Dekopinwil Sumbar Dorong Lahirnya Koperasi Olahraga, KONI Siap Bersinergi

PADANG — Gerakan koperasi mulai diarahkan untuk masuk lebih jauh ke ekosistem olahraga Sumatera Barat. Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumbar menggagas pembentukan Koperasi Olahraga Sumatera Barat yang diharapkan menjadi wadah bersama bagi atlet, pelatih, pengurus dan pelaku olahraga. Gagasan tersebut mengemuka saat jajaran Dekopinwil Sumbar bersilaturahmi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar di Kantor KONI Sumbar, Rabu (16/9/2026). Ketua Umum Dekopinwil Sumbar Gun Sugianto mengatakan, komunitas olahraga memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya dari sisi pembinaan prestasi, tetapi juga ekonomi. Menurut dia, koperasi dapat menjadi ruang bersama bagi insan olahraga untuk mengembangkan kegiatan usaha yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter ekosistem olahraga. KONI Didorong Jadi Penghubung Gun Sugianto berharap KONI Sumbar dapat mengambil peran sebagai penghubung dalam proses penjajakan pembentukan koperasi olahraga tersebut. Ia juga mengajak jajaran KONI serta pelaku olahraga di Sumbar untuk ikut menjadi bagian dari gerakan koperasi. “Kami berharap KONI Sumbar dapat menjadi jembatan untuk mendorong terbentuknya koperasi olahraga di Sumatera Barat. Dengan bergabung dalam koperasi, para pelaku olahraga tidak hanya bergerak dalam bidang prestasi, tetapi juga memiliki wadah untuk membangun kemandirian ekonomi,” ujar Gun. Menurutnya, koperasi olahraga nantinya bisa dikembangkan berdasarkan kebutuhan anggota. Bentuk kegiatan usahanya pun dapat diarahkan pada berbagai sektor yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas olahraga. Konsep tersebut dinilai dapat membuka ruang bagi atlet, pelatih, pengurus organisasi olahraga dan unsur pendukung lainnya untuk memiliki aktivitas ekonomi secara kolektif. Hamdanus Sambut Gagasan Koperasi Olahraga Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menyambut positif gagasan yang disampaikan Dekopinwil Sumbar. Ia menyatakan kesiapan KONI Sumbar untuk mendukung program yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat koperasi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hamdanus juga mengaitkan gagasan tersebut dengan sejarah Sumatera Barat dalam perkembangan gerakan koperasi di Indonesia. Ia menyebut Mohammad Hatta atau Bung Hatta, putra Minangkabau sekaligus Proklamator Kemerdekaan RI, yang dikenal luas sebagai Bapak Koperasi Indonesia. “Ini gagasan yang baik. KONI Sumbar siap mendukung dan menyukseskan program pemerintah terkait koperasi. Apalagi kita memiliki sejarah yang kuat dengan koperasi melalui Bung Hatta, putra Minangkabau dan Proklamator Republik Indonesia,” kata Hamdanus. Sinergi Olahraga dan Ekonomi Pertemuan Dekopinwil dan KONI Sumbar juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara gerakan koperasi dan dunia olahraga. Sinergi itu diarahkan agar pembinaan olahraga tidak berhenti pada pencapaian prestasi. Aspek kesejahteraan dan kemandirian ekonomi para pelaku olahraga juga mendapat ruang untuk dikembangkan. Koperasi olahraga yang tengah dijajaki nantinya diharapkan dapat menjadi wadah bagi anggota dalam menjalankan aktivitas ekonomi secara bersama dan berkelanjutan. Rombongan Dekopinwil Sumbar dipimpin Gun Sugianto. Turut hadir Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan dan Pengembangan Koperasi Syariah Nasrul A., Wakil Ketua Umum Bidang Informasi Teknologi dan Komunikasi Dolla Indra, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan Budiman, serta tim sekretariat Rila, Lendra dan Afdal. (*)
Ngobrol Santai di Kantor ANTARA, Hamdanus Tegaskan Porprov XVI Tetap Sesuai Jadwal

PADANG— Ketua Umum KONI Sumatera Barat Hamdanus bersilaturahmi ke Kantor Biro Perum LKBN ANTARA Sumatera Barat di Padang, Rabu (16/9/2026). Ia disambut Kepala Biro ANTARA Sumbar Ikhwan Wahyudi. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas perkembangan olahraga Sumatera Barat, termasuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI 2026. Hamdanus menegaskan Porprov XVI tetap digelar pada 2–14 Oktober 2026. Menurutnya, penetapan jadwal tersebut melalui proses regulasi, koordinasi dengan kepala daerah, penyesuaian teknis, serta pembahasan kesiapan anggaran di masing-masing daerah. “Penetapan tanggal 2 sampai 14 Oktober ini melalui proses yang cukup panjang. Ada regulasi dan koordinasi dengan kepala daerah serta berbagai penyesuaian yang dilakukan,” ujar Hamdanus. Semula, Porprov XVI direncanakan berlangsung pada Juni-Juli 2026. Rencana itu mengacu pada SK Gubernur Sumbar Nomor 426-615-2025 yang kemudian diperkuat SK Nomor 426-815-2025. Dalam proses persiapan, pemerintah daerah memerlukan waktu tambahan. Konsep penyelenggaraan juga dimatangkan dengan pola tuan rumah bersama, sehingga pelaksanaan tidak hanya ditanggung satu daerah. Pembahasan mengenai perubahan jadwal berlanjut dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kepala Daerah di Istana Gubernur pada 28 Januari 2026. Forum yang dipimpin Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy