yudha. Ia berharap diklat tersebut melahirkan instruktur dan pelatih berpengalaman yang mampu membawa atlet Sumbar berprestasi tidak hanya pada level provinsi, tetapi juga nasional dan internasional. Menurut Yudha, penataan pelatih merupakan bagian penting dalam pembinaan prestasi. Pelatih yang tidak tertata dan tidak memiliki kompetensi yang memadai, menurutnya, dapat merugikan dojang maupun atlet. “Ini langkah awal kebangkitan TI Sumbar. Setelah ini akan ada pelatihan nasional,” ujarnya. Selain Porprov, peningkatan kapasitas pelatih juga dipersiapkan sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang menghadapi BK PON 2027. KONI Perkuat Sistem Satu Data Diklat tersebut dibuka Ketua KONI Sumbar yang diwakili Wakil Ketua Umum VII KONI Sumbar bidang digitalisasi dan sertifikasi, Dolla Indra. Dolla mengatakan KONI Sumbar saat ini terus menerapkan sistem database melalui program Satu Data. Sistem tersebut juga menjadi role model bagian dari pengembangan Satu Data yang diterapkan KONI Pusat. Untuk launching secara nasional direncanakan pada November mendatang di Padang. Melalui sistem itu, data atlet dapat diketahui secara lebih jelas dan akurat, mulai dari asal daerah, tempat latihan hingga data pembinaan lainnya. “Semua data atlet tercatat dalam satu sistem. Dengan begitu tidak ada lagi pencurian atlet karena data atlet jelas,” kata Dolla. Khusus taekwondo, database Satu Data KONI Sumbar mencatat 343 atlet dan 57 pelatih. Sementara atlet taekwondo yang telah diinput dalam aplikasi Sirimau untuk kebutuhan Porprov tercatat sebanyak 61 atlet. Dolla mengimbau atlet dan pelatih taekwondo di kabupaten/kota yang belum terdata agar segera melakukan pendaftaran melalui KONI kabupaten/kota masing-masing. Ia berharap diklat tersebut mampu melahirkan pelatih berkualitas sekaligus memperkuat persiapan taekwondo Sumbar menghadapi Porprov XVI. “Kita berharap kegiatan ini melahirkan pelatih-pelatih yang berkualitas,” ujarnya. (*)

Porprov Sumbar Sudah Disepakati 2–14 Oktober, Prof Syahrial: Bukan Keputusan Sepihak

