KONI Sumbar Susun Roadmap Pembinaan Atlet, Target 10 Besar PON 2028

Padang, KONI Sumbar — Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat mengumpulkan puluhan pelatih dari berbagai cabang olahraga untuk menyampaikan roadmap pembinaan sekaligus mengevaluasi hasil tes atlet dalam rangka persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pelatihan Provinsi (Pelatprov) ini digelar di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang, Selasa (10/3/2026), dan akan berlangsung dalam siklus pembinaan mulai Maret hingga Desember 2026. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa target besar yang ingin dicapai adalah menembus 10 besar nasional pada PON 2028. “Masuk 10 besar PON adalah target kita. Target ini bukan sekadar angka, tetapi komitmen bersama yang harus kita wujudkan dengan kerja keras dan kolaborasi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa peran pelatih menjadi kunci dalam mencetak atlet berprestasi. Menurutnya, pelatih yang terlibat dalam Pelatprov merupakan sosok berpengalaman yang telah melalui seleksi dari masing-masing pengurus provinsi cabang olahraga. “KONI tidak ada artinya tanpa prestasi. Karena itu, kolaborasi antara KONI dan pelatih harus berjalan seiring—KONI menyiapkan dukungan, pelatih memaksimalkan pembinaan atlet,” tegasnya. Hamdanus juga mengakui bahwa dukungan anggaran masih menjadi tantangan. Namun, pihaknya optimistis dengan peningkatan prestasi, dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD akan semakin kuat, termasuk melalui APBD Perubahan dan sumber pendanaan lainnya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, menyampaikan bahwa sebanyak 35 cabang olahraga telah ditetapkan dalam program Pelatprov setelah melalui proses verifikasi. Sebagai bagian dari tahap awal pembinaan, KONI Sumbar telah melaksanakan tes fisik, kesehatan, dan psikologi terhadap para atlet untuk mendapatkan data dasar (baseline). “Tes awal ini bertujuan melihat kondisi dasar atlet. Evaluasi berikutnya pada Mei akan mengukur peningkatan performa mereka,” jelasnya. Ia menambahkan, target perolehan 19 medali emas dinilai realistis jika setiap cabang olahraga mampu memberikan kontribusi maksimal. Dalam sistem pembinaan, atlet dikelompokkan ke dalam empat kategori, yakni atlet andalan, prioritas, potensial, dan binaan, guna mempermudah strategi pengembangan. Di sisi lain, Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Risky Syahputra, menegaskan bahwa pendekatan pembinaan kini berbasis data. “Program Pelatprov dirancang menggunakan data hasil tes fisik, kesehatan, dan psikologi. Dengan pendekatan ini, pelatih dapat menyusun program latihan yang lebih tepat dan terukur,” ujarnya. Menurutnya, evaluasi berkala akan menjadi kunci untuk memastikan setiap atlet mengalami peningkatan performa secara konsisten. “Setiap fase latihan memiliki indikator keberhasilan yang jelas. Dengan monitoring rutin, perkembangan atlet bisa dipantau dan program latihan dapat disesuaikan secara cepat,” tutupnya. Melalui pendekatan terstruktur dan berbasis data ini, KONI Sumbar optimistis mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang siap bersaing di level nasional pada PON 2028.