itu menyepakati pelaksanaan Porprov digeser ke Oktober untuk memberi waktu bagi daerah menyiapkan kontingen, venue, kepanitiaan, dan anggaran. Kesepakatan tersebut diperkuat melalui SK Gubernur Sumbar Nomor 426-121-2026 tertanggal 23 Februari 2026, yang menetapkan Porprov XVI berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Selanjutnya, SK Gubernur Sumbar Nomor 426-377-2026 mengatur pembagian tuan rumah bersama, cabang olahraga, dan jadwal pertandingan. Kepastian pelaksanaan kembali ditegaskan melalui soft launching Porprov XVI pada 27 Agustus 2026 di Istana Gubernur Sumbar. Soft launching tersebut dihadiri dan dilakukan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Gubernur Vasko Ruseimy setelah rangkaian rapat dengan kepala daerah se-Sumbar. Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi salah satu tuan rumah bersama 11 kabupaten kota lainnya, dan akan menggelar sejumlah pertandingan. Pembukaan Porprov dijadwalkan berlangsung di Lapangan Merdeka Kota Solok pada 2 Oktober 2026, sedangkan penutupan digelar di Main Stadium Sikabu, Kabupaten Padang Pariaman, pada 14 Oktober 2026. Hamdanus mengatakan masih terdapat dinamika di sejumlah kabupaten dan kota, termasuk terkait kesiapan anggaran perubahan. KONI Sumbar terus berkoordinasi dengan KONI kabupaten dan kota untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut. “Kami memahami dinamika di daerah, termasuk terkait sinkronisasi anggaran perubahan. Tetapi sekarang fokus kami adalah memastikan persiapan di seluruh titik tuan rumah terus berjalan sesuai jadwal,” katanya. Porprov XVI merupakan ajang olahraga tingkat provinsi pertama di Sumatera Barat pasca vakum sejak 2018. Karena itu, Hamdanus menilai publikasi kegiatan perlu diperluas. Kepala Biro ANTARA Sumbar Ikhwan Wahyudi menyatakan ANTARA siap mendukung publikasi Porprov XVI. Menurutnya, ajang tersebut penting untuk memperkenalkan perjuangan atlet, persiapan kontingen, serta potensi olahraga daerah kepada masyarakat luas. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen untuk memperkuat publikasi Porprov XVI yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. (*)
KONI Sumbar dan TVRI Bahas Kolaborasi Publikasi Porprov XVI

PADANG— Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 memasuki tahap yang semakin padat. Tak hanya soal teknis penyelenggaraan, publikasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat juga mulai diperkuat. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar membahas peluang kolaborasi pemberitaan tersebut bersama TVRI Stasiun Sumatera Barat dalam pertemuan di Kantor KONI Sumbar, Selasa (15/9/2026). Pertemuan itu dihadiri Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, didampingi Kepala Bidang Humas KONI Sumbar Hendri Parjiga dan Anggota Bidang Humas Ridho Syarlinto. Dari TVRI Sumbar hadir Tri Kamala Sari dan Robby Rizkyandra. *TVRI Siapkan Sejumlah Format Publikasi* Dalam pembahasan, TVRI Sumbar menawarkan berbagai bentuk dukungan publikasi untuk mengangkat rangkaian kegiatan olahraga di Sumatera Barat, terutama Porprov XVI yang dijadwalkan berlangsung 2-14 Oktober 2026. Format yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari talk show, liputan khusus Porprov, pemberitaan hingga siaran langsung untuk sejumlah agenda utama. Rencana live coverage juga diarahkan untuk momentum besar Porprov XVI, termasuk acara pembukaan dan penutupan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuat informasi mengenai pelaksanaan Porprov lebih mudah diakses masyarakat. Bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga berbagai aktivitas dan dinamika selama pesta olahraga tingkat provinsi itu berlangsung. *Hamdanus: Media Punya Peran Strategis* Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menyambut positif tawaran kerja sama yang disampaikan TVRI Sumbar. Menurutnya, dukungan media dibutuhkan agar aktivitas olahraga dan kerja KONI dapat diketahui publik secara lebih luas. “TVRI merupakan mitra strategis bagi KONI Sumbar dalam menginformasikan kegiatan, termasuk Porprov XVI,” ujar Hamdanus. Ia berharap komunikasi yang telah dibangun dapat dilanjutkan dalam bentuk kerja sama publikasi yang lebih konkret. KONI Sumbar dan TVRI Sumbar selanjutnya akan membahas tindak lanjut kolaborasi tersebut. Sasaran utamanya, memastikan rangkaian Porprov XVI mendapat ruang pemberitaan yang memadai dan informasi tentang pelaksanaannya dapat diterima masyarakat Sumatera Barat dengan cepat. Porprov XVI Sumbar sendiri akan digelar pada 2-14 Oktober 2026, dengan pembukaan di Kota Solok dan penutupan di Kabupaten Padang Pariaman. (*)
Jelang Porprov XVI, PB Porprov Kebut Data Atlet hingga Kesiapan Venue

