KONI Sumbar: Rakerprov Wushu Indonesia Sumbar Perkuat Sinergi Pembinaan Menuju Prestasi dan Porprov 2026

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat menilai pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (WI) Sumatera Barat sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi olahraga daerah. Rakerprov yang digelar di Padang, Minggu (19/4/2026), mengusung tema “Sinergitas Dalam Pembinaan Atlet untuk Prestasi” dan diikuti oleh 15 Pengurus Cabang (Pengcab) WI kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus. Ketua Umum Pengprov WI Sumbar, Yanisman, menegaskan komitmen organisasi dalam meningkatkan prestasi atlet melalui program pembinaan berkelanjutan, termasuk keikutsertaan dalam kejuaraan nasional, pelaksanaan kejuaraan tingkat provinsi, serta peningkatan kualitas wasit dan juri. “Kami terus berupaya meningkatkan prestasi atlet melalui berbagai program strategis. Pembinaan berkelanjutan menjadi kunci untuk melahirkan atlet berdaya saing,” ujar Yanisman. Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 sebagai momentum evaluasi pembinaan sekaligus ajang melahirkan atlet potensial dari seluruh daerah. “Porprov menjadi tolok ukur hasil pembinaan yang telah dilakukan. Kami siap berkontribusi menyukseskan, baik dari sisi atlet maupun perangkat pertandingan,” tegasnya. KONI Sumbar memandang bahwa pemerataan pembinaan di seluruh kabupaten dan kota merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing atlet. Upaya pemusatan latihan serta program pelatihan berkelanjutan dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi prestasi ke depan. Tren positif juga mulai terlihat dari capaian prestasi wushu Sumbar di tingkat nasional. Pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025 di Jakarta, kontingen Sumbar berhasil meraih dua medali perak dan satu medali perunggu. Terkait Porprov 2026, cabang olahraga wushu direncanakan berpeluang dipertandingkan di Kota Bukittinggi, meskipun penetapan resmi masih menunggu keputusan pemerintah daerah. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa keberhasilan prestasi tidak terlepas dari tata kelola organisasi yang baik. Ia mengapresiasi Pengprov WI Sumbar yang telah menjalankan organisasi sesuai dengan AD/ART. “Tidak mungkin ada prestasi tanpa organisasi yang dikelola dengan baik. WI Sumbar telah menunjukkan komitmen dan capaian yang positif di tingkat nasional,” ujar Hamdanus. Ia juga memastikan bahwa Porprov Sumbar 2026 tetap akan dilaksanakan meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Hingga saat ini, sudah ada tujuh kepala daerah yang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah sejumlah cabang olahraga. Lebih jauh, Hamdanus menegaskan bahwa Porprov menjadi bagian penting dalam menyiapkan data atlet menuju ajang yang lebih besar, seperti Porwil dan Pra PON 2027, hingga puncaknya Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTB–NTT. “Kita menargetkan masuk 10 besar pada PON 2028 dengan raihan sekitar 20 medali emas. Target ini harus menjadi motivasi bersama,” tegasnya. KONI Sumbar optimistis, melalui sinergi yang kuat antara pengurus, pelatih, dan atlet, prestasi olahraga Sumatera Barat, khususnya cabang olahraga wushu, akan terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Lima Puluh Kota Siap Sukseskan Porprov XVI Sumbar 2026, Fokus Prestasi dan Tuan Rumah Cabor

