Pasbar Matangkan Persiapan Arung Jeram dan Grasstrack untuk Porprov XVI Sumbar 2026

PASAMAN BARAT – Persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 terus dimantapkan. Kali ini, KONI Sumbar menggelar Rakornis bersama KONI Kabupaten Pasaman Barat, Pengurus Provinsi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sumbar, dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumbar di Kompleks Peridon Siap Maju, Minggu (2/8/2026) malam. Rapat dibuka Ketua Organizing Committee (OC) Porprov XVI Sumbar, Dr. Septri, didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Digitalisasi KONI Sumbar, Dolla Indra. Agenda tersebut difokuskan untuk memastikan kesiapan Pasaman Barat sebagai tuan rumah cabang olahraga arung jeram dan grasstrack. Dalam arahannya, Septri menegaskan bahwa kesuksesan penyelenggaraan Porprov tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, tetapi juga kolaborasi yang kuat antara KONI Sumbar, KONI kabupaten/kota, serta pengurus cabang olahraga. “Seluruh tahapan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari kesiapan venue, jadwal pertandingan, perangkat pertandingan hingga pelayanan bagi atlet dan kontingen. Dengan kerja sama yang baik, kita optimistis Porprov dapat berlangsung sukses,” ujarnya. Rakornis juga membahas berbagai aspek teknis, seperti kesiapan arena pertandingan, penyusunan jadwal, kelengkapan perangkat pertandingan, hingga koordinasi kepanitiaan. Pasaman Barat dipercaya menjadi lokasi pertandingan dua cabang olahraga, yakni arung jeram dan grasstrack. Kedua cabor tersebut akan dipusatkan di kawasan Peridon Siap Maju yang memiliki sirkuit grasstrack bertaraf nasional serta lintasan arung jeram dengan karakter sungai yang memenuhi standar kompetisi. Ketua KONI Pasaman Barat, Wahidul Basri, menyampaikan komitmen daerahnya untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Porprov. Berbagai persiapan, mulai dari infrastruktur, sarana pendukung hingga pembentukan kepanitiaan, terus dimatangkan. “Kami ingin seluruh kontingen merasa nyaman selama berada di Pasaman Barat. Karena itu, semua kebutuhan penyelenggaraan akan kami siapkan sebaik mungkin agar pelaksanaan berlangsung aman, tertib, dan sukses,” katanya. Sementara itu, Ketua Pengprov FAJI Sumbar Rio Handevis serta Ketua Bidang Organisasi dan Olahraga yang juga Caretaker IMI Sumbar, Syofyan Masni, memastikan masing-masing cabang olahraga siap mendukung pelaksanaan pertandingan, termasuk penyediaan peralatan, perangkat pertandingan, serta penerapan regulasi sesuai standar nasional. Dari Rakornis tersebut disepakati sejumlah langkah lanjutan, antara lain verifikasi berkala terhadap kesiapan venue, evaluasi perkembangan persiapan setiap dua pekan, serta penyelarasan pedoman teknis penyelenggaraan di masing-masing cabang olahraga. (*)