PADANG— Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 tinggal menghitung waktu. Memasuki fase pemantapan, Panitia Besar (PB) Porprov kini menggenjot sejumlah pekerjaan yang berkaitan langsung dengan kesiapan kontingen dan pertandingan. Mulai dari validasi data atlet, pelatih dan ofisial, kesiapan venue, akomodasi, konsumsi, transportasi hingga dukungan kesehatan menjadi perhatian dalam Rapat Chief de Mission (CdM) I di Basko Hotel Padang, Sabtu (12/9/2026). Rapat yang dipimpin Ketua PB Porprov XVI Editiawarman itu diikuti Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Ketua KONI kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Bagi PB Porprov, pertemuan tersebut menjadi titik konsolidasi sebelum seluruh kontingen memasuki tahapan pelaksanaan. Setiap daerah diminta memastikan kebutuhan kontingennya tidak lagi tertinggal ketika waktu pertandingan semakin dekat. Data Kontingen Dikebut Sebelum Batas Akhir Salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian adalah penyelesaian data atlet, pelatih dan ofisial. PB Porprov meminta KONI kabupaten/kota segera melakukan validasi dan finalisasi melalui sistem daring. Ketepatan data dinilai penting agar proses administrasi kontingen tidak tersendat menjelang pertandingan. Editiawarman mengatakan forum CdM menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman antara panitia dan daerah. “Melalui CdM ini kita memastikan kebutuhan Porprov, mulai dari teknis pertandingan, venue, akomodasi hingga transportasi, benar-benar dipersiapkan,” ujarnya. Menurut dia, CdM juga harus menjadi penghubung aktif antara PB Porprov dan kontingen masing-masing daerah. Informasi dari panitia harus cepat diteruskan ke daerah, begitu pula persoalan kontingen harus segera dikoordinasikan. *Venue Ditargetkan Siap Digunakan* Persiapan arena pertandingan juga tidak luput dari evaluasi. PB Porprov menargetkan seluruh venue pertandingan siap digunakan pada Oktober 2026. Koordinasi dengan daerah yang menjadi tuan rumah cabang olahraga terus dimatangkan untuk memastikan fasilitas pertandingan sesuai kebutuhan teknis. Di lapangan, kesiapan venue akan menjadi salah satu penentu kelancaran pertandingan. Karena itu, PB Porprov meminta setiap daerah tidak menunda pekerjaan yang masih tersisa. Untuk aspek pertandingan, pelaksanaan setiap cabang olahraga diarahkan mengikuti regulasi PB PON dan KONI Pusat. Penunjukan wasit dan juri juga harus dilakukan secara transparan dan profesional. Hal tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas pertandingan sekaligus memastikan prinsip sportivitas tetap terjaga. Kontingen Disiapkan dari Datang hingga Pulang Kebutuhan kontingen selama berada di lokasi pertandingan turut dimatangkan. PB Porprov telah memetakan akomodasi, konsumsi dan transportasi berdasarkan klaster wilayah. Skema tersebut mencakup penginapan, penjemputan serta distribusi kebutuhan konsumsi atlet dan ofisial. Pengaturan sejak awal diharapkan membuat mobilitas kontingen lebih tertib dan mengurangi persoalan teknis ketika Porprov sudah berlangsung. Dukungan terhadap peserta juga disiapkan dari sisi keamanan dan kesehatan. PB Porprov telah berkoordinasi dengan TNI-Polri, Dinas Kesehatan dan rumah sakit rujukan. Tim medis dan ambulans akan disiagakan di venue selama pertandingan berlangsung. CdM Diminta Aktif Jadi Penghubung Editiawarman meminta para CdM tidak hanya hadir dalam forum koordinasi. Mereka harus aktif menjadi penghubung antara PB Porprov dan kontingen di daerah. Dengan komunikasi yang cepat, persoalan teknis yang muncul selama persiapan maupun pelaksanaan diharapkan dapat segera ditangani. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, KONI Sumbar dan seluruh stakeholder yang ikut mengawal persiapan Porprov XVI. Editiawarman menegaskan, keberhasilan Porprov tidak cukup diukur dari kemeriahan pembukaan dan banyaknya pertandingan. Penyelenggaraan harus tertib, sportif dan mampu memberi dampak terhadap pembinaan prestasi atlet Sumatera Barat. “Peran CdM sangat vital. Kita ingin Porprov berjalan tertib dan tidak asal-asalan, sekaligus menjadi bagian dari proses melahirkan atlet yang mampu berprestasi di tingkat nasional,” tegasnya. (*)
4 Atlet Sumbar Bela Indonesia di Asian Games 2026, KONI Titip Harapan

PADANG— Empat atlet asal Sumatera Barat mendapat kepercayaan memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Games XX 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Keempatnya menjadi bagian dari atlet terbaik Tanah Air yang membawa nama Indonesia pada ajang olahraga multicabang terbesar di Asia tersebut. Empat duta olahraga Ranah Minang itu yakni Gilang Ilhaza dari cabang olahraga gulat, Syamsul Akmal dari sepak takraw, Ziqra Dwi Putri dari teqball, dan Kya Jo Heuer dari selancar ombak. Selain Kya, tiga atlet lainnya merupakan jebolan PPLP Sumbar. Samsul Akmal penyumbang 2 medali perunggu nomor beregu putra di SEA Games 2025 Thailand, Gilang Ilhaza peraih perak kelas 74kg gaya bebas putra, kalah di final lawan Vietnam, Kya Jo Heuer atlet selancar dan Zikrha Dwi Putri peraih perak nomor single putri di Bangkok. Keempat atlet tersebut bergabung bersama ratusan atlet Indonesia lainnya yang dipersiapkan tampil pada Asian Games 2026. Kontingen Indonesia secara keseluruhan diperkuat 430 atlet, dengan sebagian di antaranya telah berada di Jepang untuk menjalani persiapan pertandingan. Pelepasan kontingen secara resmi dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden memberikan suntikan motivasi sekaligus menjanjikan bonus Rp3 miliar bagi atlet Indonesia yang mampu meraih medali emas. Prabowo mengatakan bonus tersebut meningkat signifikan dibandingkan penghargaan untuk peraih emas SEA Games yang berada di angka Rp1 miliar. “Saya diberi laporan Pak Erick, Pak untuk SEA Games, medali emas dapat Rp1 miliar. Tetapi, ini Asian Games, medali emas Rp3 miliar,” ujar Prabowo. Selain bonus, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap masa depan atlet dan pelatih berprestasi. Presiden menyebut atlet maupun pelatih yang berstatus anggota TNI dan Polri berpeluang memperoleh percepatan kenaikan pangkat sebagai bentuk penghargaan atas prestasi di arena internasional. Bagi Sumatera Barat, keikutsertaan empat atlet tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa pembinaan olahraga daerah mampu melahirkan atlet yang menembus level Asia. Ketua KONI Sumbar Hamdanus menilai keberadaan empat atlet Sumbar di kontingen Indonesia merupakan hasil dari proses pembinaan yang harus terus diperkuat. “Ini kebanggaan bagi Sumatera Barat. Mereka bukan hanya membawa nama Indonesia, tetapi juga membawa nama daerah. Kami berharap keempat atlet dapat tampil maksimal dan memberikan prestasi terbaik,” kata Hamdanus. Ia menegaskan KONI Sumbar akan terus mendorong pembinaan atlet agar semakin banyak putra-putri Ranah Minang yang mampu memperkuat tim nasional pada berbagai kejuaraan internasional. Sementara itu, Ketua Pelatprov Sumbar Risky Syahputra mengatakan keikutsertaan atlet Sumbar di Asian Games menjadi momentum penting untuk mengukur hasil pembinaan dan persiapan atlet selama ini. “Empat atlet ini merupakan representasi dari proses pembinaan yang sedang kita jalankan. Kami berharap mereka mampu menjaga kondisi, fokus menghadapi pertandingan dan memberikan kemampuan terbaiknya,” ujar Risky. Asian Games 2026 merupakan edisi ke-20 dan dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 3 Oktober 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Pada ajang tersebut, para atlet Indonesia tidak hanya membawa target prestasi, tetapi juga mengemban harapan masyarakat Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa di pentas olahraga Asia. (*) Bagi Sumatera Barat, perhatian kini tertuju kepada Gilang, Syamsul, Ziqra dan Kya Jo. Empat atlet Ranah Minang itu diharapkan mampu menjawab kepercayaan dengan perjuangan terbaik di arena Asian Games 2026. (*)
KONI se-Sumbar Rapatkan Barisan Songsong Porprov XVI 2026

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM — KONI Sumatera Barat bersama KONI kabupaten dan kota memperkuat koordinasi menghadapi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026. Pertemuan digelar di Kantor KONI Sumbar, Senin (7/9/2026) malam. Rapat tersebut menjadi forum untuk menyamakan langkah antara KONI Sumbar, KONI daerah, serta Panitia Besar Porprov dalam memastikan persiapan berjalan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku. Ketua KONI Sumbar Hamdanus hadir bersama Ketua PB Porprov XVI Sumbar Editiawarman. Sejumlah pimpinan KONI kabupaten dan kota juga mengikuti pertemuan tersebut. Di antaranya Ketua KONI Kota Solok Rudi Horison, Ketua KONI Padang Pariaman Asmadi, Ketua KONI Sawahlunto Jhon Reflita, Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD, Ketua KONI Kabupaten Solok Doni Zulkifli, Ketua KONI Tanah Datar Novitra Kemala, Ketua KONI Pasaman SY Ade Herman, Karteker KONI Kabupaten Agam Syahindra Nurben, serta Ketua KONI Pasaman Barat Wahidul Basri. Pembagian Peran KONI dan Kepala Daerah Hamdanus mengatakan, pembahasan dalam rapat diarahkan pada pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam menyukseskan Porprov. Menurutnya, KONI memiliki tanggung jawab menyiapkan kontingen, mulai dari atlet hingga kelengkapan administrasi yang dibutuhkan. Sementara pemerintah daerah memiliki kewenangan terkait penjadwalan, percepatan dukungan anggaran bagi kontingen, serta kebutuhan daerah yang menjadi tuan rumah. Karena itu, koordinasi antara KONI dengan pemerintah daerah dinilai perlu terus diperkuat. Terlebih waktu pelaksanaan Porprov XVI semakin dekat. “Kita membahas apa yang menjadi domain KONI dan apa yang menjadi domain kepala daerah. KONI fokus pada persiapan kontingen, atlet dan administrasinya, sedangkan hal yang berkaitan dengan jadwal serta dukungan anggaran menjadi bagian pemerintah daerah,” kata Hamdanus. *Targetkan Porprov Berjalan Sesuai Regulasi* Dalam pertemuan itu, KONI Sumbar dan KONI kabupaten/kota juga menyepakati komitmen untuk menjalankan Porprov sesuai perencanaan yang telah ditetapkan pemerintah daerah dengan memperhitungkan waktu persiapan dan kesiapan administrasi keuangan. Hamdanus menegaskan, pelaksanaan Porprov tidak hanya mengejar sukses pertandingan. Aspek administrasi dan pengelolaan anggaran juga harus menjadi perhatian sejak tahap persiapan. “Bagaimanapun Porprov sudah absen delapan tahun. Karena itu, perencanaannya harus optimal dan pelaksanaannya terukur sesuai regulasi,” ujarnya. Ia berharap penyelenggaraan Porprov XVI nantinya dapat memenuhi tiga sasaran sekaligus, yakni sukses administrasi, sukses prestasi dan sukses pelaksanaan. Menurut Hamdanus, kehati-hatian dalam menjalankan setiap tahapan juga diperlukan agar penyelenggaraan pesta olahraga provinsi tersebut tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Konsolidasi Terus Dilakukan KONI Sumbar bersama KONI kabupaten dan kota akan melanjutkan konsolidasi internal maupun eksternal seiring semakin dekatnya jadwal Porprov XVI Sumbar 2026. Hamdanus juga mengajak seluruh pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan Porprov untuk memberikan dukungan agar seluruh persiapan dapat berjalan sesuai target. “Diharapkan semua pihak terkait dapat mendukung penyelenggaraan Porprov,” katanya. (*)
