SK Gubernur Terbit, Porprov XVI Sumbar 2026 Resmi Digelar 2 Oktober

konisumbar.or.id – Padang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar menyambut terbitnya SK Gubernur Sumbar Nomor 426-121-2026 tertanggal 23 Februari 2026 yang menetapkan penyelenggaraan Porprov XVI Sumbar dimulai 2 Oktober 2026 sebagai momentum kebangkitan olahraga Ranah Minang. SK ini menjadi dasar hukum resmi seluruh tahapan Porprov, mulai dari pembentukan kepanitiaan, penetapan tuan rumah, hingga penguatan pembinaan atlet di kabupaten dan kota. Dalam sepekan terakhir, KONI Sumbar mematangkan persiapan teknis melalui verifikasi 48 cabang olahraga yang akan tampil di Porprov XVI, sekaligus menggelar rapat koordinasi untuk membahas tuan rumah setelah Kota Padang menyatakan mundur dan 11 daerah lain menyatakan siap mengajukan diri. Agenda berikutnya adalah rakornis bersama KONI kabupaten/kota dan pengprov cabor pada 7 Maret 2026 untuk memfinalkan cabor, teknis pertandingan, serta mekanisme pelaksanaan berbasis sistem Satu Data Atlet. “Dengan SK Gubernur Nomor 426-121-2026 ini, dasar hukum penyelenggaraan sudah sangat kuat, ini menjadi momentum bagi seluruh insan olahraga untuk bersiap lebih maksimal, kami ingin Porprov XVI sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi,” ujar Ketua KONI Sumbar, Hamdanus. Ia menambahkan, kevakuman delapan tahun tanpa Porprov harus dijawab dengan konsolidasi serius di semua level agar atlet Sumbar kembali kompetitif di ajang Porwil dan PON. “Sebanyak 48 cabang olahraga sudah terverifikasi dan aktif secara legal, ini akan kita bawa dalam rakornis bersama KONI kabupaten/kota dan pengprov peserta Porprov yang direncanakan Sabtu, 7 Maret 2026,” ujar Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar sekaligus Ketua Pelaksana Porprov XVI, Dr. Septri, jelasnya. Ia menambahkan, rakor juga menegaskan komitmen dukungan anggaran APBD dan non-APBD serta pemanfaatan aplikasi Satu Data Atlet demi pelaksanaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, lanjutnya. (r)
Porprov Sumbar 2026 Dorong Pariwisata dan Sport Tourism

konisumbar.or.id – Padang, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI/2026 dengan konsep tuan rumah bersama berpotensi mempromosikan destinasi wisata di berbagai kabupaten/kota, termasuk Kepulauan Mentawai sebagai tuan rumah 5 cabang olahraga. Kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan suporter akan memperkenalkan potensi alam, budaya, serta sport tourism di Bumi Sikerei dan daerah lain. Porprov pada 2-14 Oktober 2026 ini memanfaatkan momentum untuk pemerataan pembangunan infrastruktur olahraga sekaligus wisata, seperti pantai dan lapangan di Mentawai, Pariaman, Sawahlunto, serta Tanah Datar. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menekankan event ini memperkuat citra Sumbar sebagai destinasi olahraga dan pariwisata, mendukung target 2 juta kunjungan wisatawan pada 2025. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyatakan, “Mentawai memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya manusia, keindahan alam, maupun daya tarik wisata. Ini saatnya Mentawai unjuk gigi di level provinsi melalui penyelenggaraan cabang olahraga Porprov.” Ketua KONI Kepulauan Mentawai Ali Akbar menambahkan, “Ajang ini tidak hanya soal prestasi olahraga, tetapi juga sarana promosi alam, budaya, dan potensi daerah Kepulauan Mentawai.” (r)
Porprov Sumbar 2026 Dongkrak Ekonomi Daerah

konisumbar.or.id – Padang, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI/2026 berpotensi menggerakkan perekonomian daerah melalui lonjakan kunjungan atlet, ofisial, dan wisatawan yang memicu aktivitas hotel, restoran, transportasi, serta UMKM. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai event ini menciptakan efek berantai positif, terutama pasca-bencana alam. Porprov dengan konsep tuan rumah bersama di berbagai kabupaten/kota akan menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan pedagang makanan, penginapan, dan jasa pendukung, mirip dampak PON nasional yang menghasilkan multiplier effect miliaran rupiah. Pemprov Sumbar telah menganggarkan dana, sementara kabupaten/kota diminta ikut mendukung untuk maksimalkan manfaat ekonomi jangka pendek dan panjang. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyatakan, “Agenda Porprov ini juga bagian dari menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah-daerah. Dalam kondisi bencana, kita tetap harus bangkit, dan roda perekonomian harus terus bergerak.” Mahyeldi menambahkan, “Jika kita bisa mendatangkan event nasional atau bahkan internasional ke Sumbar, maka efek ekonominya akan sangat besar. Hotel, restoran, transportasi, dan UMKM akan ikut merasakan dampaknya.” (R)
KONI Pusat Jadikan Sumbar Role Model Program 1 Data Atlet Nasional

Jakarta — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat resmi menjadikan KONI Sumatera Barat sebagai role model penerapan program 1 Data Atlet Nasional. Penetapan tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bagian dari percepatan digitalisasi data keolahragaan nasional yang disupport penuh oleh Kemenpora RI. Program 1 Data Atlet Nasional sendiri merupakan inisiatif KONI Sumbar yang bertujuan merekam dan mengintegrasikan data atlet secara menyeluruh, mulai dari profil atlet, rekam latihan, prestasi, hingga riwayat kompetisi yang pernah diikuti. Sebagai bentuk keseriusan, KONI Pusat juga membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Digitalisasi Nasional, dengan Sumatera Barat dipercaya menempati posisi Wakil Ketua Pokja. Hingga saat ini, KONI Sumbar menjadi satu-satunya KONI provinsi di Indonesia yang memiliki Wakil Ketua Umum (Waketum) khusus bidang digitalisasi. Penandatanganan MoU dilaksanakan oleh Waketum Digitalisasi KONI Sumbar, Dolla Indra, bersama Kepala Bidang IT dan Pengolahan Data KONI Pusat. Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal KONI Pusat Drs. Tb. Lukman Djajadikusuma, Kepala Bidang IT KONI Pusat, Iwan Kurniawan, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Sekretaris Umum KONI Sumbar Anandya Dipo Pratama, Kepala Bidang Kerja Sama Antar Lembaga KONI Sumbar Ami, serta staf Ketua Umum KONI Sumbar, Riko. Waketum Digitalisasi KONI Sumbar, Dolla Indra, yang juga merupakan anggota Pokja Percepatan Digitalisasi Nasional KONI Pusat, mengatakan bahwa penunjukan Sumbar sebagai role model merupakan pengakuan atas kesiapan sistem dan komitmen daerah dalam membangun tata kelola olahraga berbasis data. “1 Data Atlet Nasional ini bukan hanya soal database, tapi tentang membangun ekosistem pembinaan atlet yang terukur, transparan, dan berkelanjutan. Data latihan, prestasi, hingga riwayat kompetisi akan menjadi dasar pengambilan kebijakan olahraga ke depan,” ujar Dolla Indra. Ia menambahkan, melalui MoU tersebut diharapkan penerapan digitalisasi olahraga dapat segera direplikasi ke provinsi lain, dengan Sumatera Barat sebagai percontohan nasional. Langkah ini dinilai strategis dalam mendukung pembinaan atlet jangka panjang sekaligus meningkatkan daya saing olahraga Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. (**)
Porprov Sumbar 2026: Agenda Strategis Pembinaan Prestasi dan Penggerak Ekonomi Daerah

PADANG — Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat 2026 bukanlah agenda yang muncul secara instan. Pelaksanaannya merupakan hasil dari rangkaian panjang perencanaan, koordinasi, dan kesepakatan lintas sektor yang melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta insan olahraga di Sumatera Barat. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Porprov 2026 diposisikan sebagai bagian penting dalam strategi besar pembinaan olahraga daerah menuju Pekan Olahraga Nasional 2028, sekaligus sebagai instrumen untuk mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen penyelenggaraan mulai menguat sejak 14 Februari 2025, saat Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menggelar pertemuan bersama pengurus cabang olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar, serta KONI kabupaten/kota. Dalam forum tersebut, Porprov ditegaskan sebagai agenda penting, tidak hanya untuk prestasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Kesepakatan kemudian berlanjut melalui berbagai forum, termasuk Rapat Koordinasi OPD Dispora kabupaten/kota pada Juli 2025 yang menetapkan pelaksanaan Porprov di tahun 2026. Selanjutnya, pembahasan teknis terus dimatangkan dalam pertemuan KONI Sumbar bersama Dispora dan KONI daerah pada November 2025. Dukungan pemerintah provinsi diperkuat melalui surat resmi pada 18 November 2025 yang meminta seluruh kabupaten/kota turut mengalokasikan anggaran dalam APBD. Puncaknya, pada 15 Desember 2025, terbit keputusan gubernur yang menetapkan jadwal Porprov XVI 2026 sekaligus Porprov XVII 2028. Komitmen ini kembali ditegaskan dalam Rapat Kerja Provinsi KONI Sumbar pada 20–21 Desember 2025, yang dihadiri pengurus cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota. Mahyeldi menegaskan bahwa Porprov 2026 merupakan bagian dari tahapan strategis menuju PON 2028. Ia menyebut, setelah Porprov, Sumbar akan melalui sejumlah agenda penting seperti PORWIL 2027 di Riau, Pelatprov, hingga puncaknya pada PON di NTB dan NTT. “Semua tahapan ini harus kita jaga dengan baik. Atlet harus disiapkan sejak sekarang agar mampu meraih prestasi terbaik, termasuk target emas pada PON 2028,” ujarnya. Di sisi lain, Porprov juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah, terutama dalam kondisi pasca-bencana yang masih dirasakan sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Menurut Mahyeldi, penyelenggaraan event olahraga berskala provinsi mampu menghidupkan berbagai sektor, mulai dari UMKM, transportasi, hingga sektor pariwisata. “Porprov ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat. Dalam kondisi sulit, kita harus tetap bangkit dan menjaga roda ekonomi tetap berputar,” tegasnya. Ia juga menekankan bahwa seluruh proses persiapan telah dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai pihak. Karena itu, pemerintah kabupaten/kota diharapkan berkomitmen penuh dalam mendukung pelaksanaan Porprov 2026. “Prosesnya sudah panjang dan transparan. Tidak ada alasan bagi daerah untuk tidak menganggarkan. Jika tidak, biarlah masyarakat yang menilai,” pungkasnya.
Porprov 2026 Jadi Fondasi PON, Hamdanus: SK Gubernur Kunci Arah Pembinaan Atlet Sumbar

Padang – Kepastian penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat Ke-XVI pada tahun 2026 dan Ke-XVII pada tahun 2028 menandai babak baru pembinaan olahraga prestasi di Ranah Minang. Melalui Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 426-615-2025, arah pembinaan atlet kini memiliki pijakan kebijakan yang jelas, terukur, dan selaras dengan agenda olahraga nasional. Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menegaskan bahwa SK Gubernur tersebut bukan sekadar keputusan administratif, melainkan kunci penentu arah pembinaan atlet Sumbar menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) dan ajang nasional lainnya. “Porprov adalah fondasi utama menuju PON. Tanpa kepastian Porprov, pembinaan atlet akan berjalan tanpa ritme dan target. SK Gubernur ini mengakhiri ketidakpastian dan memberi arah yang jelas,” ujar Hamdanus di Padang. Dalam keputusan tersebut ditegaskan bahwa Porprov Sumbar akan digelar pada Juni hingga Juli, dengan sistem tuan rumah bersama kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, sementara pembukaan dan penutupan dipusatkan di Kota Padang. Menurut Hamdanus, skema ini dirancang untuk menjamin pemerataan pembinaan sekaligus menjaga efisiensi penyelenggaraan. “Agenda nasional menuntut daerah yang kuat dan merata. Tuan rumah bersama bukan sekadar teknis penyelenggaraan, tapi kebijakan agar semua daerah ikut bertanggung jawab mencetak atlet PON,” tegasnya. Hamdanus menekankan, Porprov 2026 harus diposisikan sebagai ajang seleksi keras dan pemetaan objektif kekuatan atlet Sumbar. Dari Porprov inilah akan lahir atlet-atlet yang disiapkan secara berjenjang menuju PON, Kejurnas, dan kompetisi nasional lainnya. “Di PON, yang berbicara bukan nama besar, tetapi