Pariaman Mantapkan Kesiapan Tuan Rumah Tiga Cabor Porprov XVI Sumbar 2026

PARIAMAN – Pemerintah Kota Pariaman terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah pelaksanaan tiga cabang olahraga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) yang digelar di Balai Kota Pariaman, Senin (3/8/2026). Rakornis dipimpin Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi dan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Pariaman sekaligus Ketua Kontingen Porprov Kota Pariaman Afrizal A, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Hertati Taher, Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD. Kemudian Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Ketua Pelaksana Porprov XVI Sumbar Dr. Septri, Waketum VII Bidang Digitalisasi KONI Sumbar Dolla Indra, serta jajaran Pengurus Provinsi cabang olahraga sepatu roda, soft tenis, dan teqball. Pertemuan tersebut membahas kesiapan Kota Pariaman sebagai penyelenggara pertandingan sepatu roda, soft tenis, dan teqball. Seluruh venue direncanakan berada dalam satu kawasan agar koordinasi penyelenggaraan, pelayanan atlet, ofisial, serta mobilitas penonton menjadi lebih efektif. Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menuntaskan berbagai pembenahan fasilitas pertandingan, khususnya venue soft tenis dan arena sepatu roda. “Kami siap menjadi tuan rumah yang baik. Berbagai fasilitas akan terus dibenahi agar pelaksanaan pertandingan berjalan lancar dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta maupun penonton,” ujarnya. Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal A mengatakan daerahnya optimistis mampu menyukseskan pelaksanaan Porprov karena memiliki pengalaman menjadi penyelenggara berbagai kejuaraan olahraga berskala nasional, terutama cabang sepatu roda. Selain menyiapkan sarana pertandingan, Pemko Pariaman juga membentuk relawan untuk mendukung pelayanan selama kompetisi berlangsung. Di sisi lain, pembinaan atlet terus dilakukan meski keterbatasan anggaran membuat tidak semua cabang olahraga dapat diikuti kontingen Kota Pariaman. Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD menambahkan koordinasi teknis bersama panitia dan pengurus cabang olahraga terus berjalan. Sementara jumlah cabang olahraga yang akan diikuti kontingen masih menunggu kepastian alokasi anggaran daerah. Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus mengajak seluruh pemangku kepentingan mengedepankan semangat kebersamaan demi menyukseskan Porprov XVI Sumbar. “Porprov adalah pestanya atlet. Kini saatnya kita fokus menyukseskan pelaksanaan Porprov, bukan lagi memperdebatkan anggaran. Semua pihak sedang berupaya menyelamatkan pembinaan atlet dan tidak ada niat mempersulit cabang olahraga,” tegasnya. Hamdanus juga mengingatkan pentingnya penyusunan jadwal pertandingan secara cermat agar seluruh rangkaian lomba berjalan efektif. Sesuai agenda, soft tenis akan digelar pada 1–6 Oktober, teqball pada 4–8 Oktober, dan sepatu roda pada 9–14 Oktober 2026. Ketua Pelaksana Porprov XVI Sumbar Dr. Septri menyebut secara umum venue di Kota Pariaman telah memenuhi persyaratan penyelenggaraan. Namun, ia meminta pemerintah daerah segera membentuk panitia lokal, melengkapi administrasi kepanitiaan, serta memastikan kepengurusan cabang olahraga tetap aktif hingga pelaksanaan Porprov. Ia juga menegaskan bahwa upacara pembukaan Porprov XVI Sumbar hanya dilaksanakan satu kali dan direncanakan berlangsung di Kota Solok pada 2 Oktober 2026. “Daerah tetap dapat menggelar seremoni penyambutan kontingen sesuai kebutuhan masing-masing, tetapi pembukaan resmi Porprov hanya dilaksanakan di Kota Solok,” katanya. Sementara itu, Waketum Bidang Digitalisasi KONI Sumbar Dolla Indra meminta seluruh kabupaten dan kota menuntaskan pendataan atlet, ofisial, serta perangkat pendukung paling lambat 31 Agustus 2026 agar proses verifikasi tidak mengalami kendala. Dari masing-masing cabang olahraga, kesiapan pelaksanaan juga dipastikan terus dimatangkan. Ketua Harian Pengprov Perserosi Sumbar H. Arfan Rosyda bersama Sekretaris Asral Malvinas menyatakan seluruh persiapan cabang sepatu roda telah berjalan sesuai rencana. Pertandingan akan berlangsung di Arena Sepatu Roda Pantai Cermin dan diikuti 13 pengurus cabang kabupaten/kota. Pada cabang soft tenis, Ketua Pengprov Pesti Sumbar Prof. Damrah mengatakan pertandingan akan dipusatkan di kawasan Karan Aur. Hingga kini, 12 dari 16 pengurus cabang telah menyatakan kesiapan mengikuti Porprov, sedangkan empat daerah lainnya masih menunggu konfirmasi. Pengprov juga akan menggelar penyegaran wasit sebelum pertandingan yang berlangsung pada 1–6 Oktober. Adapun Sekretaris Pengprov Teqball Sumbar Peba Rasaki menyebut cabang teqball siap dipertandingkan pada 4–8 Oktober di kawasan Karan Aur dengan partisipasi 10 kabupaten dan kota. Rakornis turut mengevaluasi berbagai aspek pendukung penyelenggaraan, mulai dari kesiapan venue, akomodasi wasit, juri dan panitia, pelayanan tamu dan VIP, layanan kesehatan, pengamanan, kebersihan, honor panitia lokal, hingga penyelesaian administrasi tuan rumah sebagai bagian dari persiapan akhir menuju Porprov XVI Sumatera Barat 2026. (*)