PADANG — Komitmen pemerintah kabupaten dan kota se-Sumatera Barat dalam menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI kembali menjadi perhatian menyusul munculnya wacana penyesuaian jadwal pelaksanaan dari 2–14 Oktober 2026. Dewan Pengawas Porprov XVI Sumbar mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi terhadap jadwal yang telah ditetapkan melalui proses koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumbar dan kepala daerah se-Sumatera Barat. Ketua Dewan Pengawas Porprov XVI Sumbar, Prof. Syahrial Bakhtiar, mengatakan jadwal 2–14 Oktober 2026 bukan keputusan sepihak, melainkan hasil dari rangkaian pembahasan dan koordinasi bersama. Hal itu disampaikan Syahrial di Kantor KONI Sumbar, didampingi anggota Badan Pengawas Liswendi Kamar, Neiko Rasaki dan Stevie Minora, Kamis (17/9/2026), Menurut Syahrial yang merupakan mantan Ketua KONI Sumbar dua periode , karena penetapan jadwal telah melalui proses bersama, seluruh pihak diharapkan dapat menjadikan keputusan tersebut sebagai pijakan dalam menuntaskan persiapan Porprov XVI. “Yang terpenting sekarang bagaimana kita menjaga komitmen bersama. Kalau ada kendala di daerah, tentu bisa dibicarakan melalui koordinasi agar ditemukan solusi terbaik,” ujar Syahrial. Ketua Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) menilai persoalan jadwal tidak hanya berkaitan dengan kesiapan pemerintah daerah maupun penyelenggara. Di balik kalender pertandingan terdapat program latihan atlet, pemusatan latihan, kebutuhan kontingen, hingga berbagai persiapan teknis yang telah disusun masing-masing daerah. Jadwal Bukan Keputusan Sepihak Syahrial menjelaskan, perjalanan penetapan jadwal Porprov XVI berlangsung cukup panjang. Pada tahap awal, Porprov XVI dirancang berlangsung Juni-Juli 2026. Rencana tersebut tercantum dalam SK Gubernur Sumbar Nomor 426-615-2025 tentang Penyelenggaraan Porprov Sumbar XVI Tahun 2026 dan Rencana Pelaksanaan Porprov XVII Tahun 2028. Penyelenggaraan saat itu dirancang menggunakan pola tuan rumah bersama kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Rencana tersebut kemudian diperkuat melalui SK Gubernur Sumbar Nomor 426-815-2025 tentang Penjadwalan Dalam perkembangannya, pemerintah provinsi bersama kepala daerah kembali membahas kesiapan pelaksanaan, termasuk kemampuan daerah dan kebutuhan penganggaran. Dari rangkaian pembahasan tersebut, jadwal yang sebelumnya dirancang Juni-Juli kemudian bergeser menjadi Oktober. Kepastian itu dituangkan dalam SK Gubernur Sumbar Nomor 426-121-2026 tertanggal 23 Februari 2026 yang menetapkan Porprov XVI berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Pengaturan berikutnya diperinci melalui SK Gubernur Sumbar Nomor 426-377-2026 tentang penetapan tuan rumah bersama, cabang olahraga dan jadwal pelaksanaan Porprov XVI. “Artinya, prosesnya sudah melalui beberapa tahapan. Karena itu, sekarang yang perlu kita lakukan adalah memperkuat koordinasi dan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih ada,” kata Syahrial. Kepentingan Atlet Jadi Pertimbangan Utama Munculnya wacana penyesuaian jadwal menjadi perhatian karena sebagian besar persiapan telah berjalan mengacu pada kalender 2–14 Oktober. Syahrial mengatakan, setiap perubahan jadwal perlu mempertimbangkan konsekuensi secara menyeluruh, terutama terhadap atlet yang telah menjalani program latihan dan pemusatan latihan berdasarkan target pertandingan Oktober. Jika pelaksanaan bergeser sekitar satu bulan, sejumlah kebutuhan teknis juga perlu dihitung kembali, mulai dari masa pemusatan latihan, uang saku, konsumsi, vitamin, akomodasi hingga penggunaan fasilitas latihan. Demikian pula dengan kondisi fisik dan mental atlet. Tambahan masa persiapan perlu diatur melalui program yang terukur agar tidak mengganggu kesiapan atlet menghadapi pertandingan. “Kalau jadwal bergeser dari Oktober ke November, tentu konsekuensinya harus dihitung secara menyeluruh. Yang paling utama, jangan sampai persiapan dan hak atlet ikut terdampak,” ujar Syahrial. Menurutnya, kepastian jadwal juga penting agar daerah dapat menyusun perencanaan secara lebih terukur, baik dari sisi kontingen maupun kebutuhan penyelenggaraan. Persiapan Terus Berjalan Sementara itu, persiapan menuju Porprov XVI terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumbar, KONI Sumbar dan Panitia Besar Porprov. Berbagai kebutuhan teknis disiapkan, mulai dari venue, kontingen, perangkat pertandingan, administrasi hingga kebutuhan masing-masing cabang olahraga. Porprov XVI juga telah diperkenalkan melalui soft launching di Istana Gubernur Sumbar pada 27 Agustus 2026 yang dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, setelah rangkaian rapat bersama kepala daerah se-Sumatera Barat. Bagi Dewan Pengawas, rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Porprov telah melalui proses koordinasi yang cukup panjang. Karena itu, setiap persoalan yang muncul menjelang pelaksanaan diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi antarpihak. Syahrial menegaskan, perbedaan kondisi dan kesiapan antardaerah merupakan hal yang perlu dicarikan jalan keluarnya secara bersama. “Kalau ada daerah yang masih menghadapi kendala, mari kita carikan solusinya bersama. Yang penting ada kepastian dan kepentingan atlet tetap menjadi perhatian,” katanya. Pada akhirnya, kepastian pelaksanaan Porprov bukan semata menyangkut pemerintah daerah, KONI maupun panitia penyelenggara. Ada atlet dan kontingen dari 19 kabupaten/kota yang telah mempersiapkan diri untuk tampil pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut. Dewan Pengawas berharap jadwal 2–14 Oktober 2026 tetap menjadi pijakan bersama, sembari membuka ruang koordinasi untuk menyelesaikan setiap kendala yang masih dihadapi daerah menjelang pelaksanaan Porprov XVI Sumbar. (*)

