KONI Sumbar Ambil Alih Sementara Kepengurusan KONI Agam, Caretaker Ditargetkan Gelar Musorkablub Enam Bulan

PADANG — KONI Provinsi Sumatera Barat akhirnya mengambil alih kewenangan operasional dan administrasi KONI Kabupaten Agam masa bakti 2022–2026. Pengambilalihan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Ketua Umum KONI Provinsi Sumatera Barat Nomor 131 Tahun 2026 tentang Pengambilalihan Kewenangan Kepengurusan dan Penunjukan Pejabat Sementara (Caretaker) KONI Kabupaten Agam. SK tersebut ditetapkan di Padang tertanggal 20 Agustus 2026 dan ditandatangani Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, S.Fil.I., M.Si. Revdi Iwan Syahputra ditunjuk sebagai Ketua Caretaker KONI Kabupaten Agam. Ope, sapaan akrab Revdi Iwan Saputra, didampingi Helton, SH, M.Si sebagai Wakil Ketua I, Dr. (HC) Mukti Ali Kusmayadi Putra, M.H (Wakil Ketua II), H. Defliandi (Sekretaris), Fatmiarti, S.Sos (Wakil Sekretaris), dan Yeni Rosanti, ST (Bendahara) Sementara anggota terdiri dari Sri Seswani, S.Pd, Rudi Harmono, SH, Oktavirman, Nofyaldi, S.Pd., M.M, Hj. Idawarni, Zarfinus Makmur, Honest Gian Saputra, serta Arif Febrizul. KONI Sumbar menyebut adanya persoalan organisasi dalam pelaksanaan tugas kepengurusan KONI Kabupaten Agam masa bakti 2022–2026, termasuk dalam proses penyelenggaraan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab). Sebelumnya, KONI Sumbar telah melakukan supervisi terhadap penyelenggaraan organisasi dan tahapan Musorkab. Dari hasil supervisi tersebut ditemukan sejumlah tahapan dan tindakan organisasi yang dinilai perlu ditata serta disesuaikan dengan ketentuan organisasi KONI. Induk organisasi olahraga Sumbar itu juga telah meminta agar tahapan Musorkab dihentikan sementara untuk dilakukan koordinasi dan penataan organisasi. Namun, tahapan Musorkab tetap dilaksanakan tanpa koordinasi dengan KONI Sumbar. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu dasar diterbitkannya keputusan pengambilalihan kewenangan dan penunjukan caretaker. Kewenangan operasional dan administrasi KONI Kabupaten Agam untuk sementara dijalankan oleh caretaker, terhitung sejak SK ditetapkan. Caretaker bertugas memastikan kegiatan organisasi tetap berjalan, termasuk melaksanakan administrasi rutin serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam, KONI Sumbar, pengurus cabang olahraga, KONI kabupaten/kota, dan pihak terkait lainnya. Selain menjaga keberlangsungan organisasi, caretaker juga mendapat mandat memastikan kesiapan dan keikutsertaan Kabupaten Agam dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Penataan administrasi dan kegiatan organisasi KONI Kabupaten Agam juga menjadi bagian dari tugas caretaker selama masa transisi. Tugas utama lainnya adalah mempersiapkan dan melaksanakan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Agam. Berdasarkan SK tersebut, Musorkablub wajib dilaksanakan paling lambat enam bulan sejak keputusan ditetapkan. Salah satu agenda utama forum tersebut adalah memilih Ketua Umum KONI Kabupaten Agam masa bakti 2026–2030. Dengan demikian, caretaker memiliki mandat sementara untuk menjaga roda organisasi tetap berjalan sekaligus mempersiapkan proses pembentukan kepengurusan baru melalui Musorkablub. Dalam SK Nomor 131 Tahun 2026, KONI Sumbar juga mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi SK KONI Provinsi Sumatera Barat Nomor 159 Tahun 2022 tertanggal 31 Agustus 2022 tentang Pengukuhan Personalia Pengurus KONI Kabupaten Agam Masa Bakti 2022–2026. Masa berlaku kepengurusan caretaker dimulai sejak SK ditetapkan hingga berakhirnya penyelenggaraan Musorkablub KONI Kabupaten Agam Tahun 2026. Selama menjalankan tugas, caretaker bertanggung jawab kepada Ketua Umum KONI Sumbar. Caretaker juga diwajibkan melakukan koordinasi serta menyampaikan laporan pelaksanaan tugas secara berkala. Pengambilalihan kewenangan tersebut pada prinsipnya diarahkan untuk memastikan keberlangsungan organisasi KONI Kabupaten Agam, menjaga pembinaan olahraga daerah, serta menjamin kesiapan kontingen Agam menghadapi Porprov XVI Sumatera Barat 2026. KONI Sumbar menempatkan caretaker sebagai pengelola sementara hingga proses Musorkablub terlaksana dan kepengurusan baru KONI Kabupaten Agam masa bakti 2026–2030 terbentuk. Keputusan ini sekaligus menjadi langkah penataan organisasi agar pembinaan atlet dan persiapan Kabupaten Agam menghadapi agenda olahraga daerah tetap berjalan di tengah proses pergantian kepengurusan. (*)