Siapkan Rp38 Miliar, Padang Bidik Juara Umum Porprov XVI Sumbar

PADANG– Kota Padang terus mematangkan persiapan sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI 2026. Sebanyak 20 cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan di Kota Padang, sementara pemerintah daerah menargetkan kontingennya kembali keluar sebagai juara umum. Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Kota Padang menyiapkan anggaran sekitar Rp38 miliar. Anggaran itu tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan penyelenggaraan, tetapi juga untuk pembinaan dan penghargaan bagi atlet berprestasi. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran ketika membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Tuan Rumah 20 Cabor Porprov Sumbar XVI di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Senin (10/8/2026). Rakornis yang diselenggarakan KONI Kota Padang itu diikuti unsur pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga serta jajaran penyelenggara Porprov Sumbar XVI. Dari KONI Sumbar hadir Ketua Umum Hamdanus, Ketua Organizing Committee (OC) Porprov Sumbar XVI Dr. Septri, Dr. Risky Syahputra anggota Steering Committee (SC) Farzil Ale. Turut hadir Ketua KONI Kota Padang Erianto bersama jajaran, Kepala Dispora Kota Padang Eka Putra Buhari serta pengurus 20 cabor yang akan menjadi tuan rumah pertandingan. Fadly menjelaskan, dari total anggaran sekitar Rp38 miliar yang disiapkan, sekitar Rp23 miliar dialokasikan untuk bonus atlet Kota Padang yang mampu menyumbangkan medali. Menurut dia, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada pelaksanaan pertandingan. Pembinaan atlet dan kesinambungan program olahraga prestasi juga menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi Porprov. “Porprov Sumbar XVI menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali pembinaan dan pengalaman bertanding atlet setelah ajang tersebut vakum selama sekitar delapan tahun. Pemko Padang mendukung penuh ajang ini yang juga bagian dari pembinaan atlet menuju PON 2028,” ujar Fadly. *Persiapan Dikebut* Dengan jadwal pelaksanaan yang masih mengacu pada 2–14 Oktober 2026, Fadly menilai waktu yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah, KONI, pengurus cabor dan pihak terkait tidak menunda penyelesaian berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan penyelenggaraan maupun persiapan atlet. “Kalau Porprov digelar 2 Oktober 2026, berarti tinggal dua bulan lagi sehingga kita harus mempersiapkannya untuk mempertahankan gelar juara umum Kota Padang. Tekad ini sejalan dengan semangat Program Unggulan (Progul) Padang Juara yang terus kita dorong,” katanya. Sebagai tuan rumah 20 cabor, Padang memiliki tanggung jawab ganda. Selain harus mempersiapkan kontingennya untuk bertanding, daerah ini juga harus memastikan pertandingan yang dipercayakan berlangsung sesuai standar penyelenggaraan. Kesiapan arena pertandingan, perangkat pertandingan, akomodasi dan pelayanan kontingen, keamanan, kebersihan hingga administrasi dan pengelolaan anggaran menjadi sejumlah aspek yang perlu diselesaikan. Fadly menekankan pentingnya komunikasi antarlembaga agar persoalan yang muncul selama persiapan dapat segera diidentifikasi dan ditangani. *KONI Padang Perkuat Koordinasi* Ketua KONI Kota Padang Erianto mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut pelaksanaan 20 cabor yang dipercayakan kepada Kota Padang. Menurutnya, koordinasi tidak hanya dilakukan dengan Pemko Padang, tetapi juga dengan KONI Sumbar, Dispora, pengurus cabor dan unsur lain yang berkaitan langsung dengan pertandingan. “Kita akan terus berkolaborasi dengan KONI Sumbar, Dispora, pengurus cabor, serta seluruh pihak terkait untuk memastikan kesiapan pertandingan sesuai jadwal yang ditetapkan,” ujar Erianto. Ia mengatakan Rakornis menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus membagi tanggung jawab masing-masing pihak. Dengan koordinasi yang lebih awal, kebutuhan teknis di setiap lokasi pertandingan diharapkan dapat dipetakan dan diselesaikan sebelum hari pelaksanaan. *Minta Persiapan Tidak Menunggu Mendekati Pertandingan* Ketua OC Porprov Sumbar XVI Dr. Septri menilai kesiapan tuan rumah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesuksesan penyelenggaraan Porprov. Menurutnya, setiap daerah yang dipercaya menjadi lokasi pertandingan harus memastikan kesiapan venue dan berbagai perangkat pendukung sejak jauh hari. “Rakornis ini penting untuk memastikan seluruh kebutuhan pertandingan di masing-masing tuan rumah terpetakan dengan baik. Kita ingin ketika Porprov dimulai, venue, perangkat pertandingan, pelayanan kontingen dan kebutuhan teknis lainnya sudah benar-benar siap,” kata Septri. Ia juga mengingatkan agar persoalan teknis di lapangan tidak dibiarkan hingga mendekati pelaksanaan. “Semakin cepat persoalan di lapangan diidentifikasi, semakin mudah kita mencari solusinya. Karena itu, koordinasi seperti ini harus terus diperkuat sampai seluruh kebutuhan pertandingan benar-benar siap,” ujarnya. Septri menambahkan, kualitas penyelenggaraan bukan hanya diukur dari suksesnya pertandingan, tetapi juga dari kemampuan tuan rumah memberikan pelayanan kepada atlet, ofisial, perangkat pertandingan dan kontingen yang datang. *KONI Sumbar Apresiasi Padang* Ketua KONI Sumbar Hamdanus memberikan apresiasi terhadap langkah Pemko Padang yang telah menyiapkan dukungan anggaran untuk pelaksanaan dan pembinaan olahraga menghadapi Porprov. “Kami mengapresiasi kesiapan Kota Padang sebagai salah satu tuan rumah yang paling siap dari sisi penganggaran. Semoga daerah lain dapat mengikuti langkah ini agar seluruh kebutuhan penyelenggaraan terpenuhi sebelum pelaksanaan,” kata Hamdanus. Ia menegaskan, sampai saat ini jadwal Porprov Sumbar XVI tetap mengacu pada hasil Rapat Koordinasi Terbatas Kepala Daerah, yakni 2–14 Oktober 2026, selama belum ada keputusan resmi yang menetapkan perubahan. Kehadiran jajaran KONI Sumbar dalam Rakornis tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara penyelenggara tingkat provinsi dengan pemerintah daerah dan tuan rumah. Dengan waktu persiapan yang semakin singkat, seluruh pihak kini dituntut bergerak lebih cepat. Kota Padang tidak hanya mengejar kesiapan sebagai tuan rumah 20 cabor, tetapi juga mempersiapkan kekuatan kontingen untuk mempertahankan predikat juara umum Porprov Sumbar XVI. (jiga)  

