Kebijakan Penunjukan Caretaker KONI Agam Mendapat Restu KONI Pusat

PADANG — Kebijakan KONI Sumatera Barat menunjuk caretaker untuk KONI Kabupaten Agam mendapat restu dari KONI Pusat. Dukungan tersebut menjadi pijakan bagi KONI Sumbar menerbitkan SK Ketua Umum KONI Sumbar Nomor 144 Tahun 2026 tentang Penunjukan Pejabat Sementara (Caretaker) KONI Kabupaten Agam. Melalui keputusan yang ditetapkan di Padang, Kamis (3/9/2026), Syahindra Nurben, SH., MH., C.Med dipercaya memimpin kepengurusan transisi KONI Agam. Restu KONI Pusat itu mengemuka dalam komunikasi antara Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus dengan jajaran KONI Pusat di Kantor KONI Pusat, Selasa (1/9/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan cair. Hamdanus didampingi Kabid Organisasi Syahindra Nurben dan Sekretaris Daerah Kabupaten Agam M. Lutfi. Mereka diterima Wakil Ketua II KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Soedarmo dan Kabid Organisasi KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Eko Budi Supriyanto. *KONI Pusat Dorong Caretaker Segera Ditunjuk* Dalam pertemuan tersebut, Hamdanus menjelaskan masa bakti kepengurusan KONI Agam periode 2022–2026 telah berakhir pada 31 Agustus 2026. KONI Pusat melihat perlunya kesinambungan organisasi agar berakhirnya masa kepengurusan tidak mengganggu aktivitas administrasi, pembinaan atlet maupun agenda olahraga di Kabupaten Agam. Situasi tersebut menjadi perhatian karena Sumatera Barat sedang memasuki tahapan persiapan Porprov XVI 2026. Agam membutuhkan kepengurusan yang dapat menjalankan fungsi koordinasi dan memastikan kontingen tetap dipersiapkan. Atas dasar itu, KONI Pusat mendorong KONI Sumbar segera mengambil langkah dengan menetapkan caretaker KONI Agam. Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti KONI Sumbar melalui penerbitan SK Nomor 144 Tahun 2026. Dengan demikian, penunjukan caretaker bukan sekadar langkah administratif KONI Sumbar, tetapi bagian dari upaya menjaga kesinambungan organisasi olahraga Agam setelah berakhirnya masa bakti kepengurusan definitif. *Syahindra Pimpin Masa Transisi* Dalam SK tersebut, Syahindra Nurben ditetapkan sebagai Ketua Caretaker KONI Kabupaten Agam. Ia didampingi Hendri Rusdian, M.Kes sebagai Wakil Ketua, H. Defliandi sebagai Sekretaris, Fatmiarti, S.Sos sebagai Wakil Sekretaris dan Yeni Rosanti, ST sebagai Bendahara. Penerbitan SK tersebut juga berkaitan dengan Surat KONI Pusat Nomor 674/ORG/VIII/2026 tertanggal 27 Agustus 2026 tentang pencabutan SK caretaker sebelumnya. Langkah ini sekaligus memberikan kepastian struktur organisasi KONI Agam dalam menjalani masa transisi. *Revdi Sudah Menjalankan Tugas dengan Baik* Sebelumnya, KONI Sumbar melalui SK Nomor 131 Tahun 2026 menunjuk Revdi Iwan Syahputra sebagai Ketua Caretaker KONI Agam. Selama menjalankan mandat, Revdi telah menjalankan tugas dengan baik, termasuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam dan sejumlah Pengcab untuk memastikan persiapan kontingen Agam menuju Porprov XVI Sumbar 2026 tetap berjalan. Revdi juga menyampaikan hasil koordinasinya dengan Sekda Agam terkait dukungan pembiayaan atlet. Anggaran untuk keikutsertaan kontingen Agam pada Porprov 2026 disebut telah tersedia dalam APBD sebesar Rp3,4 miliar. “Saya sudah berkoordinasi dengan Sekda Agam soal Porprov dan keuangannya, sudah dijamin Sekda. Saya juga intensif berkoordinasi dengan pengurus caretaker dan beberapa Pengcab. Insya Allah kita ikut Porprov, jangan ragu,” ujar Revdi. Dalam struktur caretaker yang baru, Revdi tetap ditempatkan sebagai bagian dari jajaran Pengarah. Posisi tersebut menjaga kesinambungan koordinasi yang telah dibangun selama masa caretaker sebelumnya. *Restu KONI Pusat Jadi Penguat Masa Transisi* Caretaker baru kini mendapat tugas memastikan roda organisasi KONI Agam tetap berjalan sampai Musorkab dilaksanakan. Mandat tersebut mencakup pengelolaan administrasi, kesinambungan pembinaan olahraga, koordinasi dengan Pemkab Agam, KONI Sumbar dan Pengcab. Persiapan kontingen Agam menghadapi Porprov XVI Sumbar 2026 juga menjadi perhatian utama. Jangan sampai proses pergantian kepengurusan mengganggu persiapan atlet yang telah berjalan. Caretaker juga diberi mandat mempersiapkan dan menyelenggarakan Musorkab KONI Agam sesuai ketentuan organisasi. Dengan dukungan KONI Pusat dan terbitnya SK Nomor 144 Tahun 2026, kebijakan penunjukan caretaker kini memiliki pijakan organisasi yang semakin kuat. Fokus berikutnya adalah memastikan transisi berjalan tertib, pembinaan atlet tetap berlanjut, dan KONI Agam siap menghadapi Porprov XVI sebelum memasuki proses pembentukan kepengurusan definitif. (*)

