KONI Sumbar Gelar Lomba Desain Logo dan Maskot PORPROV XVI 2026

Padang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat resmi membuka Lomba Desain Logo dan Maskot Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVI Sumatera Barat 2026. Ajang kreatif untuk masyarakat umum ini menyediakan total hadiah Rp10 juta, dengan batas akhir pengiriman karya pada 10 Desember 2025. Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, mengatakan lomba ini menjadi ruang partisipasi publik untuk menyemarakkan PORPROV XVI yang akan digelar tahun 2026. “Kami ingin masyarakat ikut menjadi bagian dari sejarah PORPROV XVI. Logo dan maskot bukan hanya identitas visual, tetapi simbol semangat olahraga Sumatera Barat. Karena itu kami mengundang para desainer dan kreator untuk berkompetisi secara sehat dan kreatif, ” ujar Hamdanus. Lomba ini mengusung tema “Sumbar Hebat, Olahraga Juara”. Menurut Hamdanus, tema tersebut menggambarkan optimisme Sumatera Barat menatap kebangkitan prestasi olahraga daerah. “PORPROV XVI akan menjadi momentum meningkatkan prestasi dan memperkuat ekosistem olahraga di Sumatera Barat. Semangat itu harus tercermin dalam karya logo dan maskot tahun ini,” tambahnya. Terbuka untuk Semua, Peserta Boleh Kirim Lebih dari Satu Karya Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Waketum VII KONI Sumbar, Dolla Indra, menjelaskan bahwa lomba ini dibuka untuk masyarakat umum tanpa batasan latar belakang. “Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk siapa pun yang punya kreativitas. Peserta bahkan boleh mengirim lebih dari satu karya, asalkan orisinal dan menyertakan filosofi desainnya,” kata Dolla. Karya dikirim dalam format JPEG dan file asli (CDR/PSD atau link Canva/digital platform lainnya), diunggah ke Instagram dengan menandai akun @konisumbar_official, serta mengirim file ke email panitia: porprovsumbar2026@gmail.com dengan subjek nama peserta_lomba logo dan maskot. Waketum II Bidang Prestasi: Saatnya Kebangkitan Olahraga Sumbar Waketum II Bidang Prestasi KONI Sumbar yang juga Panitia Pengarah PORPROV XVI, Septri, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar lomba desain, tetapi bagian dari gerakan besar membangkitkan olahraga daerah. “Ini momentum kebangkitan olahraga Sumbar. Kami mengajak seluruh masyarakat berkolaborasi mengangkat marwah olahraga kita. PORPROV adalah instrumen pembinaan berkelanjutan, dari sinilah bibit-bibit unggul daerah muncul dan ditempa,” ujar Septri. Ia berharap antusiasme masyarakat dalam lomba desain ini menjadi awal keterlibatan publik yang lebih luas menjelang PORPROV XVI. “Kreativitas masyarakat adalah energi tambahan bagi kebangkitan prestasi olahraga Sumbar, ” tambahnya. Penutupan 10 Desember, Pengumuman 13 Desember 2025 Keputusan panitia bersifat final dan seluruh karya pemenang akan menjadi hak milik KONI Sumbar. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 13 Desember 2025.(*)

