Bimtek Satu Data dan Sirimau Digelar, KONI Sumbar Siapkan Tata Kelola Olahraga Berbasis Digital

PADANG — KONI Sumatera Barat terus menggenjot digitalisasi olahraga dengan membangun Satu Data Olahraga dan memperkuat penggunaan aplikasi Sirimau. Sistem ini disiapkan untuk memperbaiki pendataan atlet sekaligus menopang pembinaan dan prestasi olahraga Sumbar. Penguatan sistem tersebut dibahas dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Satu Data dan Sirimau Porprov XVI Sumbar 2026 di Hotel Pangeran, Padang, Minggu (6/9/2026). Bimtek diikuti utusan Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga dan admin Si Rimau. Hadir Ketua Pelaksana Jasman Herry, Wakil Ketua Umum VII KONI Sumbar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi Dolla Indra, Ketua KONI SUmbar Hamdabus Kepala Dispora Sumbar Tasliatul Fuaddi. *Data Jadi Fondasi Pembinaan* Ketua Pelaksana Jasman Herry menilai pengelolaan olahraga tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan atlet. Data dan teknologi juga harus menjadi bagian dari sistem pembinaan. Ia mempertanyakan sejauh mana aktivitas olahraga selama ini terdokumentasi dan dipublikasikan dengan baik. “Olahraga itu tidak hanya lahir dari kemampuan olahraga, tapi juga tentang digitalisasi dan data. Yang jadi pertanyaan, apakah kegiatan olahraga ini terdokumentasikan dan terpublis dengan baik,” kata Jasman. Melalui Satu Data KONI Sumbar, informasi olahraga akan dihimpun lebih terstruktur. Sirimau juga memungkinkan profil dan perkembangan atlet diketahui secara lebih lengkap. “Di sini bisa diketahui apa pun tentang atlet melalui Sirimau. Mari kita bangun bersama Satu Data KONI Sumbar untuk meningkatkan prestasi olahraga Sumbar. Semoga tata kelola olahraga di Sumbar semakin modern,” ujarnya. Sumbar Disebut Jadi Role Model Nasional Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menyebut transformasi digital yang dilakukan Sumbar mendapat perhatian KONI Pusat. Ia mengatakan Sumbar menjadi daerah pertama yang diajak KONI Pusat melakukan kerja sama melalui MoU bidang digitalisasi. “Sumbar di bidang digitalisasi ini jadi role model nasional. Kita yang pertama kali diajak MoU oleh KONI Pusat,” kata Hamdanus. Hamdanus juga mengapresiasi dukungan Dispora Sumbar serta kehadiran para utusan Pengprov dalam Bimtek tersebut. Terkait dinamika persiapan Porprov XVI, ia meminta seluruh pihak tidak mudah terpancing berbagai informasi yang berkembang. “Untuk dinamika yang beredar sekarang, itu biasa. Kita harus bijak menyikapinya,” ujarnya. *Porprov Oktober, Persiapan Disebut 80 Persen> Kepala Dispora Sumbar Tasliatul Fuaddi menyatakan Pemprov Sumbar bersama KONI dan pemerintah kabupaten/kota terus menyelaraskan persiapan Porprov XVI Sumbar 2026. “Acara ini membuktikan sudah ada sinkronisasi antara KONI Sumbar dengan Pemprov dan Pemko/Pemkab untuk satu suara menyemarakkan Porprov XVI Sumbar 2026,” katanya. Tasliatul menyebut tingkat kesiapan Porprov telah mencapai sekitar 80 persen. Ia memastikan Pemprov Sumbar tetap mendukung pelaksanaan ajang tersebut pada Oktober 2026. “Kesiapannya sudah 80 persen. Saya akan melanjutkan dan menyukseskan iven ini. Sudah delapan tahun tak terlaksana,” ujarnya. Menurutnya, Porprov tidak hanya berkaitan dengan pembinaan atlet. Perhelatan tersebut juga berpotensi menggerakkan perekonomian daerah. &Anggaran Jangan Lagi Tersendat* Tasliatul meminta pemerintah kabupaten dan kota segera memastikan dukungan anggaran. Memasuki September, waktu persiapan semakin terbatas. “Untuk masalah anggaran, sekarang sudah September. Artinya, sudah mau ketuk palu. Untuk pemangku kebijakan di daerah, jangan tunda lagi, jangan patahkan semangat atlet yang sudah bersiap di Porprov tahun ini,” tegasnya. Ia juga meminta semua pihak memahami kondisi fiskal daerah akibat penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD). Meski demikian, Tasliatul menegaskan Pemprov Sumbar tetap mendukung pelaksanaan Porprov tahun ini. “Kami sangat mendukung Porprov Sumbar tahun ini di bulan Oktober. Jangan ada penundaan lagi,” katanya. *Si Rimau Harus Siap Saat Pertandingan* Dukungan terhadap digitalisasi olahraga, menurut Tasliatul, harus dibarengi kesiapan sumber daya manusia dan sistem yang andal. “Pemprov Sumbar sangat mendukung Bimtek ini guna peningkatan SDM pengurus olahraga di Sumbar dalam bidang digitalisasi ini. Kita butuh data yang cepat dan update,” ujarnya. Ia meminta pengelola Si Rimau menyiapkan mitigasi jika terjadi gangguan aplikasi ketika Porprov berlangsung. “Perlu juga dimitigasi gangguan terhadap aplikasi nantinya,” katanya. Tasliatul juga mengingatkan agar pelaksanaan pertandingan dijaga dari praktik pengaturan hasil. “Jangan sampai ada nanti pengaturan atau match fixing di Porprov kali ini,” tegasnya. Dengan penguatan Satu Data dan Sirimau, KONI Sumbar berharap pengelolaan olahraga bergerak menuju sistem yang lebih terukur dan transparan. Data atlet, cabor dan aktivitas pembinaan diharapkan tidak lagi tercecer, tetapi menjadi dasar dalam menentukan arah pembinaan dan peningkatan prestasi Sumbar. (*)