PON Beladiri Mundur ke 2027, Sumbar Dapat Napas Panjang Kejar Prestasi

PADANG—Pengunduran jadwal Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri dari Oktober 2026 ke 2027 memberi keuntungan tersendiri bagi atlet Sumatera Barat. Mereka kini bisa mencurahkan perhatian penuh untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar yang dijadwalkan berlangsung 2-14 Oktober 2026. Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr. Septri, menilai perubahan kalender pertandingan tersebut membuat atlet tidak lagi dihadapkan pada dua agenda besar dalam waktu berdekatan. “Pengunduran jadwal ini akan menguntungkan bagi atlet Sumbar yang akan berlaga di Porprov XVI Sumbar,” ujar Septri, Rabu (2/9/2026). Konsentrasi Atlet Tak Lagi Terpecah Sebelum jadwal PON Beladiri dialihkan, sejumlah atlet Sumbar yang masuk proyeksi ajang nasional tersebut harus mempersiapkan diri menghadapi Porprov yang waktunya hampir bersamaan. Kondisi itu berpotensi membagi konsentrasi atlet. Mereka harus mengatur program latihan, menjaga kondisi fisik, sekaligus mempersiapkan strategi untuk dua kompetisi. Dengan PON Beladiri bergeser ke 2027, fokus terdekat atlet dapat diarahkan sepenuhnya ke Porprov XVI. Setelah kompetisi tingkat Sumbar tersebut rampung, program pembinaan bisa kembali digenjot untuk menghadapi persaingan nasional. Bagi tim pelatih, tambahan waktu juga membuka kesempatan melakukan evaluasi lebih mendalam. Penampilan atlet selama Porprov dapat menjadi bahan untuk melihat perkembangan sekaligus memperbaiki kekurangan sebelum memasuki persiapan PON Beladiri. (PON Beladiri Dialihkan ke 2027* Pengalihan jadwal PON Beladiri ditetapkan KONI Pusat melalui surat Nomor 680/BPP/VIII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026. Surat tersebut ditandatangani Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. Sebelumnya, Sulawesi Utara dipilih sebagai tuan rumah dengan rencana pelaksanaan pada Oktober 2026. Namun, kesiapan sejumlah venue menjadi persoalan setelah beberapa fasilitas terdampak gempa pada 16 Juni 2026 dan membutuhkan perbaikan. Kondisi anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga ikut menjadi pertimbangan dalam keputusan tersebut. KONI Pusat sempat mempertimbangkan opsi pemindahan lokasi pertandingan. Namun, waktu persiapan yang tersisa dinilai terlalu singkat untuk menyiapkan daerah pengganti. Keputusan pun diarahkan pada pengalihan penyelenggaraan ke 2027. *Porprov Jadi Panggung Evaluasi* Bergesernya jadwal PON Beladiri memberi Sumbar tambahan waktu dalam menyiapkan atlet. Porprov XVI dapat dimanfaatkan sebagai salah satu ajang untuk mengukur perkembangan dan kemampuan atlet yang diproyeksikan menuju kompetisi nasional. Dari hasil pertandingan di Porprov, pelatih dapat melihat performa atlet secara langsung. Evaluasi tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar menyusun program latihan yang lebih terarah. Porprov XVI Sumbar sendiri dijadwalkan dibuka di Kota Solok pada 2 Oktober 2026. Kompetisi berlangsung hingga 14 Oktober 2026, sedangkan acara penutupan dipusatkan di Kabupaten Padang Pariaman. Septri berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan atlet dan pelatih sebaik mungkin. “Target terdekat tentu Porprov. Setelah itu, kita bisa kembali fokus menyiapkan atlet menuju PON Beladiri 2027 dengan waktu yang lebih panjang,” katanya. (*)

