KONI Sumbar Tindaklanjuti Hasil Monev Pelatprov

PADANG, – Komite Olahraga Nasional Indonesia Sumatera Barat (KONI Sumbar) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) sebagai bagian dari persiapan atlet menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan. Monitoring dilakukan dengan turun langsung ke sejumlah lokasi latihan untuk melihat pelaksanaan program pembinaan yang tetap berjalan selama bulan Ramadan. Saat ini program Pelatprov KONI Sumbar melibatkan 153 atlet dan 50 pelatih yang terbagi dalam empat kategori pembinaan, yaitu andalan, prioritas, potensial, dan binaan khusus. Untuk memaksimalkan evaluasi, tim monitoring dibagi menjadi tiga kelompok sesuai karakter cabang olahraga, yakni tim cabang olahraga bela diri, olahraga terukur/akurasi, serta olahraga permainan. Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr. Septri, mengatakan kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan program latihan tetap berjalan optimal meski atlet menjalani latihan di tengah bulan puasa. “Tim monev sudah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi latihan para atlet selama Ramadan. Dari pemantauan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dilakukan penyesuaian agar program latihan tetap berjalan maksimal,” ujar Septri. Menurutnya, hasil monitoring tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui penyusunan regulasi dan langkah teknis agar proses latihan lebih efektif. “Kita akan menyiapkan regulasi dan langkah-langkah penyesuaian dari hasil evaluasi di lapangan. Harapannya, pada bulan depan seluruh penyesuaian ini sudah bisa diterapkan dengan baik,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Dr. Risky Syahputra, menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dari sistem pembinaan atlet. Menurutnya, evaluasi ini menjadi dasar bagi KONI Sumbar untuk menyesuaikan program latihan, baik dari sisi metode, jadwal latihan, hingga kondisi fisik atlet selama Ramadan. “Monitoring ini menjadi bahan evaluasi untuk memastikan program latihan tetap berjalan efektif. Kita ingin seluruh atlet Pelatda tetap berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai agenda kompetisi,” kata Risky. Risky menambahkan, hasil monitoring tersebut akan menjadi acuan bagi KONI Sumbar dalam memperkuat sistem pembinaan agar target prestasi olahraga Sumatera Barat dapat tercapai.
Empat Daerah Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Porprov XVI Sumbar 2026, Antusiasme Terus Meningkat

Solok — Antusiasme daerah di Sumatera Barat untuk menjadi tuan rumah cabang olahraga Porprov XVI/2026 terus meningkat. Hingga pertengahan Maret 2026, sedikitnya empat daerah telah resmi menyerahkan surat rekomendasi kepala daerah kepada KONI Sumbar. Empat daerah tersebut adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Solok. Penyerahan terbaru datang dari Kota Solok melalui Wali Kota Ramadhani Kirana Putra kepada Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, dalam agenda buka puasa bersama. Kota Solok mengajukan diri sebagai tuan rumah untuk tiga cabang olahraga, yakni aerosport, angkat besi, dan angkat berat. Pemerintah daerah optimistis kesiapan fasilitas dan dukungan penuh akan menjadi modal utama menyukseskan pelaksanaan. Sebelumnya, Kepulauan Mentawai mengusulkan cabang selancar ombak dan kabaddi. Pasaman Barat mengajukan grass track, sementara Padang Pariaman menjadi daerah dengan usulan terbanyak, yakni tujuh cabang olahraga, termasuk renang, sepak bola, judo, hingga panjat tebing. Tujuh Daerah Masih Ditunggu Ketua Panitia Porprov XVI Sumbar, Septri, menyampaikan masih ada tujuh daerah yang belum menyerahkan surat