Jelang Porprov: KONI Sumbar Pacu Digitalisasi Admin Daerah, Percepatan Satu Data Jadi Fokus

PADANG — KONI Sumatera Barat mempercepat digitalisasi administrasi di 19 KONI kabupaten/kota sebagai bagian dari upaya membangun satu data olahraga yang terintegrasi. Program tersebut dinilai akan memudahkan pemantauan data atlet dan pelatih secara lebih lengkap, mulai dari asal daerah, tempat latihan, rekam prestasi hingga informasi pendukung lainnya. Langkah itu mengemuka dalam kegiatan Bimtek Percepatan Digitalisasi Administrasi KONI Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat yang digelar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi KONI Sumbar di Daima Hotel Padang, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 19 admin KONI kabupaten/kota dan dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Barat, Tasriatul Fuadi. Hadir Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus bersama jajaran pengurus KONI Sumbar. Dispora: Data Manual Tak Lagi Relevan Tasriatul Fuadi mengapresiasi langkah KONI Sumbar yang mulai menerapkan sistem digital dalam pengelolaan administrasi dan data olahraga. Menurutnya, digitalisasi memberikan kemudahan untuk memperoleh gambaran perkembangan atlet dan pelatih secara detail. Data tidak hanya berkaitan dengan identitas, tetapi juga mencakup asal atlet, lokasi latihan, prestasi yang diraih serta berbagai informasi lainnya. “Melalui digitalisasi ini kita bisa melihat perkembangan atlet dan pelatih secara lengkap dan detail. Mulai dari asalnya, latihan di mana, prestasinya apa, sampai data-data lainnya. Semua bisa diketahui dalam satu sistem,” ujar Tasriatul. Ia menyebut era pengelolaan data secara manual sudah seharusnya ditinggalkan. Dalam pengelolaan olahraga yang semakin kompleks, ketersediaan data digital dibutuhkan agar informasi dapat diakses dengan cepat dan digunakan sebagai dasar perencanaan. “Sekarang bukan masanya lagi kita menggunakan data secara manual. Digitalisasi data sudah menjadi kebutuhan. Semua bisa dijangkau dengan lebih mudah,” katanya. Tasriatul juga berharap sistem tersebut dapat memperkecil perbedaan informasi antara KONI Sumbar dengan KONI kabupaten/kota. “Kalau datanya sudah terintegrasi dan dikelola secara digital, simpang siur data tidak akan ada lagi. Kita memiliki data yang sama dan bisa mengaksesnya sesuai kebutuhan,” tegasnya. Percepat Satu Data KONI Sumbar Wakil Ketua Umum KONI Sumbar Bidang Digitalisasi, Dolla Indra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari percepatan penerapan satu data KONI Sumbar. Menurutnya, keterlibatan admin dari seluruh KONI kabupaten/kota menjadi langkah awal untuk menyamakan pola pengelolaan data dan administrasi di tingkat daerah. “Diikuti 19 admin KONI daerah. Progres Porprov melalui percepatan satu data KONI Sumbar terus dilakukan,” ujar Dolla. Sistem tersebut diharapkan membuat proses penyampaian dan pembaruan data berlangsung lebih cepat. Data yang masuk dari kabupaten/kota juga dapat menjadi bahan bagi KONI Sumbar dalam memantau perkembangan pembinaan olahraga. Hamdanus: Digitalisasi Tak Bisa Ditunda Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus mengapresiasi kesiapan seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran 19 admin KONI daerah menunjukkan keseriusan jajaran KONI dalam mengikuti perubahan tata kelola organisasi. Menurut Hamdanus, perkembangan teknologi telah mengubah cara organisasi berkomunikasi dan bekerja. Karena itu, KONI juga harus mampu menyesuaikan diri. “Digitalisasi ini tidak bisa ditunda lagi. Ini tanda-tanda kemajuan dan keseriusan kita,” kata Hamdanus. Ia menilai sistem digital akan menjadi sarana komunikasi yang efektif untuk menghubungkan KONI Sumbar dengan seluruh KONI kabupaten/kota. “Komunikasi kekinian tentu dengan digitalisasi. Digitalisasi inilah yang bisa menjadi media terbaik,” ujarnya. Perkuat Persiapan Porprov XVI Di tengah pembenahan sistem