Dilepas Sekum KONI Sumbar, PASI Bidik 5 Emas di Kejurnas Atletik Junior 2026

PADANG – Kontingen Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sumatera Barat membidik peningkatan prestasi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik Junior 2026 di Jakarta, 27–30 Juni. Setelah meraih dua medali emas pada edisi sebelumnya, tahun ini PASI Sumbar bersama KONI Sumbar memasang target lebih tinggi, yakni membawa pulang lima medali emas. Optimisme tersebut disampaikan Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, saat melepas 29 atlet PASI Sumbar di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Jumat (26/6). Menurutnya, kesiapan mental menjadi faktor utama agar atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik di level nasional. “Kalau sudah berada di Kejurnas, harus fokus. Targetkan hasil terbaik dan maksimalkan kemampuan. Jangan pernah berpikir lawan itu atlet nasional atau internasional. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Tampilkan yang terbaik dan raih medali emas,” tegas Dipo. Ia menilai target lima medali emas realistis karena Sumbar telah memiliki sejumlah atlet yang berpengalaman meraih prestasi nasional. Kejurnas Junior juga menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). “KONI Sumbar hadir untuk adik-adik semua. Tetap semangat berlatih, ikuti arahan pelatih, jangan pernah merasa sudah hebat. Buktikan kemampuan di arena pertandingan,” ujarnya. Ketua Harian Pengprov PASI Sumbar, Neiko Rasaki, mengatakan 29 atlet yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi terbaik dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Total kontingen yang bertolak ke Jakarta berjumlah 39 orang, termasuk pelatih dan ofisial. Menurutnya, selain mengejar medali, Kejurnas Junior menjadi ajang penting untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus menambah jam terbang atlet muda agar siap bersaing di level yang lebih tinggi. Sementara itu, Pelatih PASI Sumbar, Ridwan Maret, menjelaskan persiapan atlet dilakukan secara berjenjang melalui pembinaan di kabupaten dan kota. Sumbar akan tampil pada tiga kelompok usia, yakni U-16, U-18, dan U-20. “Mayoritas atlet yang kami kirim berasal dari kelompok U-16 sebagai fondasi pembinaan prestasi jangka panjang. Sementara di kelompok U-20, kami memiliki atlet-atlet yang sudah pernah meraih medali emas di Kejurnas, sehingga kami optimistis mereka mampu mempertahankan bahkan menambah raihan medali untuk Sumatera Barat,” kata Ridwan. Dengan perpaduan atlet-atlet muda potensial dan atlet berpengalaman yang telah mencicipi podium juara nasional, PASI Sumbar berharap mampu melampaui pencapaian pada Kejurnas sebelumnya sekaligus memperkuat posisi Sumatera Barat sebagai salah satu daerah yang diperhitungkan dalam cabang olahraga atletik nasional. (jiga)