Si Rimau Curi Perhatian di CFD Padang, Gaungkan Porprov Sumbar yang Kembali Menggeliat

PADANG — Arena di kawasan Car Free Day (CFD) Padang, suasananya lebih semarak dari biasanya. Di tengah warga yang berolahraga, berjalan santai, dan menikmati pagi, muncul sosok harimau berbaju adat Minangkabau yang sontak mencuri perhatian. Dialah Si Rimau, maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Kehadiran Si Rimau bukan sekadar untuk menghibur warga. Maskot berbentuk Harimau Sumatera itu menjadi bagian dari sosialisasi untuk mengenalkan kembali Porprov kepada masyarakat setelah ajang olahraga terbesar di Ranah Minang tersebut sempat vakum sekitar delapan tahun. Minggu pagi (6/9/2026), Panitia Besar (PB) Porprov XVI Sumbar memperkenalkan Si Rimau kepada masyarakat yang memadati kawasan CFD Padang. Kegiatan diawali dengan senam bersama di depan Kantor Dispora/KONI Sumbar. Sejumlah pejabat dan pengurus olahraga daerah turut hadir, di antaranya Kepala Dispora Sumbar Tasriatul Fuadi dan Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus. Warga pun terlihat antusias mengikuti senam. Namun, perhatian semakin tertuju ketika Si Rimau tampil di tengah kerumunan. Usai senam, warga bergantian mengajak maskot tersebut berfoto. Anak-anak, remaja hingga orang dewasa ikut mengabadikan momen bersama Si Rimau. Tak sedikit pula warga yang kemudian memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya tentang Porprov. Pertanyaannya sederhana, tetapi menunjukkan rasa penasaran yang cukup besar: kapan Porprov dimulai, daerah mana saja yang menjadi tuan rumah, berapa cabang olahraga yang dipertandingkan hingga bagaimana mekanisme pelaksanaannya. Tim PB Porprov yang dikoordinir Ketua Seksi Acara, Silfi Fatayani, dengan ramah melayani berbagai pertanyaan tersebut. “Warga ternyata cukup antusias. Banyak yang bertanya karena sudah lama Porprov tidak digelar. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memberikan informasi langsung kepada masyarakat,” ujar Silfi. Kepala Dispora Sumbar Tasriatul Fuadi mengatakan sosialisasi melalui ruang publik seperti CFD penting agar Porprov tidak hanya dikenal oleh insan olahraga, tetapi juga masyarakat luas. “Porprov ini milik masyarakat Sumatera Barat. Karena itu, masyarakat perlu tahu dan ikut menyukseskannya,” katanya. Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus juga mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Porprov XVI. “Kita ingin Porprov kembali menjadi pesta olahraga yang dekat dengan masyarakat. Mari kita ramaikan dan dukung atlet-atlet Sumbar,” ujarnya. Bagi sebagian pengunjung CFD, kehadiran Si Rimau menjadi pengalaman yang menarik. “Awalnya saya kira ini hanya maskot biasa. Setelah tahu ini maskot Porprov, jadi penasaran juga kapan pertandingannya,” ujar salah seorang pengunjung CFD. Pengunjung lainnya mengaku senang karena Porprov kembali digelar setelah cukup lama tidak terdengar gaungnya. “Sudah lama tidak ada Porprov. Semoga pelaksanaannya meriah dan atlet-atlet kita bisa menunjukkan prestasi terbaik,” katanya. Bukan Sekadar Harimau Si Rimau memang dibuat agar mudah dikenali. Sosok Harimau Sumatera menjadi tokoh utama, dipadukan dengan busana tradisional Minangkabau lengkap dengan mahkota. Wakil Ketua II PB Porprov XVI sekaligus Waketum VII KONI Sumbar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi, Dolla Indra, mengatakan pemilihan Harimau Sumatera memiliki filosofi kuat. “Harimau Sumatera melambangkan kekuatan, keberanian, ketangguhan, kecepatan dan semangat juang. Itu adalah karakter yang juga harus dimiliki seorang atlet,” jelas Dolla. Ekspresi Si Rimau yang ceria dan dinamis juga menggambarkan sisi lain olahraga. Bahwa kompetisi bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga tentang kegembiraan, persahabatan dan semangat positif. Sementara busana adat Minangkabau yang dikenakan Si Rimau menjadi penegas identitas Sumatera Barat. “Busana tradisional Minangkabau menegaskan identitas budaya Sumbar. Jadi Porprov bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan budaya daerah,” katanya. Warna kuning dan oranye yang mendominasi kostum juga memiliki makna tersendiri. Kuning menggambarkan kejayaan dan optimisme, sedangkan oranye menyiratkan energi serta semangat untuk bertanding. Di tangan Si Rimau terdapat obor dengan api berwarna merah, kuning dan hitam. Obor tersebut menjadi simbol semangat kompetisi yang terus menyala, keberanian dan tekad untuk meraih prestasi. Pose Si Rimau yang melangkah ke depan pun bukan tanpa arti. “Gerakan melangkah maju menggambarkan progres dan kesiapan untuk bertanding. Gestur yang terbuka juga menyiratkan ajakan untuk bersatu dan menyambut seluruh kontingen kabupaten/kota se-Sumbar,” kata Dolla. Di bagian mahkota terdapat slogan “SUMBAR HEBAT – OLAHRAGA JUARA”. Slogan itu sekaligus menjadi pesan utama Porprov XVI Sumbar 2026: olahraga bukan sekadar pertandingan, tetapi juga ruang untuk membangun kebanggaan daerah. Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026, dengan mempertandingkan 53 cabang olahraga, diselenggarakan di 12 daerah, termasuk Kabupaten Kepulauan Mentawai serta melibatkan kabupaten/kota di Sumatera Barat, Setelah sekian lama menunggu, kini Porprov kembali hadir. Dan di CFD Padang pagi itu, Si Rimau menjadi salah satu cara paling sederhana untuk mengingatkan masyarakat: pesta olahraga Sumbar sudah semakin dekat.(*)
Bimtek Satu Data dan Sirimau Digelar, KONI Sumbar Siapkan Tata Kelola Olahraga Berbasis Digital

PADANG — KONI Sumatera Barat terus menggenjot digitalisasi olahraga dengan membangun Satu Data Olahraga dan memperkuat penggunaan aplikasi Sirimau. Sistem ini disiapkan untuk memperbaiki pendataan atlet sekaligus menopang pembinaan dan prestasi olahraga Sumbar. Penguatan sistem tersebut dibahas dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Satu Data dan Sirimau Porprov XVI Sumbar 2026 di Hotel Pangeran, Padang, Minggu (6/9/2026). Bimtek diikuti utusan Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga dan admin Si Rimau. Hadir Ketua Pelaksana Jasman Herry, Wakil Ketua Umum VII KONI Sumbar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi Dolla Indra, Ketua KONI SUmbar Hamdabus Kepala Dispora Sumbar Tasliatul Fuaddi. *Data Jadi Fondasi Pembinaan* Ketua Pelaksana Jasman Herry menilai pengelolaan olahraga tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan atlet. Data dan teknologi juga harus menjadi bagian dari sistem pembinaan. Ia mempertanyakan sejauh mana aktivitas olahraga selama ini terdokumentasi dan dipublikasikan dengan baik. “Olahraga itu tidak hanya lahir dari kemampuan olahraga, tapi juga tentang digitalisasi dan data. Yang jadi pertanyaan, apakah kegiatan olahraga ini terdokumentasikan dan terpublis dengan baik,” kata Jasman. Melalui Satu Data KONI Sumbar, informasi olahraga akan dihimpun lebih terstruktur. Sirimau juga memungkinkan profil dan perkembangan atlet diketahui secara lebih lengkap. “Di sini bisa diketahui apa pun tentang atlet melalui Sirimau. Mari kita bangun bersama Satu Data KONI Sumbar untuk meningkatkan prestasi olahraga Sumbar. Semoga tata kelola olahraga di Sumbar semakin modern,” ujarnya. Sumbar Disebut Jadi Role Model Nasional Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menyebut transformasi digital yang dilakukan Sumbar mendapat perhatian KONI Pusat. Ia mengatakan Sumbar menjadi daerah pertama yang diajak KONI Pusat melakukan kerja sama melalui MoU bidang digitalisasi. “Sumbar di bidang digitalisasi ini jadi role model nasional. Kita yang pertama kali diajak MoU oleh KONI Pusat,” kata Hamdanus. Hamdanus juga mengapresiasi dukungan Dispora Sumbar serta kehadiran para utusan Pengprov dalam Bimtek tersebut. Terkait dinamika persiapan Porprov XVI, ia meminta seluruh pihak tidak mudah terpancing berbagai informasi yang berkembang. “Untuk dinamika yang beredar sekarang, itu biasa. Kita harus bijak menyikapinya,” ujarnya. *Porprov Oktober, Persiapan Disebut 80 Persen> Kepala Dispora Sumbar Tasliatul Fuaddi menyatakan Pemprov Sumbar bersama KONI dan pemerintah kabupaten/kota terus menyelaraskan persiapan Porprov XVI Sumbar 2026. “Acara ini membuktikan sudah ada sinkronisasi antara KONI Sumbar dengan Pemprov dan Pemko/Pemkab untuk satu suara menyemarakkan Porprov XVI Sumbar 2026,” katanya. Tasliatul menyebut tingkat kesiapan Porprov telah mencapai sekitar 80 persen. Ia memastikan Pemprov Sumbar tetap mendukung pelaksanaan ajang tersebut pada Oktober 2026. “Kesiapannya sudah 80 persen. Saya akan melanjutkan dan menyukseskan iven ini. Sudah delapan tahun tak terlaksana,” ujarnya. Menurutnya, Porprov tidak hanya berkaitan dengan pembinaan atlet. Perhelatan tersebut juga berpotensi menggerakkan perekonomian daerah. &Anggaran Jangan Lagi Tersendat* Tasliatul meminta pemerintah kabupaten dan kota segera memastikan dukungan anggaran. Memasuki September, waktu persiapan semakin terbatas. “Untuk masalah anggaran, sekarang sudah September. Artinya, sudah mau ketuk palu. Untuk pemangku kebijakan di daerah, jangan tunda lagi, jangan patahkan semangat atlet yang sudah bersiap di Porprov tahun ini,” tegasnya. Ia juga meminta semua pihak memahami kondisi fiskal daerah akibat penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD). Meski demikian, Tasliatul menegaskan Pemprov Sumbar tetap mendukung pelaksanaan Porprov tahun ini. “Kami sangat mendukung Porprov Sumbar tahun ini di bulan Oktober. Jangan