PON Beladiri 2026 Resmi Dialihkan ke 2027, Venue Sulut Terkendala Gempa

JAKARTA— Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri yang semula dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Sulawesi Utara (Sulut), resmi dialihkan ke tahun 2027. Keputusan tersebut tertuang dalam surat KONI Pusat Nomor 680/BPP/VIII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026 tentang Pengalihan Penyelenggaraan PON Beladiri Tahun 2026. Surat itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan ditujukan kepada gubernur seluruh Indonesia. Pengalihan jadwal ditetapkan setelah KONI Pusat mengevaluasi kesiapan Sulut sebagai calon tuan rumah. Dari hasil evaluasi, terdapat sejumlah kendala yang membuat penyelenggaraan PON Beladiri pada Oktober 2026 sulit dilanjutkan sesuai rencana. *Venue Pertandingan Terdampak Gempa* Salah satu persoalan utama berada pada kesiapan venue pertandingan. Sejumlah fasilitas yang akan digunakan mengalami dampak gempa yang terjadi pada 16 Juni 2026. Kerusakan tersebut membuat fasilitas pertandingan membutuhkan renovasi dan penanganan lebih lanjut. Kondisi ini membutuhkan tambahan waktu serta anggaran di luar perencanaan awal penyelenggaraan. Persoalan venue kemudian beriringan dengan kondisi anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada 2026 yang mengalami pengurangan signifikan akibat menurunnya dukungan pemerintah pusat. Situasi tersebut menjadi bagian dari pertimbangan KONI Pusat dalam menilai kelayakan pelaksanaan PON Beladiri tahun ini. *Tidak Cukup Waktu Pindahkan Lokasi* KONI Pusat juga mempertimbangkan opsi memindahkan pelaksanaan PON Beladiri dari Sulawesi Utara ke daerah lain. Namun, waktu yang tersisa dinilai tidak memadai untuk mempersiapkan lokasi baru beserta seluruh kebutuhan penyelenggaraan. Karena itu, pemindahan tuan rumah untuk pelaksanaan pada 2026 tidak dapat dilakukan. KONI Pusat kemudian memutuskan mengalihkan PON Beladiri 2026 ke tahun 2027. Ajang tersebut direncanakan berlangsung bersamaan dengan seluruh cabang olahraga beladiri lainnya. *Keputusan Hasil Koordinasi KONI Pusat dan Sulut* Keputusan pengalihan penyelenggaraan itu mengacu pada hasil rapat koordinasi KONI Pusat dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada 6 Agustus 2026. Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Utara juga telah menyampaikan permohonan pengalihan penyelenggaraan PON Beladiri Tahun 2026 kepada KONI Pusat. Dengan terbitnya keputusan tersebut, daerah peserta kini memiliki tambahan waktu untuk mempersiapkan atlet menuju PON Beladiri 2027. ()

Gilang Ilhaza Dipanggil Timnas Gulat, Gubernur Sumbar Lepas Menuju Asian Games 2026

PADANG— Atlet gulat asal Sumatera Barat, Gilang Ilhaza, kembali mendapat kepercayaan memperkuat Tim Nasional (Timnas) Gulat Indonesia untuk menghadapi Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. Pemanggilan Gilang tertuang dalam Surat Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) Nomor 060/PPPGSI/AG2026/III/2026 tertanggal 23 Agustus 2026 tentang Pemanggilan Training Sentralisasi Asian Games 2026. Dalam surat tersebut, Gilang Ilhaza tercatat sebagai salah satu dari lima atlet yang dipanggil mengikuti program sentralisasi Training Camp Timnas Gulat Indonesia. Gilang akan turun pada nomor freestyle. Program sentralisasi tersebut telah dimulai sejak Rabu, 26 Agustus 2026, di Hotel Claro Samarinda, Kalimantan Timur. Para atlet yang dipanggil diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian latihan, evaluasi dan program yang ditetapkan tim pelatih serta PP PGSI sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026. Sebelum bertolak menjalani pemusatan latihan, Gilang secara resmi dilepas Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (28/8/2026). Pelepasan tersebut turut dihadiri Kepala Dispora Sumbar Mahdianur Musa, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Ketua Pelatprov Sumbar Dr. Risky Syahputra, Ketua Umum Pengprov PGSI Sumbar Andre Algamar, Sekretaris Umum Ilmarizal, Bendahara Umum Ediswal serta jajaran pengurus lainnya. Gubernur Mahyeldi mengapresiasi perkembangan prestasi Gilang yang dinilai terus menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Menurutnya, capaian yang telah diraih menjadi modal penting bagi Gilang untuk tampil lebih baik di level internasional. Gilang sebelumnya sukses meraih medali emas pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Prestasinya berlanjut di level internasional dengan menyumbangkan medali perak pada SEA Games 2025 di Thailand.2 Kini, Gilang kembali mendapat kesempatan membela Indonesia pada ajang Asian Games 2026. Pemanggilan tersebut sekaligus menjadi bukti konsistensi atlet Sumbar itu dalam perjalanan prestasinya di cabang olahraga gulat. “Prestasi Gilang terus meningkat. Setelah meraih medali emas PON Aceh-Sumut, kemudian medali perak SEA Games, sekarang kita berharap bisa memberikan yang terbaik di Asian Games,” kata Mahyeldi. Gubernur pun menyampaikan harapan agar Gilang mampu meningkatkan capaian prestasinya saat berlaga bersama Timnas Indonesia. “Semoga di SEA nanti Gilang bisa meraih medali emas,” ujar Mahyeldi. Pemanggilan Gilang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sumatera Barat sekaligus menjadi motivasi bagi pembinaan atlet gulat daerah. Kepercayaan kembali kepada Gilang di level tim nasional menunjukkan bahwa pembinaan olahraga prestasi di Sumbar terus melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. (*)