LIMAPULUH KOTA — Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menegaskan komitmennya untuk menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026, baik dari sisi prestasi maupun kesiapan sebagai tuan rumah cabang olahraga. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, saat menerima kunjungan Ketua KONI Sumbar Hamdanus bersama Ketua Pelaksana Porprov Sumbar, Septri, di rumah dinas bupati, Sabtu (18/4/2026) malam. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum KONI Kabupaten Lima Puluh Kota periode 2025–2029 Taufik Hidayatullah Ihsan, Sekretaris Umum Afri Yunaldi, Kabid Olahraga Farid, serta Riza Rahmawati. Dalam suasana penuh keakraban, Bupati Safni menegaskan bahwa sejak awal pihaknya telah berkomitmen untuk ambil bagian dalam ajang olahraga terbesar di Sumatera Barat tersebut, terlebih setelah Porprov sempat vakum selama delapan tahun. “Kalau tidak ikut Porprov, itu menjadi beban moril bagi kami. Maka saya pastikan Lima Puluh Kota ikut. Kami ingin pesta olahraga ini berjalan sukses,” tegasnya. Meski demikian, Safni mengakui kondisi keuangan daerah saat ini menjadi tantangan, sehingga partisipasi akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran. “Kami tidak memaksakan mengikuti semua cabang olahraga, tetapi akan fokus pada yang benar-benar siap,” ujarnya. Sebagai bentuk keseriusan, Lima Puluh Kota juga menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah untuk beberapa cabang olahraga strategis. “Kami siap menjadi tuan rumah pencak silat dan panahan,” tambah Safni. Sementara itu, Ketua KONI Lima Puluh Kota, Taufik Hidayatullah Ihsan, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap cabang olahraga unggulan yang berpotensi meraih medali. “Kami fokus pada cabor yang punya peluang besar. Dengan keterbatasan anggaran, strategi kami adalah memaksimalkan atlet yang benar-benar siap bersaing,” ujarnya. Ia juga menyebut pembinaan atlet telah berjalan sejak jauh hari dengan intensitas latihan yang terus meningkat. “Semangat atlet sangat tinggi. Sejak awal tahun lalu mereka sudah menunjukkan keseriusan dalam latihan. Ini menjadi modal penting untuk tampil kompetitif di Porprov,” katanya. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menyampaikan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah daerah sangat menentukan kesiapan atlet dalam menghadapi kompetisi. “Kalau anggaran tidak siap, atlet bisa saja memilih membela daerah lain. Dukungan kepala daerah sangat penting,” tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya Porprov sebagai bagian dari siklus pembinaan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Menurutnya, vakumnya Porprov dalam beberapa tahun terakhir berdampak pada penurunan prestasi Sumatera Barat. “Porprov adalah fondasi menuju PON. Tanpa itu, pembinaan tidak terukur dan berdampak pada prestasi,” ujarnya. Ketua Pelaksana Porprov Sumbar, Septri, menambahkan bahwa ajang ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga momentum kebangkitan olahraga di Sumatera Barat. “Porprov menjadi sarana evaluasi pembinaan olahraga sekaligus mempererat persatuan antar daerah. Kami berharap seluruh daerah berpartisipasi optimal sesuai kemampuan masing-masing,” katanya. Ia juga menilai kesiapan daerah menjadi tuan rumah cabang olahraga merupakan kontribusi nyata dalam menyukseskan Porprov secara keseluruhan. “Partisipasi sebagai tuan rumah menunjukkan komitmen kuat daerah, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi,” tutupnya.