Dilepas Sekum KONI Sumbar, PASI Bidik 5 Emas di Kejurnas Atletik Junior 2026

PADANG – Kontingen Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sumatera Barat membidik peningkatan prestasi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Junior 2026 di Jakarta, 27–30 Juni. Setelah meraih dua medali emas pada edisi sebelumnya, tahun ini PASI Sumbar bersama KONI Sumbar memasang target lebih tinggi, yakni membawa pulang lima medali emas. Optimisme tersebut disampaikan Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, saat melepas 29 atlet PASI Sumbar di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Jumat (26/6). Menurutnya, kesiapan mental menjadi faktor utama agar atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik di level nasional. “Kalau sudah berada di Kejurnas, harus fokus. Targetkan hasil terbaik dan maksimalkan kemampuan. Jangan pernah berpikir lawan itu atlet nasional atau internasional. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Tampilkan yang terbaik dan raih medali emas,” tegas Dipo. Ia menilai target lima medali emas realistis karena Sumbar telah memiliki sejumlah atlet yang berpengalaman meraih prestasi nasional. Kejurnas Junior juga menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). “KONI Sumbar hadir untuk adik-adik semua. Tetap semangat berlatih, ikuti arahan pelatih, jangan pernah merasa sudah hebat. Buktikan kemampuan di arena pertandingan,” ujarnya. Ketua Harian Pengprov PASI Sumbar, Neiko Rasaki, mengatakan 29 atlet yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi terbaik dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Total kontingen yang bertolak ke Jakarta berjumlah 39 orang, termasuk pelatih dan ofisial. Menurutnya, selain mengejar medali, Kejurnas Junior menjadi ajang penting untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus menambah jam terbang atlet muda agar siap bersaing di level yang lebih tinggi. Sementara itu, Pelatih PASI Sumbar, Ridwan Maret, menjelaskan persiapan atlet dilakukan secara berjenjang melalui pembinaan di kabupaten dan kota. Sumbar akan tampil pada tiga kelompok usia, yakni U-16, U-18, dan U-20. “Mayoritas atlet yang kami kirim berasal dari kelompok U-16 sebagai fondasi pembinaan prestasi jangka panjang. Sementara di kelompok U-20, kami memiliki atlet-atlet yang sudah pernah meraih medali emas di Kejurnas, sehingga kami optimistis mereka mampu mempertahankan bahkan menambah raihan medali untuk Sumatera Barat,” kata Ridwan. Dengan perpaduan atlet-atlet muda potensial dan atlet berpengalaman yang telah mencicipi podium juara nasional, PASI Sumbar berharap mampu melampaui pencapaian pada Kejurnas sebelumnya sekaligus memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai salah satu daerah yang diperhitungkan dalam cabang olahraga atletik nasional. (jiga)