administrasi, Hamdanus meminta seluruh KONI kabupaten/kota tetap fokus terhadap persiapan Porprov XVI Sumbar 2026. Porprov dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026. Sejumlah persiapan telah berjalan, termasuk pemasangan baliho dan latihan para atlet. Hamdanus juga meminta KONI kabupaten/kota terus mendorong percepatan evaluasi APBD di masing-masing daerah, terutama melalui koordinasi dengan bagian keuangan dan anggaran. Menurutnya, kesiapan anggaran menjadi salah satu faktor yang perlu segera dituntaskan agar pelaksanaan Porprov dapat berjalan sesuai rencana. *Sumbar Menuju Agenda Olahraga Lebih Besar* Hamdanus menyebut Porprov XVI menjadi salah satu bagian dari momentum kebangkitan olahraga Sumatera Barat. Setelah Porprov, Sumbar akan menghadapi sejumlah agenda olahraga nasional, seperti PON Beladiri, PON Pantai, PON Indoor dan PON Remaja. Sumatera Barat juga telah mendapat kepercayaan dari KONI Pusat menjadi tuan rumah Korwil Sumatera pada 2027. Di sisi lain, terdapat rencana penyelenggaraan Pekan Olahraga Negara Serumpun. Sejumlah cabang olahraga berpeluang dipertandingkan dalam agenda tersebut. Dengan rangkaian agenda itu, KONI Sumbar menilai pembenahan tata kelola dan basis data olahraga harus berjalan beriringan dengan peningkatan prestasi. Digitalisasi administrasi diharapkan tidak sekadar memindahkan data manual ke sistem elektronik, tetapi menjadi fondasi bagi pengelolaan olahraga Sumbar yang lebih tertib, cepat, terukur dan terintegrasi. (jiga)
Respons Cepat Aspirasi KONI Daerah, Hamdanus: Kawal Evaluasi APBD dan Kesiapan Porprov

PADANG — Ketua Umum KONI Sumatera Barat Hamdanus meminta proses evaluasi APBD Provinsi Sumbar segera dituntaskan. Langkah itu dinilai perlu agar dukungan anggaran untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026 memiliki kepastian dan seluruh tahapan dapat berjalan tanpa hambatan . Di tengah proses tersebut, Hamdanus memastikan roda persiapan Porprov tidak boleh berhenti. Panitia Besar (PB) Porprov diminta tetap bekerja sesuai tahapan yang telah disusun sambil mengikuti perkembangan kebijakan anggaran daerah. Hal itu ditegaskan Hamdanus setelah menerima tiga Ketua KONI kabupaten/kota di Padang, Jumat malam (4/9/2026). Mereka adalah Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon, Ketua KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai Alinurdin, dan Ketua KONI Pasaman SY Ade Herman. Pertemuan tersebut membahas kesiapan daerah menghadapi Porprov XVI yang saat ini dijadwalkan berlangsung pada 2-14 Oktober 2026. Aspirasi Daerah Jadi Perhatian Dalam pertemuan itu, sejumlah Ketua KONI daerah menyampaikan aspirasi terkait waktu pelaksanaan Porprov. Salah satu usulan yang muncul adalah menggeser jadwal pertandingan menjadi 1-14 Desember 2026. Namun, para pengurus KONI daerah juga meminta agar langkah persiapan tetap dilakukan sembari menunggu kepastian dari seluruh proses yang sedang berjalan. Hamdanus merespons aspirasi tersebut dengan meminta PB Porprov terus bekerja. Menurut dia, persiapan teknis, regulasi, koordinasi antarpihak hingga kebutuhan penyelenggaraan harus tetap dimatangkan. “Di antara kunci keberhasilan kita adalah merampungkan seluruh regulasi dan mengoptimalkan komunikasi dengan semua pihak terkait,” ujar Hamdanus. Sebagai penanggung jawab PB Porprov, Hamdanus juga telah menandatangani Technical Handbook (THB) untuk 53 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Tahapan berikutnya akan berlanjut melalui pelaksanaan Chef de Mission (CDM) pertama yang dijadwalkan digelar pekan depan. Hamdanus turut meminta KONI kabupaten/kota aktif mengikuti agenda yang telah disiapkan PB Porprov. Koordinasi dari tingkat provinsi hingga daerah dinilai dibutuhkan agar setiap persoalan dapat segera ditangani. Hamdanus: Kawal Evaluasi APBD Percepatan evaluasi APBD Provinsi menjadi perhatian Hamdanus karena berkaitan langsung dengan dukungan anggaran untuk penyelenggaraan Porprov. Untuk memastikan proses tersebut terus bergerak, Hamdanus melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak yang memiliki keterkaitan dengan pemerintahan daerah. Sabtu pagi (5/9/2026), ia berkoordinasi dengan Wakil Ketua Umum IV KONI Sumbar Reido Deskumar yang juga Staf Khusus Gubernur Sumbar. Sehari sebelumnya, Hamdanus juga berkomunikasi dengan Wakil Ketua Umum X KONI Sumbar Fikri Haldi, yang menjabat sebagai Staf Khusus Wakil Gubernur Sumbar. Koordinasi itu diarahkan untuk mendorong penyelesaian evaluasi APBD sehingga kebutuhan