Ketua KONI Sumbar: Rakor Kodrat Jadi Fondasi Kuat Menuju Target Besar PON 2028

BATUSANGKAR — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, Hamdanus, menegaskan bahwa Rapat Koordinasi (Rakor) Pengprov Komite Olahraga Bela Diri Tarung Derajat (Kodrat) Sumbar menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi prestasi olahraga daerah menuju target besar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Rakor yang digelar di Hotel Emersia, Sabtu (18/4/2026), dinilai bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum penting untuk menyatukan visi pembinaan atlet secara terstruktur dan berkelanjutan. Menurut Hamdanus, semangat yang ditunjukkan insan Tarung Derajat Sumbar mencerminkan kesiapan menghadapi tantangan kompetisi ke depan. “Ini bukan hanya soal rapat, tapi bagaimana kita memastikan sistem pembinaan berjalan efektif. Saya melihat semangat luar biasa dari Kodrat Sumbar, dan ini harus dijaga dengan kolaborasi yang kuat antara pengprov, pengcab, hingga pelatih di lapangan,” tegasnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan olahraga tidak ditentukan oleh struktur organisasi semata, melainkan oleh kerja nyata di satuan latihan (satlat). “Yang menentukan prestasi itu bukan hanya pengurus di atas, tapi satlat yang bekerja setiap hari membina atlet. Karena itu, pengcab harus aktif membangun komunikasi dengan KONI, DPRD, dan pemerintah daerah agar pembinaan berjalan optimal,” ujarnya. Lebih jauh, Hamdanus menegaskan bahwa Sumatera Barat telah memasang target ambisius pada Pekan Olahraga Nasional 2028, yakni menembus 10 besar nasional dengan raihan 20 medali emas. Menurutnya, target tersebut bukan hal yang mustahil jika seluruh cabang olahraga serius mempersiapkan diri sejak level daerah. “Target itu harus dimulai dari Porprov. Kalau masih ragu, berarti belum serius. Porprov adalah pintu awal untuk melahirkan atlet-atlet terbaik Sumbar,” katanya. Rakor Kodrat Sumbar sendiri membahas pembagian wilayah pembinaan menjadi tiga zona, yakni timur, barat, dan selatan, sebagai upaya pemerataan dan efektivitas pembinaan atlet. Sementara itu, Ketua Pelaksana Porprov XVI Sumbar 2026, Septri, menyebut bahwa ajang Porprov XVI Sumbar 2026 menjadi momentum kebangkitan olahraga daerah setelah vakum cukup lama. “Porprov ini bukan sekadar event, tapi titik kebangkitan olahraga Sumbar. Kita ingin mencetak atlet yang mampu bersaing di Porwil 2027 hingga PON 2028,” ujarnya. Ia juga memastikan adanya dukungan penuh dari KONI Sumbar dalam hal pembinaan, termasuk untuk cabang olahraga Tarung Derajat. Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026, dengan Kabupaten Padang Pariaman sebagai tuan rumah cabang olahraga Tarung Derajat. Ajang ini diharapkan menjadi batu loncatan menuju prestasi nasional sekaligus mengobati kerinduan masyarakat terhadap perhelatan olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.

Tim Monev KONI Sumbar Pantau Latihan Intensif Atlet PABSI Teluk Nibung, Pembinaan Berjalan Konsisten

TELUK NIBUNG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat terus memastikan kualitas pembinaan atlet berjalan optimal melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev). Kali ini, tim monev KONI Sumbar turun langsung memantau latihan rutin atlet binaan cabang olahraga Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) di Teluk Nibung. Dalam pemantauan tersebut, terlihat aktivitas latihan berlangsung disiplin dan terstruktur di bawah arahan pelatih Fatimah. Sekitar 50 atlet mengikuti sesi latihan yang digelar setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Pelatih Fatimah menjelaskan bahwa program latihan difokuskan pada peningkatan kekuatan, teknik, serta konsistensi performa atlet. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat dan kedisiplinan sebagai kunci meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Salah satu atlet unggulan yang menjadi perhatian dalam monev tersebut adalah Haris. Atlet ini dinilai memiliki potensi besar dan perkembangan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga diharapkan mampu menjadi andalan Sumatera Barat pada ajang mendatang. Tim monev KONI Sumbar mengapresiasi keseriusan pelatih dan atlet dalam menjalani program pembinaan. Monitoring ini menjadi bagian dari upaya KONI Sumbar untuk memastikan seluruh cabang olahraga berada pada jalur yang tepat dalam persiapan menghadapi agenda kompetisi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Melalui kegiatan monev ini, KONI Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan mengawal pembinaan atlet secara berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

KONI Sumbar Finalisasi Lokasi Venue Porprov XVI 2026, Mayoritas Cabor Sudah Direkomendasikan