Rahman–Devira Naik Podium, Dansa Sumbar Bawa Pulang Perunggu dari Kejurnas IODI

PADANG – Atlet Sumatera Barat kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pasangan atlet IODI Sumbar, Rahman Hakim dan Devira Queensha Aozora, berhasil merebut medali perunggu pada nomor Dansa Latin Duo di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) IODI XVI Tahun 2026. Kejurnas tersebut berlangsung di Aston Kartika Grogol Hotel and Conference Center, Jakarta, pada 14–17 Agustus 2026. Rahman dan Devira tampil kompetitif hingga berhasil mengamankan posisi ketiga dalam persaingan nomor Dansa Latin Duo. Raihan tersebut menjadi bukti bahwa cabang olahraga dansa di Sumatera Barat terus berkembang dan mampu bersaing dengan atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Setelah menyelesaikan pertandingan, Rahman dan Devira kembali ke Sumatera Barat pada Rabu (19/8/2026). Kedatangan mereka turut didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Sekretaris Umum KONI Sumbar Anandya Dipo Pratama dan Wakil Ketua Umum IV KONI Sumbar Reydo Deskumar. Gubernur Sumbar Mahyeldi menyampaikan apresiasi atas perjuangan kedua atlet yang telah mengharumkan nama daerah melalui prestasi di tingkat nasional. “Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras atlet dan pelatih. Medali perunggu ini harus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya,” ujar Mahyeldi. Menurut Mahyeldi, keberhasilan atlet daerah tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dunia olahraga, tetapi juga menunjukkan bahwa Sumatera Barat memiliki potensi atlet yang mampu bersaing di berbagai cabang olahraga. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumbar Anandya Dipo Pratama mengapresiasi perjuangan Rahman dan Devira bersama tim pelatih dalam menghadapi Kejurnas IODI XVI. “Ini hasil yang patut diapresiasi. Mereka sudah memberikan yang terbaik dan berhasil membawa pulang medali untuk Sumatera Barat. Ke depan, tentu masih ada ruang untuk meningkatkan kualitas dan prestasi,” kata Anandya . Ia berharap capaian tersebut menjadi pemicu semangat bagi IODI Sumbar untuk memperkuat pembinaan atlet, sehingga prestasi yang diraih tidak berhenti pada satu kejuaraan saja. Dalam kejuaraan tersebut, Rahman Hakim dan Devira Queensha Aozora berada di bawah arahan pelatih Tomy Rhomin Dharu. Raihan perunggu ini diharapkan menjadi pijakan bagi keduanya untuk tampil lebih kuat pada berbagai kompetisi selanjutnya. Dengan tambahan prestasi tersebut, IODI Sumbar kembali menunjukkan eksistensinya di pentas nasional sekaligus membuka peluang lebih besar bagi atlet-atlet dansa Sumbar untuk bersaing dan mengukir prestasi di level yang lebih tinggi. (*)
KONI Sumbar Rilis Layanan Pengecekan Data Atlet dan Pelatih Secara Online

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat melalui Bidang Digitalisasi resmi merilis layanan pengecekan data atlet dan pelatih secara online. Layanan ini memungkinkan atlet dan pelatih melakukan pengecekan secara mandiri terhadap data yang telah dihimpun dalam program pendataan olahraga Sumatera Barat. Program pendataan atlet dan pelatih tersebut telah dimulai sejak 17 Juli 2026 dan hingga 11 Agustus 2026 masih terus berlangsung. Pendataan dilakukan dengan melibatkan KONI Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya membangun basis data olahraga yang terintegrasi dan akurat. Hingga berita ini diterbitkan, lebih dari 7.000 atlet telah masuk dalam sistem pendataan. Sementara itu, jumlah data pelatih yang telah dihimpun telah mencapai hampir 2.000 orang. Data tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar penting dalam