resmi, meski telah menyatakan minat. Daerah tersebut meliputi Kota Padang, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Pesisir Selatan. “Kami melihat antusiasme yang sangat tinggi. Namun kelengkapan administrasi tetap menjadi syarat utama,” ujarnya. Panitia memberikan batas waktu hingga pekan depan untuk melengkapi dokumen tersebut. Hamdanus mengapresiasi komitmen pemerintah daerah yang telah lebih dulu mengajukan diri. Menurutnya, keterlibatan aktif daerah menjadi kunci sukses penyelenggaraan sekaligus mendorong pemerataan pembinaan olahraga di Sumatera Barat. Penetapan resmi tuan rumah cabang olahraga nantinya akan diputuskan melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) bersama pemerintah daerah dan pengurus provinsi cabang olahraga. Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026 dan akan diikuti ribuan atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
KONI Sumbar dan Dispora Perkuat Koordinasi, Persiapan Porprov XVI 2026 Kian Matang

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat (Dispora) terus memperkuat sinergi dalam mematangkan persiapan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat XVI 2026. Hal ini ditandai dengan digelarnya pertemuan koordinasi lanjutan di Kantor Dispora Sumbar, Kamis (12/3/2026). Rapat tersebut dipimpin Kepala Dispora Sumbar, Mahdianur Musa, yang didampingi jajaran pejabat terkait. Dari KONI Sumbar hadir Ketua Umum Hamdanus, Ketua Pelaksana Porprov Septri, serta Sekretaris KONI Sumbar Risky Syahputra. Pertemuan ini difokuskan pada percepatan berbagai aspek strategis menjelang pelaksanaan Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Mahdianur Musa menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung penuh suksesnya pelaksanaan ajang olahraga terbesar di tingkat daerah tersebut. Menurutnya, Porprov tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga sarana penting dalam memperkuat pembinaan atlet sekaligus mempererat kebersamaan antar daerah di Sumatera Barat. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang berkelanjutan antara Dispora dan KONI agar seluruh tahapan persiapan berjalan tepat waktu. “Kita ingin semua aspek, mulai dari kesiapan venue, teknis pertandingan, hingga dukungan anggaran dan administrasi, dapat dituntaskan lebih awal sehingga pelaksanaan berjalan maksimal,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyebutkan bahwa pihaknya terus melakukan sinkronisasi dengan Dispora terkait kebutuhan teknis dan kesiapan daerah peserta. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan seluruh elemen pendukung Porprov telah siap jauh sebelum pelaksanaan dimulai. “Porprov ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk menjaring atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat,” katanya. Ia menambahkan, hasil dari Porprov XVI nantinya diharapkan mampu menjadi dasar pembinaan atlet menuju ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON). Ketua Pelaksana Porprov, Septri, turut menyampaikan bahwa panitia terus melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak, termasuk cabang olahraga dan pemerintah daerah. “Seluruh persiapan terus kita kebut, baik dari sisi teknis pertandingan, perangkat pertandingan, hingga koordinasi dengan daerah peserta. Targetnya, semua cabang olahraga dapat dipertandingkan sesuai jadwal,” ujarnya. Sebagai informasi, Porprov XVI Sumatera Barat menjadi ajang yang sangat dinantikan setelah sempat vakum selama delapan tahun, dengan penyelenggaraan terakhir pada 2018. Selain menjadi barometer pembinaan olahraga daerah, ajang ini juga menjadi pintu awal bagi atlet menuju level kompetisi nasional.