Balap Sepeda Sumbar Raih 1 Emas dan 2 Perak di Kejurnas ICF Pangandaran 2026

PANGANDARAN – Kontingen balap sepeda Sumatera Barat tampil membanggakan pada ajang Indonesia Cycling Federation (ICF) National Championship Road 2026 yang berlangsung di Pangandaran, Jawa Barat, 18-21 Juni 2026. Hingga hari ketiga perlombaan, tim Sumbar berhasil mengoleksi satu medali emas dan dua medali perak. Medali emas dipersembahkan oleh Rasjid Sahroni pada nomor Men Youth Individual Time Trial (ITT). Atlet muda andalan Sumbar itu juga menambah raihan medali perak pada nomor Men Youth Individual Road Race (IRR). Sementara satu medali perak lainnya diraih Khalifatul Umar Sidiq pada nomor Individual Time Trial (ITT) Men U-23. Kontingen Sumbar pada kejuaraan nasional tersebut diperkuat empat atlet, yakni Khalifatul Umar Sidiq, Ade Meisa, Rasjid Sahroni, dan Fernando Ibrahim. Mereka didampingi dua pelatih, Varian Kashira Putra dan Rafky Hidayat. Selain raihan medali, atlet binaan KONI Sumbar Ade Meisa juga menunjukkan performa menjanjikan dengan finis di posisi keenam nomor Men Elite Individual Time Trial (ITT). Ade masih berpeluang menambah prestasi Sumbar karena akan tampil pada nomor Individual Road Race (IRR) Men Elite. Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, memberikan apresiasi atas capaian atlet balap sepeda Sumbar di ajang nasional tersebut. “Ini prestasi yang sangat membanggakan. Rasjid membuktikan pembinaan usia muda di Sumbar berjalan di jalur yang benar. Medali emas di Kejurnas level nasional merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, orang tua, dan dukungan semua pihak. Semoga ini menjadi awal perjalanan prestasi yang lebih besar bagi Rasjid dan atlet-atlet Sumbar lainnya,” ujar Hamdanus. Pelatih ISSI Sumbar, Varian Kashira Putra, mengatakan keberhasilan Rasjid tidak terlepas dari persiapan yang matang sebelum berlaga di Pangandaran. “Rasjid menjalani program latihan dan adaptasi lintasan dengan baik. Dia tampil disiplin, sabar mengikuti ritme balapan, dan mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya pada saat yang tepat. Hasil ini menjadi motivasi bagi seluruh atlet Sumbar,” katanya. Sementara itu, Sekretaris Umum ICF Sumbar, dr. Budi Azwar, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian para atlet Sumbar yang mampu bersaing dengan pebalap terbaik dari berbagai provinsi. “Alhamdulillah, hasil ini menunjukkan bahwa pembinaan balap sepeda di Sumatera Barat terus berkembang. Raihan satu emas dan dua perak menjadi modal berharga untuk menghadapi agenda-agenda besar ke depan. Kami mengapresiasi perjuangan seluruh atlet, pelatih, serta dukungan KONI Sumbar yang terus memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga prestasi,” ujar dr. Budi Azwar. Menurutnya, peluang Sumbar untuk menambah medali masih terbuka melalui penampilan Ade Meisa pada nomor Men Elite Individual Road Race. “Kami berharap Ade dapat tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik. Apa pun hasilnya nanti, seluruh atlet telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa dan membawa nama baik Sumatera Barat di tingkat nasional,” tambahnya. Kejurnas ICF National Championship Road 2026 di Pangandaran diikuti sekitar 450 atlet dari 26 provinsi di Indonesia. Kejuaraan ini menjadi salah satu ajang balap sepeda terbesar di Tanah Air sekaligus wadah pencarian atlet potensial untuk memperkuat Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional. (*)

Sekum KONI Sumbar Dampingi Farhan Berlaga di Kejuaraan Karate Asia 2026

BALI– Atlet karate binaan KONI Sumatera Barat, Bripda Farhan Al Amin, mendapat dukungan langsung dari Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, saat memperkuat Tim Nasional Indonesia pada Kejuaraan Karate Asia ke-22 dan Para-Karate Asia ke-5 (AKF Championship) 2026 di Bali, 18–21 Juni 2026. Kehadiran Dipo di arena kejuaraan menjadi bentuk nyata komitmen KONI Sumbar dalam mendampingi dan memberikan motivasi kepada atlet daerah yang tampil membawa nama Indonesia di pentas internasional. Farhan yang merupakan anggota Satbrimob Polda Sumbar dipercaya memperkuat Timnas Indonesia di nomor kumite putra kelas -67 kilogram, bersaing dengan karateka-karateka terbaik Asia. “Farhan adalah atlet binaan KONI Sumatera Barat. Sudah menjadi kewajiban kami memberikan dukungan penuh kepada atlet yang berjuang membawa nama Indonesia. Kehadiran kami di sini sebagai bentuk support moral agar Farhan bisa tampil maksimal,” ujar Dipo di Bali, Kamis (18/6/2026) Kepercayaan membela Indonesia pada ajang AKF Championship menjadi pencapaian penting dalam perjalanan karier Farhan. Atlet muda asal Sumbar tersebut sebelumnya berhasil mempersembahkan medali perunggu bagi kontingen Sumbar pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 dan menjuarai Kejuaraan Karate Open Piala Wali Kota Padang 2025. Menurut Anandya, kesempatan tampil di kejuaraan level Asia merupakan hasil dari proses pembinaan yang panjang dan konsistensi prestasi yang ditunjukkan Farhan selama ini. Ia berharap pengalaman bertanding menghadapi atlet-atlet terbaik Asia dapat menjadi bekal berharga bagi Farhan untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasinya di masa mendatang. “Terlepas dari hasil yang diraih nanti, kepercayaan memperkuat Timnas Indonesia di level Asia merupakan kebanggaan besar bagi Sumatera Barat. Semoga Farhan mampu memberikan penampilan terbaik dan menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya untuk terus berprestasi,” katanya. Kejuaraan Karate Asia ke-22 dan Kejuaraan Para-Karate Asia ke-5 yang berlangsung di Bali diikuti ratusan karateka terbaik dari berbagai negara Asia di bawah naungan Asian Karate Federation (AKF). Ajang ini menjadi salah satu kejuaraan karate paling bergengsi di kawasan Asia sekaligus panggung pembuktian bagi atlet-atlet terbaik untuk menunjukkan kemampuan mereka di level internasional. (jiga)