proses pendaftaran atlet untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026. Atlet dan Pelatih Bisa Cek Data Secara Mandiri KONI Sumbar mengimbau seluruh atlet dan pelatih yang telah didata untuk melakukan pengecekan secara mandiri. Langkah ini penting untuk memastikan data yang tercatat dalam sistem sudah sesuai dan dapat segera diketahui apabila terdapat data yang belum masuk atau membutuhkan perbaikan. Pengecekan data dapat dilakukan melalui layanan online KONI Sumbar di: https://konisumbar.or.id/atlet/ Dengan layanan ini, atlet dan pelatih tidak perlu menunggu informasi secara manual dari masing-masing organisasi olahraga. Mereka dapat melakukan pengecekan langsung melalui sistem yang telah disediakan. Irwan Rusda: Data Harus Akurat dan Terverifikasi Kepala Bidang Digitalisasi KONI Sumbar, Irwan Rusda, mengatakan pendataan ini merupakan bagian dari proses membangun sistem data olahraga yang lebih tertib, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Pendataan ini bukan sekadar mengumpulkan jumlah atlet dan pelatih, tetapi bagaimana kita membangun database olahraga Sumatera Barat yang akurat dan terus diperbarui. Karena itu, kami mengajak atlet dan pelatih untuk ikut melakukan pengecekan terhadap data masing-masing,” ujar Irwan Rusda. Menurutnya, keterlibatan KONI Kabupaten/Kota sangat penting dalam proses tersebut. Data yang masuk akan terus dilakukan pengolahan dan verifikasi sehingga dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan administrasi dan penyelenggaraan olahraga di Sumatera Barat. “Kami masih membuka proses pendataan. Jika ada atlet atau pelatih yang merasa sudah didata tetapi belum menemukan datanya di sistem, silakan berkoordinasi dengan KONI Kabupaten/Kota atau pihak terkait agar dapat dilakukan pengecekan dan tindak lanjut,” tambahnya. Dolla Indra: Digitalisasi Menjadi Fondasi Tata Kelola Olahraga Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Sumbar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi, Dolla Indra, mengatakan digitalisasi merupakan bagian penting dalam pembenahan tata kelola olahraga di Sumatera Barat. Menurutnya, keberadaan database atlet dan pelatih yang terintegrasi akan memberikan manfaat tidak hanya untuk kebutuhan Porprov, tetapi juga untuk perencanaan pembinaan olahraga secara berkelanjutan. “Kita ingin olahraga Sumatera Barat ke depan memiliki data yang jelas. Siapa atletnya, siapa pelatihnya, dari cabang olahraga apa, berasal dari Kabupaten/Kota mana, semuanya harus tercatat dengan baik. Data menjadi fondasi dalam mengambil keputusan dan menyusun program pembinaan,” kata Dolla Indra. Ia menambahkan, proses digitalisasi yang dilakukan KONI Sumbar akan terus dikembangkan secara bertahap agar semakin memudahkan atlet, pelatih, KONI Kabupaten/Kota, dan organisasi cabang olahraga dalam mengakses serta memperbarui informasi. “Ini adalah bagian dari transformasi tata kelola olahraga Sumatera Barat. Kita tidak ingin digitalisasi hanya menjadi aplikasi, tetapi benar-benar menjadi sistem yang membantu pekerjaan organisasi dan memberikan kepastian data bagi atlet dan pelatih,” ujarnya. Pendataan Masih Terus Berlangsung KONI Sumbar menegaskan bahwa program pendataan atlet dan pelatih masih terus berlangsung. Oleh karena itu, atlet dan pelatih yang belum menemukan datanya di dalam sistem diharapkan tidak langsung menyimpulkan bahwa mereka tidak terdata. Proses pendataan melibatkan KONI Kabupaten/Kota dan terus dilakukan secara bertahap. KONI Sumbar juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memastikan data yang masuk benar, lengkap, dan dapat diverifikasi. Atlet dan pelatih dapat melakukan pengecekan data secara mandiri melalui: Layanan Pengecekan Data Atlet dan Pelatih KONI Sumbar https://konisumbar.or.id/atlet/ Langkah sederhana melakukan pengecekan data tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun Satu Data Olahraga Sumatera Barat, sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Porprov XVI Sumbar 2026 yang lebih tertib, transparan, dan berbasis data.