Dari Matras Gulat ke Seragam Perwira: Perjalanan Gilang Ilhaza Menembus TNI

Jakarta — Perjalanan panjang dan penuh disiplin mengantarkan pegulat andalan Sumatera Barat, Gilang Ilhaza, meraih pencapaian membanggakan. Ia resmi dilantik sebagai Letnan Dua Infanteri (Letda Inf) melalui jalur Perwira Prajurit Karier (PaPK) TNI AD khusus atlet berprestasi, Kamis (12 Maret 2026) di Mabes TNI Jakarta. Pelantikan tersebut dipimpin oleh Agus Subiyanto, bersama ratusan perwira dari jalur reguler dan khusus. Gilang menjadi salah satu atlet yang berhasil menembus jalur ini berkat prestasi dan dedikasinya di cabang olahraga gulat. Sejak usia muda, atlet asal Sulit Air itu telah terbiasa dengan latihan keras dan disiplin tinggi. Ia menjalani rutinitas berat, mulai dari menjaga kondisi fisik hingga menghadapi cedera. Semua proses tersebut membentuk mental tangguh yang kini menjadi bekalnya sebagai prajurit. “Disiplin dalam gulat sangat kuat. Kami dituntut konsisten dan tidak mudah menyerah,” ungkap Gilang. Selain Gilang, sejumlah atlet dari cabang olahraga lain seperti hoki, muaythai, dan bola voli juga mendapat kesempatan serupa. Hal ini menunjukkan bahwa prestasi olahraga dapat membuka jalan pengabdian yang lebih luas kepada negara. Momentum ini juga sejalan dengan visi Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembentukan generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berkarakter melalui olahraga dan kemiliteran. Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Gilang dapat menjadi inspirasi bagi atlet muda di daerah untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa. Meski kini menyandang pangkat perwira, Gilang menegaskan tetap berkomitmen pada dunia gulat. Ia ingin terus berlatih dan meningkatkan kemampuan, sekaligus menjalankan tugas sebagai prajurit TNI. Bagi Gilang Ilhaza, pencapaian ini bukan akhir perjalanan. Justru, ini menjadi awal pengabdian yang lebih luas, dengan membawa nilai disiplin, ketangguhan, dan semangat juang yang telah ditempa sejak di atas matras.
KONI Sumbar Kumpulkan Pelatih, Matangkan Roadmap Pembinaan Menuju PON 2028

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat mengumpulkan puluhan pelatih dari berbagai cabang olahraga dalam rangka pemaparan roadmap pembinaan sekaligus evaluasi hasil tes atlet sebagai langkah awal menuju Pekan Olahraga Nasional 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kegiatan yang menjadi bagian dari program Pelatihan Provinsi (Pelatprov) ini digelar di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang, Selasa (10/3/2026), dan akan berlangsung sepanjang Maret hingga Desember 2026 sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa target besar yang diusung adalah membawa Sumatera Barat masuk 10 besar nasional pada PON 2028. “Target 10 besar bukan sekadar angka, tetapi komitmen bersama. Kita ingin memastikan target ini realistis dan bisa dicapai dengan kerja kolektif seluruh pihak,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih yang telah dipercaya bergabung dalam program Pelatprov. Menurutnya, pertemuan ini menjadi titik awal untuk membangun sinergi menuju peningkatan prestasi olahraga Sumbar. “KONI tidak akan berarti tanpa prestasi. Para pelatih yang dipilih adalah mereka yang memiliki pengalaman dan kapasitas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. Hamdanus menekankan pentingnya kolaborasi antara KONI dan pelatih. Ia menyebutkan, KONI bertugas menyiapkan dukungan pembinaan, sementara pelatih fokus membentuk atlet agar mampu mencapai performa terbaik. Terkait pendanaan, ia mengakui masih terdapat keterbatasan anggaran. Namun KONI Sumbar akan berupaya mencari tambahan dukungan melalui APBD Perubahan maupun sumber lainnya. “Jika prestasi menunjukkan peningkatan, tentu dukungan dari pemerintah dan DPRD akan ikut menguat,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, mengungkapkan bahwa sebanyak 35 cabang olahraga telah ditetapkan untuk mengikuti program Pelatprov setelah melalui proses verifikasi. Ia menjelaskan bahwa sebelum program berjalan penuh, Bidang Pembinaan Prestasi telah melakukan serangkaian tes, mulai dari fisik, kesehatan hingga psikologi atlet. “Tes awal ini bertujuan melihat kondisi dasar atlet. Evaluasi berikutnya pada Mei akan mengukur perkembangan mereka,” ujarnya. Septri menambahkan, KONI Sumbar menargetkan perolehan 19 medali emas sebagai bagian dari upaya menembus 10 besar nasional. Dalam program pembinaan, atlet juga dikelompokkan ke dalam empat kategori, yaitu atlet andalan, prioritas, potensial, dan binaan, guna memaksimalkan pendekatan pembinaan. Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Risky Syahputra, menegaskan bahwa sistem pembinaan kini berbasis data, bukan lagi sekadar asumsi. “Program latihan dirancang berdasarkan hasil tes fisik, kesehatan, dan psikologi. Dengan pendekatan ini, perkembangan atlet dapat dipantau secara objektif dan terukur,” jelasnya. Ia menambahkan, evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk memastikan setiap atlet mengalami peningkatan performa secara konsisten. “Kita ingin setiap fase latihan memiliki indikator yang jelas, sehingga jika diperlukan, program bisa segera disesuaikan,” pungkasnya.