persiapan Porprov dapat memperoleh kepastian. Hamdanus berharap proses tersebut segera selesai sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan begitu, tahapan yang telah dirancang PB Porprov dapat dilaksanakan dengan lebih leluasa. “Kita mendorong semua pihak menjalankan tugas dan kewenangannya masing-masing secara cepat. Yang penting seluruh tahapan Porprov terus bergerak dan persiapannya semakin matang,” tegas Hamdanus. Ia mengajak seluruh KONI kabupaten/kota, PB Porprov, pemerintah daerah dan pihak terkait menjaga komunikasi. Menurutnya, kerja bersama diperlukan agar setiap kendala yang muncul tidak sampai mengganggu persiapan Porprov XVI Sumbar 2026. (*)
Kebijakan Penunjukan Caretaker KONI Agam Mendapat Restu KONI Pusat

PADANG — Kebijakan KONI Sumatera Barat menunjuk caretaker untuk KONI Kabupaten Agam mendapat restu dari KONI Pusat. Dukungan tersebut menjadi pijakan bagi KONI Sumbar menerbitkan SK Ketua Umum KONI Sumbar Nomor 144 Tahun 2026 tentang Penunjukan Pejabat Sementara (Caretaker) KONI Kabupaten Agam. Melalui keputusan yang ditetapkan di Padang, Kamis (3/9/2026), Syahindra Nurben, SH., MH., C.Med dipercaya memimpin kepengurusan transisi KONI Agam. Restu KONI Pusat itu mengemuka dalam komunikasi antara Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus dengan jajaran KONI Pusat di Kantor KONI Pusat, Selasa (1/9/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan cair. Hamdanus didampingi Kabid Organisasi Syahindra Nurben dan Sekretaris Daerah Kabupaten Agam M. Lutfi. Mereka diterima Wakil Ketua II KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Soedarmo dan Kabid Organisasi KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Eko Budi Supriyanto. *KONI Pusat Dorong Caretaker Segera Ditunjuk* Dalam pertemuan tersebut, Hamdanus menjelaskan masa bakti kepengurusan KONI Agam periode 2022–2026 telah berakhir pada 31 Agustus 2026. KONI Pusat melihat perlunya kesinambungan organisasi agar berakhirnya masa kepengurusan tidak mengganggu aktivitas administrasi, pembinaan atlet maupun agenda olahraga di Kabupaten Agam. Situasi tersebut menjadi perhatian karena Sumatera Barat sedang memasuki tahapan persiapan Porprov XVI 2026. Agam membutuhkan kepengurusan yang dapat menjalankan fungsi koordinasi dan memastikan kontingen tetap dipersiapkan. Atas dasar itu, KONI Pusat mendorong KONI Sumbar segera mengambil langkah dengan menetapkan caretaker KONI Agam. Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti KONI Sumbar melalui penerbitan SK Nomor 144 Tahun 2026. Dengan demikian, penunjukan caretaker bukan sekadar langkah administratif KONI Sumbar, tetapi bagian dari upaya menjaga kesinambungan organisasi olahraga Agam setelah berakhirnya masa bakti kepengurusan definitif. *Syahindra Pimpin Masa Transisi* Dalam SK tersebut, Syahindra Nurben ditetapkan sebagai Ketua Caretaker KONI Kabupaten Agam. Ia didampingi Hendri Rusdian, M.Kes sebagai Wakil Ketua, H. Defliandi sebagai Sekretaris, Fatmiarti, S.Sos sebagai Wakil Sekretaris dan Yeni Rosanti, ST sebagai Bendahara. Penerbitan SK tersebut juga berkaitan dengan Surat KONI Pusat Nomor 674/ORG/VIII/2026 tertanggal 27 Agustus 2026 tentang pencabutan SK caretaker sebelumnya. Langkah ini sekaligus memberikan kepastian struktur organisasi KONI Agam dalam menjalani masa transisi. *Revdi Sudah Menjalankan Tugas dengan Baik* Sebelumnya, KONI Sumbar melalui SK Nomor 131 Tahun 2026 menunjuk Revdi Iwan Syahputra sebagai Ketua Caretaker KONI Agam. Selama menjalankan mandat, Revdi telah menjalankan tugas dengan baik, termasuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Agam dan sejumlah Pengcab untuk memastikan persiapan kontingen Agam menuju Porprov XVI Sumbar 2026 tetap berjalan. Revdi juga menyampaikan hasil koordinasinya dengan Sekda Agam terkait dukungan pembiayaan atlet. Anggaran untuk keikutsertaan kontingen Agam pada Porprov 2026 disebut telah tersedia dalam APBD sebesar Rp3,4 miliar. “Saya sudah berkoordinasi dengan Sekda Agam soal Porprov dan keuangannya, sudah dijamin Sekda. Saya juga intensif berkoordinasi dengan pengurus caretaker dan beberapa Pengcab. Insya Allah kita ikut Porprov, jangan ragu,” ujar Revdi. Dalam struktur caretaker yang baru, Revdi tetap ditempatkan sebagai bagian dari jajaran Pengarah. Posisi tersebut menjaga kesinambungan koordinasi yang telah dibangun selama masa caretaker sebelumnya. *Restu KONI Pusat Jadi Penguat Masa Transisi* Caretaker baru kini mendapat tugas memastikan roda organisasi