BAKI Tolak Gugatan Tommy Irawan Sandra, Kepengurusan Hamdanus-Dipo di KONI Sumbar Dinyatakan Sah

JAKARTA,– Sengketa pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) KONI Sumatera Barat akhirnya mencapai titik akhir. Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) menolak permohonan arbitrase yang diajukan Tommy Irawan Sandra, sekaligus menguatkan keabsahan hasil Musprov yang menetapkan Hamdanus sebagai Ketua Umum KONI Sumbar. Putusan tersebut dibacakan Majelis Arbiter BAKI dalam sidang yang berlangsung di Ruang Sidang BAKI, Gedung Direksi Gelora Bung Karno Lantai 11, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026). Amar putusan tertuang dalam Perkara Nomor 07/BAKI/KNSB-XI/2025. Dalam perkara itu, pihak termohon adalah Ketua Umum KONI Pusat cq Tim Caretaker KONI Provinsi Sumatera Barat serta Tim Penjaringan dan Penyaringan KONI Sumatera Barat. Sementara Hamdanus tercatat sebagai turut termohon. Sidang pembacaan putusan sebelumnya telah dijadwalkan melalui Surat BAKI Nomor 02/BAKI/6.29.2/SA-KNSB/2026 tertanggal 29 Juni 2026 yang ditandatangani atas perintah Ketua Majelis Arbiter, Yolanda Grace Pattinasarany. Menanggapi putusan tersebut, Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menyampaikan rasa syukur sekaligus menegaskan bahwa keputusan BAKI memberikan kepastian hukum terhadap seluruh proses Musprov yang selama ini dipersoalkan. “Alhamdulillah, kami menghormati dan menerima putusan BAKI. Ini menjadi kepastian hukum bahwa seluruh tahapan Musprov telah dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi. Kini saatnya kita mengakhiri seluruh perbedaan dan bersama-sama fokus membangun prestasi olahraga Sumatera Barat,” ujar Hamdanus. Ia juga mengajak seluruh insan olahraga di Ranah Minang untuk meninggalkan perbedaan dan kembali bersatu demi kemajuan olahraga daerah. “Tidak ada lagi kubu-kubuan. Yang ada adalah semangat kebersamaan untuk membawa olahraga Sumatera Barat semakin maju dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. Senada dengan itu, Sekretaris Umum KONI Sumatera Barat, Anandya Dipo Pratama, menyebut putusan BAKI menjadi penutup dari proses arbitrase yang telah berlangsung sejak 2025. “Kami mengapresiasi profesionalisme Majelis Arbiter BAKI yang telah memeriksa perkara ini secara objektif. Putusan ini memberikan kepastian hukum sehingga roda organisasi dapat berjalan lebih optimal tanpa dibayangi sengketa,” ujar Dipo. Menurutnya, setelah sengketa dinyatakan selesai, KONI Sumbar akan memusatkan perhatian pada pelaksanaan program pembinaan atlet, persiapan menghadapi berbagai agenda olahraga nasional, serta memperkuat sinergi dengan seluruh pengurus cabang olahraga di Sumatera Barat. “Kami semakin fokus bekerja, memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan koordinasi dengan seluruh cabang olahraga, dan memastikan seluruh program KONI Sumbar berjalan maksimal demi meningkatkan prestasi daerah,” pungkasnya. (*)
Dilepas Sekum KONI Sumbar, PASI Bidik 5 Emas di Kejurnas Atletik Junior 2026

PADANG – Kontingen Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sumatera Barat membidik peningkatan prestasi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Junior 2026 di Jakarta, 27–30 Juni. Setelah meraih dua medali emas pada edisi sebelumnya, tahun ini PASI Sumbar bersama KONI Sumbar memasang target lebih tinggi, yakni membawa pulang lima medali emas. Optimisme tersebut disampaikan Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, saat melepas 29 atlet PASI Sumbar di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Jumat (26/6). Menurutnya, kesiapan mental menjadi faktor utama agar atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik di level nasional. “Kalau sudah berada di Kejurnas, harus fokus. Targetkan hasil terbaik dan maksimalkan kemampuan. Jangan pernah berpikir lawan itu atlet nasional atau internasional. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Tampilkan yang terbaik dan raih medali emas,” tegas Dipo. Ia menilai target lima medali emas realistis karena Sumbar telah memiliki sejumlah atlet yang berpengalaman meraih prestasi nasional. Kejurnas Junior juga menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). “KONI Sumbar hadir untuk adik-adik semua. Tetap semangat berlatih, ikuti arahan pelatih, jangan pernah merasa sudah hebat. Buktikan kemampuan di arena pertandingan,” ujarnya. Ketua Harian Pengprov PASI Sumbar, Neiko Rasaki, mengatakan 29 atlet yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi terbaik dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Total kontingen yang bertolak ke Jakarta berjumlah 39 orang, termasuk pelatih dan ofisial. Menurutnya, selain mengejar medali, Kejurnas Junior menjadi ajang penting untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus menambah jam terbang atlet muda agar siap bersaing di level yang lebih tinggi. Sementara itu, Pelatih PASI Sumbar, Ridwan Maret, menjelaskan