Balap Sepeda Sumbar Raih 1 Emas dan 2 Perak di Kejurnas ICF Pangandaran 2026

PANGANDARAN – Kontingen balap sepeda Sumatera Barat tampil membanggakan pada ajang Indonesia Cycling Federation (ICF) National Championship Road 2026 yang berlangsung di Pangandaran, Jawa Barat, 18-21 Juni 2026. Hingga hari ketiga perlombaan, tim Sumbar berhasil mengoleksi satu medali emas dan dua medali perak. Medali emas dipersembahkan oleh Rasjid Sahroni pada nomor Men Youth Individual Time Trial (ITT). Atlet muda andalan Sumbar itu juga menambah raihan medali perak pada nomor Men Youth Individual Road Race (IRR). Sementara satu medali perak lainnya diraih Khalifatul Umar Sidiq pada nomor Individual Time Trial (ITT) Men U-23. Kontingen Sumbar pada kejuaraan nasional tersebut diperkuat empat atlet, yakni Khalifatul Umar Sidiq, Ade Meisa, Rasjid Sahroni, dan Fernando Ibrahim. Mereka didampingi dua pelatih, Varian Kashira Putra dan Rafky Hidayat. Selain raihan medali, atlet binaan KONI Sumbar Ade Meisa juga menunjukkan performa menjanjikan dengan finis di posisi keenam nomor Men Elite Individual Time Trial (ITT). Ade masih berpeluang menambah prestasi Sumbar karena akan tampil pada nomor Individual Road Race (IRR) Men Elite. Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, memberikan apresiasi atas capaian atlet balap sepeda Sumbar di ajang nasional tersebut. “Ini prestasi yang sangat membanggakan. Rasjid membuktikan pembinaan usia muda di Sumbar berjalan di jalur yang benar. Medali emas di Kejurnas level nasional merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, orang tua, dan dukungan semua pihak. Semoga ini menjadi awal perjalanan prestasi yang lebih besar bagi Rasjid dan atlet-atlet Sumbar lainnya,” ujar Hamdanus. Pelatih ISSI Sumbar, Varian Kashira Putra, mengatakan keberhasilan Rasjid tidak terlepas dari persiapan yang matang sebelum berlaga di Pangandaran. “Rasjid menjalani program latihan dan adaptasi lintasan dengan baik. Dia tampil disiplin, sabar mengikuti ritme balapan, dan mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya pada saat yang tepat. Hasil ini menjadi motivasi bagi seluruh atlet Sumbar,” katanya. Sementara itu, Sekretaris Umum ICF Sumbar, dr. Budi Azwar, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian para atlet Sumbar yang mampu bersaing dengan pebalap terbaik dari berbagai provinsi. “Alhamdulillah, hasil ini menunjukkan bahwa pembinaan balap sepeda di Sumatera Barat terus berkembang. Raihan satu emas dan dua perak menjadi modal berharga untuk menghadapi agenda-agenda besar ke depan. Kami mengapresiasi perjuangan seluruh atlet, pelatih, serta dukungan KONI Sumbar yang terus memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga prestasi,” ujar dr. Budi Azwar. Menurutnya, peluang Sumbar untuk menambah medali masih terbuka melalui penampilan Ade Meisa pada nomor Men Elite Individual Road Race. “Kami berharap Ade dapat tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik. Apa pun hasilnya nanti, seluruh atlet telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa dan membawa nama baik Sumatera Barat di tingkat nasional,” tambahnya. Kejurnas ICF National Championship Road 2026 di Pangandaran diikuti sekitar 450 atlet dari 26 provinsi di Indonesia. Kejuaraan ini menjadi salah satu ajang balap sepeda terbesar di Tanah Air sekaligus wadah pencarian atlet potensial untuk memperkuat Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional. (*)