48 Cabor Lolos Verifikasi, Porprov XVI Digelar 2–14 Oktober 2026

konisumbar.or.id – KONI Sumatera Barat memastikan pelaksanaan Porprov XVI akan digelar pada 2–14 Oktober 2026 dengan konsep tuan rumah bersama. Event empat tahunan itu menjadi ajang kebangkitan olahraga Sumbar setelah beberapa tahun terakhir sempat tertunda. Ketua Pelaksana Porprov XVI yang juga Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Septri, menyampaikan sebanyak 48 cabang olahraga telah dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan aktif secara legal melalui pendaftaran KONI kabupaten/kota. Data final cabor tersebut akan dibahas dalam rapat koordinasi teknis (rakornis) bersama KONI kabupaten/kota dan pengurus provinsi yang dijadwalkan awal Maret 2026. Peserta Porprov XVI berasal dari seluruh kontingen kabupaten/kota se-Sumatera Barat dengan persyaratan atlet berstatus Warga Negara Indonesia dan berdomisili di Sumbar, dibuktikan antara lain melalui KTP elektronik atau dokumen kependudukan lainnya. Dengan waktu persiapan sekitar delapan bulan, KONI Sumbar menargetkan seluruh aspek teknis dan nonteknis tuntas melalui koordinasi intensif lintas daerah dan cabang olahraga.
Padang Pariaman Siap Sukseskan Porprov XVI 2026, KONI Sumbar Apresiasi Komitmen Daerah

PARIK MALINTANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, bersama tim panitia persiapan Porprov melakukan pertemuan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di ruang pertemuan Bupati di Parik Malintang, Kamis (5/3/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan daerah dalam mendukung pelaksanaan Porprov, baik dari sisi penyelenggaraan cabang olahraga maupun peningkatan prestasi atlet. Dalam pertemuan itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyampaikan komitmen kuat pemerintah daerahnya untuk meningkatkan prestasi olahraga pada Porprov XVI. Ia menargetkan Kabupaten Padang Pariaman dapat tampil maksimal dan bersaing memperebutkan posisi terbaik setelah pada Porprov sebelumnya menempati peringkat kedua. Selain peningkatan prestasi, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah sejumlah cabang olahraga. Beberapa cabang olahraga yang direncanakan dapat digelar di Padang Pariaman antara lain renang, panjat tebing, sepak bola, tarung derajat, kriket, woodball, futsal, dan sambo. Ketua KONI Padang Pariaman Asmadi Basir menjelaskan bahwa pihaknya telah mulai melakukan komunikasi dengan sejumlah pengurus provinsi cabang olahraga untuk memastikan kesiapan daerah menjadi tuan rumah pertandingan. Awalnya, kata Asmadi, Padang Pariaman hanya merencanakan tiga cabang olahraga. Namun setelah dilakukan komunikasi dengan beberapa pengurus provinsi, peluangnya bertambah menjadi tujuh cabang olahraga bahkan lebih. “Kami terus menjalin koordinasi dengan pengurus provinsi cabang olahraga agar Padang Pariaman dapat menjadi tuan rumah yang siap dan kompetitif,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) persiapan Porprov XVI, Septri menilai pelaksanaan Porprov juga dapat menjadi momentum untuk menghidupkan kembali fasilitas olahraga di daerah, termasuk Stadion Utama Sumbar yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Ketua KONI Sumbar Hamdanus menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Porprov XVI Sumatera Barat. Menurutnya, dukungan kepala daerah menjadi faktor penting dalam memastikan kesiapan penyelenggaraan sekaligus meningkatkan prestasi atlet daerah. “Kami mengapresiasi semangat dan komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman serta jajaran KONI daerah dalam menyukseskan Porprov 2026. Sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan pengurus cabang olahraga sangat penting agar pelaksanaan Porprov berjalan sukses dan melahirkan prestasi terbaik,” ujar Hamdanus. Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 11 kabupaten/kota di luar Kota Padang yang telah menyatakan kesiapan untuk menjadi tuan rumah bersama pelaksanaan Porprov XVI Sumatera Barat. Hamdanus menjelaskan, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi kabupaten/kota untuk dapat menjadi tuan rumah cabang olahraga pada Porprov. Pertama, adanya surat rekomendasi dari pengurus provinsi cabang olahraga. Kedua, surat penetapan cabang olahraga tuan rumah dari KONI kabupaten/kota. Ketiga, surat persetujuan kepala daerah. Keempat, surat kesanggupan penyediaan sarana dan prasarana teknis cabang olahraga. Seluruh persyaratan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh KONI Sumbar dan dibahas dalam rapat koordinasi teknis anggota sebelum ditetapkan sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada Porprov XVI tahun 2026. Dengan koordinasi yang terus diperkuat bersama pemerintah daerah, KONI Sumbar optimistis pelaksanaan Porprov XVI akan berlangsung sukses serta menjadi momentum peningkatan prestasi olahraga di Sumatera Barat.
Ketua DPRD Pariaman Muhajir Muslim Tegaskan Dukungan Atlet Porprov Sumbar 2026, Siap Kawal Anggaran

Ketua DPRD Kota Pariaman, Muhajir Muslim, menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dukungan kepada para atlet dari berbagai cabang olahraga agar tetap dapat mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat XVI 2026. Hal tersebut disampaikan Muhajir saat menerima kunjungan silaturahmi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus, yang hadir bersama Wakil Sekretaris Umum II KONI Sumbar, Risky Syahputra, di rumah dinas Ketua DPRD Kota Pariaman, Rabu (4/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, Muhajir menegaskan bahwa para atlet merupakan aset daerah yang harus mendapat perhatian serius dari semua pihak. Menurutnya, dukungan terhadap atlet bukan hanya penting untuk menghadapi kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membina generasi muda serta mengharumkan nama daerah. Ia berharap Pemerintah Kota Pariaman bersama KONI dapat segera merumuskan langkah-langkah strategis dan solusi yang konkret agar pembinaan atlet tetap berjalan dengan baik, sekaligus memastikan kesiapan kontingen menghadapi Porprov mendatang. “Sebagai Ketua DPRD, saya akan mengawal penganggaran agar kontingen Kota Pariaman dapat dipersiapkan secara maksimal sehingga mampu meraih prestasi terbaik dan membawa kebanggaan bagi daerah,” ujarnya. Sementara itu, Hamdanus menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh pimpinan DPRD Kota Pariaman terhadap perkembangan olahraga di daerah tersebut. Menurutnya, komitmen dari lembaga legislatif sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program pembinaan atlet. Ia menilai dukungan tersebut akan memberikan motivasi tambahan bagi para atlet untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan tanpa terbebani persoalan nonteknis, termasuk terkait pendanaan. “Sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan KONI menjadi faktor penting dalam mendukung kesiapan atlet menghadapi Porprov. Dengan kerja sama yang solid, saya optimistis Kota Pariaman dapat tampil maksimal dan meraih hasil terbaik,” katanya. Ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat XVI 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026. Berbagai tahapan persiapan terus dipercepat oleh panitia pelaksana agar penyelenggaraan berjalan lancar. Dalam rapat koordinasi yang digelar oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat bersama KONI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat di Padang pada Selasa (24/2), sebanyak 11 daerah awalnya menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah. Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 12 daerah setelah satu kota lain menyatakan kesediaannya untuk ikut menjadi tuan rumah bersama dalam pelaksanaan Porprov mendatang. Rapat koordinasi tersebut juga menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, di antaranya komitmen kesiapan daerah tuan rumah, pengawalan anggaran, serta percepatan tahapan teknis sebagai langkah awal menuju suksesnya penyelenggaraan Porprov XVI Sumatera Barat. Selanjutnya, hasil rapat tersebut akan diselaraskan dengan pengurus provinsi masing-masing cabang olahraga sebelum ditetapkan secara resmi dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.***
DPRD Kota Padang Dorong Kesiapan Anggaran Porprov 2026

Padang — Komisi IV DPRD Kota Padang menggelar rapat kerja bersama Dispora dan KONI Kota Padang guna membahas anggaran serta kesiapan menghadapi Porprov Sumatera Barat XVI yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2026. Rapat ini menjadi langkah awal evaluasi agar pelaksanaan berjalan lancar, terutama karena Kota Padang berperan sebagai tuan rumah utama. Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar, meminta seluruh kebutuhan anggaran disampaikan secara terbuka. Ia menekankan pentingnya perincian biaya, mulai dari seremoni pembukaan dan penutupan hingga kebutuhan teknis kontingen. Menurutnya, DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan membahas secara detail usulan tersebut dalam pembahasan APBD maupun perubahan APBD Tahun 2026. Sementara itu, Plt Kepala Dispora Padang, Corry Saidan, menjelaskan bahwa Porprov 2026 direncanakan mulai 2 Oktober. Saat ini, KONI tengah menyusun seluruh kebutuhan pelaksanaan kegiatan. Ia menambahkan, Dispora dan KONI Kota Padang juga telah berkoordinasi dengan KONI Sumbar untuk mempermudah penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebelum diajukan ke legislatif. Rapat ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mendukung suksesnya Porprov Sumbar 2026 di Kota Padang.
Tantangan Konsep Tuan Rumah Bersama Porprov Sumbar 2026

konisumbar.or.id – Padang, Konsep tuan rumah bersama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI/2026 hadapi tantangan utama keterbatasan anggaran APBD daerah untuk venue, koordinasi lintas daerah, serta kesiapan berkas pengajuan administratif. Beberapa kabupaten/kota seperti Bukittinggi, Padangpanjang, Pariaman, dan Tanah Datar awalnya ragu ikut karena jadwal Juni-Juli 2026 tak terakomodir anggaran. Pengunduran jadwal ke Oktober 2026 beri ruang perubahan anggaran, tapi daerah pinggiran kesulitan infrastruktur venue dan logistik transportasi antar-lokasi, ditambah tekanan ekonomi pasca-bencana. KONI Sumbar dorong rapat koordinasi untuk finalisasi, meski berkas pengajuan calon tuan rumah masih belum lengkap. “Tekanan ekonomi menjadi tantangan besar bagi daerah-daerah untuk menjadi tuan rumah. Namun, konsep ini harus jalan demi pemerataan,” ujar Gubernur Mahyeldi Ansharullah. “Kami butuh surat resmi dari kepala daerah dan KONI setempat. Koordinasi intensif krusial agar transparan dan tepat sasaran anggaran,” tegas Ketua KONI Sumbar Hamdanus.