ada penundaan lagi,” katanya. *Si Rimau Harus Siap Saat Pertandingan* Dukungan terhadap digitalisasi olahraga, menurut Tasliatul, harus dibarengi kesiapan sumber daya manusia dan sistem yang andal. “Pemprov Sumbar sangat mendukung Bimtek ini guna peningkatan SDM pengurus olahraga di Sumbar dalam bidang digitalisasi ini. Kita butuh data yang cepat dan update,” ujarnya. Ia meminta pengelola Si Rimau menyiapkan mitigasi jika terjadi gangguan aplikasi ketika Porprov berlangsung. “Perlu juga dimitigasi gangguan terhadap aplikasi nantinya,” katanya. Tasliatul juga mengingatkan agar pelaksanaan pertandingan dijaga dari praktik pengaturan hasil. “Jangan sampai ada nanti pengaturan atau match fixing di Porprov kali ini,” tegasnya. Dengan penguatan Satu Data dan Sirimau, KONI Sumbar berharap pengelolaan olahraga bergerak menuju sistem yang lebih terukur dan transparan. Data atlet, cabor dan aktivitas pembinaan diharapkan tidak lagi tercecer, tetapi menjadi dasar dalam menentukan arah pembinaan dan peningkatan prestasi Sumbar. (*)
Jelang Porprov: KONI Sumbar Pacu Digitalisasi Admin Daerah, Percepatan Satu Data Jadi Fokus

PADANG — KONI Sumatera Barat mempercepat digitalisasi administrasi di 19 KONI kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya membangun satu data olahraga yang terintegrasi. Program tersebut dinilai akan memudahkan pemantauan data atlet dan pelatih secara lebih lengkap, mulai dari asal daerah, tempat latihan, rekam prestasi hingga informasi pendukung lainnya. Langkah itu mengemuka dalam kegiatan Bimtek Percepatan Digitalisasi Administrasi KONI Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat yang digelar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi KONI Sumbar di Daima Hotel Padang, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 19 admin KONI kabupaten/kota dan dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat, Tasriatul Fuadi. Hadir Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus bersama jajaran pengurus KONI Sumbar. Dispora: Data Manual Tak Lagi Relevan Tasriatul Fuadi mengapresiasi langkah KONI Sumbar yang mulai menerapkan sistem digital dalam pengelolaan administrasi dan data olahraga. Menurutnya, digitalisasi memberikan kemudahan untuk memperoleh gambaran perkembangan atlet dan pelatih secara detail. Data tidak hanya berkaitan dengan identitas, tetapi juga mencakup asal atlet, lokasi latihan, prestasi yang diraih serta berbagai informasi lainnya. “Melalui digitalisasi ini kita bisa melihat perkembangan atlet dan pelatih secara lengkap dan detail. Mulai dari asalnya, latihan di mana, prestasinya apa, sampai data-data lainnya. Semua bisa diketahui dalam satu sistem,” ujar Tasriatul. Ia menyebut era pengelolaan data secara manual sudah seharusnya ditinggalkan. Dalam pengelolaan olahraga yang semakin kompleks, ketersediaan data digital dibutuhkan agar informasi dapat diakses dengan cepat dan digunakan sebagai dasar perencanaan. “Sekarang bukan masanya lagi kita menggunakan data secara manual. Digitalisasi data sudah menjadi kebutuhan. Semua bisa dijangkau dengan lebih mudah,” katanya. Tasriatul juga berharap sistem tersebut dapat memperkecil perbedaan informasi antara KONI Sumbar dengan KONI kabupaten/kota. “Kalau datanya sudah terintegrasi dan dikelola secara digital, simpang siur data tidak akan ada lagi. Kita memiliki data yang sama dan bisa mengaksesnya sesuai kebutuhan,” tegasnya. Percepat Satu Data KONI Sumbar Wakil Ketua Umum KONI Sumbar Bidang Digitalisasi, Dolla Indra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari percepatan penerapan satu data KONI Sumbar. Menurutnya, keterlibatan admin dari seluruh KONI kabupaten/kota menjadi langkah awal untuk menyamakan pola pengelolaan data dan administrasi di tingkat daerah. “Diikuti 19 admin KONI daerah. Progres Porprov melalui percepatan satu data KONI Sumbar terus dilakukan,” ujar Dolla. Sistem tersebut diharapkan membuat proses penyampaian dan pembaruan data berlangsung lebih cepat. Data yang masuk dari kabupaten/kota juga dapat menjadi bahan bagi KONI Sumbar dalam memantau perkembangan pembinaan olahraga. Hamdanus: Digitalisasi Tak Bisa Ditunda Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus mengapresiasi kesiapan seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran 19 admin KONI daerah menunjukkan keseriusan jajaran KONI dalam mengikuti perubahan tata kelola organisasi. Menurut Hamdanus, perkembangan teknologi telah mengubah cara organisasi berkomunikasi dan bekerja. Karena itu, KONI juga harus mampu menyesuaikan diri. “Digitalisasi ini tidak bisa ditunda lagi. Ini tanda-tanda kemajuan dan keseriusan kita,” kata Hamdanus. Ia menilai sistem digital akan menjadi sarana komunikasi yang efektif untuk menghubungkan KONI Sumbar dengan seluruh KONI kabupaten/kota. “Komunikasi kekinian tentu dengan digitalisasi. Digitalisasi inilah yang bisa menjadi media terbaik,” ujarnya. Perkuat Persiapan Porprov XVI Di tengah pembenahan sistem administrasi, Hamdanus meminta seluruh KONI kabupaten/kota tetap fokus terhadap persiapan Porprov