KONI Sumbar Panggil 53 Cabor, Bahas Alokasi Dana Porprov XVI 2026

Padang, KONI Sumbar — Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat memanggil 53 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Pertemuan berlangsung pada 10–11 April 2026 di Kantor KONI Sumbar, Jalan Rasuna Said, Padang. Kegiatan ini melibatkan Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), serta Bidang Perencanaan (Rena) KONI Sumbar untuk membahas alokasi anggaran bagi masing-masing cabang olahraga. Ketua OC Porprov, Septri, menyampaikan bahwa dari total cabor yang diundang, masih terdapat beberapa yang belum hadir, di antaranya panjat tebing, akuatik, menembak, atletik, dan sambo. Dalam forum tersebut, setiap cabang olahraga diberikan pemahaman terkait besaran anggaran yang akan dialokasikan melalui APBD Provinsi Sumatera Barat. Septri menegaskan bahwa pembagian dana tidak dilakukan secara merata, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabor. “Setiap cabor memiliki kebutuhan berbeda, mulai dari honor wasit dan juri, konsumsi, hingga kebutuhan teknis lainnya. Karena itu, alokasi anggaran disesuaikan secara proporsional,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara cabang olahraga dengan daerah yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Hal ini karena pemerintah daerah turut menanggung sejumlah kebutuhan teknis pelaksanaan pertandingan. “Daerah tuan rumah bertanggung jawab terhadap penginapan wasit dan juri, penyediaan venue, layanan kesehatan, kebersihan, keamanan, hingga panitia lokal. Karena itu, cabor harus segera berkoordinasi,” tambahnya. Sementara itu, cabang olahraga sambo terancam tidak dapat berpartisipasi dalam Porprov 2026. Hingga saat ini, persyaratan administrasi belum terpenuhi, termasuk pengajuan venue dan penunjukan technical delegate. “Jika persyaratan tidak segera dilengkapi, maka sambo berpotensi tidak dapat dipertandingkan,” tegas Septri. Porprov XVI Sumatera Barat 2026 dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang dan diharapkan menjadi momentum penting dalam pembinaan atlet daerah sekaligus ajang seleksi menuju kompetisi tingkat nasional.

KONI Sumbar Lepas Kontingen PABSI ke Kejurnas Angkat Besi Senior 2026

Padang, KONI Sumbar — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus, secara resmi melepas kontingen Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia Sumatera Barat untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Angkat Besi Senior 2026. Kegiatan pelepasan dilaksanakan di Kantor KONI Sumbar, Rabu (8/4/2026). Sementara itu, Kejurnas akan berlangsung pada 15–20 April 2026 di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat. Dalam arahannya, Hamdanus menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik atlet dalam menghadapi persaingan tingkat nasional. “Kejurnas ini bukan sekadar kompetisi, tetapi momentum untuk membuktikan bahwa atlet Sumatera Barat mampu bersaing di level nasional. Tampilkan performa terbaik dan junjung tinggi sportivitas,” ujarnya. Kontingen Sumatera Barat diperkuat enam atlet, terdiri dari tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Untuk kategori putra, yakni Pardani (60 kg), Jovan Zellyan (65 kg), dan Nathan Valentino (70 kg). Sementara pada kategori putri, tampil Mayang Sari (69 kg), Selvyin Islami Mahesa (57 kg), dan Afridayenti (53 kg). Para atlet akan didampingi dua pelatih berlisensi nasional level 2, yakni Tento Perdana Harfefa dan Martin. Ketua Pengprov PABSI Sumbar, Wilda Welis, menyampaikan optimisme terhadap kesiapan tim yang akan bertanding. “Persiapan atlet telah dilakukan secara matang, baik dari sisi teknik maupun fisik. Kami optimistis mereka mampu memberikan hasil terbaik bagi Sumatera Barat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dukungan KONI Sumbar menjadi motivasi penting bagi para atlet untuk tampil percaya diri di ajang nasional. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Harian PABSI Sumbar Edwarsyah, Sekretaris Umum Hilmainur Syampurma, serta Ketua Bidang Pembinaan Prestasi April. Edwarsyah dan April juga dijadwalkan bertugas sebagai dewan wasit dan wasit pada kejuaraan tersebut. Dari jajaran KONI Sumbar, hadir pula Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi Septri dan Wakil Sekretaris Umum Zaimul Bahri beserta pengurus lainnya. Dengan persiapan yang matang, kontingen PABSI Sumatera Barat diharapkan mampu bersaing secara optimal dan meraih prestasi terbaik pada Kejurnas Angkat Besi Senior 2026.