data dan performa. Porprov adalah alat ukur sah. Kalau Porprov kuat, atlet Sumbar datang ke PON dengan kepercayaan diri dan kesiapan penuh,” katanya. Penjadwalan Porprov yang selaras dengan kalender nasional juga dinilai memberi keuntungan strategis. Cabang olahraga kini memiliki ruang cukup untuk menyiapkan atlet tanpa benturan dengan kejuaraan nasional, sekaligus membuka peluang peningkatan jam tanding atlet Sumbar di level nasional. Dari sisi kebijakan anggaran, Hamdanus menegaskan bahwa pendanaan Porprov melalui hibah KONI Provinsi Sumatera Barat dan APBD kabupaten/kota harus dimaknai sebagai investasi prestasi jangka panjang, bukan sekadar pembiayaan kegiatan rutin. “Setiap rupiah harus berdampak pada kualitas atlet. Porprov harus melahirkan atlet siap PON. Dengan sistem yang tepat, saya optimistis prestasi Sumbar akan meningkat,” ujarnya. Lebih jauh, Hamdanus melihat SK Gubernur ini sebagai momentum konsolidasi seluruh pemangku kepentingan olahraga—pemerintah daerah, DPRD, KONI kabupaten/kota, cabang olahraga, hingga dunia pendidikan—untuk bergerak dalam satu komando kebijakan prestasi. “Ini bukan kerja satu lembaga. Ini kerja bersama. Kalau semua bergerak dalam satu arah, Sumbar tidak hanya ikut PON, tapi bersaing secara terhormat dan membanggakan,” katanya optimistis. Dengan kepastian Porprov 2026 dan 2028, Hamdanus menutup dengan ajakan kuat agar seluruh insan olahraga Sumatera Barat menjadikan momentum ini sebagai awal kebangkitan prestasi. “Porprov adalah titik awal. PON adalah tujuan. Dengan kebijakan yang jelas dan kerja keras bersama, atlet Sumbar mampu berbicara di tingkat nasional,” pungkas Hamdanus.(*)
Zikrha Dwi Putri, Atlet Teqball Peraih Perak SEA Games 2025 Disambut di BIM

PADANG— Zikrha Dwi Putri, Peraih medali perak SEA Games 2025 Thailand dari nomor teqball single putri, disambut di Bandara Internasional Minangkabau, Selasa (16/12/2025). Begitu sampai di pintu kedatangan bandara, pahlawan Merah-Putih itu disambut pengalungan bunga oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar Mahdianur, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Plh Sekretaris KONI Sumbar Zaimul Bahri, Waketum Vi KONI Sumbar Revdi Iwan Syahputra. Turut juga dalam penyambutan Kabid Kesejahteraan Pelaku Olahraga Liswendi Kamar, Kabid Organisasi Syahindra Nurben, Kabid Humas Hendri Parjiga, Sekum Pengprov Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia ( POTSI) Sumbar Peba Raski dan jajarannya, beserta keluarga Zikrha. Seperti dikutip fokussumbar.com, Zikrha meraih medali perak setelah tampil hingga partai final SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand, Jumat (13/12/2025). Pada laga puncak, atlet asal Kota Pariaman tersebut harus mengakui keunggulan atlet tuan rumah Jutatip Kuntatong, atlet peringkat satu dunia teqball saat ini. Meski gagal meraih emas, capaian tersebut dinilai sebagai prestasi membanggakan bagi Indonesia dan Sumatera Barat. Sebelumnya, Zikrha tampil impresif dengan menyingkirkan Nur Natasha Amyra (Malaysia) di semifinal serta Hsu Mon Aung (Myanmar) di perempat final. Kepala Dispora Sumbar Mahdianur yang tak bisa menyembunyikan rasa harunya menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi tersebut. “Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa dan patut kita banggakan. Ini bukan hanya keberhasilan pribadi Zikrha, tetapi juga menjadi bukti kebangkitan olahraga Sumatera Barat di level nasional dan internasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa atlet-atlet Sumbar mampu bersaing dengan atlet terbaik Asia Tenggara,” ujar Mahdianur. Mahdinur menambahkan, capaian ini tidak lepas dari kolaborasi dan sinergi yang baik antara Dispora Sumbar, KONI Sumbar, serta pengurus cabang olahraga. Ke depan, prestasi Zikrha harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet, sekaligus menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Sumbar agar terus berlatih dan berprestasi,” tambahnya. Hal senada, juga diungkapkan Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus. Menurut