XVI Sumbar 2026. Porprov dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026. Sejumlah persiapan telah berjalan, termasuk pemasangan baliho dan latihan para atlet. Hamdanus juga meminta KONI kabupaten/kota terus mendorong percepatan evaluasi APBD di masing-masing daerah, terutama melalui koordinasi dengan bagian keuangan dan anggaran. Menurutnya, kesiapan anggaran menjadi salah satu faktor yang perlu segera dituntaskan agar pelaksanaan Porprov dapat berjalan sesuai rencana. *Sumbar Menuju Agenda Olahraga Lebih Besar* Hamdanus menyebut Porprov XVI menjadi salah satu bagian dari momentum kebangkitan olahraga Sumatera Barat. Setelah Porprov, Sumbar akan menghadapi sejumlah agenda olahraga nasional, seperti PON Beladiri, PON Pantai, PON Indoor dan PON Remaja. Sumatera Barat juga telah mendapat kepercayaan dari KONI Pusat menjadi tuan rumah Korwil Sumatera pada 2027. Di sisi lain, terdapat rencana penyelenggaraan Pekan Olahraga Negara Serumpun. Sejumlah cabang olahraga berpeluang dipertandingkan dalam agenda tersebut. Dengan rangkaian agenda itu, KONI Sumbar menilai pembenahan tata kelola dan basis data olahraga harus berjalan beriringan dengan peningkatan prestasi. Digitalisasi administrasi diharapkan tidak sekadar memindahkan data manual ke sistem elektronik, tetapi menjadi fondasi bagi pengelolaan olahraga Sumbar yang lebih tertib, cepat, terukur dan terintegrasi. (jiga)
Respons Cepat Aspirasi KONI Daerah, Hamdanus: Kawal Evaluasi APBD dan Kesiapan Porprov

PADANG — Ketua Umum KONI Sumatera Barat Hamdanus meminta proses evaluasi APBD Provinsi Sumbar segera dituntaskan. Langkah itu dinilai perlu agar dukungan anggaran untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026 memiliki kepastian dan seluruh tahapan dapat berjalan tanpa hambatan . Di tengah proses tersebut, Hamdanus memastikan roda persiapan Porprov tidak boleh berhenti. Panitia Besar (PB) Porprov diminta tetap bekerja sesuai tahapan yang telah disusun sambil mengikuti perkembangan kebijakan anggaran daerah. Hal itu ditegaskan Hamdanus setelah menerima tiga Ketua KONI kabupaten/kota di Padang, Jumat malam (4/9/2026). Mereka adalah Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon, Ketua KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai Alinurdin, dan Ketua KONI Pasaman SY Ade Herman. Pertemuan tersebut membahas kesiapan daerah menghadapi Porprov XVI yang saat ini dijadwalkan berlangsung pada 2-14 Oktober 2026. Aspirasi Daerah Jadi Perhatian Dalam pertemuan itu, sejumlah Ketua KONI daerah menyampaikan aspirasi terkait waktu pelaksanaan Porprov. Salah satu usulan yang muncul adalah menggeser jadwal pertandingan menjadi 1-14 Desember 2026. Namun, para pengurus KONI daerah juga meminta agar langkah persiapan tetap dilakukan sembari menunggu kepastian dari seluruh proses yang sedang berjalan. Hamdanus merespons aspirasi tersebut dengan meminta PB Porprov terus bekerja. Menurut dia, persiapan teknis, regulasi, koordinasi antarpihak hingga kebutuhan penyelenggaraan harus tetap dimatangkan. “Di antara kunci keberhasilan kita adalah merampungkan seluruh regulasi dan mengoptimalkan komunikasi dengan semua pihak terkait,” ujar Hamdanus. Sebagai penanggung jawab PB Porprov, Hamdanus juga telah menandatangani Technical Handbook (THB) untuk 53 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Tahapan berikutnya akan berlanjut melalui pelaksanaan Chef de Mission (CDM) pertama yang dijadwalkan digelar pekan depan. Hamdanus turut meminta KONI kabupaten/kota aktif mengikuti agenda yang telah disiapkan PB Porprov. Koordinasi dari tingkat provinsi hingga daerah dinilai dibutuhkan agar setiap persoalan dapat segera ditangani. Hamdanus: Kawal Evaluasi APBD Percepatan evaluasi APBD Provinsi menjadi perhatian Hamdanus karena berkaitan langsung dengan dukungan anggaran untuk penyelenggaraan Porprov. Untuk memastikan proses tersebut terus bergerak, Hamdanus melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak yang memiliki keterkaitan dengan pemerintahan daerah. Sabtu pagi (5/9/2026), ia berkoordinasi dengan Wakil Ketua Umum IV KONI Sumbar Reido Deskumar yang juga Staf Khusus Gubernur Sumbar. Sehari sebelumnya, Hamdanus juga berkomunikasi dengan Wakil Ketua Umum X KONI Sumbar Fikri Haldi, yang menjabat sebagai Staf Khusus Wakil Gubernur Sumbar. Koordinasi itu diarahkan untuk mendorong penyelesaian evaluasi APBD sehingga kebutuhan persiapan Porprov dapat memperoleh kepastian. Hamdanus berharap proses tersebut segera selesai sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan begitu, tahapan yang telah dirancang PB Porprov dapat dilaksanakan dengan lebih leluasa. “Kita mendorong semua pihak menjalankan tugas dan kewenangannya masing-masing secara cepat. Yang penting seluruh tahapan Porprov terus bergerak dan persiapannya semakin matang,” tegas Hamdanus. Ia mengajak seluruh KONI kabupaten/kota, PB Porprov, pemerintah daerah dan pihak terkait menjaga komunikasi. Menurutnya, kerja bersama diperlukan agar setiap kendala yang muncul tidak sampai mengganggu persiapan Porprov XVI Sumbar 2026. (*)