Ngobrol Santai di Kantor ANTARA, Hamdanus Tegaskan Porprov XVI Tetap Sesuai Jadwal

PADANG— Ketua Umum KONI Sumatera Barat Hamdanus bersilaturahmi ke Kantor Biro Perum LKBN ANTARA Sumatera Barat di Padang, Rabu (16/9/2026). Ia disambut Kepala Biro ANTARA Sumbar Ikhwan Wahyudi. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas perkembangan olahraga Sumatera Barat, termasuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI 2026. Hamdanus menegaskan Porprov XVI tetap digelar pada 2–14 Oktober 2026. Menurutnya, penetapan jadwal tersebut melalui proses regulasi, koordinasi dengan kepala daerah, penyesuaian teknis, serta pembahasan kesiapan anggaran di masing-masing daerah. “Penetapan tanggal 2 sampai 14 Oktober ini melalui proses yang cukup panjang. Ada regulasi dan koordinasi dengan kepala daerah serta berbagai penyesuaian yang dilakukan,” ujar Hamdanus. Semula, Porprov XVI direncanakan berlangsung pada Juni-Juli 2026. Rencana itu mengacu pada SK Gubernur Sumbar Nomor 426-615-2025 yang kemudian diperkuat SK Nomor 426-815-2025. Dalam proses persiapan, pemerintah daerah memerlukan waktu tambahan. Konsep penyelenggaraan juga dimatangkan dengan pola tuan rumah bersama, sehingga pelaksanaan tidak hanya ditanggung satu daerah. Pembahasan mengenai perubahan jadwal berlanjut dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kepala Daerah di Istana Gubernur pada 28 Januari 2026. Forum yang dipimpin Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy itu menyepakati pelaksanaan Porprov digeser ke Oktober untuk memberi waktu bagi daerah menyiapkan kontingen, venue, kepanitiaan, dan anggaran. Kesepakatan tersebut diperkuat melalui SK Gubernur Sumbar Nomor 426-121-2026 tertanggal 23 Februari 2026, yang menetapkan Porprov XVI berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Selanjutnya, SK Gubernur Sumbar Nomor 426-377-2026 mengatur pembagian tuan rumah bersama, cabang olahraga, dan jadwal pertandingan. Kepastian pelaksanaan kembali ditegaskan melalui soft launching Porprov XVI pada 27 Agustus 2026 di Istana Gubernur Sumbar. Soft launching tersebut dihadiri dan dilakukan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Gubernur Vasko Ruseimy setelah rangkaian rapat dengan kepala daerah se-Sumbar. Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi salah satu tuan rumah bersama 11 kabupaten kota lainnya, dan akan menggelar sejumlah pertandingan. Pembukaan Porprov dijadwalkan berlangsung di Lapangan Merdeka Kota Solok pada 2 Oktober 2026, sedangkan penutupan digelar di Main Stadium Sikabu, Kabupaten Padang Pariaman, pada 14 Oktober 2026. Hamdanus mengatakan masih terdapat dinamika di sejumlah kabupaten dan kota, termasuk terkait kesiapan anggaran perubahan. KONI Sumbar terus berkoordinasi dengan KONI kabupaten dan kota untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut. “Kami memahami dinamika di daerah, termasuk terkait sinkronisasi anggaran perubahan. Tetapi sekarang fokus kami adalah memastikan persiapan di seluruh titik tuan rumah terus berjalan sesuai jadwal,” katanya. Porprov XVI merupakan ajang olahraga tingkat provinsi pertama di Sumatera Barat pasca vakum sejak 2018. Karena itu, Hamdanus menilai publikasi kegiatan perlu diperluas. Kepala Biro ANTARA Sumbar Ikhwan Wahyudi menyatakan ANTARA siap mendukung publikasi Porprov XVI. Menurutnya, ajang tersebut penting untuk memperkenalkan perjuangan atlet, persiapan kontingen, serta potensi olahraga daerah kepada masyarakat luas. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen untuk memperkuat publikasi Porprov XVI yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. (*)