Gubernur Mahyeldi Lakukan Soft Launching, Porprov XVI Sumbar Digelar Sesuai Jadwal

PADANG – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026 dipastikan tetap berlangsung pada 2-14 Oktober 2026. Kepastian tersebut ditegaskan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat melakukan soft launching Porprov XVI di Istana Gubernur Sumbar, Kamis (27/8/2026). Soft launching tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, Ketua KONI Sumbar Hamdanus beserta jajaran, Kepala Dispora Sumbar Mahdianur Musa beserta jajaran, serta sejumlah pengurus KONI kabupaten/kota. Penegasan jadwal ini sekaligus menjawab dinamika terkait pelaksanaan Porprov XVI. Mahyeldi memastikan tidak ada penundaan dan seluruh pihak diminta segera mematangkan persiapan menghadapi pesta olahraga terbesar di Sumatera Barat tersebut. “Alhamdulillah dari rapat koordinasi terbatas yang dipimpin oleh Pak Wakil Gubernur tadi sampai sore ini disepakati kita melaksanakan Porprov pada 2-14 Oktober,” kata Mahyeldi. Ia menjelaskan, pembukaan Porprov XVI akan dilaksanakan pada 2 Oktober 2026 di Kota Solok, sedangkan acara penutupan dijadwalkan pada 14 Oktober 2026 di Kabupaten Padang Pariaman. Menurut Mahyeldi, Porprov tahun ini tidak boleh kembali diundur. Terlebih, KONI Sumbar bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan telah bekerja serius mempersiapkan pelaksanaan ajang tersebut. “Porprov 2026 tidak boleh diundur. KONI Sumbar periode saat ini sangat serius dan bersemangat mempersiapkan Porprov, meskipun persoalan anggaran di daerah menjadi dinamika yang terus mengemuka,” ujarnya. Gubernur juga meminta 12 kabupaten/kota yang menjadi tuan rumah maupun daerah peserta untuk segera mempersiapkan kebutuhan pelaksanaan, termasuk dukungan anggaran dan kesiapan kontingen. Ia menyebutkan, tahapan KUA-PPAS telah selesai dan APBD Perubahan ditargetkan rampung pada 30 September 2026. Karena itu, tidak ada alasan bagi daerah untuk tidak mempersiapkan diri mengikuti Porprov. “Kepada para kepala daerah silakan dipersiapkan anggarannya dan KONI daerah agar kreatif juga mempersiapkan atletnya. Kepada warga masyarakat juga mohon doa dan dukungannya agar kegiatan Porprov dalam perjalanannya berjalan lancar serta sukses,” ucap Mahyeldi. Khusus kepada para atlet, Mahyeldi meminta agar persiapan dilakukan secara maksimal. Menurutnya, prestasi di arena pertandingan sangat ditentukan oleh kesungguhan atlet dalam menjalani persiapan, menjaga fokus, dan tampil optimal saat bertanding. “Yang akan menentukan prestasi atlet tergantung dari persiapan maksimal mereka sendiri. Fokus dalam bertanding dan raihlah prestasi yang membanggakan,” pesannya. Lebih jauh, Mahyeldi menegaskan Porprov XVI bukan hanya menjadi ajang kompetisi antarkabupaten/kota, tetapi juga momentum penting bagi KONI Sumbar untuk memantau dan menjaring atlet-atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat Sumatera Barat pada PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTB-NTT). “Dengan prestasi yang mereka peroleh di Porprov, juga menjadi ajang bagi KONI Sumbar memantau atlet yang berpotensi meraih medali di PON 2028 mendatang di NTB-NTT serta membanggakan bagi Ranah Minang. Sumbar Hebat, Olahraga Juara,” pungkasnya. (*)