Menuju PON 2028, KONI Sumbar Harapkan Dukungan Pangdam untuk Atlet TNI AD

PADANG — KONI Sumbar berharap dukungan penuh Kodam I/Bukit Barisan dan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol agar atlet-atlet asal Sumbar yang kini berstatus prajurit TNI Angkatan Darat tetap mendapat kesempatan membela daerah pada berbagai ajang olahraga nasional menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTB-NTT 2028. Harapan tersebut disampaikan Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, saat beraudiensi dengan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol yang diwakili Asisten Teritorial (Aster) Kolonel Candra di Makodam, Padang, Rabu (17/6/2026). Dalam pertemuan itu, Hamdanus didampingi Anggota Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sumbar Jasman Herry serta jajaran Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sumbar. Hamdanus mengatakan, atlet-atlet Sumbar yang telah direkrut menjadi prajurit TNI AD merupakan aset olahraga daerah yang perlu terus dibina dan diberikan ruang untuk tetap berprestasi di arena olahraga nasional. “Kami memohon dukungan Bapak Pangdam agar atlet-atlet Sumbar yang kini mengabdi sebagai prajurit TNI AD tetap dapat membela Sumatera Barat pada berbagai agenda olahraga nasional. Mereka adalah aset olahraga daerah yang telah dibina sejak usia muda dan memiliki potensi besar mengharumkan nama Sumbar di tingkat nasional,” ujar Hamdanus. Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting mengingat Sumbar tengah menyiapkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi Porprov Sumbar 2026, Pra-PON 2027, hingga PON XXII NTB-NTT 2028. Salah satu cabang olahraga yang membutuhkan dukungan tersebut adalah dayung. Pengprov PODSI Sumbar saat ini tengah melaksanakan program pembinaan dan pemusatan latihan jangka panjang di Padang dan Danau Atas, Kabupaten Solok, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov XVI Sumbar 2026, Kejurnas 2026, Pra-PON 2027, dan PON 2028. Dalam program tersebut, terdapat dua atlet dayung Sumbar yang kini bertugas sebagai prajurit TNI AD di Yonif TP 904/Gara Mata, yakni Prada Kilpan Puberi dan Prada Zaki Hibrizi. Keduanya direkomendasikan oleh Pengprov PODSI Sumbar untuk mendapatkan izin dan dispensasi mengikuti pemusatan latihan hingga akhir tahun 2026 guna memperkuat tim dayung Sumbar pada agenda nasional mendatang. Selain meminta dukungan terhadap atlet yang telah menjadi prajurit TNI AD, Hamdanus juga berharap TNI AD memberikan perhatian kepada atlet-atlet berprestasi asal Sumbar melalui jalur rekrutmen. “Kami berharap atlet-atlet berprestasi asal Sumbar dapat memperoleh kesempatan dan prioritas dalam proses rekrutmen TNI AD sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan prestasi yang telah mereka persembahkan bagi daerah dan bangsa,” katanya. Hamdanus juga berharap Pangdam berkenan memberikan motivasi kepada atlet-atlet yang sedang menjalani pemusatan latihan provinsi (Pelatprov) agar semakin bersemangat dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan nasional. Menanggapi hal tersebut, Kolonel Candra menegaskan komitmen TNI AD untuk mendukung pembinaan olahraga prestasi, termasuk atlet-atlet yang berstatus prajurit. “Atlet adalah duta daerah dan bangsa. Prajurit TNI yang juga berstatus atlet harus tetap diberi ruang untuk mengembangkan prestasinya selama tidak mengganggu tugas pokok kedinasan. Kami akan berupaya memberikan dukungan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” ujarnya. Ia juga berpesan agar para atlet Sumbar terus menjaga disiplin dan semangat juang dalam mengejar prestasi. “Jangan pernah berhenti bermimpi menjadi juara. Disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah adalah modal utama untuk mencapai prestasi. Jadilah atlet yang membanggakan Sumatera Barat sekaligus mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” pesannya. Dalam audiensi tersebut, KONI Sumbar turut menyampaikan data sejumlah atlet binaan yang kini berstatus anggota TNI AD, di antaranya atlet gulat Sumbar Letnan Dua Infanteri Gilang Ilhaza, S.Pd., Gr., yang bertugas sebagai Pama Mabes TNI pada Pusjaspermildas TNI, atlet Muaythai Prada Andika Mandala Darma yang bertugas di Yon TP 954/Naga Berkisar Kodam I/Bukit Barisan, serta dua atlet dayung PODSI Sumbar, Prada Kilpan Puberi dan Prada Zaki Hibrizi dari Yonif TP 904/Gara Mata. KONI Sumbar berharap sinergi antara dunia olahraga dan TNI AD terus terjalin demi memperkuat persiapan kontingen Ranah Minang menuju PON 2028. (jiga)