KONI Agam tetap berjalan sampai Musorkab dilaksanakan. Mandat tersebut mencakup pengelolaan administrasi, kesinambungan pembinaan olahraga, koordinasi dengan Pemkab Agam, KONI Sumbar dan Pengcab. Persiapan kontingen Agam menghadapi Porprov XVI Sumbar 2026 juga menjadi perhatian utama. Jangan sampai proses pergantian kepengurusan mengganggu persiapan atlet yang telah berjalan. Caretaker juga diberi mandat mempersiapkan dan menyelenggarakan Musorkab KONI Agam sesuai ketentuan organisasi. Dengan dukungan KONI Pusat dan terbitnya SK Nomor 144 Tahun 2026, kebijakan penunjukan caretaker kini memiliki pijakan organisasi yang semakin kuat. Fokus berikutnya adalah memastikan transisi berjalan tertib, pembinaan atlet tetap berlanjut, dan KONI Agam siap menghadapi Porprov XVI sebelum memasuki proses pembentukan kepengurusan definitif. (*)
PON Beladiri Mundur ke 2027, Sumbar Dapat Napas Panjang Kejar Prestasi

PADANG—Pengunduran jadwal Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri dari Oktober 2026 ke 2027 memberi keuntungan tersendiri bagi atlet Sumatera Barat. Mereka kini bisa mencurahkan perhatian penuh untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar yang dijadwalkan berlangsung 2-14 Oktober 2026. Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr. Septri, menilai perubahan kalender pertandingan tersebut membuat atlet tidak lagi dihadapkan pada dua agenda besar dalam waktu berdekatan. “Pengunduran jadwal ini akan menguntungkan bagi atlet Sumbar yang akan berlaga di Porprov XVI Sumbar,” ujar Septri, Rabu (2/9/2026). Konsentrasi Atlet Tak Lagi Terpecah Sebelum jadwal PON Beladiri dialihkan, sejumlah atlet Sumbar yang masuk proyeksi ajang nasional tersebut harus mempersiapkan diri menghadapi Porprov yang waktunya hampir bersamaan. Kondisi itu berpotensi membagi konsentrasi atlet. Mereka harus mengatur program latihan, menjaga kondisi fisik, sekaligus mempersiapkan strategi untuk dua kompetisi. Dengan PON Beladiri bergeser ke 2027, fokus terdekat atlet dapat diarahkan sepenuhnya ke Porprov XVI. Setelah kompetisi tingkat Sumbar tersebut rampung, program pembinaan bisa kembali digenjot untuk menghadapi persaingan nasional. Bagi tim pelatih, tambahan waktu juga membuka kesempatan melakukan evaluasi lebih mendalam. Penampilan atlet selama Porprov dapat menjadi bahan untuk melihat perkembangan sekaligus memperbaiki kekurangan sebelum memasuki persiapan PON Beladiri. (PON Beladiri Dialihkan ke 2027* Pengalihan jadwal PON Beladiri ditetapkan KONI Pusat melalui surat Nomor 680/BPP/VIII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026. Surat tersebut ditandatangani Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. Sebelumnya, Sulawesi Utara dipilih sebagai tuan rumah dengan rencana pelaksanaan pada Oktober 2026. Namun, kesiapan sejumlah venue menjadi persoalan setelah beberapa fasilitas terdampak gempa pada 16 Juni 2026 dan membutuhkan perbaikan. Kondisi anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga ikut menjadi pertimbangan dalam keputusan tersebut. KONI Pusat sempat mempertimbangkan opsi pemindahan lokasi pertandingan. Namun, waktu persiapan yang tersisa dinilai terlalu singkat untuk menyiapkan daerah pengganti. Keputusan pun diarahkan pada pengalihan penyelenggaraan ke 2027. *Porprov Jadi Panggung Evaluasi* Bergesernya jadwal PON Beladiri memberi Sumbar tambahan waktu dalam menyiapkan atlet. Porprov XVI dapat dimanfaatkan sebagai salah satu ajang untuk mengukur perkembangan dan kemampuan atlet yang diproyeksikan menuju kompetisi nasional. Dari hasil pertandingan di Porprov, pelatih dapat melihat performa atlet secara langsung. Evaluasi tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar menyusun program latihan yang lebih terarah. Porprov XVI Sumbar sendiri dijadwalkan dibuka di Kota Solok pada 2 Oktober 2026. Kompetisi berlangsung hingga 14 Oktober 2026, sedangkan acara penutupan dipusatkan di Kabupaten Padang Pariaman. Septri berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan atlet dan pelatih sebaik mungkin. “Target terdekat tentu Porprov. Setelah itu, kita bisa kembali fokus menyiapkan atlet menuju PON Beladiri 2027 dengan waktu yang lebih panjang,” katanya. (*)
PON Beladiri 2026 Resmi Dialihkan ke 2027, Venue Sulut Terkendala Gempa