19 Bendera KONI Berkibar, Tanda 8 Tahun Penantian Porprov Sumbar Segera Berakhir

PADANG — Angin pagi di halaman Kantor KONI Sumatera Barat, Jalan Rasuna Said Nomor 87, Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Kamis (27/8/2026), membawa pemandangan yang berbeda. Satu per satu bendera KONI kabupaten/kota berdiri tegak di antara deretan tiang yang memenuhi halaman kantor tersebut. Sebanyak 19 bendera KONI kabupaten/kota se-Sumatera Barat kini berkibar, mengapit bendera Merah Putih dan bendera KONI Sumbar. Pemandangan sederhana itu sontak menghadirkan suasana Porprov. Belum ada gemuruh suporter. Belum terdengar sorak kemenangan dari arena pertandingan. Belum ada atlet yang naik podium menerima medali. Namun, dari kibaran 19 bendera itulah pesan Porprov XVI Sumbar mulai terasa. Pesta olahraga terbesar di Ranah Minang sudah semakin dekat. Pengibaran bendera KONI 19 kabupaten/kota ini seolah menjadi cara sederhana untuk memanggil seluruh insan olahraga Sumatera Barat agar bersiap menyambut pesta olahraga yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Setelah delapan tahun tidak digelar, Porprov kini kembali. Delapan tahun merupakan waktu yang panjang. Banyak atlet muda yang sebelumnya masih anak-anak kini sudah menjadi bagian dari tim daerah. Banyak pula wajah baru yang akan mendapatkan kesempatan pertama merasakan atmosfer kompetisi olahraga tingkat provinsi. Karena itu, 19 bendera yang berkibar tersebut bukan hanya menunjukkan identitas masing-masing daerah. Ada semangat, harapan, dan kebanggaan yang ikut dititipkan di sana. Dari 19 daerah, menuju satu panggung Merah Putih tetap menjadi simbol persatuan. Bendera KONI Sumbar menjadi payung olahraga provinsi. Sementara 19 bendera kabupaten/kota menggambarkan kekuatan olahraga yang tersebar dari ujung utara hingga selatan Ranah Minang. Masing-masing datang dengan cerita dan targetnya sendiri. Ada daerah yang ingin mempertahankan prestasi. Ada yang ingin memperbaiki peringkat. Ada pula yang datang membawa atlet-atlet muda dengan ambisi membuat kejutan. Tetapi semuanya akan bertemu di satu panggung yang sama. Porprov XVI Sumbar. Ketua PB Porprov XVI Sumbar, Editiawarman, mengatakan pengibaran bendera tersebut menjadi bagian dari upaya membangun atmosfer Porprov sekaligus mengingatkan seluruh pihak bahwa waktu pelaksanaan semakin dekat. “Kita ingin suasana Porprov mulai terasa. Bendera 19 kabupaten dan kota ini menjadi simbol bahwa seluruh daerah di Sumatera Barat ikut mengambil bagian dalam pesta olahraga ini. Karena itu, persiapan harus kita lakukan bersama-sama dan sebaik mungkin,” ujar Editiawarman. Menurutnya, semangat Porprov tidak boleh hanya muncul ketika pertandingan dimulai. Atmosfer tersebut harus dibangun sejak persiapan, sehingga seluruh pihak memiliki energi yang sama untuk menyukseskan pelaksanaan. Dan energi itu kini terlihat dari halaman Kantor KONI Sumbar. Delapan tahun menunggu Porprov Sumbar sempat vakum selama delapan tahun. Penantian panjang itu membuat penyelenggaraan Porprov XVI memiliki arti tersendiri. Ajang ini bukan hanya tentang perebutan medali emas, perak dan perunggu. Lebih dari itu, Porprov menjadi ruang untuk mempertemukan kembali atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, dan masyarakat olahraga dari 19 kabupaten/kota. Dari sini pula talenta-talenta baru diharapkan bermunculan. Atlet yang tampil menonjol dapat menjadi bagian dari kekuatan Sumatera Barat untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk agenda olahraga nasional. Karena itu, setiap daerah memiliki kepentingan yang sama: menghadirkan atlet terbaik dan memberikan kesempatan kepada generasi penerus. Ada sesuatu yang menarik dari bendera. Ia tidak berteriak, tetapi bisa menyampaikan pesan. Ia tidak bertanding, tetapi mampu membangkitkan semangat persaingan. Ia hanya berkibar diterpa angin, tetapi di baliknya ada nama daerah, kebanggaan dan harapan. (*)

Tes Fisik Kedua Pelatprov Sumbar Jadi Momentum Evaluasi Atlet Menuju PON NTB-NTT 2028