KONI Sumbar dan TVRI Bahas Kolaborasi Publikasi Porprov XVI

PADANG— Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 memasuki tahap yang semakin padat. Tak hanya soal teknis penyelenggaraan, publikasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat juga mulai diperkuat. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar membahas peluang kolaborasi pemberitaan tersebut bersama TVRI Stasiun Sumatera Barat dalam pertemuan di Kantor KONI Sumbar, Selasa (15/9/2026). Pertemuan itu dihadiri Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, didampingi Kepala Bidang Humas KONI Sumbar Hendri Parjiga dan Anggota Bidang Humas Ridho Syarlinto. Dari TVRI Sumbar hadir Tri Kamala Sari dan Robby Rizkyandra. *TVRI Siapkan Sejumlah Format Publikasi* Dalam pembahasan, TVRI Sumbar menawarkan berbagai bentuk dukungan publikasi untuk mengangkat rangkaian kegiatan olahraga di Sumatera Barat, terutama Porprov XVI yang dijadwalkan berlangsung 2-14 Oktober 2026. Format yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari talk show, liputan khusus Porprov, pemberitaan hingga siaran langsung untuk sejumlah agenda utama. Rencana live coverage juga diarahkan untuk momentum besar Porprov XVI, termasuk acara pembukaan dan penutupan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuat informasi mengenai pelaksanaan Porprov lebih mudah diakses masyarakat. Bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga berbagai aktivitas dan dinamika selama pesta olahraga tingkat provinsi itu berlangsung. *Hamdanus: Media Punya Peran Strategis* Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menyambut positif tawaran kerja sama yang disampaikan TVRI Sumbar. Menurutnya, dukungan media dibutuhkan agar aktivitas olahraga dan kerja KONI dapat diketahui publik secara lebih luas. “TVRI merupakan mitra strategis bagi KONI Sumbar dalam menginformasikan kegiatan, termasuk Porprov XVI,” ujar Hamdanus. Ia berharap komunikasi yang telah dibangun dapat dilanjutkan dalam bentuk kerja sama publikasi yang lebih konkret. KONI Sumbar dan TVRI Sumbar selanjutnya akan membahas tindak lanjut kolaborasi tersebut. Sasaran utamanya, memastikan rangkaian Porprov XVI mendapat ruang pemberitaan yang memadai dan informasi tentang pelaksanaannya dapat diterima masyarakat Sumatera Barat dengan cepat. Porprov XVI Sumbar sendiri akan digelar pada 2-14 Oktober 2026, dengan pembukaan di Kota Solok dan penutupan di Kabupaten Padang Pariaman. (*)

ALAMAT

Jl. Rasuna Said No.87, Rimbo Kaluang, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat

KONI SUMBAR

STRUKTUR KONI SUMBAR

KONI KABUPATEN / KOTA

PENGPROV

PRESTASI

RILIS MEDIA

© 2025 dikelola oleh bidang digitalisasi koni sumatera barat