Musornaslub KONI Tetapkan Banten–Lampung Tuan Rumah PON XXIII Tahun 2032, KONI Sumbar Siap Tingkatkan Prestasi

Jakarta – Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI Pusat yang berlangsung pada 21–22 Mei 2026 di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jakarta, resmi menetapkan Provinsi Banten dan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032. Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda strategis yang dibahas dan disepakati dalam forum yang dihadiri pengurus KONI provinsi dari seluruh Indonesia. Dari Sumatera Barat, kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, Sekretaris Umum Anandya Dipo Pratama, serta Wakil Ketua Umum Dolla Indra. Penetapan Banten dan Lampung sebagai penyelenggara pesta olahraga terbesar di Indonesia itu diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan PON yang berkualitas, sekaligus menjadi momentum percepatan pembangunan olahraga nasional melalui peningkatan sarana dan prasarana, pembinaan atlet, serta penguatan ekosistem olahraga di daerah. Hamdanus menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi Lampung, serta KONI kedua daerah yang telah mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032. “Selamat kepada Banten dan Lampung yang telah ditetapkan sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032. Ini merupakan amanah besar sekaligus kesempatan untuk menunjukkan kemampuan daerah dalam menyelenggarakan event olahraga nasional yang berkualitas dan berkesan,” ujar Hamdanus. Menurutnya, penetapan tuan rumah PON 2032 juga menjadi motivasi bagi seluruh daerah, termasuk Sumatera Barat, untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga prestasi secara berkelanjutan. “Bagi KONI Sumbar, keputusan ini menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik lagi. Pembinaan atlet harus semakin terukur, sistematis, dan berorientasi pada prestasi. Kami ingin memastikan atlet-atlet Sumatera Barat mampu bersaing di tingkat nasional dan memberikan hasil terbaik pada ajang-ajang multi event mendatang,” katanya. Hamdanus menambahkan bahwa KONI Sumbar saat ini tengah mempersiapkan berbagai program pembinaan menuju agenda olahraga nasional mendatang, termasuk optimalisasi pelaksanaan Porprov Sumatera Barat sebagai sarana penjaringan atlet potensial dari seluruh kabupaten dan kota. “Semangat yang ditunjukkan daerah-daerah dalam mempersiapkan diri menjadi tuan rumah PON harus menjadi inspirasi bagi kita semua. KONI Sumbar berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan, tata kelola organisasi, serta dukungan terhadap atlet agar prestasi olahraga Sumatera Barat terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional,” tegasnya. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menilai keputusan Musornaslub tersebut menjadi momentum bagi seluruh daerah untuk memperkuat sistem pembinaan atlet sejak usia dini. “Persaingan olahraga nasional akan semakin kompetitif. Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang, berbasis data, dan didukung program latihan yang berkelanjutan. KONI Sumbar terus mendorong penguatan pembinaan di setiap cabang olahraga agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap mengharumkan nama daerah,” ujarnya. Dengan telah ditetapkannya Banten dan Lampung sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032, perhatian insan olahraga Indonesia kini mulai tertuju pada berbagai persiapan yang akan dilakukan kedua provinsi tersebut guna menyukseskan penyelenggaraan pesta olahraga nasional empat tahunan tersebut.  