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI tahun 2026. Salah satu progres signifikan yang telah dicapai adalah penetapan lokasi venue pertandingan untuk puluhan cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan. Berdasarkan data terbaru per 17 April 2026, mayoritas cabang olahraga telah mendapatkan rekomendasi resmi dari masing-masing Pengurus Provinsi (Pengprov) cabor terkait lokasi pertandingan yang akan digunakan. Dari total cabor yang disiapkan, sebagian besar venue telah dinyatakan “rekomendasi oke”, tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Kota Padang Dominasi Venue Utama Kota Padang menjadi pusat pelaksanaan dengan jumlah venue terbanyak. Sejumlah cabang olahraga seperti atletik, bola basket, futsal, bulutangkis, hingga e-sport akan digelar di ibu kota provinsi tersebut. Selain itu, beberapa cabor lain seperti sambo, gimnastik, dan arung jeram masih dalam tahap proses finalisasi rekomendasi. Dukungan Multi Daerah Tidak hanya terpusat di Padang, Porprov XVI juga akan melibatkan banyak daerah sebagai tuan rumah bersama, di antaranya: Kota Pariaman: sepatu roda, teqball, dan soft tenis Kota Bukittinggi: dance sport, pickleball, tenis meja, dan wushu Kabupaten Kepulauan Mentawai: selancar ombak dan kabaddi Kota Solok: aero sport, angkat besi, taekwondo, dan hapkido Kota Sawahlunto: kempo, bridge, dan MMA Kabupaten Padang Pariaman: sepak bola, aquatik, panjat tebing, hingga judo Kabupaten Tanah Datar: bola voli dan tinju Kabupaten Lima Puluh Kota: pencak silat dan menembak Kabupaten Solok: balap sepeda road race, karate, dan kick boxing Seluruh penunjukan lokasi ini merupakan hasil koordinasi intensif antara KONI Sumbar dan Pengprov masing-masing cabang olahraga guna memastikan kesiapan teknis dan kelayakan venue. Beberapa Cabor Masih Tahap Proses Meski sebagian besar telah direkomendasikan, terdapat beberapa cabang olahraga yang masih dalam tahap proses penilaian, seperti: Sambo Gimnastik Arung Jeram Balap Motor Road Race Binaraga Catur KONI Sumbar menargetkan seluruh venue dapat difinalisasi dalam waktu dekat agar tahapan berikutnya, seperti persiapan teknis dan operasional, dapat berjalan optimal. Ketua OC: Porprov Akan Sukses dan Obati Kerinduan Atlet Ketua Organizing Committee (OC) Porprov XVI Sumbar, Septri, menegaskan bahwa seluruh tahapan persiapan saat ini masih terus berjalan secara bertahap dan terukur. “Proses ini masih berlangsung dan kita pastikan semua berjalan sesuai tahapan. Kami optimistis Porprov XVI tahun 2026 akan terlaksana dengan sukses,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa ajang ini memiliki makna penting bagi para atlet di Sumatera Barat yang sudah cukup lama menantikan kompetisi tingkat provinsi tersebut. “Porprov ini bukan sekadar event, tetapi akan menjadi momentum untuk mengobati kerinduan atlet Sumatera Barat yang sudah lama tidak merasakan atmosfer kompetisi daerah secara besar. Ini menjadi kebangkitan olahraga Sumbar,” tambahnya. Komitmen Sukseskan Porprov XVI KONI Sumbar menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan Porprov XVI 2026 secara profesional, merata, dan berdampak bagi pengembangan olahraga di seluruh daerah. Dengan keterlibatan banyak kabupaten dan kota, Porprov kali ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum pemerataan pembangunan olahraga serta peningkatan ekonomi daerah. Download Data per 17 April 2026