Bonus Rp9 Miliar untuk 266 Atlet dan Pelatih, Sumbar Siap Hadapi Porprov 2026

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyalurkan bonus senilai Rp9.015.650.000 kepada 266 atlet dan pelatih berprestasi yang meraih medali pada berbagai ajang olahraga nasional. Penyerahan berlangsung di Istana Gubernur, Minggu (16/11/2025). Bonus tersebut diberikan kepada para peraih medali di Porwanas Jatim 2022, Pra Popnas 2022 Jakarta, Popnas 2023 Palembang, Piala Soeratin U-17 Jatim 2024, hingga PON XXI Aceh–Sumut 2024. Data Dispora Sumbar menunjukkan, alokasi terbesar diperuntukkan bagi atlet dan pelatih PON XXI 2024, yakni Rp8.065.250.000 untuk 134 penerima. Berikutnya Pra Popnas 2022 sebesar Rp436.800.000, Popnas 2023 Rp404.600.000, Soeratin 2024 Rp94.000.000, dan Porwanas 2022 Rp15.000.000. Plt. Kepala Dispora Sumbar, Dedy Diantolani, menegaskan bahwa penyaluran bonus ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah sekaligus upaya memperkuat motivasi atlet dalam menghadapi agenda olahraga daerah berikutnya. “Penghargaan ini adalah komitmen pemerintah untuk mendukung pembinaan atlet. Ini juga bagian dari persiapan panjang menuju Porprov 2026,” ujarnya. Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menjelaskan bahwa bonus tersebut sudah ditransfer ke rekening masing-masing penerima. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan DPRD melalui perubahan anggaran 2025, serta memohon maaf atas keterlambatan pencairan. Mahyeldi menegaskan perhatian pemerintah terhadap sektor olahraga terus diperkuat menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar 2026. “Porprov 2026 harus dipersiapkan lebih baik. Saya minta seluruh Pengprov dan cabang olahraga kompak. Kalau cabor tidak kompak, kami akan menahan dana. Dukungan hanya bisa diberikan jika semuanya berjalan solid,” tegasnya. Mahyeldi juga menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai penggerak sektor lain, termasuk pariwisata. Ia mendorong Pengprov cabor menghadirkan lebih banyak kejuaraan nasional di Sumbar untuk meningkatkan perputaran ekonomi daerah. Selain fokus pada Porprov 2026, ia menegaskan Sumbar siap menjadi tuan rumah PON 2032. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumbar atas alokasi bonus bagi atlet dan pelatih. Ia menyebut dukungan tersebut sangat penting dalam menyongsong Porprov 2026. “KONI mendapat dukungan penuh pemerintah, terutama untuk persiapan Porprov 2026. Ini momentum konsolidasi dan percepatan pembinaan olahraga daerah,” kata Hamdanus. Ia menambahkan, KONI juga memperjuangkan kemudahan bagi para atlet, termasuk dispensasi bagi mahasiswa dan pelajar yang jadwal pendidikannya berbenturan dengan program latihan. Penyerahan bonus ini menjadi komitmen bersama pemerintah dan KONI Sumbar untuk memperkuat pembinaan prestasi menuju Porprov Sumbar 2026, agenda olahraga terbesar di provinsi tersebut. (*)

Sekum KONI Sumbar Dipo Turun ke Pelatnas! Dua Pegulat Sumbar Disuntik Motivasi dan Dukungan Nyata

Jakarta — Komitmen KONI Sumatera Barat terhadap atletnya kembali dibuktikan melalui langkah cepat Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, yang turun langsung ke pusat pelatihan nasional (Pelatnas) gulat di GOR Rawamangun, Jakarta, Selasa (11/11). Kehadiran Sekum Dipo menegaskan bahwa pembinaan atlet bukan sekadar program, tetapi juga kehadiran nyata di tengah proses latihan. Dalam pertemuan tersebut, Dipo bertemu dua pegulat andalan Sumbar: Yusma Deswita, yang tengah mempersiapkan diri tampil di Riyadh, Arab Saudi, serta Gilang Ilhaza, yang ditempa di Pelatnas menuju SEA Games 2025 di Thailand. Keduanya merupakan aset Sumbar yang sedang berjuang di level tertinggi nasional.   Konteks Yusma semakin penting karena Indonesia mengirim 39 atlet ke Riyadh untuk berlaga pada Islamic Solidarity Games (ISG) 2025—salah satu ajang multi-event terbesar dunia Islam. Tahun ini, Ibu Kota Riyadh menjadi tuan rumah ISG ke-6, dan akan diikuti lebih dari 3.000 atlet dari 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Cabang gulat menjadi salah satu nomor yang diikuti Indonesia, dengan kehadiran atlet-atlet yang kini ditempa di Pelatnas. Tidak sekadar hadir, Dipo membawa motivasi, uang konsumsi, serta dukungan pembinaan atas nama KONI Sumbar. Ia juga berdiskusi langsung dengan pelatih Pelatnas, Fajri, untuk memastikan progres latihan dan kebutuhan atlet Sumbar terpantau serta terpenuhi. “Kalian membawa nama Sumatera Barat. Kami bangga, dan kami hadir untuk memastikan dukungan bukan hanya kata-kata. Tetap fokus, tetap disiplin. Prestasi besar lahir dari proses dan kerja keras seperti ini,” ujar Dipo.   Pelatih Pelatnas Gulat, Fajri, mengapresiasi langkah KONI Sumbar. Menurutnya, dukungan langsung dari daerah berdampak positif bagi mental dan semangat atlet yang sedang mempersiapkan diri menghadapi ajang internasional. Kunjungan Sekum Dipo menjadi bukti bahwa KONI Sumbar ingin menghadirkan pola pembinaan yang kuat: hadir, peduli, dan menyokong atlet dari awal proses hingga meraih prestasi. Dengan komitmen seperti ini, Sumbar berharap makin banyak atlet yang mampu bersinar di panggung nasional maupun internasional. Pesan yang ditegaskan Dipo melalui kunjungan ini sangat jelas: Atlet Sumbar tidak berjuang sendirian — mereka membawa nama daerah, dan Sumatera Barat hadir penuh untuk mendukung mereka.(*)