JAKARTA— Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri yang semula dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Sulawesi Utara (Sulut), resmi dialihkan ke tahun 2027. Keputusan tersebut tertuang dalam surat KONI Pusat Nomor 680/BPP/VIII/2026 tertanggal 31 Agustus 2026 tentang Pengalihan Penyelenggaraan PON Beladiri Tahun 2026. Surat itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan ditujukan kepada gubernur seluruh Indonesia. Pengalihan jadwal ditetapkan setelah KONI Pusat mengevaluasi kesiapan Sulut sebagai calon tuan rumah. Dari hasil evaluasi, terdapat sejumlah kendala yang membuat penyelenggaraan PON Beladiri pada Oktober 2026 sulit dilanjutkan sesuai rencana. *Venue Pertandingan Terdampak Gempa* Salah satu persoalan utama berada pada kesiapan venue pertandingan. Sejumlah fasilitas yang akan digunakan mengalami dampak gempa yang terjadi pada 16 Juni 2026. Kerusakan tersebut membuat fasilitas pertandingan membutuhkan renovasi dan penanganan lebih lanjut. Kondisi ini membutuhkan tambahan waktu serta anggaran di luar perencanaan awal penyelenggaraan. Persoalan venue kemudian beriringan dengan kondisi anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada 2026 yang mengalami pengurangan signifikan akibat menurunnya dukungan pemerintah pusat. Situasi tersebut menjadi bagian dari pertimbangan KONI Pusat dalam menilai kelayakan pelaksanaan PON Beladiri tahun ini. *Tidak Cukup Waktu Pindahkan Lokasi* KONI Pusat juga mempertimbangkan opsi memindahkan pelaksanaan PON Beladiri dari Sulawesi Utara ke daerah lain. Namun, waktu yang tersisa dinilai tidak memadai untuk mempersiapkan lokasi baru beserta seluruh kebutuhan penyelenggaraan. Karena itu, pemindahan tuan rumah untuk pelaksanaan pada 2026 tidak dapat dilakukan. KONI Pusat kemudian memutuskan mengalihkan PON Beladiri 2026 ke tahun 2027. Ajang tersebut direncanakan berlangsung bersamaan dengan seluruh cabang olahraga beladiri lainnya. *Keputusan Hasil Koordinasi KONI Pusat dan Sulut* Keputusan pengalihan penyelenggaraan itu mengacu pada hasil rapat koordinasi KONI Pusat dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada 6 Agustus 2026. Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Utara juga telah menyampaikan permohonan pengalihan penyelenggaraan PON Beladiri Tahun 2026 kepada KONI Pusat. Dengan terbitnya keputusan tersebut, daerah peserta kini memiliki tambahan waktu untuk mempersiapkan atlet menuju PON Beladiri 2027. ()
Gilang Ilhaza Dipanggil Timnas Gulat, Gubernur Sumbar Lepas Menuju Asian Games 2026

PADANG— Atlet gulat asal Sumatera Barat, Gilang Ilhaza, kembali mendapat kepercayaan memperkuat Tim Nasional (Timnas) Gulat Indonesia untuk menghadapi Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. Pemanggilan Gilang tertuang dalam Surat Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) Nomor 060/PPPGSI/AG2026/III/2026 tertanggal 23 Agustus 2026 tentang Pemanggilan Training Sentralisasi Asian Games 2026. Dalam surat tersebut, Gilang Ilhaza tercatat sebagai salah satu dari lima atlet yang dipanggil mengikuti program sentralisasi Training Camp Timnas Gulat Indonesia. Gilang akan turun pada nomor freestyle. Program sentralisasi tersebut telah dimulai sejak Rabu, 26 Agustus 2026, di Hotel Claro Samarinda, Kalimantan Timur. Para atlet yang dipanggil diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian latihan, evaluasi dan program yang ditetapkan tim pelatih serta PP PGSI sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2026. Sebelum bertolak menjalani pemusatan latihan, Gilang secara resmi dilepas Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernur Sumbar, Jumat (28/8/2026). Pelepasan tersebut turut dihadiri Kepala Dispora Sumbar Mahdianur Musa, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Ketua Pelatprov Sumbar Dr. Risky Syahputra, Ketua Umum Pengprov PGSI Sumbar Andre Algamar, Sekretaris Umum Ilmarizal, Bendahara Umum Ediswal serta jajaran pengurus lainnya. Gubernur Mahyeldi mengapresiasi perkembangan prestasi Gilang yang dinilai terus menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Menurutnya, capaian yang telah diraih menjadi modal penting bagi Gilang untuk tampil lebih baik di level internasional. Gilang sebelumnya sukses meraih medali emas pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Prestasinya berlanjut di level internasional dengan menyumbangkan medali perak pada SEA Games 2025 di Thailand.2 Kini, Gilang kembali mendapat kesempatan membela Indonesia pada ajang Asian Games 2026. Pemanggilan tersebut sekaligus menjadi bukti konsistensi atlet Sumbar itu dalam perjalanan prestasinya di cabang olahraga gulat. “Prestasi Gilang terus meningkat. Setelah meraih medali emas PON Aceh-Sumut, kemudian medali perak SEA Games, sekarang kita berharap bisa memberikan yang terbaik di Asian Games,” kata Mahyeldi. Gubernur pun menyampaikan harapan agar Gilang mampu meningkatkan capaian prestasinya saat berlaga bersama Timnas Indonesia. “Semoga di SEA nanti Gilang bisa meraih medali emas,” ujar Mahyeldi. Pemanggilan Gilang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sumatera Barat sekaligus menjadi motivasi bagi pembinaan atlet gulat daerah. Kepercayaan kembali kepada Gilang di level tim nasional menunjukkan bahwa pembinaan olahraga prestasi di Sumbar terus melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. (*)