Hadiri Rakernas KONI 2026, KONI Sumbar Siap Perkuat Pembinaan Atlet dan Sukseskan Porprov

Jakarta, 22 Mei 2026 — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Tahun 2026 di Jakarta pada 21–22 Mei 2026 dengan mengusung tema “PON sebagai Program Strategis Nasional Mewujudkan Sasaran Asta Cita Bidang Olahraga.” Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah pembinaan olahraga prestasi nasional sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, KONI, induk cabang olahraga, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga di Indonesia. Rakernas KONI 2026 turut dihadiri jajaran pengurus KONI Provinsi Sumatera Barat yang terdiri dari Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Sekretaris Umum Anandya Dipo Pratama, dan Wakil Ketua Umum KONI Sumbar Dolla Indra. Kehadiran delegasi Sumatera Barat menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung program strategis olahraga nasional sekaligus memperkuat koordinasi pembinaan olahraga prestasi di Ranah Minang. Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa KONI merupakan mitra penting pemerintah dalam membangun dan mengembangkan olahraga nasional. Menurutnya, keberhasilan pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi yang kuat dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi olahraga, serta masyarakat. “KONI memiliki peran strategis dalam pembinaan olahraga prestasi. Seluruh tugas pembinaan olahraga harus mendapatkan dukungan yang luas, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ujar Taufik Hidayat. Ia menambahkan bahwa investasi di bidang olahraga bukan hanya bertujuan mencetak prestasi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan karakter bangsa, peningkatan kesehatan masyarakat, serta penguatan persatuan dan kesatuan nasional. “Olahraga adalah investasi karakter bangsa. Melalui olahraga kita membangun generasi yang sehat, berintegritas, disiplin, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Marciano Norman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan dan pengembangan olahraga nasional. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas seluruh insan olahraga dalam menghadapi berbagai tantangan pembinaan prestasi ke depan. Marciano Norman menegaskan bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan Program Strategis Nasional yang memiliki peran penting dalam mewujudkan sasaran Asta Cita bidang olahraga. Menurutnya, PON bukan sekadar ajang kompetisi olahraga multievent terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan olahraga nasional yang mampu mendorong pembinaan atlet secara berjenjang, pemerataan prestasi olahraga daerah, serta penguatan ekosistem olahraga Indonesia. “PON sebagai Program Strategis Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas sumber daya olahraga, serta mewujudkan target pembangunan olahraga nasional yang selaras dengan Asta Cita,” tegas Marciano Norman. Menanggapi pelaksanaan Rakernas tersebut, Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyatakan bahwa berbagai agenda dan kebijakan yang dibahas dalam Rakernas menjadi motivasi bagi seluruh insan olahraga Sumatera Barat untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi atlet daerah. “Rakernas ini memberikan arah yang jelas bagi daerah dalam menyiapkan sistem pembinaan yang lebih terukur dan berkelanjutan. Semangat yang dibangun dalam Rakernas harus kita bawa ke Sumatera Barat untuk memperkuat kolaborasi antara KONI, cabang olahraga, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga,” ujar Hamdanus. Menurutnya, momentum Rakernas juga semakin menambah optimisme Sumatera Barat dalam menyongsong pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar mendatang sebagai wadah pembinaan dan pencarian bibit atlet potensial yang akan menjadi tulang punggung prestasi daerah di tingkat nasional. “Porprov harus menjadi momentum kebangkitan olahraga Sumatera Barat. Melalui ajang ini kita ingin melahirkan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota yang nantinya mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menegaskan bahwa penguatan pembinaan atlet menjadi fokus utama KONI Sumbar dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, keberhasilan prestasi olahraga tidak terlepas dari sistem pembinaan yang konsisten, terukur, dan berbasis data. “Rakernas memberikan banyak masukan terkait tata kelola organisasi dan pembinaan prestasi. KONI Sumbar terus mendorong pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih, serta penguatan sport science agar atlet-atlet Sumatera Barat memiliki daya saing yang lebih tinggi,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara KONI kabupaten/kota, pengurus cabang olahraga, sekolah, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Selain membahas berbagai program strategis dan arah kebijakan pembinaan olahraga prestasi nasional, Rakernas KONI 2026 juga menjadi ajang penghargaan bagi insan olahraga yang telah memberikan kontribusi luar biasa terhadap kemajuan olahraga Indonesia. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, KONI Pusat menyerahkan KONI Award kepada atlet-atlet berprestasi, pelatih berprestasi, KONI provinsi berprestasi, serta berbagai insan olahraga yang dinilai berjasa dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional. Melalui Rakernas KONI 2026, diharapkan terbangun kesamaan visi dan langkah seluruh pemangku kepentingan olahraga dalam memperkuat sistem pembinaan olahraga prestasi yang berkelanjutan. Bagi Sumatera Barat, keikutsertaan dalam Rakernas menjadi momentum penting untuk menyerap berbagai kebijakan strategis nasional sekaligus memperkuat persiapan menghadapi agenda olahraga daerah maupun nasional di masa mendatang.