KONI Sumbar Susun Roadmap Pembinaan Atlet, Target 10 Besar PON 2028

Padang, KONI Sumbar — Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat mengumpulkan puluhan pelatih dari berbagai cabang olahraga untuk menyampaikan roadmap pembinaan sekaligus mengevaluasi hasil tes atlet dalam rangka persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pelatihan Provinsi (Pelatprov) ini digelar di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang, Selasa (10/3/2026), dan akan berlangsung dalam siklus pembinaan mulai Maret hingga Desember 2026. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa target besar yang ingin dicapai adalah menembus 10 besar nasional pada PON 2028. “Masuk 10 besar PON adalah target kita. Target ini bukan sekadar angka, tetapi komitmen bersama yang harus kita wujudkan dengan kerja keras dan kolaborasi,” ujarnya. Ia menekankan bahwa peran pelatih menjadi kunci dalam mencetak atlet berprestasi. Menurutnya, pelatih yang terlibat dalam Pelatprov merupakan sosok berpengalaman yang telah melalui seleksi dari masing-masing pengurus provinsi cabang olahraga. “KONI tidak ada artinya tanpa prestasi. Karena itu, kolaborasi antara KONI dan pelatih harus berjalan seiring—KONI menyiapkan dukungan, pelatih memaksimalkan pembinaan atlet,” tegasnya. Hamdanus juga mengakui bahwa dukungan anggaran masih menjadi tantangan. Namun, pihaknya optimistis dengan peningkatan prestasi, dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD akan semakin kuat, termasuk melalui APBD Perubahan dan sumber pendanaan lainnya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, menyampaikan bahwa sebanyak 35 cabang olahraga telah ditetapkan dalam program Pelatprov setelah melalui proses verifikasi. Sebagai bagian dari tahap awal pembinaan, KONI Sumbar telah melaksanakan tes fisik, kesehatan, dan psikologi terhadap para atlet untuk mendapatkan data dasar (baseline). “Tes awal ini bertujuan melihat kondisi dasar atlet. Evaluasi berikutnya pada Mei akan mengukur peningkatan performa mereka,” jelasnya. Ia menambahkan, target perolehan 19 medali emas dinilai realistis jika setiap cabang olahraga mampu memberikan kontribusi maksimal. Dalam sistem pembinaan, atlet dikelompokkan ke dalam empat kategori, yakni atlet andalan, prioritas, potensial, dan binaan, guna mempermudah strategi pengembangan. Di sisi lain, Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Risky Syahputra, menegaskan bahwa pendekatan pembinaan kini berbasis data. “Program Pelatprov dirancang menggunakan data hasil tes fisik, kesehatan, dan psikologi. Dengan pendekatan ini, pelatih dapat menyusun program latihan yang lebih tepat dan terukur,” ujarnya. Menurutnya, evaluasi berkala akan menjadi kunci untuk memastikan setiap atlet mengalami peningkatan performa secara konsisten. “Setiap fase latihan memiliki indikator keberhasilan yang jelas. Dengan monitoring rutin, perkembangan atlet bisa dipantau dan program latihan dapat disesuaikan secara cepat,” tutupnya. Melalui pendekatan terstruktur dan berbasis data ini, KONI Sumbar optimistis mampu melahirkan atlet-atlet unggulan yang siap bersaing di level nasional pada PON 2028.

KONI Sumbar Panggil 53 Cabor, Bahas Alokasi Dana Porprov XVI 2026

Padang, KONI Sumbar — Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat memanggil 53 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Pertemuan berlangsung pada 10–11 April 2026 di Kantor KONI Sumbar, Jalan Rasuna Said, Padang. Kegiatan ini melibatkan Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), serta Bidang Perencanaan (Rena) KONI Sumbar untuk membahas alokasi anggaran bagi masing-masing cabang olahraga. Ketua OC Porprov, Septri, menyampaikan bahwa dari total cabor yang diundang, masih terdapat beberapa yang belum hadir, di antaranya panjat tebing, akuatik, menembak, atletik, dan sambo. Dalam forum tersebut, setiap cabang olahraga diberikan pemahaman terkait besaran anggaran yang akan dialokasikan melalui APBD Provinsi Sumatera Barat. Septri menegaskan bahwa pembagian dana tidak dilakukan secara merata, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabor. “Setiap cabor memiliki kebutuhan berbeda, mulai dari honor wasit dan juri, konsumsi, hingga kebutuhan teknis lainnya. Karena itu, alokasi anggaran disesuaikan secara proporsional,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara cabang olahraga dengan daerah yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Hal ini karena pemerintah daerah turut menanggung sejumlah kebutuhan teknis pelaksanaan pertandingan. “Daerah tuan rumah bertanggung jawab terhadap penginapan wasit dan juri, penyediaan venue, layanan kesehatan, kebersihan, keamanan, hingga panitia lokal. Karena itu, cabor harus segera berkoordinasi,” tambahnya. Sementara itu, cabang olahraga sambo terancam tidak dapat berpartisipasi dalam Porprov 2026. Hingga saat ini, persyaratan administrasi belum terpenuhi, termasuk pengajuan venue dan penunjukan technical delegate. “Jika persyaratan tidak segera dilengkapi, maka sambo berpotensi tidak dapat dipertandingkan,” tegas Septri. Porprov XVI Sumatera Barat 2026 dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang dan diharapkan menjadi momentum penting dalam pembinaan atlet daerah sekaligus ajang seleksi menuju kompetisi tingkat nasional.