Gubernur Mahyeldi Lakukan Soft Launching, Porprov XVI Sumbar Digelar Sesuai Jadwal

PADANG – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026 dipastikan tetap berlangsung pada 2-14 Oktober 2026. Kepastian tersebut ditegaskan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah saat melakukan soft launching Porprov XVI di Istana Gubernur Sumbar, Kamis (27/8/2026). Soft launching tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat, Ketua KONI Sumbar Hamdanus beserta jajaran, Kepala Dispora Sumbar Mahdianur Musa beserta jajaran, serta sejumlah pengurus KONI kabupaten/kota. Penegasan jadwal ini sekaligus menjawab dinamika terkait pelaksanaan Porprov XVI. Mahyeldi memastikan tidak ada penundaan dan seluruh pihak diminta segera mematangkan persiapan menghadapi pesta olahraga terbesar di Sumatera Barat tersebut. “Alhamdulillah dari rapat koordinasi terbatas yang dipimpin oleh Pak Wakil Gubernur tadi sampai sore ini disepakati kita melaksanakan Porprov pada 2-14 Oktober,” kata Mahyeldi. Ia menjelaskan, pembukaan Porprov XVI akan dilaksanakan pada 2 Oktober 2026 di Kota Solok, sedangkan acara penutupan dijadwalkan pada 14 Oktober 2026 di Kabupaten Padang Pariaman. Menurut Mahyeldi, Porprov tahun ini tidak boleh kembali diundur. Terlebih, KONI Sumbar bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan telah bekerja serius mempersiapkan pelaksanaan ajang tersebut. “Porprov 2026 tidak boleh diundur. KONI Sumbar periode saat ini sangat serius dan bersemangat mempersiapkan Porprov, meskipun persoalan anggaran di daerah menjadi dinamika yang terus mengemuka,” ujarnya. Gubernur juga meminta 12 kabupaten/kota yang menjadi tuan rumah maupun daerah peserta untuk segera mempersiapkan kebutuhan pelaksanaan, termasuk dukungan anggaran dan kesiapan kontingen. Ia menyebutkan, tahapan KUA-PPAS telah selesai dan APBD Perubahan ditargetkan rampung pada 30 September 2026. Karena itu, tidak ada alasan bagi daerah untuk tidak mempersiapkan diri mengikuti Porprov. “Kepada para kepala daerah silakan dipersiapkan anggarannya dan KONI daerah agar kreatif juga mempersiapkan atletnya. Kepada warga masyarakat juga mohon doa dan dukungannya agar kegiatan Porprov dalam perjalanannya berjalan lancar serta sukses,” ucap Mahyeldi. Khusus kepada para atlet, Mahyeldi meminta agar persiapan dilakukan secara maksimal. Menurutnya, prestasi di arena pertandingan sangat ditentukan oleh kesungguhan atlet dalam menjalani persiapan, menjaga fokus, dan tampil optimal saat bertanding. “Yang akan menentukan prestasi atlet tergantung dari persiapan maksimal mereka sendiri. Fokus dalam bertanding dan raihlah prestasi yang membanggakan,” pesannya. Lebih jauh, Mahyeldi menegaskan Porprov XVI bukan hanya menjadi ajang kompetisi antarkabupaten/kota, tetapi juga momentum penting bagi KONI Sumbar untuk memantau dan menjaring atlet-atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat Sumatera Barat pada PON XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTB-NTT). “Dengan prestasi yang mereka peroleh di Porprov, juga menjadi ajang bagi KONI Sumbar memantau atlet yang berpotensi meraih medali di PON 2028 mendatang di NTB-NTT serta membanggakan bagi Ranah Minang. Sumbar Hebat, Olahraga Juara,” pungkasnya. (*)
19 Bendera KONI Berkibar, Tanda 8 Tahun Penantian Porprov Sumbar Segera Berakhir