Kapolda Sumbar Dukung Penuh Porprov XVI 2026 dan Program Strategis KONI Sumbar

Padang, KONI Sumbar — Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 serta berbagai program strategis Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan prestasi atlet. Komitmen tersebut disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran pengurus KONI Sumbar di Mapolda Sumbar, Selasa (7/4/2026). Rombongan dipimpin Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, didampingi Sekretaris Umum Anandya Dipo Pratama serta pengurus lainnya. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Hamdanus menegaskan bahwa pihaknya tengah mematangkan persiapan Porprov XVI yang akan digelar pada 2–14 Oktober 2026. “Porprov ini tidak boleh ditunda lagi. Sudah delapan tahun tidak terlaksana, sehingga berdampak pada pembinaan dan prestasi atlet,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi dukungan Polda Sumbar yang membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk berkarier di kepolisian melalui jalur bintara maupun perwira. Selain itu, KONI Sumbar saat ini tengah menjalankan program Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda besar olahraga, termasuk target meraih sekitar 20 medali emas dan menembus 10 besar nasional pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menyampaikan bahwa organisasi terus berbenah, termasuk melalui digitalisasi data atlet dan sistem pengelolaan keuangan. “Kami sudah mulai menerapkan sistem digitalisasi atlet dan keuangan, serta memberikan uang pembinaan kepada atlet sebagai bentuk dukungan peningkatan prestasi,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Kapolda Gatot Tri Suryanta menegaskan kesiapan institusinya untuk mendukung penuh pelaksanaan Porprov sebagai momentum kebangkitan olahraga di Sumatera Barat. “Kami siap mendukung penuh Porprov XVI Sumbar 2026. Ini momentum penting untuk menghidupkan kembali prestasi olahraga daerah,” ujarnya. Ia juga memastikan dukungan tidak hanya terbatas pada Porprov, tetapi mencakup seluruh program pembinaan atlet dan penyelenggaraan kejuaraan. Namun demikian, Kapolda menyoroti keterbatasan anggaran KONI Sumbar yang dinilai masih minim untuk mencapai target besar. “Dengan anggaran sekitar Rp5 miliar per tahun, tentu menjadi tantangan. Karena itu, KONI perlu mencari sumber pendanaan alternatif,” ungkapnya. Ia mendorong KONI untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN, swasta, dan kalangan pengusaha guna memperkuat dukungan finansial. “Libatkan berbagai pihak. Dengan kolaborasi, target prestasi akan lebih realistis dicapai,” katanya. Kapolda juga menekankan pentingnya menjaga kesejahteraan atlet agar tidak berpindah ke daerah lain. “Potensi atlet Sumbar sangat besar. Harus dijaga dan diperhatikan agar tetap membela daerah,” tegasnya. Sebagai bentuk dukungan konkret, Kapolda juga membuka peluang bagi cabang olahraga untuk menggelar kejuaraan bertajuk “Kapolda Cup” guna meningkatkan frekuensi kompetisi. Dengan sinergi antara KONI, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian, diharapkan pembinaan olahraga di Sumatera Barat semakin kuat dan mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Bukittinggi Miliki Lapangan Padel Pertama, KONI Sumbar Dorong Pembinaan Atlet