Hamdanus, prestasi Zikrha membuktikan atlet Sumatera Barat memiliki daya saing di tingkat Asia Tenggara. “Kami mengucapkan terima kasih karena telah mengharumkan nama daerah dan Indonesia,” kata Hamdanus. Hamdanus menekankan bahwa sudah seharusnya atlet berprestasi mendapat jaminan masa depan. “KONI Sumbar berkomitmen tidak hanya hadir saat atlet menang, tetapi juga memperjuangkan keberlanjutan karier dan kesejahteraan mereka. Atlet seperti Zikrha harus mendapat dukungan konkret melalui jalur prestasi, baik dalam pembinaan lanjutan maupun akses pengabdian kepada negara. Ini tanggung jawab moral kita bersama,” tegasnya. Di balik kesuksesannya itu, Zikrha Dwi Putri secara terbuka menyampaikan harapannya untuk mendapat dukungan menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri). “Cita-cita menjadi anggota Polri itu merupakan keinginan Zikrha sejak kecil. Saya berharap Dispora Sumbar dan KONI Sumbar bisa membantu memperjuangkan keinginan saya ini melalui jalur prestasi. Saya ingin tetap mengabdi untuk negara, baik melalui olahraga maupun melalui institusi Polri,” tegas Zikrha. Lalu, siapa Zikrha Dwi Putri? Ia lahir di Pariaman pada 23 Desember 2004. Zikrha merupakan mahasiswa tingkat akhir STIT Tarbiyah Syeh Burhanuddin Padang Pariaman, Program Studi Pendidikan PAUD. Anak kedua dari empat bersaudara pasangan M. Rodi dan Fitria Yenti ini sebelumnya merupakan atlet sepak takraw yang dibina melalui PPLP Sumbar sejak 2018, dan telah meraih sejumlah prestasi, mulai dari lokal, regional, nasional, hingga internasional. (ndri)
Waketum Bidang IT KONI Sumbar Jenguk Atlet Sepatu Roda Peraih Dua Emas yang Cedera Saat Kejurnas

PARIAMAN — Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang IT KONI Sumbar, Dolla Indra mengunjungi atlet sepatu roda Sumbar, Cory Daria yang sedang dirawat di RSUD M. Yamin Kota Pariaman pada Rabu (10/12/2025). Cory merupakan atlet binaan KONI Sumbar yang baru saja meraih dua medali emas pada ajang resmi Kejurnas PB Porserosi Piala Surono. Ia mengalami cedera saat berupaya menambah koleksi medali ketiganya dalam perlombaan tersebut. Dalam kunjungannya, Waketum Bidang IT KONI Sumbar menyampaikan dukungan dan doa agar Cory segera pulih dan dapat kembali berlatih. “Kami memberi semangat kepada Cory. Ia sudah tampil luar biasa dengan dua emas. Semoga segera pulih dan kembali mengharumkan nama Sumbar,” ujar Dolla. RSUD M. Yamin diketahui merupakan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Pihak rumah sakit saat ini terus memantau kondisi Cory dan memberikan penanganan medis yang diperlukan. Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian KONI Sumbar terhadap para atlet binaan, sekaligus apresiasi atas perjuangan Cory dalam membawa nama daerah di tingkat nasional. “Ini salah satu upaya kita memberikan perhatian lebih kepadz atlet, dukungan dari KONI Sumbar ini mampu menumbuhkan daya juang mereka,” tutup Dolla. (*)
Duka Sumatera Duka Kita: KONI Pusat Serukan Solidaritas Masyarakat Olahraga

JAKARTA – Bangsa Indonesia tengah dirundung duka akibat bencana yang menguji masyarakat Sumatera khususnya, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Berdasarkan informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 3 Desember 2025, sebanyak 753 orang telah kehilangan nyawa, 630 masih hilang, 2.600 luka. Total korban terdampak sekitar 3,3 juta, terdiri dari 1,5 juta penduduk Aceh, 1,7 juta penduduk Sumatera Utara dan 141,8 ribu jiwa dari Sumatera Barat, yang tersebar pada 50 kabupaten/kota. Atas ujian berat yang menimpa, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyampaikan doa dan ingin duka Sumatera ini berlalu. “Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan rasa duka mendalam dan saya mendoakan agar kondisi yang diakibatkan bencana, semakin hari semakin baik, semoga Allah SWT memberikan perlindungan bagi korban yang selamat dan menerima korban meninggal dunia di tempat yang mulia,” kata Ketum KONI Pusat. “Secara khusus, saya berharap masyarakat olahraga mulai