Trio Pimpinan KONI Sumbar Serukan Semangat Kepahlawanan untuk Atlet dan Pembinaan Olahraga

Padang – Momentum Hari Pahlawan 10 November 2025 menjadi ruang refleksi bagi insan olahraga Sumatera Barat. Trio pimpinan KONI Sumbar—Ketua Hamdanus, Sekretaris Umum Anandya Dipo Pratama, dan Bendahara Umum Halim Fitra Setiawan—kompak menyerukan pentingnya nilai kepahlawanan sebagai energi baru dalam membangun prestasi dan memperkuat pembinaan olahraga di Ranah Minang. Ketua KONI Sumbar Hamdanus menegaskan bahwa makna kepahlawanan tidak hanya berkaitan dengan perjuangan masa kemerdekaan, tetapi juga relevan bagi atlet masa kini yang berjuang mengharumkan nama daerah. “Pahlawan hari ini adalah para atlet. Mereka berlatih dalam senyap, berjuang tanpa pamrih, dan mengangkat martabat Sumatera Barat di arena nasional. Itu adalah bentuk kepahlawanan yang nyata,” ungkap Hamdanus. Ia berharap agar nilai juang, disiplin, dan keikhlasan menjadi karakter utama atlet Sumbar dalam menghadapi berbagai agenda besar olahraga, termasuk Porprov dan persiapan menuju PON mendatang. Sementara itu, Sekum KONI Sumbar Anandya Dipo Pratama menyoroti peran pengurus yang turut memikul spirit kepahlawanan dalam bekerja di balik layar. “Setiap orang dalam ekosistem olahraga bisa menjadi pahlawan. Pengurus harus siap berkorban waktu, tenaga, dan pikiran agar pembinaan berjalan. Itu juga wujud kepahlawanan di era modern,” ujarnya. Dipo menekankan pentingnya kebersamaan dan soliditas dalam membangun olahraga Sumbar yang lebih maju. Bendahara Umum KONI Sumbar Halim Fitra Setiawan menambahkan bahwa integritas adalah salah satu nilai kepahlawanan paling penting dalam tata kelola organisasi. “Menjaga amanah adalah perjuangan. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan adalah cara kami memastikan setiap rupiah benar-benar kembali untuk pembinaan atlet,” tegas Halim. Menurutnya, kejujuran dan tanggung jawab adalah fondasi kemajuan olahraga yang kadang tidak terlihat, namun sangat menentukan. Ketiga pimpinan KONI Sumbar sepakat bahwa peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni, melainkan dorongan untuk memperkuat tekad menghadapi tantangan olahraga Sumbar yang semakin kompleks. Dengan semangat pengorbanan dan keikhlasan ala pahlawan, mereka optimistis bahwa prestasi Sumatera Barat dapat terus tumbuh dan kembali berkibar di tingkat nasional. “Jika spirit pahlawan hidup dalam diri kita—atlet, pelatih, pengurus, dan masyarakat—maka sebesar apa pun tantangan, olahraga Sumbar akan bangkit dan berjaya,” tutup Hamdanus.(*)  