KONI Sumbar Lepas Kontingen PABSI ke Kejurnas Angkat Besi Senior 2026

Padang, KONI Sumbar — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus, secara resmi melepas kontingen Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia Sumatera Barat untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Angkat Besi Senior 2026. Kegiatan pelepasan dilaksanakan di Kantor KONI Sumbar, Rabu (8/4/2026). Sementara itu, Kejurnas akan berlangsung pada 15–20 April 2026 di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat. Dalam arahannya, Hamdanus menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik atlet dalam menghadapi persaingan tingkat nasional. “Kejurnas ini bukan sekadar kompetisi, tetapi momentum untuk membuktikan bahwa atlet Sumatera Barat mampu bersaing di level nasional. Tampilkan performa terbaik dan junjung tinggi sportivitas,” ujarnya. Kontingen Sumatera Barat diperkuat enam atlet, terdiri dari tiga atlet putra dan tiga atlet putri. Untuk kategori putra, yakni Pardani (60 kg), Jovan Zellyan (65 kg), dan Nathan Valentino (70 kg). Sementara pada kategori putri, tampil Mayang Sari (69 kg), Selvyin Islami Mahesa (57 kg), dan Afridayenti (53 kg). Para atlet akan didampingi dua pelatih berlisensi nasional level 2, yakni Tento Perdana Harfefa dan Martin. Ketua Pengprov PABSI Sumbar, Wilda Welis, menyampaikan optimisme terhadap kesiapan tim yang akan bertanding. “Persiapan atlet telah dilakukan secara matang, baik dari sisi teknik maupun fisik. Kami optimistis mereka mampu memberikan hasil terbaik bagi Sumatera Barat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa dukungan KONI Sumbar menjadi motivasi penting bagi para atlet untuk tampil percaya diri di ajang nasional. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Harian PABSI Sumbar Edwarsyah, Sekretaris Umum Hilmainur Syampurma, serta Ketua Bidang Pembinaan Prestasi April. Edwarsyah dan April juga dijadwalkan bertugas sebagai dewan wasit dan wasit pada kejuaraan tersebut. Dari jajaran KONI Sumbar, hadir pula Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi Septri dan Wakil Sekretaris Umum Zaimul Bahri beserta pengurus lainnya. Dengan persiapan yang matang, kontingen PABSI Sumatera Barat diharapkan mampu bersaing secara optimal dan meraih prestasi terbaik pada Kejurnas Angkat Besi Senior 2026.

Kapolda Sumbar Dukung Penuh Porprov XVI 2026 dan Program Strategis KONI Sumbar

Padang, KONI Sumbar — Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 serta berbagai program strategis Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan prestasi atlet. Komitmen tersebut disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran pengurus KONI Sumbar di Mapolda Sumbar, Selasa (7/4/2026). Rombongan dipimpin Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, didampingi Sekretaris Umum Anandya Dipo Pratama serta pengurus lainnya. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Hamdanus menegaskan bahwa pihaknya tengah mematangkan persiapan Porprov XVI yang akan digelar pada 2–14 Oktober 2026. “Porprov ini tidak boleh ditunda lagi. Sudah delapan tahun tidak terlaksana, sehingga berdampak pada pembinaan dan prestasi atlet,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi dukungan Polda Sumbar yang membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk berkarier di kepolisian melalui jalur bintara maupun perwira. Selain itu, KONI Sumbar saat ini tengah menjalankan program Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda besar olahraga, termasuk target meraih sekitar 20 medali emas dan menembus 10 besar nasional pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menyampaikan bahwa organisasi terus berbenah, termasuk melalui digitalisasi data atlet dan sistem pengelolaan keuangan. “Kami sudah mulai menerapkan sistem digitalisasi atlet dan keuangan, serta memberikan uang pembinaan kepada atlet sebagai bentuk dukungan peningkatan prestasi,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Kapolda Gatot Tri Suryanta menegaskan kesiapan institusinya untuk mendukung penuh pelaksanaan Porprov sebagai momentum kebangkitan olahraga di Sumatera Barat. “Kami siap mendukung penuh Porprov XVI Sumbar 2026. Ini momentum penting untuk menghidupkan kembali prestasi olahraga daerah,” ujarnya. Ia juga memastikan dukungan tidak hanya terbatas pada Porprov, tetapi mencakup seluruh program pembinaan atlet dan penyelenggaraan kejuaraan. Namun demikian, Kapolda menyoroti keterbatasan anggaran KONI Sumbar yang dinilai masih minim untuk mencapai target besar. “Dengan anggaran sekitar Rp5 miliar per tahun, tentu menjadi tantangan. Karena itu, KONI perlu mencari sumber pendanaan alternatif,” ungkapnya. Ia mendorong KONI untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN, swasta, dan kalangan pengusaha guna memperkuat dukungan finansial. “Libatkan berbagai pihak. Dengan kolaborasi, target prestasi akan lebih realistis dicapai,” katanya. Kapolda juga menekankan pentingnya menjaga kesejahteraan atlet agar tidak berpindah ke daerah lain. “Potensi atlet Sumbar sangat besar. Harus dijaga dan diperhatikan agar tetap membela daerah,” tegasnya. Sebagai bentuk dukungan konkret, Kapolda juga membuka peluang bagi cabang olahraga untuk menggelar kejuaraan bertajuk “Kapolda Cup” guna meningkatkan frekuensi kompetisi. Dengan sinergi antara KONI, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian, diharapkan pembinaan olahraga di Sumatera Barat semakin kuat dan mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Bukittinggi Miliki Lapangan Padel Pertama, KONI Sumbar Dorong Pembinaan Atlet