KONI Sumbar Pantau Intensif Pembinaan Balap Sepeda, Fokus Tingkatkan Endurance Atlet Muda

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat terus memperkuat pengawasan dan pembinaan atlet melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) cabang olahraga balap sepeda. Kegiatan monev tersebut dilaksanakan pada Jumat, 14 Mei 2026, terhadap program latihan endurance atlet muda binaan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sumbar bersama tim pelatih Indonesia Cycling Federation (ICF). Tim pemonev KONI Sumbar yang terdiri dari Irwan Rusda dan Ria Afrianis meninjau langsung pelaksanaan latihan jarak jauh yang menjadi bagian dari peningkatan performa atlet. Pelatih utama, Varian didampingi asisten pelatih Rafki menjelaskan bahwa program latihan kali ini difokuskan pada peningkatan endurance atau daya tahan kardiovaskular dan kekuatan otot atlet. “Latihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan fisik atlet dalam menghadapi persaingan. Endurance menjadi fondasi penting bagi atlet balap sepeda,” ujar Varian. Dalam kegiatan tersebut, para atlet menjalani latihan dengan rute Padang–Payakumbuh–Singkarak sejauh sekitar 145 kilometer. Sebanyak enam atlet memulai perjalanan dari Padang, sementara dua atlet lainnya bergabung dari Bukittinggi. Seluruh rangkaian latihan ditempuh dalam satu hari perjalanan dan dilanjutkan kembali menuju Padang pada Minggu melalui rute Singkarak–Padang. Sebelumnya, para atlet juga telah menjalani tes endurance dengan rute Padang–Pariaman–Padang sejauh 80 kilometer. Catatan waktu tempuh mencapai sekitar tiga jam, termasuk waktu 18 menit untuk lintasan Al Hakim menuju Lantamal. KONI Sumbar menilai progres latihan menunjukkan perkembangan positif, terutama karena mayoritas atlet masih berada pada usia pembinaan. Atlet tertua berusia 19 tahun, sementara atlet termuda baru berusia 15 tahun. Salah satu atlet yang mendapat perhatian dalam monev tersebut adalah Ade Maisya asal Pengcab Tanah Datar yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di level lebih tinggi. Melalui program pembinaan yang terukur dan pengawasan rutin, KONI Sumbar berharap cabang olahraga balap sepeda mampu melahirkan atlet-atlet tangguh yang siap mengharumkan nama Sumatera Barat pada berbagai ajang nasional mendatang.