Bukittinggi, KONI Sumbar — Kota Bukittinggi kini memiliki fasilitas olahraga modern berupa lapangan padel pertama yang diresmikan oleh Koperasi Saudagar Minang Raya di kawasan Makodim 0304/Agam, Sabtu (4/4/2026). Lapangan yang dibangun di atas lahan seluas 1.100 meter persegi ini menelan investasi sekitar Rp2,6 miliar dan diharapkan menjadi pusat aktivitas olahraga baru di daerah tersebut. Peresmian berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Komandan Kodim 0304/Agam Slamet Dwi Santoso serta Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis. Kegiatan ditandai dengan pertandingan perdana yang melibatkan unsur pemerintah daerah, investor, dan pengurus KSMR. Slamet Dwi Santoso mengapresiasi pembangunan fasilitas tersebut sebagai langkah strategis dalam mendukung pengembangan olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kehadiran lapangan padel ini melengkapi fasilitas olahraga yang sudah ada, termasuk mini soccer. Ke depan kawasan ini berpotensi menjadi pusat olahraga terpadu,” ujarnya. Pemerintah Kota Bukittinggi juga menyatakan dukungan penuh. Ibnu Asis menilai fasilitas berstandar nasional ini membuka peluang kolaborasi antara pemerintah dan swasta, khususnya dalam pembinaan atlet dan penyelenggaraan event olahraga. “Ini peluang besar untuk mengembangkan sport tourism di Bukittinggi sekaligus meningkatkan kualitas olahraga,” katanya. Dukungan juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat. Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyebut kehadiran lapangan padel menjadi momentum penting dalam pengembangan cabang olahraga baru di Sumatera Barat. “Kami sangat mendukung. Dengan adanya fasilitas ini, pembinaan atlet bisa segera dimulai dan ke depan diharapkan lahir atlet padel berprestasi dari Sumbar,” ujarnya. Hamdanus juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu Surat Keputusan kepengurusan organisasi padel di tingkat provinsi sebagai dasar legalitas pengembangan olahraga tersebut. Sementara itu, investor lapangan dari Saudagar Minang Raya, Dasriel, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas ini tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga sebagai wadah aktivitas positif bagi generasi muda. Ketua KSMR, Syahrudin, menambahkan bahwa fasilitas ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan olahraga terpadu yang sebelumnya telah memiliki lapangan mini soccer. “Ini lapangan padel pertama di Bukittinggi. Kami berharap dapat menjadi pusat olahraga baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya. Padel sendiri merupakan olahraga raket yang menggabungkan unsur tenis dan squash, dimainkan secara ganda di lapangan yang lebih kecil dan dikelilingi dinding kaca. Olahraga ini relatif mudah dipelajari sehingga berkembang pesat di berbagai negara dan mulai diminati di Indonesia. Dengan hadirnya lapangan padel ini, Bukittinggi dinilai memiliki peluang besar mengembangkan sport tourism berbasis olahraga modern yang dipadukan dengan potensi wisata alam dan budaya yang dimiliki.

Hamdanus Buka Turnamen Sepak Takraw Ermizen Cup 2026 di Pesisir Selatan

Pesisir Selatan, KONI Sumbar — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus, secara resmi membuka turnamen sepak takraw Ermizen Cup 2026 yang digelar di Lapangan Mini Barung-Barung Balantai, Kabupaten Pesisir Selatan. Turnamen berskala nasional ini berlangsung meriah dengan diikuti 16 klub dari berbagai provinsi di Indonesia, di antaranya Aceh, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, serta Sumatera Barat sebagai tuan rumah. Ketua panitia pelaksana, Niofrianto, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara maksimal demi menjamin kelancaran pelaksanaan turnamen. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Sementara itu, Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Ermizen, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari program Pokok Pikiran (Pokir) yang bertujuan untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan olahraga sepak takraw, baik di Sumatera Barat maupun secara nasional. Menurutnya, penyelenggaraan turnamen ini didukung anggaran sekitar Rp43 juta, yang dialokasikan untuk mendukung kelancaran kompetisi sekaligus peningkatan kualitas pembinaan atlet. Dalam sambutannya, Hamdanus menegaskan bahwa turnamen ini menjadi momentum strategis dalam menjaring bibit-bibit atlet potensial di cabang olahraga sepak takraw. “Melalui turnamen ini, kita berharap lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya. Turnamen Ermizen Cup 2026 memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah, dengan rincian juara pertama sebesar Rp20 juta, juara kedua Rp15 juta, dan juara ketiga Rp8 juta. Besaran hadiah tersebut diharapkan mampu memotivasi peserta untuk tampil maksimal dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Ketua KONI Pesisir Selatan, M. Adli, beserta jajaran, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga di daerah. Penyelenggaraan Ermizen Cup 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pembinaan sepak takraw serta melahirkan atlet-atlet unggulan yang dapat mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional.