PADANG — Sebanyak 161 atlet yang masuk dalam program Pelatihan Provinsi (Pelatprov) Sumatera Barat menjalani tes fisik tahap kedua. Evaluasi ini menjadi bagian dari persiapan KONI Sumbar menghadapi rangkaian kompetisi hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT 2028. Tes fisik tersebut dibuka Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus. Para peserta merupakan atlet andalan prioritas dan atlet potensial yang diproyeksikan menjadi kekuatan Sumatera Barat pada berbagai ajang olahraga mendatang. Hamdanus menegaskan, status sebagai atlet Pelatprov bukan jaminan untuk bertahan tanpa batas. Setiap atlet akan dinilai berdasarkan perkembangan performanya. Menurut dia, sistem pembinaan harus memberikan ruang bagi atlet yang menunjukkan kemajuan sekaligus membuka peluang bagi atlet lain yang dinilai lebih potensial. “Tidak ada yang seumur hidup dalam Pelatprov. Ada promosi dan evaluasi. Atlet yang menunjukkan kemajuan akan dipertahankan, sedangkan yang tidak berkembang tentu bisa terdegradasi,” kata Hamdanus. Ia menambahkan, KONI Sumbar tidak bekerja sendiri dalam membangun prestasi olahraga. Dukungan Dispora Sumbar serta perhatian dari pengurus besar cabang olahraga menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan atlet. Hamdanus juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, termasuk tim anggaran provinsi yang terus memperjuangkan kebutuhan anggaran untuk pembinaan atlet. Menurutnya, perjuangan atlet Sumbar tidak boleh berhenti pada keberhasilan di tingkat daerah. Sejumlah agenda telah menanti, mulai dari Porprov, PON Beladiri, babak kualifikasi PON hingga PON 2028. Sumbar juga akan menjadi tuan rumah Porwil 2026. “Cita-cita kita adalah medali emas. Masa depan kita tergantung pada perjuangan kita. Karena itu, seluruh proses pembinaan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya. Sementara itu, Kepala UPTD KBOR Dispora Sumbar Erdison yang hadir mewakili Kepala Dispora Sumbar memberikan apresiasi atas pelaksanaan tes fisik tersebut. Ia menilai evaluasi berkala diperlukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemampuan atlet setelah menjalani program latihan selama beberapa bulan. “Yang penting adalah bagaimana hasil tes ini menjadi bahan evaluasi. Idealnya ada peningkatan sehingga bisa menjadi dasar untuk menentukan langkah persiapan berikutnya,” ujar Erdison. Erdison juga meminta agar sinergi antara KONI, Dispora, atlet dan pelatih terus diperkuat. Menurutnya, pembinaan yang terintegrasi akan memperbesar peluang Sumbar meloloskan lebih banyak atlet ke PON. Khusus bagi atlet yang tampil di Porprov, ia mengingatkan agar prestasi di tingkat provinsi tidak membuat atlet cepat berpuas diri. “Jangan terlena dengan hasil Porprov. Atlet Porprov harus dipersiapkan untuk menghadapi BK PON. Semakin banyak yang lolos ke PON, semakin besar pula peluang kita mendapatkan medali,” katanya. Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Dr. Risky Syahputra, menjelaskan tes fisik kedua memiliki fungsi penting karena hasilnya akan dibandingkan dengan pengukuran tahap pertama. Perbandingan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi fisik atlet setelah enam bulan mengikuti program Pelatprov. Data itu selanjutnya menjadi dasar untuk mengevaluasi efektivitas latihan dan menyusun program pembinaan berikutnya. “Tes fisik berkala dengan data yang akurat merupakan fondasi penting untuk membangun performa puncak atlet atau peak performance menjelang pertandingan,” ujar Risky. Ia berharap hasil evaluasi mampu memberikan gambaran objektif mengenai perkembangan masing-masing atlet. Dengan begitu, pelatih dapat melakukan penyesuaian program latihan sesuai kebutuhan dan kondisi atlet. Tes fisik tahap kedua ini sekaligus menegaskan bahwa perjalanan menuju PON 2028 membutuhkan proses panjang. Hanya atlet yang mampu menjaga konsistensi, meningkatkan kemampuan dan menunjukkan performa terbaik yang akan memiliki peluang besar menjadi bagian dari skuad Sumatera Barat menuju ajang nasional tersebut. (*)

KONI Sumbar Ambil Alih Sementara Kepengurusan KONI Agam, Caretaker Ditargetkan Gelar Musorkablub Enam Bulan