persiapan atlet dilakukan secara berjenjang melalui pembinaan di kabupaten dan kota. Sumbar akan tampil pada tiga kelompok usia, yakni U-16, U-18, dan U-20. “Mayoritas atlet yang kami kirim berasal dari kelompok U-16 sebagai fondasi pembinaan prestasi jangka panjang. Sementara di kelompok U-20, kami memiliki atlet-atlet yang sudah pernah meraih medali emas di Kejurnas, sehingga kami optimistis mereka mampu mempertahankan bahkan menambah raihan medali untuk Sumatera Barat,” kata Ridwan. Dengan perpaduan atlet-atlet muda potensial dan atlet berpengalaman yang telah mencicipi podium juara nasional, PASI Sumbar berharap mampu melampaui pencapaian pada Kejurnas sebelumnya sekaligus memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai salah satu daerah yang diperhitungkan dalam cabang olahraga atletik nasional. (jiga)
Balap Sepeda Sumbar Raih 1 Emas dan 2 Perak di Kejurnas ICF Pangandaran 2026

PANGANDARAN – Kontingen balap sepeda Sumatera Barat tampil membanggakan pada ajang Indonesia Cycling Federation (ICF) National Championship Road 2026 yang berlangsung di Pangandaran, Jawa Barat, 18-21 Juni 2026. Hingga hari ketiga perlombaan, tim Sumbar berhasil mengoleksi satu medali emas dan dua medali perak. Medali emas dipersembahkan oleh Rasjid Sahroni pada nomor Men Youth Individual Time Trial (ITT). Atlet muda andalan Sumbar itu juga menambah raihan medali perak pada nomor Men Youth Individual Road Race (IRR). Sementara satu medali perak lainnya diraih Khalifatul Umar Sidiq pada nomor Individual Time Trial (ITT) Men U-23. Kontingen Sumbar pada kejuaraan nasional tersebut diperkuat empat atlet, yakni Khalifatul Umar Sidiq, Ade Meisa, Rasjid Sahroni, dan Fernando Ibrahim. Mereka didampingi dua pelatih, Varian Kashira Putra dan Rafky Hidayat. Selain raihan medali, atlet binaan KONI Sumbar Ade Meisa juga menunjukkan performa menjanjikan dengan finis di posisi keenam nomor Men Elite Individual Time Trial (ITT). Ade masih berpeluang menambah prestasi Sumbar karena akan tampil pada nomor Individual Road Race (IRR) Men Elite. Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, memberikan apresiasi atas capaian atlet balap sepeda Sumbar di ajang nasional tersebut. “Ini prestasi yang sangat membanggakan. Rasjid membuktikan pembinaan usia muda di Sumbar berjalan di jalur yang benar. Medali emas di Kejurnas level nasional merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, orang tua, dan dukungan semua pihak. Semoga ini menjadi awal perjalanan prestasi yang lebih besar bagi Rasjid dan atlet-atlet Sumbar lainnya,” ujar Hamdanus. Pelatih ISSI Sumbar, Varian Kashira Putra, mengatakan keberhasilan Rasjid tidak terlepas dari persiapan yang matang sebelum berlaga di Pangandaran. “Rasjid menjalani program latihan dan adaptasi lintasan dengan baik. Dia tampil disiplin, sabar mengikuti ritme balapan, dan mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya pada saat yang tepat. Hasil ini menjadi motivasi bagi seluruh atlet Sumbar,” katanya. Sementara itu, Sekretaris Umum ICF Sumbar, dr. Budi Azwar, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian para atlet Sumbar yang mampu bersaing dengan pebalap terbaik dari berbagai provinsi. “Alhamdulillah, hasil ini menunjukkan bahwa pembinaan balap sepeda di Sumatera Barat terus berkembang. Raihan satu emas dan dua perak menjadi modal berharga untuk menghadapi agenda-agenda besar ke depan. Kami mengapresiasi perjuangan seluruh atlet, pelatih, serta dukungan KONI Sumbar yang terus memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga prestasi,” ujar dr. Budi Azwar. Menurutnya, peluang Sumbar untuk menambah medali masih terbuka melalui penampilan Ade Meisa pada nomor Men Elite Individual Road Race. “Kami berharap Ade dapat tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik. Apa pun hasilnya nanti, seluruh atlet telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa dan membawa nama baik Sumatera Barat di tingkat nasional,” tambahnya. Kejurnas ICF National Championship Road 2026 di Pangandaran diikuti sekitar 450 atlet dari 26 provinsi di Indonesia. Kejuaraan ini menjadi salah satu ajang balap sepeda terbesar di Tanah Air sekaligus wadah pencarian atlet potensial untuk memperkuat Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional. (*)
Sekum KONI Sumbar Dampingi Farhan Berlaga di Kejuaraan Karate Asia 2026