dari atlet, pelatih, ofisial dan pengurus KONI Provinsi, organisasi fungsional, KONI Kabupaten Kota, Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga, Pengurus Kabupaten/Kota hingga klub, yang terdampak bencana ini mendapatkan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini serta dapat tabah atas kehilangan yang terjadi,” sambungnya. Ketum KONI Pusat berharap juga agar jumlah korban tidak bertambah, disamping korban hilang berangsur ditemukan dengan kondisi sehat dan penanganan semakin baik. Tak hanya itu, Ketum KONI Pusat juga mengajak seluruh masyarakat olahraga turut mendoakan dan mendukung saudara-saudari sebangsa yang terkena bencana. “Saya mengajak seluruh masyarakat olahraga prestasi, baik KONI, cabang olahraga, organisasi fungsional di seluruh Indonesia mendukung saudara-saudari kita yang terkena bencana,” lanjutnya. “Semoga kita bisa segera kembali pulih dan membangun Indonesia, mengangkat harkat dan martabat bangsa melalui prestasi olahraga,” tambah Marciano. “Kita adalah Patriot Olahraga Prestasi Indonesia, kita adalah pejuang di masa damai, mari kita berjuang serta memberikan memotivasi agar bangkit dan pulih.” “Semoga kita bisa segera kembali pulih dan membangun Indonesia, mengangkat harkat dan martabat bangsa melalui prestasi olahraga,” tutup Marciano. (hms-age)
Motivasi Sekum KONI Sumbar Meledak di TMII, Tim KBI Sumbar Mengamuk dengan 15 Medali

JAKARTA — Kontingen Kick Boxing Indonesia (KBI) Sumatera Barat tampil impresif pada Kejurnas KBI 2025 yang digelar 28 November hingga 3 Desember di GOR Padepokan Silat TMII, Jakarta. Menghadapi lebih dari 250 atlet dari 19 provinsi, tim Sumbar sukses mengoleksi 15 medali dengan rincian 4 emas, 4 perak, dan 7 perunggu. Penampilan gemilang ini semakin lengkap dengan kehadiran Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, yang datang langsung memberikan dukungan kepada para atlet. Kehadirannya di arena menjadi suntikan motivasi tambahan bagi tim yang tengah berjuang di berbagai nomor pertandingan. “Kalian sudah membuktikan bahwa kerja keras tidak mengkhianati hasil. Tetap fokus, junjung sportivitas, dan bertanding dengan penuh semangat. Sumatera Barat bangga,” ujar Anandya. Dukungan tersebut terasa signifikan, terutama saat sejumlah atlet Sumbar berhasil melaju ke babak final. Atmosfer positif dari tim dan ofisial membuat para atlet tampil lebih percaya diri menghadapi lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah. Sumatera Barat menurunkan 18 atlet yang bertanding di berbagai kategori, mulai dari Tatami Junior, Point Fighting, hingga Ring Sport Senior. Mereka tampil di nomor seperti Kick Light, Light Contact, Point Fighting, Low Kick, Full Contact, hingga K1. Di bawah arahan pelatih kepala Firman Syafi’i bersama tim pelatih William Jalmav, Oka Aljes, dan Zelly Heriyanto, para atlet menunjukkan performa disiplin dan penuh determinasi. Manajer tim Fazril Ale juga memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi selama kejuaraan berlangsung. Firman Syafi’i mengaku bangga dengan perkembangan mental bertanding para atlet. “Mereka tampil lebih matang dan percaya diri. Dukungan langsung dari KONI Sumbar menjadi energi tambahan bagi tim,” ujarnya. Adapun empat medali emas diraih melalui nomor Light Contact dan Point Fighting, sementara medali lainnya diperoleh dari berbagai nomor yang menunjukkan kedalaman kekuatan tim Sumbar di cabang kickboxing. Lebih dari sekadar capaian medali, keberhasilan ini dinilai mencerminkan karakter atlet Sumatera Barat yang disiplin, tangguh, dan menjunjung tinggi sportivitas. “Kickboxing bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga integritas dan mental juang. Hasil ini menunjukkan bahwa pembinaan kita berada di jalur yang tepat,” tegas Anandya. Dengan torehan tersebut, Sumatera Barat kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan di kancah kickboxing nasional. Tim KBI Sumbar pun pulang tidak hanya membawa medali, tetapi juga semangat baru untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.