PADANG — KONI Provinsi Sumatera Barat akhirnya mengambil alih kewenangan operasional dan administrasi KONI Kabupaten Agam masa bakti 2022–2026. Pengambilalihan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Ketua Umum KONI Provinsi Sumatera Barat Nomor 131 Tahun 2026 tentang Pengambilalihan Kewenangan Kepengurusan dan Penunjukan Pejabat Sementara (Caretaker) KONI Kabupaten Agam. SK tersebut ditetapkan di Padang tertanggal 20 Agustus 2026 dan ditandatangani Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, S.Fil.I., M.Si. Revdi Iwan Syahputra ditunjuk sebagai Ketua Caretaker KONI Kabupaten Agam. Ope, sapaan akrab Revdi Iwan Saputra, didampingi Helton, SH, M.Si sebagai Wakil Ketua I, Dr. (HC) Mukti Ali Kusmayadi Putra, M.H (Wakil Ketua II), H. Defliandi (Sekretaris), Fatmiarti, S.Sos (Wakil Sekretaris), dan Yeni Rosanti, ST (Bendahara) Sementara anggota terdiri dari Sri Seswani, S.Pd, Rudi Harmono, SH, Oktavirman, Nofyaldi, S.Pd., M.M, Hj. Idawarni, Zarfinus Makmur, Honest Gian Saputra, serta Arif Febrizul. KONI Sumbar menyebut adanya persoalan organisasi dalam pelaksanaan tugas kepengurusan KONI Kabupaten Agam masa bakti 2022–2026, termasuk dalam proses penyelenggaraan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab). Sebelumnya, KONI Sumbar telah melakukan supervisi terhadap penyelenggaraan organisasi dan tahapan Musorkab. Dari hasil supervisi tersebut ditemukan sejumlah tahapan dan tindakan organisasi yang dinilai perlu ditata serta disesuaikan dengan ketentuan organisasi KONI. Induk organisasi olahraga Sumbar itu juga telah meminta agar tahapan Musorkab dihentikan sementara untuk dilakukan koordinasi dan penataan organisasi. Namun, tahapan Musorkab tetap dilaksanakan tanpa koordinasi dengan KONI Sumbar. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu dasar diterbitkannya keputusan pengambilalihan kewenangan dan penunjukan caretaker. Kewenangan operasional dan administrasi KONI Kabupaten Agam untuk sementara dijalankan oleh caretaker, terhitung sejak SK ditetapkan. Caretaker bertugas memastikan kegiatan organisasi tetap berjalan, termasuk melaksanakan administrasi rutin serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam, KONI Sumbar, pengurus cabang olahraga, KONI kabupaten/kota, dan pihak terkait lainnya. Selain menjaga keberlangsungan organisasi, caretaker juga mendapat mandat memastikan kesiapan dan keikutsertaan Kabupaten Agam dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Penataan administrasi dan kegiatan organisasi KONI Kabupaten Agam juga menjadi bagian dari tugas caretaker selama masa transisi. Tugas utama lainnya adalah mempersiapkan dan melaksanakan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Agam. Berdasarkan SK tersebut, Musorkablub wajib dilaksanakan paling lambat enam bulan sejak keputusan ditetapkan. Salah satu agenda utama forum tersebut adalah memilih Ketua Umum KONI Kabupaten Agam masa bakti 2026–2030. Dengan demikian, caretaker memiliki mandat sementara untuk menjaga roda organisasi tetap berjalan sekaligus mempersiapkan proses pembentukan kepengurusan baru melalui Musorkablub. Dalam SK Nomor 131 Tahun 2026, KONI Sumbar juga mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi SK KONI Provinsi Sumatera Barat Nomor 159 Tahun 2022 tertanggal 31 Agustus 2022 tentang Pengukuhan Personalia Pengurus KONI Kabupaten Agam Masa Bakti 2022–2026. Masa berlaku kepengurusan caretaker dimulai sejak SK ditetapkan hingga berakhirnya penyelenggaraan Musorkablub KONI Kabupaten Agam Tahun 2026. Selama menjalankan tugas, caretaker bertanggung jawab kepada Ketua Umum KONI Sumbar. Caretaker juga diwajibkan melakukan koordinasi serta menyampaikan laporan pelaksanaan tugas secara berkala. Pengambilalihan kewenangan tersebut pada prinsipnya diarahkan untuk memastikan keberlangsungan organisasi KONI Kabupaten Agam, menjaga pembinaan olahraga daerah, serta menjamin kesiapan kontingen Agam menghadapi Porprov XVI Sumatera Barat 2026. KONI Sumbar menempatkan caretaker sebagai pengelola sementara hingga proses Musorkablub terlaksana dan kepengurusan baru KONI Kabupaten Agam masa bakti 2026–2030 terbentuk. Keputusan ini sekaligus menjadi langkah penataan organisasi agar pembinaan atlet dan persiapan Kabupaten Agam menghadapi agenda olahraga daerah tetap berjalan di tengah proses pergantian kepengurusan. (*)

Rahman–Devira Naik Podium, Dansa Sumbar Bawa Pulang Perunggu dari Kejurnas IODI

PADANG – Atlet Sumatera Barat kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pasangan atlet IODI Sumbar, Rahman Hakim dan Devira Queensha Aozora, berhasil merebut medali perunggu pada nomor Dansa Latin Duo di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) IODI XVI Tahun 2026. Kejurnas tersebut berlangsung di Aston Kartika Grogol Hotel and Conference Center, Jakarta, pada 14–17 Agustus 2026. Rahman dan Devira tampil kompetitif hingga berhasil mengamankan posisi ketiga dalam persaingan nomor Dansa Latin Duo. Raihan tersebut menjadi bukti bahwa cabang olahraga dansa di Sumatera Barat terus berkembang dan mampu bersaing dengan atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah menyelesaikan pertandingan, Rahman dan Devira kembali ke Sumatera Barat pada Rabu (19/8/2026). Kedatangan mereka turut didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Sekretaris Umum KONI Sumbar Anandya Dipo Pratama dan Wakil Ketua Umum IV KONI Sumbar Reydo Deskumar. Gubernur Sumbar Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas perjuangan kedua atlet yang telah mengharumkan nama daerah melalui prestasi di tingkat nasional. “Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras atlet dan pelatih. Medali perunggu ini harus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya,” ujar Mahyeldi. Menurut Mahyeldi, keberhasilan atlet daerah tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dunia olahraga, tetapi juga menunjukkan bahwa Sumatera Barat memiliki potensi atlet yang mampu bersaing di berbagai cabang olahraga. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumbar Anandya Dipo Pratama mengapresiasi perjuangan Rahman dan Devira bersama tim pelatih dalam menghadapi Kejurnas IODI XVI. “Ini hasil yang patut diapresiasi. Mereka sudah memberikan yang terbaik dan berhasil membawa pulang medali untuk Sumatera Barat. Ke depan, tentu masih ada ruang untuk meningkatkan kualitas dan prestasi,” kata Anandya . Ia berharap capaian tersebut menjadi pemicu semangat bagi IODI Sumbar untuk memperkuat pembinaan atlet, sehingga prestasi yang diraih tidak berhenti pada satu kejuaraan saja. Dalam kejuaraan tersebut, Rahman Hakim dan Devira Queensha Aozora berada di bawah arahan pelatih Tomy Rhomin Dharu. Raihan perunggu ini diharapkan menjadi pijakan bagi keduanya untuk tampil lebih kuat pada berbagai kompetisi selanjutnya. Dengan tambahan prestasi tersebut, IODI Sumbar kembali menunjukkan eksistensinya di pentas nasional sekaligus membuka peluang lebih besar bagi atlet-atlet dansa Sumbar untuk bersaing dan mengukir prestasi di level yang lebih tinggi. (*)