BALI– Atlet karate binaan KONI Sumatera Barat, Bripda Farhan Al Amin, mendapat dukungan langsung dari Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, saat memperkuat Tim Nasional Indonesia pada Kejuaraan Karate Asia ke-22 dan Para-Karate Asia ke-5 (AKF Championship) 2026 di Bali, 18–21 Juni 2026. Kehadiran Dipo di arena kejuaraan menjadi bentuk nyata komitmen KONI Sumbar dalam mendampingi dan memberikan motivasi kepada atlet daerah yang tampil membawa nama Indonesia di pentas internasional. Farhan yang merupakan anggota Satbrimob Polda Sumbar dipercaya memperkuat Timnas Indonesia di nomor kumite putra kelas -67 kilogram, bersaing dengan karateka-karateka terbaik Asia. “Farhan adalah atlet binaan KONI Sumatera Barat. Sudah menjadi kewajiban kami memberikan dukungan penuh kepada atlet yang berjuang membawa nama Indonesia. Kehadiran kami di sini sebagai bentuk support moral agar Farhan bisa tampil maksimal,” ujar Dipo di Bali, Kamis (18/6/2026) Kepercayaan membela Indonesia pada ajang AKF Championship menjadi pencapaian penting dalam perjalanan karier Farhan. Atlet muda asal Sumbar tersebut sebelumnya berhasil mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Sumbar pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 dan menjuarai Kejuaraan Karate Open Piala Wali Kota Padang 2025. Menurut Anandya, kesempatan tampil di kejuaraan level Asia merupakan hasil dari proses pembinaan yang panjang dan konsistensi prestasi yang ditunjukkan Farhan selama ini. Ia berharap pengalaman bertanding menghadapi atlet-atlet terbaik Asia dapat menjadi bekal berharga bagi Farhan untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasinya di masa mendatang. “Terlepas dari hasil yang diraih nanti, kepercayaan memperkuat Timnas Indonesia di level Asia merupakan kebanggaan besar bagi Sumatera Barat. Semoga Farhan mampu memberikan penampilan terbaik dan menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berprestasi,” katanya. Kejuaraan Karate Asia ke-22 dan Kejuaraan Para-Karate Asia ke-5 yang berlangsung di Bali diikuti ratusan karateka terbaik dari berbagai negara Asia di bawah naungan Asian Karate Federation (AKF). Ajang ini menjadi salah satu kejuaraan karate paling bergengsi di kawasan Asia sekaligus panggung pembuktian bagi atlet-atlet terbaik untuk menunjukkan kemampuan mereka di level internasional. (jiga)
Menuju PON 2028, KONI Sumbar Harapkan Dukungan Pangdam untuk Atlet TNI AD

PADANG — KONI Sumbar berharap dukungan penuh Kodam I/Bukit Barisan dan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol agar atlet-atlet asal Sumbar yang kini berstatus prajurit TNI Angkatan Darat tetap mendapat kesempatan membela daerah pada berbagai ajang olahraga nasional menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTB-NTT 2028. Harapan tersebut disampaikan Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, saat beraudiensi dengan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol yang diwakili Asisten Teritorial (Aster) Kolonel Candra di Makodam, Padang, Rabu (17/6/2026). Dalam pertemuan itu, Hamdanus didampingi Anggota Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumbar Jasman Herry serta jajaran Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sumbar. Hamdanus mengatakan, atlet-atlet Sumbar yang telah direkrut menjadi prajurit TNI AD merupakan aset olahraga daerah yang perlu terus dibina dan diberikan ruang untuk tetap berprestasi di arena olahraga nasional. “Kami memohon dukungan Bapak Pangdam agar atlet-atlet Sumbar yang kini mengabdi sebagai prajurit TNI AD tetap dapat membela Sumatera Barat pada berbagai agenda olahraga nasional. Mereka adalah aset olahraga daerah yang telah dibina sejak usia muda dan memiliki potensi besar mengharumkan nama Sumbar di tingkat nasional,” ujar Hamdanus. Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting mengingat Sumbar tengah menyiapkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi Porprov Sumbar 2026, Pra-PON 2027, hingga PON XXII NTB-NTT 2028. Salah satu cabang olahraga yang membutuhkan dukungan tersebut adalah dayung. Pengprov PODSI Sumbar saat ini tengah melaksanakan program pembinaan dan pemusatan latihan jangka panjang di Padang dan Danau Atas, Kabupaten Solok, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov XVI Sumbar 2026, Kejurnas 2026, Pra-PON 2027, dan PON 2028. Dalam program tersebut, terdapat dua atlet dayung Sumbar yang kini bertugas sebagai prajurit TNI AD di Yonif TP 904/Gara Mata, yakni Prada Kilpan Puberi dan Prada Zaki Hibrizi. Keduanya direkomendasikan oleh Pengprov PODSI Sumbar untuk mendapatkan izin dan dispensasi mengikuti pemusatan latihan hingga akhir tahun 2026 guna memperkuat tim dayung Sumbar pada agenda nasional mendatang. Selain meminta dukungan terhadap atlet yang telah menjadi prajurit TNI AD, Hamdanus juga berharap TNI AD memberikan perhatian kepada atlet-atlet berprestasi asal Sumbar melalui jalur rekrutmen. “Kami berharap atlet-atlet berprestasi asal Sumbar dapat memperoleh kesempatan dan prioritas dalam proses rekrutmen TNI AD sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan prestasi yang telah mereka persembahkan bagi daerah dan bangsa,” katanya. Hamdanus juga berharap Pangdam berkenan memberikan motivasi kepada atlet-atlet yang sedang menjalani pemusatan latihan provinsi (Pelatprov) agar semakin bersemangat dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan nasional. Menanggapi hal tersebut, Kolonel Candra menegaskan komitmen TNI AD untuk