Pemko Solok Perkuat Komitmen Pembinaan Atlet Jelang Porprov XVI Sumbar 2026

Solok, KONI Sumbar — Pemerintah Kota Solok menggelar kegiatan buka puasa bersama atlet dan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Solok di rumah dinas wali kota, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen pembinaan olahraga sekaligus kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus, bersama jajaran pengurus, Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon, serta para atlet dari berbagai cabang olahraga. Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan KONI Sumbar yang dinilai menjadi motivasi besar bagi insan olahraga di daerahnya. “Kehadiran Ketua KONI Sumbar menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi atlet dan pengurus olahraga di Kota Solok,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Kota Solok telah melakukan berbagai persiapan sejak dini untuk menghadapi Porprov 2026. Menurutnya, ajang tersebut merupakan panggung penting bagi atlet untuk membuktikan hasil pembinaan dan latihan yang telah dijalani. “Porprov adalah momentum pembuktian bagi atlet. Kami berkomitmen mendukung pembinaan olahraga secara maksimal, termasuk kesiapan sebagai tuan rumah,” katanya. Selain fokus pada olahraga, Pemerintah Kota Solok juga menunjukkan perhatian terhadap masa depan generasi muda melalui program pendidikan, seperti penyediaan bimbingan belajar gratis bagi pelajar yang ingin melanjutkan ke sekolah kedinasan. Sementara itu, Ketua KONI Kota Solok, Rudi Horizon, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah cabang olahraga unggulan untuk menghadapi Porprov mendatang. Sedikitnya terdapat 12 cabang olahraga yang menjadi andalan, di antaranya hapkido, taekwondo, tenis lapangan, renang, atletik, pencak silat, muaythai, gulat, soft tenis, paralayang, angkat berat, dan angkat besi. “Kami optimistis dengan persiapan yang matang, target menembus lima besar pada Porprov Sumbar 2026 dapat tercapai,” ujarnya. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, dalam arahannya menyampaikan bahwa Porprov XVI Sumbar akan digelar pada 2–14 Oktober 2026 dengan sistem tuan rumah bersama di beberapa kabupaten dan kota, termasuk Kota Solok. “Kota Solok merupakan salah satu daerah yang diperhitungkan, baik sebagai tuan rumah maupun dari sisi prestasi,” katanya. Ia menambahkan, Porprov bukan sekadar ajang kompetisi daerah, tetapi juga menjadi pintu awal bagi atlet untuk melangkah ke level yang lebih tinggi, seperti Porwil, Pra PON 2027, hingga PON 2028. “Jadikan Porprov sebagai panggung awal untuk menunjukkan kualitas dan membuka jalan menuju prestasi nasional bahkan internasional,” tegasnya. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga, Kota Solok diharapkan mampu meraih prestasi optimal sekaligus sukses sebagai tuan rumah dalam gelaran Porprov XVI Sumatera Barat 2026.

KONI Sumbar Jajaki Kerja Sama dengan SPH dan STIKes Siteba untuk Perkuat Layanan Kesehatan Atlet