KONI Sumbar Tinjau Stadion Sikabu: Pemanasan Awal Menuju Tuan Rumah PON 2032

Padang Pariaman, — Ketua KONI Sumatera Barat, Hamdanus, bersama jajaran tim melakukan peninjauan langsung ke Stadion Utama Sikabu di Padang Pariaman sebagai langkah awal memastikan kesiapan daerah bila Sumatera Barat ditetapkan sebagai tuan rumah PON 2032. Dalam kunjungan itu, Hamdanus didampingi Plt Ketua KONI Kabupaten Padang Pariaman, Zahirman, yang juga memaparkan kondisi terkini stadion dan kebutuhan pembangunan lanjutan. Cek Fasilitas dan Kebutuhan Penyempurnaan Tim mengevaluasi kondisi tribun, lapangan utama, akses jalan, serta area penunjang seperti drainase dan lahan parkir. Zahirman menegaskan bahwa Stadion Sikabu telah memasuki fase pembangunan signifikan, namun masih memerlukan penyelesaian struktur inti, perbaikan aksesibilitas, dan penguatan fasilitas pendukung agar memenuhi standar venue pertandingan multievent skala nasional. Momentum PON 2032 dan Tekanan Waktu KONI Pusat sebelumnya membuka peluang bagi provinsi yang ingin mengajukan diri sebagai tuan rumah PON 2032, dengan rentang persiapan ideal enam hingga tujuh tahun. Langkah inspeksi dini ini dinilai strategis untuk mempercepat penyusunan proposal kelayakan, penganggaran pembangunan, dan pemetaan kebutuhan cabang olahraga. Sejumlah provinsi lain juga tengah bergerak mempersiapkan diri untuk bidding PON 2032, sehingga kesiapan infrastruktur dan komitmen pemerintah daerah akan menjadi faktor penentu. Sumbar dipandang punya modal kuat bila pembangunan Stadion Sikabu dituntaskan dan arena pendukung di kabupaten/kota ikut disiapkan sejak sekarang. Selain venue, Hamdanus menegaskan pentingnya pembinaan atlet, pelatih, dan ofisial mulai 2025–2032. Sumbar harus tampil bukan hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga peserta yang kompetitif saat PON kembali digelar delapan tahun mendatang. Sumbar Serius, Tantangan Masih Panjang Kunjungan lapangan ini menjadi tanda nyata bahwa Sumbar ingin mengambil peran besar dalam PON 2032. Namun tantangannya masih besar: pembiayaan pembangunan, pembebasan lahan, penataan transportasi, serta sinkronisasi program antar kabupaten/kota. Kerja terukur selama beberapa tahun ke depan akan menjadi kunci apakah Sumbar siap melangkah sebagai tuan rumah pesta olahraga nasional tersebut.(*)

Trio Pimpinan KONI Sumbar ‘Sowan’ ke Kajati: Komitmen Bersihkan Tata Kelola Olahraga

Padang — Trio pimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar—Ketua Umum Hamdanus, Sekretaris Umum Anandya Dipo Pratama, dan Bendahara Umum Halim Fitra Setiawan—melakukan silaturahmi resmi ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat. Kedatangan mereka disambut langsung Kepala Kejati Sumbar, Muhibuddin. Pertemuan berlangsung santai namun bernuansa strategis. Dalam diskusi terbuka itu, KONI Sumbar dan Kejati menyentuh berbagai isu penting seputar pembangunan olahraga, tata kelola lembaga, serta komitmen bersama menjaga kepatuhan hukum. Hamdanus menegaskan bahwa KONI Sumbar tengah memperkuat sistem tata kelola yang bersih, transparan, dan berintegritas. “Olahraga harus dikelola dengan aturan yang jelas. Tidak boleh ada ruang penyimpangan. Prestasi itu lahir dari proses yang jujur dan tertib,” ujar Hamdanus. Kajati Sumbar Muhibuddin menyambut baik komitmen tersebut. Ia menegaskan bahwa Kejaksaan siap membuka ruang komunikasi seluas-luasnya untuk memastikan setiap program kerja KONI berjalan sesuai koridor hukum. “Kami mendukung semua langkah baik. Dunia olahraga harus menjadi contoh, bukan malah menimbulkan masalah hukum,” tegasnya. Sekum Anandya Dipo Pratama dan Bendum Halim Fitra Setiawan menambahkan pandangan terkait tantangan pembinaan atlet, pengelolaan anggaran, hingga pentingnya sinergi antarlembaga agar olahraga Sumbar lebih maju dan tertib. Silaturahmi ini menandai langkah awal sinergi strategis antara KONI dan Kejati. Keduanya sepakat bahwa pembinaan olahraga yang kuat harus berdiri di atas pondasi integritas dan kepatuhan pada regulasi. Dengan komitmen itu, Sumatera Barat diharapkan mampu melahirkan prestasi yang bersih, terukur, dan berkelanjutan.(*)