mendukung pembinaan olahraga prestasi, termasuk atlet-atlet yang berstatus prajurit. “Atlet adalah duta daerah dan bangsa. Prajurit TNI yang juga berstatus atlet harus tetap diberi ruang untuk mengembangkan prestasinya selama tidak mengganggu tugas pokok kedinasan. Kami akan berupaya memberikan dukungan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” ujarnya. Ia juga berpesan agar para atlet Sumbar terus menjaga disiplin dan semangat juang dalam mengejar prestasi. “Jangan pernah berhenti bermimpi menjadi juara. Disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah adalah modal utama untuk mencapai prestasi. Jadilah atlet yang membanggakan Sumatera Barat sekaligus mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” pesannya. Dalam audiensi tersebut, KONI Sumbar turut menyampaikan data sejumlah atlet binaan yang kini berstatus anggota TNI AD, di antaranya atlet gulat Sumbar Letnan Dua Infanteri Gilang Ilhaza, S.Pd., Gr., yang bertugas sebagai Pama Mabes TNI pada Pusjaspermildas TNI, atlet Muaythai Prada Andika Mandala Darma yang bertugas di Yon TP 954/Naga Berkisar Kodam I/Bukit Barisan, serta dua atlet dayung PODSI Sumbar, Prada Kilpan Puberi dan Prada Zaki Hibrizi dari Yonif TP 904/Gara Mata. KONI Sumbar berharap sinergi antara dunia olahraga dan TNI AD terus terjalin demi memperkuat persiapan kontingen Ranah Minang menuju PON 2028. (jiga)
Musornaslub KONI Tetapkan Banten–Lampung Tuan Rumah PON XXIII Tahun 2032, KONI Sumbar Siap Tingkatkan Prestasi

Jakarta – Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI Pusat yang berlangsung pada 21–22 Mei 2026 di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jakarta, resmi menetapkan Provinsi Banten dan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032. Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda strategis yang dibahas dan disepakati dalam forum yang dihadiri pengurus KONI provinsi dari seluruh Indonesia. Dari Sumatera Barat, kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, Sekretaris Umum Anandya Dipo Pratama, serta Wakil Ketua Umum Dolla Indra. Penetapan Banten dan Lampung sebagai penyelenggara pesta olahraga terbesar di Indonesia itu diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan PON yang berkualitas, sekaligus menjadi momentum percepatan pembangunan olahraga nasional melalui peningkatan sarana dan prasarana, pembinaan atlet, serta penguatan ekosistem olahraga di daerah. Hamdanus menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi Lampung, serta KONI kedua daerah yang telah mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032. “Selamat kepada Banten dan Lampung yang telah ditetapkan sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032. Ini merupakan amanah besar sekaligus kesempatan untuk menunjukkan kemampuan daerah dalam menyelenggarakan event olahraga nasional yang berkualitas dan berkesan,” ujar Hamdanus. Menurutnya, penetapan tuan rumah PON 2032 juga menjadi motivasi bagi seluruh daerah, termasuk Sumatera Barat, untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga prestasi secara berkelanjutan. “Bagi KONI Sumbar, keputusan ini menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik lagi. Pembinaan atlet harus semakin terukur, sistematis, dan berorientasi pada prestasi. Kami ingin memastikan atlet-atlet Sumatera Barat mampu bersaing di tingkat nasional dan memberikan hasil terbaik pada ajang-ajang multi event mendatang,” katanya. Hamdanus menambahkan bahwa KONI Sumbar saat ini tengah mempersiapkan berbagai program pembinaan menuju agenda olahraga nasional mendatang, termasuk optimalisasi pelaksanaan Porprov Sumatera Barat sebagai sarana penjaringan atlet potensial dari seluruh kabupaten dan kota. “Semangat yang ditunjukkan daerah-daerah dalam mempersiapkan diri menjadi tuan rumah PON harus menjadi inspirasi bagi kita semua. KONI Sumbar berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan, tata kelola organisasi, serta dukungan terhadap atlet agar prestasi olahraga Sumatera Barat terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional,” tegasnya. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menilai keputusan Musornaslub tersebut menjadi momentum bagi seluruh daerah untuk memperkuat sistem pembinaan atlet sejak usia dini. “Persaingan olahraga nasional akan semakin kompetitif. Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang, berbasis data, dan didukung program latihan yang berkelanjutan. KONI Sumbar terus mendorong penguatan pembinaan di setiap cabang olahraga agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap mengharumkan nama daerah,” ujarnya. Dengan telah ditetapkannya Banten dan Lampung sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032, perhatian insan olahraga Indonesia kini mulai tertuju pada berbagai persiapan yang akan dilakukan kedua provinsi tersebut guna menyukseskan penyelenggaraan pesta olahraga nasional empat tahunan tersebut.