Bukittinggi, KONI Sumbar — Kota Bukittinggi kini memiliki fasilitas olahraga modern berupa lapangan padel pertama yang diresmikan oleh Koperasi Saudagar Minang Raya di kawasan Makodim 0304/Agam, Sabtu (4/4/2026). Lapangan yang dibangun di atas lahan seluas 1.100 meter persegi ini menelan investasi sekitar Rp2,6 miliar dan diharapkan menjadi pusat aktivitas olahraga baru di daerah tersebut. Peresmian berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Komandan Kodim 0304/Agam Slamet Dwi Santoso serta Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis. Kegiatan ditandai dengan pertandingan perdana yang melibatkan unsur pemerintah daerah, investor, dan pengurus KSMR. Slamet Dwi Santoso mengapresiasi pembangunan fasilitas tersebut sebagai langkah strategis dalam mendukung pengembangan olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kehadiran lapangan padel ini melengkapi fasilitas olahraga yang sudah ada, termasuk mini soccer. Ke depan kawasan ini berpotensi menjadi pusat olahraga terpadu,” ujarnya. Pemerintah Kota Bukittinggi juga menyatakan dukungan penuh. Ibnu Asis menilai fasilitas berstandar nasional ini membuka peluang kolaborasi antara pemerintah dan swasta, khususnya dalam pembinaan atlet dan penyelenggaraan event olahraga. “Ini peluang besar untuk mengembangkan sport tourism di Bukittinggi sekaligus meningkatkan kualitas olahraga,” katanya. Dukungan juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat. Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyebut kehadiran lapangan padel menjadi momentum penting dalam pengembangan cabang olahraga baru di Sumatera Barat. “Kami sangat mendukung. Dengan adanya fasilitas ini, pembinaan atlet bisa segera dimulai dan ke depan diharapkan lahir atlet padel berprestasi dari Sumbar,” ujarnya. Hamdanus juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu Surat Keputusan kepengurusan organisasi padel di tingkat provinsi sebagai dasar legalitas pengembangan olahraga tersebut. Sementara itu, investor lapangan dari Saudagar Minang Raya, Dasriel, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas ini tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga sebagai wadah aktivitas positif bagi generasi muda. Ketua KSMR, Syahrudin, menambahkan bahwa fasilitas ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan olahraga terpadu yang sebelumnya telah memiliki lapangan mini soccer. “Ini lapangan padel pertama di Bukittinggi. Kami berharap dapat menjadi pusat olahraga baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya. Padel sendiri merupakan olahraga raket yang menggabungkan unsur tenis dan squash, dimainkan secara ganda di lapangan yang lebih kecil dan dikelilingi dinding kaca. Olahraga ini relatif mudah dipelajari sehingga berkembang pesat di berbagai negara dan mulai diminati di Indonesia. Dengan hadirnya lapangan padel ini, Bukittinggi dinilai memiliki peluang besar mengembangkan sport tourism berbasis olahraga modern yang dipadukan dengan potensi wisata alam dan budaya yang dimiliki.

ALAMAT

Jl. Rasuna Said No.87, Rimbo Kaluang, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat

KONI SUMBAR

STRUKTUR KONI SUMBAR

KONI KABUPATEN / KOTA

PENGPROV

PRESTASI

RILIS MEDIA

© 2025 dikelola oleh bidang digitalisasi koni sumatera barat