Padang, KONI Sumbar — Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat menjajaki kerja sama strategis dengan Semen Padang Hospital dan STIKes Siteba Padang dalam rangka memperkuat layanan kesehatan olahraga sekaligus mendukung peningkatan prestasi atlet Sumatera Barat. Penjajakan tersebut berlangsung saat kedua institusi melakukan kunjungan ke kantor KONI Sumbar pada Jumat (13/3/2026). Rombongan SPH hadir pada pagi hari dipimpin oleh Dilla Putri Ellysa bersama jajaran manajemen. Sementara itu, rombongan STIKes Siteba Padang datang pada siang hari yang diwakili oleh Intan Harared, didampingi Alia de Fahreza serta Indah Putri Nuarye. Kedatangan kedua rombongan disambut langsung oleh Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, bersama jajaran pengurus. Dalam pertemuan tersebut, Dilla Putri Ellysa menjelaskan bahwa SPH memiliki pengalaman dalam penanganan cedera, termasuk bagi atlet profesional seperti pemain Semen Padang FC. SPH juga telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam penanganan risiko kecelakaan kerja. “Kami siap mendukung KONI Sumbar melalui layanan kesehatan olahraga secara menyeluruh, mulai dari edukasi, pencegahan cedera, penanganan hingga proses pemulihan atlet,” ujarnya. Sementara itu, Intan Harared menyampaikan bahwa STIKes Siteba Padang ingin berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan atlet sekaligus membuka ruang praktik bagi mahasiswa. “Kerja sama ini penting tidak hanya untuk mendukung kesehatan atlet, tetapi juga memberikan pengalaman klinik olahraga bagi mahasiswa fisioterapi serta pengembangan riset di bidang olahraga,” jelasnya. Ia menambahkan, STIKes Siteba merupakan salah satu perguruan tinggi di Padang yang memiliki program studi fisioterapi, sehingga kolaborasi ini diharapkan memberi dampak akademik sekaligus kontribusi nyata bagi dunia olahraga daerah. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menyambut positif inisiatif kerja sama tersebut. Menurutnya, aspek kesehatan menjadi faktor krusial dalam pembinaan atlet menuju prestasi optimal. “Kami sangat terbuka untuk kolaborasi ini. Kesehatan atlet adalah fondasi utama dalam meraih prestasi. Dengan dukungan SPH dan STIKes Siteba, kami berharap sistem penanganan dan pencegahan cedera atlet di Sumatera Barat semakin kuat,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan disusun dokumen kerja sama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), termasuk merancang program dan skema dukungan yang akan dijalankan. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan prestasi atlet Sumatera Barat melalui penguatan layanan kesehatan olahraga, pendampingan medis saat latihan dan pertandingan, serta edukasi pencegahan cedera secara berkelanjutan.

KONI Sumbar Dukung Atlet Taekwondo Ikuti Seleksi Bintara Polri

Padang, KONI Sumbar — Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat menyerahkan surat rekomendasi kepada tiga atlet taekwondo sebagai salah satu persyaratan mengikuti seleksi calon Bintara Kepolisian Negara Republik Indonesia. Penyerahan dilakukan di kantor KONI Sumbar, Jumat (27/3/2026). Ketiga atlet tersebut adalah Jordi Yunior Marta, Latifa Bayana Insan Kamila Rosa, dan Shahira Asyfa Ramadhani. Mereka merupakan atlet berprestasi yang selama ini aktif mengharumkan nama daerah di cabang olahraga taekwondo, sekaligus dikenal memiliki disiplin dan dedikasi tinggi. Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyampaikan bahwa rekomendasi ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi atlet yang ingin melanjutkan pengabdian melalui institusi kepolisian. “Kami tentu sangat mendukung langkah para atlet ini. Prestasi dan karakter yang mereka miliki di dunia olahraga diharapkan menjadi nilai tambah dalam proses seleksi Bintara Polri,” ujarnya. Menurut Hamdanus, pemberian rekomendasi juga menjadi bagian dari komitmen KONI Sumbar dalam memperhatikan masa depan atlet, tidak hanya dari sisi prestasi, tetapi juga aspek kesejahteraan dan karier. “Kami ingin atlet memiliki masa depan yang jelas, baik di bidang olahraga maupun profesi lainnya. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam mendukung perjalanan mereka,” tegasnya. Ia juga berharap ketiga atlet tersebut dapat melalui seluruh tahapan seleksi dengan baik dan berhasil menjadi bagian dari Polri, sekaligus tetap membawa semangat sportivitas dalam menjalankan tugas. “Semoga mereka sukses dan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, bahwa atlet juga memiliki peluang berkarier di berbagai bidang, termasuk di kepolisian,” tambahnya. Langkah ini menegaskan peran KONI Sumbar tidak hanya dalam mencetak prestasi olahraga, tetapi juga dalam membuka peluang masa depan bagi para atlet agar dapat berkontribusi lebih luas di tengah masyarakat.