Hadiri Rakernas KONI 2026, KONI Sumbar Siap Perkuat Pembinaan Atlet dan Sukseskan Porprov

Jakarta, 22 Mei 2026 — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Tahun 2026 di Jakarta pada 21–22 Mei 2026 dengan mengusung tema “PON sebagai Program Strategis Nasional Mewujudkan Sasaran Asta Cita Bidang Olahraga.” Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah pembinaan olahraga prestasi nasional sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, KONI, induk cabang olahraga, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga di Indonesia. Rakernas KONI 2026 turut dihadiri jajaran pengurus KONI Provinsi Sumatera Barat yang terdiri dari Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Sekretaris Umum Anandya Dipo Pratama, dan Wakil Ketua Umum KONI Sumbar Dolla Indra. Kehadiran delegasi Sumatera Barat menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung program strategis olahraga nasional sekaligus memperkuat koordinasi pembinaan olahraga prestasi di Ranah Minang. Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa KONI merupakan mitra penting pemerintah dalam membangun dan mengembangkan olahraga nasional. Menurutnya, keberhasilan pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi yang kuat dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi olahraga, serta masyarakat. “KONI memiliki peran strategis dalam pembinaan olahraga prestasi. Seluruh tugas pembinaan olahraga harus mendapatkan dukungan yang luas, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ujar Taufik Hidayat. Ia menambahkan bahwa investasi di bidang olahraga bukan hanya bertujuan mencetak prestasi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan karakter bangsa, peningkatan kesehatan masyarakat, serta penguatan persatuan dan kesatuan nasional. “Olahraga adalah investasi karakter bangsa. Melalui olahraga kita membangun generasi yang sehat, berintegritas, disiplin, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Marciano Norman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan dan pengembangan olahraga nasional. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas seluruh insan olahraga dalam menghadapi berbagai tantangan pembinaan prestasi ke depan. Marciano Norman menegaskan bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan Program Strategis Nasional yang memiliki peran penting dalam mewujudkan sasaran Asta Cita bidang olahraga. Menurutnya, PON bukan sekadar ajang kompetisi olahraga multievent terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan olahraga nasional yang mampu mendorong pembinaan atlet secara berjenjang, pemerataan prestasi olahraga daerah, serta penguatan ekosistem olahraga Indonesia. “PON sebagai Program Strategis Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas sumber daya olahraga, serta mewujudkan target pembangunan olahraga nasional yang selaras dengan Asta Cita,” tegas Marciano Norman. Menanggapi pelaksanaan Rakernas tersebut, Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyatakan bahwa berbagai agenda dan kebijakan yang dibahas dalam Rakernas menjadi motivasi bagi seluruh insan olahraga Sumatera Barat untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi atlet daerah. “Rakernas ini memberikan arah yang jelas bagi daerah dalam menyiapkan sistem pembinaan yang lebih terukur dan berkelanjutan. Semangat yang dibangun dalam Rakernas harus kita bawa ke Sumatera Barat untuk memperkuat kolaborasi antara KONI, cabang olahraga, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga,” ujar Hamdanus. Menurutnya, momentum Rakernas juga semakin menambah optimisme Sumatera Barat dalam menyongsong pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar mendatang sebagai wadah pembinaan dan pencarian bibit atlet potensial yang akan menjadi tulang punggung prestasi daerah di tingkat nasional. “Porprov harus menjadi momentum kebangkitan olahraga Sumatera Barat. Melalui ajang ini kita ingin melahirkan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota yang nantinya mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menegaskan bahwa penguatan pembinaan atlet menjadi fokus utama KONI Sumbar dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, keberhasilan prestasi olahraga tidak terlepas dari sistem pembinaan yang konsisten, terukur, dan berbasis data. “Rakernas memberikan banyak masukan terkait tata kelola organisasi dan pembinaan prestasi. KONI Sumbar terus mendorong pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih, serta penguatan sport science agar atlet-atlet Sumatera Barat memiliki daya saing yang lebih tinggi,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara KONI kabupaten/kota, pengurus cabang olahraga, sekolah, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Selain membahas berbagai program strategis dan arah kebijakan pembinaan olahraga prestasi nasional, Rakernas KONI 2026 juga menjadi ajang penghargaan bagi insan olahraga yang telah memberikan kontribusi luar biasa terhadap kemajuan olahraga Indonesia. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, KONI Pusat menyerahkan KONI Award kepada atlet-atlet berprestasi, pelatih berprestasi, KONI provinsi berprestasi, serta berbagai insan olahraga yang dinilai berjasa dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional. Melalui Rakernas KONI 2026, diharapkan terbangun kesamaan visi dan langkah seluruh pemangku kepentingan olahraga dalam memperkuat sistem pembinaan olahraga prestasi yang berkelanjutan. Bagi Sumatera Barat, keikutsertaan dalam Rakernas menjadi momentum penting untuk menyerap berbagai kebijakan strategis nasional sekaligus memperkuat persiapan menghadapi agenda olahraga daerah maupun nasional di masa mendatang.