Binpres KONI Sumbar Matangkan Strategi Menuju PON 2028

PADANG– Semangat pembenahan dan evaluasi terus mengalir di tubuh KONI Sumatera Barat. Setelah kiprah di ajang PON Beladiri II 2025 Kudus, jajaran Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) langsung tancap gas mematangkan strategi baru demi mewujudkan prestasi gemilang pada PON 2028 di NTT–NTB. Usai pulang dari Kudus, tim di bawah koordinasi Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr. Sepri langsung mengelar sejumlah rapat. Pada Jumat (31/1]/2025l) mereka kembali menggelar rapat lanjutan di Kantor KONI Sumbar. Rapat tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembahasan program strategis yang sebelumnya telah digodok pascakegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) atlet dan pelatih. Turut hadir dalam rapat pematangan program tersebut, Dewan Penasehat KONI Sumbar, Prof. Syahrial Bakhtiar, yang memberikan berbagai masukan dan pokok pikiran untuk memperkuat arah pembinaan prestasi atlet Ranah Minang. “Pembinaan atlet harus berbasis data dan evaluasi kinerja yang berkelanjutan. Sistem promosi dan degradasi atlet pelatda juga harus objektif agar motivasi dan daya saing tetap tinggi,” ujar Prof. Syahrial Bakhtiar. Mantan Ketua KONI Sumbar dua periode itu juga menekankan pentingnya sinergi antara KONI Sumbar dan seluruh pengurus cabang olahraga (pengprov) dalam melahirkan prestasi terbaik. “Tidak ada prestasi besar tanpa kerja sama yang kuat antara KONI dan cabang olahraga. Semua pihak harus bergerak dengan visi yang sama, fokus pada peningkatan kualitas atlet dan pelatih,” tambahnya. Sementara itu, Dr. Sepri menegaskan bahwa rapat kali ini menjadi bagian penting dari konsolidasi dan percepatan program kerja Binpres KONI Sumbar. Pembahasan juga melibatkan bidang terkait, Litbang KONI Sumbar. “Kami sedang memfinalisasi laporan Monev, menyusun sistem promosi-degradasi atlet pelatda 2026, serta merancang koordinasi dan verifikasi calon atlet binaan KONI Sumbar 2026. Semua ini bagian dari upaya menyiapkan fondasi kuat menuju PON 2028,” jelasnya. Menurutnya, semangat kerja tim Binpres adalah memastikan proses pembinaan berjalan terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil. “Target kita bukan hanya lolos, tapi juga berprestasi di PON 2028 nanti,” tegas Sepri. (*)