Sekum KONI Sumbar Dampingi Farhan Berlaga di Kejuaraan Karate Asia 2026

BALI– Atlet karate binaan KONI Sumatera Barat, Bripda Farhan Al Amin, mendapat dukungan langsung dari Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, saat memperkuat Tim Nasional Indonesia pada Kejuaraan Karate Asia ke-22 dan Para-Karate Asia ke-5 (AKF Championship) 2026 di Bali, 18–21 Juni 2026. Kehadiran Dipo di arena kejuaraan menjadi bentuk nyata komitmen KONI Sumbar dalam mendampingi dan memberikan motivasi kepada atlet daerah yang tampil membawa nama Indonesia di pentas internasional. Farhan yang merupakan anggota Satbrimob Polda Sumbar dipercaya memperkuat Timnas Indonesia di nomor kumite putra kelas -67 kilogram, bersaing dengan karateka-karateka terbaik Asia. “Farhan adalah atlet binaan KONI Sumatera Barat. Sudah menjadi kewajiban kami memberikan dukungan penuh kepada atlet yang berjuang membawa nama Indonesia. Kehadiran kami di sini sebagai bentuk support moral agar Farhan bisa tampil maksimal,” ujar Dipo di Bali, Kamis (18/6/2026) Kepercayaan membela Indonesia pada ajang AKF Championship menjadi pencapaian penting dalam perjalanan karier Farhan. Atlet muda asal Sumbar tersebut sebelumnya berhasil mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Sumbar pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 dan menjuarai Kejuaraan Karate Open Piala Wali Kota Padang 2025. Menurut Anandya, kesempatan tampil di kejuaraan level Asia merupakan hasil dari proses pembinaan yang panjang dan konsistensi prestasi yang ditunjukkan Farhan selama ini. Ia berharap pengalaman bertanding menghadapi atlet-atlet terbaik Asia dapat menjadi bekal berharga bagi Farhan untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasinya di masa mendatang. “Terlepas dari hasil yang diraih nanti, kepercayaan memperkuat Timnas Indonesia di level Asia merupakan kebanggaan besar bagi Sumatera Barat. Semoga Farhan mampu memberikan penampilan terbaik dan menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berprestasi,” katanya. Kejuaraan Karate Asia ke-22 dan Kejuaraan Para-Karate Asia ke-5 yang berlangsung di Bali diikuti ratusan karateka terbaik dari berbagai negara Asia di bawah naungan Asian Karate Federation (AKF). Ajang ini menjadi salah satu kejuaraan karate paling bergengsi di kawasan Asia sekaligus panggung pembuktian bagi atlet-atlet terbaik untuk menunjukkan kemampuan mereka di level internasional. (jiga)

Menuju PON 2028, KONI Sumbar Harapkan Dukungan Pangdam untuk Atlet TNI AD

PADANG — KONI Sumbar berharap dukungan penuh Kodam I/Bukit Barisan dan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol agar atlet-atlet asal Sumbar yang kini berstatus prajurit TNI Angkatan Darat tetap mendapat kesempatan membela daerah pada berbagai ajang olahraga nasional menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTB-NTT 2028. Harapan tersebut disampaikan Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, saat beraudiensi dengan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol yang diwakili Asisten Teritorial (Aster) Kolonel Candra di Makodam, Padang, Rabu (17/6/2026). Dalam pertemuan itu, Hamdanus didampingi Anggota Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumbar Jasman Herry serta jajaran Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sumbar. Hamdanus mengatakan, atlet-atlet Sumbar yang telah direkrut menjadi prajurit TNI AD merupakan aset olahraga daerah yang perlu terus dibina dan diberikan ruang untuk tetap berprestasi di arena olahraga nasional. “Kami memohon dukungan Bapak Pangdam agar atlet-atlet Sumbar yang kini mengabdi sebagai prajurit TNI AD tetap dapat membela Sumatera Barat pada berbagai agenda olahraga nasional. Mereka adalah aset olahraga daerah yang telah dibina sejak usia muda dan memiliki potensi besar mengharumkan nama Sumbar di tingkat nasional,” ujar Hamdanus. Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting mengingat Sumbar tengah menyiapkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi Porprov Sumbar 2026, Pra-PON 2027, hingga PON XXII NTB-NTT 2028. Salah satu cabang olahraga yang membutuhkan dukungan tersebut adalah dayung. Pengprov PODSI Sumbar saat ini tengah melaksanakan program pembinaan dan pemusatan latihan jangka panjang di Padang dan Danau Atas, Kabupaten Solok, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov XVI Sumbar 2026, Kejurnas 2026, Pra-PON 2027, dan PON 2028. Dalam program tersebut, terdapat dua atlet dayung Sumbar yang kini bertugas sebagai prajurit TNI AD di Yonif TP 904/Gara Mata, yakni Prada Kilpan Puberi dan Prada Zaki Hibrizi. Keduanya direkomendasikan oleh Pengprov PODSI Sumbar untuk mendapatkan izin dan dispensasi mengikuti pemusatan latihan hingga akhir tahun 2026 guna memperkuat tim dayung Sumbar pada agenda nasional mendatang. Selain meminta dukungan terhadap atlet yang telah menjadi prajurit TNI AD, Hamdanus juga berharap TNI AD memberikan perhatian kepada atlet-atlet berprestasi asal Sumbar melalui jalur rekrutmen. “Kami berharap atlet-atlet berprestasi asal Sumbar dapat memperoleh kesempatan dan prioritas dalam proses rekrutmen TNI AD sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan prestasi yang telah mereka persembahkan bagi daerah dan bangsa,” katanya. Hamdanus juga berharap Pangdam berkenan memberikan motivasi kepada atlet-atlet yang sedang menjalani pemusatan latihan provinsi (Pelatprov) agar semakin bersemangat dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan nasional. Menanggapi hal tersebut, Kolonel Candra menegaskan komitmen TNI AD untuk mendukung pembinaan olahraga prestasi, termasuk atlet-atlet yang berstatus prajurit. “Atlet adalah duta daerah dan bangsa. Prajurit TNI yang juga berstatus atlet harus tetap diberi ruang untuk mengembangkan prestasinya selama tidak mengganggu tugas pokok kedinasan. Kami akan berupaya memberikan dukungan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” ujarnya. Ia juga berpesan agar para atlet Sumbar terus menjaga disiplin dan semangat juang dalam mengejar prestasi. “Jangan pernah berhenti bermimpi menjadi juara. Disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah adalah modal utama untuk mencapai prestasi. Jadilah atlet yang membanggakan Sumatera Barat sekaligus mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” pesannya. Dalam audiensi tersebut, KONI Sumbar turut menyampaikan data sejumlah atlet binaan yang kini berstatus anggota TNI AD, di antaranya atlet gulat Sumbar Letnan Dua Infanteri Gilang Ilhaza, S.Pd., Gr., yang bertugas sebagai Pama Mabes TNI pada Pusjaspermildas TNI, atlet Muaythai Prada Andika Mandala Darma yang bertugas di Yon TP 954/Naga Berkisar Kodam I/Bukit Barisan, serta dua atlet dayung PODSI Sumbar, Prada Kilpan Puberi dan Prada Zaki Hibrizi dari Yonif TP 904/Gara Mata. KONI Sumbar berharap sinergi antara dunia olahraga dan TNI AD terus terjalin demi memperkuat persiapan kontingen Ranah Minang menuju PON 2028. (jiga)