Porprov Sumbar 2026 Digelar Oktober, Delapan Daerah Siap Jadi Tuan Rumah

PADANG — Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat dipastikan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026. Kepastian tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi yang digelar KONI Sumbar bersama KONI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat di UNP Hotel and Convention Center, Padang, Sabtu (9/5/2026). Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menyebut seluruh peserta rapat telah menyatakan komitmen untuk menyukseskan Porprov sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Menurutnya, ajang olahraga terbesar di Sumbar itu menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali pembinaan atlet setelah sempat tidak digelar selama delapan tahun. Ia menilai vakumnya Porprov cukup memengaruhi perkembangan prestasi olahraga daerah. Karena itu, pelaksanaan tahun depan diharapkan mampu menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial yang nantinya dapat bersaing di tingkat nasional. Dalam rapat tersebut juga diputuskan sejumlah daerah yang siap menjadi lokasi pertandingan cabang olahraga. Dari total 12 daerah yang mengajukan diri, baru delapan daerah yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan kesiapan dukungan. Kabupaten Kepulauan Mentawai ditetapkan menjadi lokasi pertandingan selancar ombak, kabaddi, dan MMA. Sementara Tanah Datar akan menggelar cabang tinju dan bola voli. Untuk cabang kick boxing dan karate akan dipusatkan di Kabupaten Solok. Sedangkan Lima Puluh Kota dipercaya menjadi tuan rumah menembak dan pencak silat. Cabang arung jeram dan grasstrack dijadwalkan berlangsung di Pasaman Barat. Adapun Pesisir Selatan akan menggelar pertandingan catur dan sepak takraw. Di sisi lain, Kota Pariaman mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan soft tennis, sepatu roda, dan teqball. Sementara Kota Solok menjadi lokasi pertandingan taekwondo, hapkido, aerosport, angkat berat, dan angkat besi. Empat daerah lainnya yakni Kota Padang, Sawahlunto, Bukittinggi, dan Padang Pariaman masih diberi kesempatan melengkapi persyaratan administrasi hingga 19 Mei 2026. Panitia juga menegaskan konsep penyelenggaraan Porprov kali ini menggunakan sistem tuan rumah bersama. Model tersebut diharapkan dapat memperluas dampak ekonomi sekaligus meningkatkan semarak olahraga di berbagai daerah di Sumbar. Selain itu, tanggung jawab penyelenggaraan juga dibagi antara KONI Sumbar, pengurus cabang olahraga, dan pemerintah daerah tuan rumah agar pelaksanaan berjalan efektif dan efisien.

Hardiknas dan Olahraga: KONI Sumbar Dorong Pendidikan Berbasis Prestasi dan Karakter

Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang diperingati setiap 2 Mei menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran pendidikan dalam membangun generasi unggul. Bagi KONI Sumatera Barat, pendidikan tidak hanya berbicara tentang ruang kelas, tetapi juga tentang pembentukan karakter, disiplin, dan daya juang—nilai-nilai yang tumbuh kuat dalam dunia olahraga. Peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak terlepas dari sosok Ki Hajar Dewantara yang menanamkan filosofi bahwa pendidikan adalah proses memerdekakan manusia. Semangat ini sejalan dengan pembinaan atlet, di mana olahraga menjadi sarana membentuk manusia yang tangguh secara fisik, mental, dan sosial. Tema dan Arah Hardiknas 2026 Pada tahun ini, Hardiknas mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang merata. Sejumlah poin penting dalam Hardiknas 2026 antara lain: Fokus pada gerakan bersama untuk menciptakan pendidikan yang bermutu dan inklusif. Selaras dengan tiga arah kebijakan utama: perbaikan satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, dan peningkatan kesejahteraan guru. Mengandung makna kuat dalam mewujudkan pendidikan berkualitas yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 4). Tahun 2026 menjadi peringatan ke-67 sejak Hari Pendidikan Nasional pertama kali ditetapkan. Bagi KONI Sumbar, tema ini sangat relevan dengan dunia olahraga yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor—mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat—dalam mencetak atlet berprestasi. Olahraga sebagai Bagian dari Pendidikan KONI Sumatera Barat memandang olahraga sebagai bagian integral dari sistem pendidikan. Lapangan latihan adalah ruang belajar, pelatih adalah guru, dan setiap pertandingan adalah ujian karakter. Atlet tidak hanya dilatih untuk menang, tetapi juga untuk jujur, disiplin, dan mampu bekerja sama. Dalam konteks pembangunan daerah, integrasi antara pendidikan dan olahraga menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang produktif. Selain melahirkan prestasi, olahraga juga membuka peluang ekonomi melalui sport industry, event, dan pariwisata. Komitmen KONI Sumbar Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menegaskan bahwa pendidikan dan olahraga tidak bisa dipisahkan dalam mencetak generasi unggul. “Olahraga adalah bagian dari pendidikan karakter. Kita ingin atlet Sumatera Barat tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki integritas dan kecerdasan emosional yang kuat. Ini sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi olahraga. “Kami mendorong kolaborasi antara sekolah, kampus, dan cabang olahraga. Pembinaan atlet sejak usia dini harus terintegrasi dengan sistem pendidikan agar melahirkan generasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya. Di sisi lain, Bendahara Umum KONI Sumbar, Halim Fitra Setiawan, menekankan bahwa investasi di bidang pendidikan olahraga adalah investasi jangka panjang. “Dukungan anggaran untuk pembinaan atlet sejatinya adalah investasi masa depan. Ketika olahraga berkembang, dampaknya juga terasa pada ekonomi daerah, mulai dari industri olahraga hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya. Optimisme untuk Masa Depan Momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan mental juara. Dunia olahraga telah membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi adalah kunci keberhasilan. KONI Sumatera Barat optimistis bahwa dengan sinergi antara pendidikan dan olahraga, akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan fisik. Generasi inilah yang akan menjadi motor penggerak kemajuan daerah dan bangsa. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari kita jadikan pendidikan dan olahraga sebagai fondasi untuk membangun Sumatera Barat dan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