Mentawai Tegaskan Kesiapan Jadi Tuan Rumah Porprov Sumbar XVI 2026, Helat 5 Cabor

TUA PEJAT— Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai memastikan kesiapannya untuk menjadi salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI tahun 2026. Komitmen tersebut disampaikan Asisten III Pemkab Kepulauan Mentawai, Motisokhi Hura, saat Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) bersama KONI Sumatera Barat dan perwakilan lima cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Mentawai. Motisokhi mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk menunjang pelaksanaan pertandingan. Penganggaran tersebut akan dituangkan melalui APBD Perubahan (APBD-P) Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2026. Menurutnya, pembahasan APBD-P saat ini masih berjalan di DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai dan ditargetkan selesai pada pekan terakhir Agustus. Setelah itu, dokumen anggaran akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk proses evaluasi. “Kita berharap pada minggu pertama September APBD sudah disahkan dan proses pencairan dapat berjalan. Dengan begitu, persiapan di Mentawai, terutama dari sisi administrasi, sudah memiliki kepastian,” ujar Motisokhi. Ditambahkannya, Pemkab Mentawai berkomitmen menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menjadi tantangan dalam persiapan Porprov. Salah satu perhatian utama adalah persoalan transportasi mengingat karakteristik wilayah Mentawai sebagai daerah kepulauan. Motisokhi menilai, berbagai kendala tersebut dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat. “Walaupun masih ada kendala di sejumlah bagian, kami yakin persoalan tersebut dapat kita selesaikan bersama melalui koordinasi dan kebersamaan,” katanya. Sementara itu, Ketua KONI Sumbar Hamdanus mengapresiasi kesiapan Mentawai sebagai daerah terakhir yang melaksanakan Rakornis tuan rumah Porprov XVI. Ia menyebut, sebelum Mentawai, Rakornis serupa telah dilaksanakan bersama 11 kabupaten/kota lainnya. Dari hasil koordinasi tersebut, seluruh daerah menyatakan kesiapan untuk mendukung penyelenggaraan Porprov. “Sebelas kabupaten sudah menyelesaikan rakornis dan kesimpulannya seluruhnya menyatakan siap menjadi tuan rumah,” kata Hamdanus. Hamdanus menegaskan bahwa Porprov Sumbar XVI tetap akan digelar pada 2026 sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat. Menurutnya, kesiapan Mentawai menjadi tuan rumah patut diapresiasi, terlebih daerah tersebut secara konsisten menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan Porprov. Hamdanus menilai, kesediaan Mentawai menjadi tuan rumah memiliki arti penting karena sejumlah daerah di daratan masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam menyelenggarakan ajang olahraga terbesar di Sumatera Barat tersebut. “Ketika sejumlah daerah di daratan masih menghadapi kendala untuk menjadi tuan rumah, Mentawai justru menyatakan kesanggupan menyelenggarakan lima cabang olahraga. Ini tentu menjadi kebahagiaan bagi kita,” ujarnya. Ia berharap pelaksanaan pertandingan di Mentawai nantinya tidak hanya berjalan sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap prestasi olahraga dan tertib administrasi. “Mudah-mudahan Mentawai sukses sebagai tuan rumah, sukses prestasi, dan seluruh proses administrasinya juga berjalan lancar,” pungkas Hamdanus. (*)

ALAMAT

Jl. Rasuna Said No.87, Rimbo Kaluang, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat

KONI SUMBAR

STRUKTUR KONI SUMBAR

KONI KABUPATEN / KOTA

PENGPROV

PRESTASI

RILIS MEDIA

© 2025 dikelola oleh bidang digitalisasi koni sumatera barat