KONI Sumbar dan Dispora Perkuat Koordinasi, Persiapan Porprov XVI 2026 Kian Matang

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat (Dispora) terus memperkuat sinergi dalam mematangkan persiapan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat XVI 2026. Hal ini ditandai dengan digelarnya pertemuan koordinasi lanjutan di Kantor Dispora Sumbar, Kamis (12/3/2026). Rapat tersebut dipimpin Kepala Dispora Sumbar, Mahdianur Musa, yang didampingi jajaran pejabat terkait. Dari KONI Sumbar hadir Ketua Umum Hamdanus, Ketua Pelaksana Porprov Septri, serta Sekretaris KONI Sumbar Risky Syahputra. Pertemuan ini difokuskan pada percepatan berbagai aspek strategis menjelang pelaksanaan Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Mahdianur Musa menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung penuh suksesnya pelaksanaan ajang olahraga terbesar di tingkat daerah tersebut. Menurutnya, Porprov tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga sarana penting dalam memperkuat pembinaan atlet sekaligus mempererat kebersamaan antar daerah di Sumatera Barat. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang berkelanjutan antara Dispora dan KONI agar seluruh tahapan persiapan berjalan tepat waktu. “Kita ingin semua aspek, mulai dari kesiapan venue, teknis pertandingan, hingga dukungan anggaran dan administrasi, dapat dituntaskan lebih awal sehingga pelaksanaan berjalan maksimal,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyebutkan bahwa pihaknya terus melakukan sinkronisasi dengan Dispora terkait kebutuhan teknis dan kesiapan daerah peserta. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan seluruh elemen pendukung Porprov telah siap jauh sebelum pelaksanaan dimulai. “Porprov ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk menjaring atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat,” katanya. Ia menambahkan, hasil dari Porprov XVI nantinya diharapkan mampu menjadi dasar pembinaan atlet menuju ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON). Ketua Pelaksana Porprov, Septri, turut menyampaikan bahwa panitia terus melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak, termasuk cabang olahraga dan pemerintah daerah. “Seluruh persiapan terus kita kebut, baik dari sisi teknis pertandingan, perangkat pertandingan, hingga koordinasi dengan daerah peserta. Targetnya, semua cabang olahraga dapat dipertandingkan sesuai jadwal,” ujarnya. Sebagai informasi, Porprov XVI Sumatera Barat menjadi ajang yang sangat dinantikan setelah sempat vakum selama delapan tahun, dengan penyelenggaraan terakhir pada 2018. Selain menjadi barometer pembinaan olahraga daerah, ajang ini juga menjadi pintu awal bagi atlet menuju level kompetisi nasional.