Semangat Hari Buruh dalam Dunia Olahraga: Energi untuk Indonesia yang Lebih Kuat

Hari Buruh bukan sekadar peringatan perjuangan pekerja, tetapi juga momentum untuk merefleksikan nilai kerja keras, disiplin, dan ketangguhan—nilai yang sangat lekat dengan dunia olahraga. Dalam perspektif olahraga, setiap atlet, pelatih, dan insan olahraga sejatinya adalah “pekerja” yang mengabdikan tenaga, pikiran, dan dedikasi untuk mengharumkan nama daerah dan bangsa. Sejarah Singkat Hari Buruh Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh setiap 1 Mei berakar dari perjuangan panjang kaum pekerja di dunia. Salah satu tonggak pentingnya adalah peristiwa Haymarket Affair di Chicago, Amerika Serikat, pada tahun 1886. Saat itu, para buruh melakukan aksi menuntut jam kerja yang lebih manusiawi, yakni delapan jam sehari. Demonstrasi tersebut berujung pada bentrokan yang menelan korban jiwa, namun menjadi simbol kuat perjuangan hak-hak pekerja di seluruh dunia. Sejak saat itu, 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional di berbagai negara sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan tersebut. Di Indonesia, Hari Buruh resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak tahun 2013, menandai pengakuan negara terhadap pentingnya peran pekerja dalam pembangunan bangsa. Semangat Buruh dalam Dunia Olahraga Di Sumatera Barat, semangat ini hidup dalam denyut aktivitas olahraga sehari-hari. Atlet bangun sebelum fajar, menjalani latihan panjang, menjaga pola hidup disiplin, dan terus berjuang melampaui batas diri. Mereka tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjadi simbol etos kerja yang kuat—etos yang juga menjadi fondasi utama bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Hari Buruh menjadi pengingat bahwa keberhasilan, baik di arena olahraga maupun dalam pembangunan ekonomi, tidak pernah lahir dari instan. Ia tumbuh dari kerja keras kolektif, kolaborasi, dan konsistensi. Dalam konteks olahraga, dukungan terhadap atlet, pelatih, dan ekosistem olahraga adalah bagian dari investasi jangka panjang. Prestasi olahraga mampu membuka peluang ekonomi, mulai dari industri olahraga, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Optimisme untuk Ekonomi Indonesia Optimisme terhadap ekonomi Indonesia juga tercermin dari semangat para “pekerja olahraga” ini. Ketika atlet Sumatera Barat mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional, mereka tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga membangun kepercayaan diri bangsa. Kepercayaan diri inilah yang menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global. KONI Sumatera Barat memandang Hari Buruh sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia olahraga dan pembangunan daerah. Dengan meningkatkan kualitas pembinaan atlet, memperluas akses olahraga, serta mendorong sport industry, olahraga dapat menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi daerah. Semangat buruh adalah semangat pantang menyerah. Semangat itu pula yang hidup dalam setiap pertandingan, setiap latihan, dan setiap perjuangan atlet. Jika nilai ini terus dijaga dan dikembangkan, maka bukan hanya prestasi olahraga yang akan meningkat, tetapi juga ekonomi Indonesia yang semakin kokoh dan berdaya saing. Selamat Hari Buruh. Mari terus bekerja, berjuang, dan berprestasi—untuk Sumatera Barat dan Indonesia yang lebih baik.

ALAMAT

Jl. Rasuna Said No.87, Rimbo Kaluang, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat

KONI SUMBAR

STRUKTUR KONI SUMBAR

KONI KABUPATEN / KOTA

PENGPROV

PRESTASI

RILIS MEDIA

© 2025 dikelola oleh bidang digitalisasi koni sumatera barat