M. Adli Terpilih Aklamasi Pimpin KONI Pessel 2025–2029

Painan – Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pesisir Selatan resmi menetapkan Muhammad Adli sebagai Ketua Umum KONI Pessel Periode 2025–2029. Penetapan dilakukan secara aklamasi melalui sidang pleno yang berlangsung di Hotel Saga Murni, Sabtu (1/11/2025), dan dihadiri perwakilan seluruh Cabang Olahraga (Cabor). Pimpinan sidang pleno, Raflenofa Yulanda, menyampaikan bahwa M. Adli secara sah terpilih sebagai Ketua Umum KONI Pessel. Dengan keputusan itu, kepemimpinan KONI Pessel resmi diserahkan kepadanya. Sementara itu, Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, mengapresiasi semangat kebersamaan insan olahraga Pesisir Selatan dalam Musorkab tersebut. Ia mendorong agar kepengurusan segera dibentuk sehingga roda organisasi dapat kembali berjalan optimal dan mengembalikan kejayaan olahraga daerah. Hamdanus juga menegaskan bahwa Pessel memiliki banyak cabang olahraga potensial yang kerap mendulang emas pada ajang Porprov, Kejurnas, hingga PON, seperti gulat, bulutangkis, karate, dan lainnya. “Insya Allah Pessel sudah menunjukkan cahaya dan semangat kebangkitan. Ini harus dijaga bersama, jangan biarkan perpecahan tumbuh di organisasi,” ujarnya. Jalannya Musorkab Dalam Musorkab kali ini, dari empat bakal calon yang sempat mendaftar, hanya satu yang mengajukan kembali berkas hingga tahap akhir, yakni M. Adli. Ia ditetapkan sebagai calon tunggal setelah proses verifikasi yang dilakukan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) pada Senin (28/10/2025). Sebelumnya, TPP telah membuka tahapan pengambilan berkas calon pada 4–7 Agustus 2025. Pada rapat 7 Agustus, TPP menetapkan tahapan pengambilan formulir pendaftaran calon Ketua KONI Pessel Periode 2025–2029 resmi ditutup. Tahapan penyerahan berkas dilakukan pada 24–25 Oktober 2025, dilanjutkan verifikasi pada 27 Oktober 2025, dan puncaknya Musorkab terlaksana pada 1 November 2025.(*)

Diberi Wejangan Khusus, Yusma Siap Kibarkan Merah Putih di Riyadh

Padang – Atlet asal Sumatera Barat, Yusma, menyempatkan diri bersilaturahmi ke Kantor KONI Sumbar sebelum bertolak mewakili Indonesia pada Islamic Solidarity Games di Riyadh, Arab Saudi. Kehadiran Yusma disambut sejumlah pengurus yang memberikan pesan, dukungan, dan motivasi sebelum keberangkatan. Hendyluthan, anggota Bidang Pembinaan Prestasi, mengingatkan Yusma agar segera beradaptasi dengan kondisi ekstrem di Riyadh. “Suhu di Riyadh tinggi, Yusma harus cepat menyesuaikan diri dan jangan sampai dehidrasi,” pesannya. Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap makanan. “Belajar menyesuaikan dengan makanan Arab maupun masakan internasional, agar apa yang dimakan tidak mengganggu performa di gelanggang.” Dukungan moral juga datang dari Oktavirman, pengurus KONI lainnya. Ia menegaskan bahwa persiapan atlet tidak hanya soal fisik dan teknik. “Selain membangun mental dan fisik, kita juga membangun spiritual. Kekuatan spiritual sangat erat kaitannya dengan prestasi, karena atlet berjuang bukan sekadar mengejar medali, tetapi membawa harga diri tim, daerah, dan bangsa,” ujarnya. Sementara itu, BM Satria, Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan KONI Sumbar, menyoroti pentingnya dukungan lintas pihak dalam mengangkat prestasi atlet ke depan. “KONI akan melobi pihak ketiga, terutama perusahaan-perusahaan di Sumbar dan BUMD, agar dapat mengalokasikan anggaran—baik CSR maupun mekanisme lain—untuk mendukung peningkatan prestasi atlet,” tegasnya. Di kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menegaskan kembali arah dan prioritas kepemimpinannya. “Tujuan kita jelas: prestasi olahraga Sumatera Barat harus terus bergerak ke arah lebih baik. Fokus utama kita adalah prestasi atlet dan peningkatan kesejahteraan mereka,” ujarnya. Dengan doa, motivasi, dan pesan dari keluarga besar KONI Sumbar, Yusma diharapkan tampil optimal dan mengharumkan nama Sumatera Barat serta Indonesia di pentas Islamic Solidarity Games. Semoga langkahnya di Riyadh membawa hasil terbaik.(*)  

ALAMAT

Jl. Rasuna Said No.87, Rimbo Kaluang, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat

KONI SUMBAR

STRUKTUR KONI SUMBAR

KONI KABUPATEN / KOTA

PENGPROV

PRESTASI

RILIS MEDIA

© 2025 dikelola oleh bidang digitalisasi koni sumatera barat