Zikrha Dwi Putri, Atlet Teqball Peraih Perak SEA Games 2025 Disambut di BIM

PADANG— Zikrha Dwi Putri, Peraih medali perak SEA Games 2025 Thailand dari nomor teqball single putri, disambut di Bandara Internasional Minangkabau, Selasa (16/12/2025). Begitu sampai di pintu kedatangan bandara, pahlawan Merah-Putih itu disambut pengalungan bunga oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar Mahdianur, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Plh Sekretaris KONI Sumbar Zaimul Bahri, Waketum Vi KONI Sumbar Revdi Iwan Syahputra. Turut juga dalam penyambutan Kabid Kesejahteraan Pelaku Olahraga Liswendi Kamar, Kabid Organisasi Syahindra Nurben, Kabid Humas Hendri Parjiga, Sekum Pengprov Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia ( POTSI)  Sumbar Peba Raski dan jajarannya, beserta keluarga Zikrha. Seperti dikutip fokussumbar.com, Zikrha meraih medali perak setelah tampil hingga partai final SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand, Jumat (13/12/2025). Pada laga puncak, atlet asal Kota Pariaman tersebut harus mengakui keunggulan atlet tuan rumah Jutatip Kuntatong, atlet peringkat satu dunia teqball saat ini. Meski gagal meraih emas, capaian tersebut dinilai sebagai prestasi membanggakan bagi Indonesia dan Sumatera Barat. Sebelumnya, Zikrha tampil impresif dengan menyingkirkan Nur Natasha Amyra (Malaysia) di semifinal serta Hsu Mon Aung (Myanmar) di perempat final. Kepala Dispora Sumbar Mahdianur yang tak bisa menyembunyikan rasa harunya menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi tersebut. “Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa dan patut kita banggakan. Ini bukan hanya keberhasilan pribadi Zikrha, tetapi juga menjadi bukti kebangkitan olahraga Sumatera Barat di level nasional dan internasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa atlet-atlet Sumbar mampu bersaing dengan atlet terbaik Asia Tenggara,” ujar Mahdianur. Mahdinur menambahkan, capaian ini tidak lepas dari kolaborasi dan sinergi yang baik antara Dispora Sumbar, KONI Sumbar, serta pengurus cabang olahraga. Ke depan, prestasi Zikrha harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet, sekaligus menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Sumbar agar terus berlatih dan berprestasi,” tambahnya. Hal senada, juga diungkapkan Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus. Menurut Hamdanus, prestasi Zikrha membuktikan atlet Sumatera Barat memiliki daya saing di tingkat Asia Tenggara. “Kami mengucapkan terima kasih karena telah mengharumkan nama daerah dan Indonesia,” kata Hamdanus. Hamdanus menekankan bahwa sudah seharusnya atlet berprestasi mendapat jaminan masa depan. “KONI Sumbar berkomitmen tidak hanya hadir saat atlet menang, tetapi juga memperjuangkan keberlanjutan karier dan kesejahteraan mereka. Atlet seperti Zikrha harus mendapat dukungan konkret melalui jalur prestasi, baik dalam pembinaan lanjutan maupun akses pengabdian kepada negara. Ini tanggung jawab moral kita bersama,” tegasnya. Di balik kesuksesannya itu, Zikrha Dwi Putri secara terbuka menyampaikan harapannya untuk mendapat dukungan menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri). “Cita-cita menjadi anggota Polri itu merupakan keinginan Zikrha sejak kecil. Saya berharap Dispora Sumbar dan KONI Sumbar bisa membantu memperjuangkan keinginan saya ini melalui jalur prestasi. Saya ingin tetap mengabdi untuk negara, baik melalui olahraga maupun melalui institusi Polri,” tegas Zikrha. Lalu, siapa Zikrha Dwi Putri? Ia lahir di Pariaman pada 23 Desember 2004. Zikrha merupakan mahasiswa tingkat akhir STIT Tarbiyah Syeh Burhanuddin Padang Pariaman, Program Studi Pendidikan PAUD. Anak kedua dari empat bersaudara pasangan M. Rodi dan Fitria Yenti ini sebelumnya merupakan atlet sepak takraw yang dibina melalui PPLP Sumbar sejak 2018, dan telah meraih sejumlah prestasi, mulai dari lokal, regional, nasional, hingga internasional. (ndri)

ALAMAT

Jl. Rasuna Said No.87, Rimbo Kaluang, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat

KONI SUMBAR

STRUKTUR KONI SUMBAR

KONI KABUPATEN / KOTA

PENGPROV

PRESTASI

RILIS MEDIA

© 2025 dikelola oleh bidang digitalisasi koni sumatera barat