Bupati Padang Pariaman Targetkan Juara Porprov Sumbar 2026, Tegaskan KONI Harus Lahirkan Prestasi

Target Juara Porprov 2026 PARIK MALINTANG – Bupati Padang Pariaman John Kenedy Aziz (JKA) menargetkan daerahnya meraih prestasi tertinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang akan digelar pada 2–14 Oktober 2026. Target tersebut disampaikan JKA saat pelantikan pengurus KONI Kabupaten Padang Pariaman, Senin (16/3/2026). Di hadapan pengurus baru dan insan olahraga, JKA menyampaikan harapan besar terhadap masa depan olahraga daerah. “Saya ingin Padang Pariaman juara,” tegasnya. Ia bahkan mengulang kalimat tersebut hingga tiga kali. Hal itu menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong prestasi olahraga. Menurut JKA, kepengurusan KONI harus bekerja cepat setelah dilantik. Ia tidak ingin organisasi olahraga hanya kuat dalam seremoni, tetapi lemah dalam prestasi. “Sehebat apa pun seremoninya, tanpa juara tidak ada artinya. KONI itu identik dengan juara,” ujarnya. Pembinaan Atlet Harus Jadi Prioritas Bupati menegaskan bahwa pembinaan atlet harus menjadi fokus utama kepengurusan baru. Prestasi olahraga, menurutnya, tidak bisa dicapai secara instan. Karena itu, KONI diminta menyusun strategi pembinaan yang jelas dan berkelanjutan. Ia juga mengingatkan pentingnya regenerasi atlet sejak usia dini. Tanpa kaderisasi yang baik, prestasi olahraga akan sulit berkembang. “Jangan sampai atlet Padang Pariaman tidak membela Padang Pariaman. Perhatikan kesejahteraan mereka,” kata JKA. Menurutnya, perhatian terhadap atlet sangat penting. Atlet yang sejahtera akan lebih fokus dalam berlatih dan bertanding. Anggaran Harus Transparan Selain pembinaan atlet, JKA juga menyoroti pengelolaan anggaran organisasi olahraga. Ia meminta pengurus KONI menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Pemerintah daerah, kata dia, harus yakin bahwa anggaran yang diberikan benar-benar berdampak pada prestasi. Namun demikian, JKA juga mendorong KONI untuk tidak hanya bergantung pada dana APBD. “KONI juga harus pandai mencari dukungan dari luar. Banyak masyarakat Padang Pariaman yang cinta olahraga,” ujarnya. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak dapat memperkuat pembinaan olahraga daerah. Padang Pariaman Siap Jadi Tuan Rumah Ketua KONI Kabupaten Padang Pariaman Asmadi mengatakan kepengurusan baru memiliki tugas besar menjelang Porprov Sumatera Barat 2026. Padang Pariaman telah mengusulkan diri sebagai tuan rumah untuk tujuh cabang olahraga. Karena itu, seluruh pengurus cabang olahraga diminta memperkuat koordinasi. “KONI adalah rumah besar insan olahraga Padang Pariaman. Kita ingin melahirkan juara baru,” kata Asmadi. Selain itu, KONI juga berencana menggelar Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab). Kegiatan ini menjadi ajang penjaringan atlet potensial. Porkab akan dilaksanakan di sela-sela rangkaian Porprov 2026. Dukungan Pemerintah Daerah Dinilai Penting Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus menilai dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam pembinaan olahraga. Ia mengapresiasi kehadiran Bupati dan pimpinan DPRD dalam pelantikan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan KONI akan menentukan keberhasilan pembinaan atlet. “Kami sangat mengapresiasi dukungan kepala daerah. Dukungan itu sangat menentukan,” ujar Hamdanus. Ia menambahkan, keberhasilan dalam Porprov tidak hanya dilihat dari prestasi atlet. Kesiapan daerah sebagai tuan rumah juga menjadi faktor penting. Padang Pariaman, menurutnya, memiliki peluang besar untuk sukses di Porprov 2026. “Kami optimistis jika semua pihak bersatu, Padang Pariaman bisa meraih hasil terbaik,” katanya.

ALAMAT

Jl. Rasuna Said No.87, Rimbo Kaluang, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat

KONI SUMBAR

STRUKTUR KONI SUMBAR

KONI KABUPATEN / KOTA

PENGPROV

PRESTASI

RILIS MEDIA

© 2025 dikelola oleh bidang digitalisasi koni sumatera barat