PADANG — Angin pagi di halaman Kantor KONI Sumatera Barat, Jalan Rasuna Said Nomor 87, Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Kamis (27/8/2026), membawa pemandangan yang berbeda. Satu per satu bendera KONI kabupaten/kota berdiri tegak di antara deretan tiang yang memenuhi halaman kantor tersebut. Sebanyak 19 bendera KONI kabupaten/kota se-Sumatera Barat kini berkibar, mengapit bendera Merah Putih dan bendera KONI Sumbar. Pemandangan sederhana itu sontak menghadirkan suasana Porprov. Belum ada gemuruh suporter. Belum terdengar sorak kemenangan dari arena pertandingan. Belum ada atlet yang naik podium menerima medali. Namun, dari kibaran 19 bendera itulah pesan Porprov XVI Sumbar mulai terasa. Pesta olahraga terbesar di Ranah Minang sudah semakin dekat. Pengibaran bendera KONI 19 kabupaten/kota ini seolah menjadi cara sederhana untuk memanggil seluruh insan olahraga Sumatera Barat agar bersiap menyambut pesta olahraga yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Setelah delapan tahun tidak digelar, Porprov kini kembali. Delapan tahun merupakan waktu yang panjang. Banyak atlet muda yang sebelumnya masih anak-anak kini sudah menjadi bagian dari tim daerah. Banyak pula wajah baru yang akan mendapatkan kesempatan pertama merasakan atmosfer kompetisi olahraga tingkat provinsi. Karena itu, 19 bendera yang berkibar tersebut bukan hanya menunjukkan identitas masing-masing daerah. Ada semangat, harapan, dan kebanggaan yang ikut dititipkan di sana. Dari 19 daerah, menuju satu panggung Merah Putih tetap menjadi simbol persatuan. Bendera KONI Sumbar menjadi payung olahraga provinsi. Sementara 19 bendera kabupaten/kota menggambarkan kekuatan olahraga yang tersebar dari ujung utara hingga selatan Ranah Minang. Masing-masing datang dengan cerita dan targetnya sendiri. Ada daerah yang ingin mempertahankan prestasi. Ada yang ingin memperbaiki peringkat. Ada pula yang datang membawa atlet-atlet muda dengan ambisi membuat kejutan. Tetapi semuanya akan bertemu di satu panggung yang sama. Porprov XVI Sumbar. Ketua PB Porprov XVI Sumbar, Editiawarman, mengatakan pengibaran bendera tersebut menjadi bagian dari upaya membangun atmosfer Porprov sekaligus mengingatkan seluruh pihak bahwa waktu pelaksanaan semakin dekat. “Kita ingin suasana Porprov mulai terasa. Bendera 19 kabupaten dan kota ini menjadi simbol bahwa seluruh daerah di Sumatera Barat ikut mengambil bagian dalam pesta olahraga ini. Karena itu, persiapan harus kita lakukan bersama-sama dan sebaik mungkin,” ujar Editiawarman. Menurutnya, semangat Porprov tidak boleh hanya muncul ketika pertandingan dimulai. Atmosfer tersebut harus dibangun sejak persiapan, sehingga seluruh pihak memiliki energi yang sama untuk menyukseskan pelaksanaan. Dan energi itu kini terlihat dari halaman Kantor KONI Sumbar. Delapan tahun menunggu Porprov Sumbar sempat vakum selama delapan tahun. Penantian panjang itu membuat penyelenggaraan Porprov XVI memiliki arti tersendiri. Ajang ini bukan hanya tentang perebutan medali emas, perak dan perunggu. Lebih dari itu, Porprov menjadi ruang untuk mempertemukan kembali atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, dan masyarakat olahraga dari 19 kabupaten/kota. Dari sini pula talenta-talenta baru diharapkan bermunculan. Atlet yang tampil menonjol dapat menjadi bagian dari kekuatan Sumatera Barat untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk agenda olahraga nasional. Karena itu, setiap daerah memiliki kepentingan yang sama: menghadirkan atlet terbaik dan memberikan kesempatan kepada generasi penerus. Ada sesuatu yang menarik dari bendera. Ia tidak berteriak, tetapi bisa menyampaikan pesan. Ia tidak bertanding, tetapi mampu membangkitkan semangat persaingan. Ia hanya berkibar diterpa angin, tetapi di baliknya ada nama daerah, kebanggaan dan harapan. (*)
Tes Fisik Kedua Pelatprov Sumbar Jadi Momentum Evaluasi Atlet Menuju PON NTB-NTT 2028

PADANG — Sebanyak 161 atlet yang masuk dalam program Pelatihan Provinsi (Pelatprov) Sumatera Barat menjalani tes fisik tahap kedua. Evaluasi ini menjadi bagian dari persiapan KONI Sumbar menghadapi rangkaian kompetisi hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT 2028. Tes fisik tersebut dibuka Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus. Para peserta merupakan atlet andalan prioritas dan atlet potensial yang diproyeksikan menjadi kekuatan Sumatera Barat pada berbagai ajang olahraga mendatang. Hamdanus menegaskan, status sebagai atlet Pelatprov bukan jaminan untuk bertahan tanpa batas. Setiap atlet akan dinilai berdasarkan perkembangan performanya. Menurut dia, sistem pembinaan harus memberikan ruang bagi atlet yang menunjukkan kemajuan sekaligus membuka peluang bagi atlet lain yang dinilai lebih potensial. “Tidak ada yang seumur hidup dalam Pelatprov. Ada promosi dan evaluasi. Atlet yang menunjukkan kemajuan akan dipertahankan, sedangkan yang tidak berkembang tentu bisa terdegradasi,” kata Hamdanus. Ia menambahkan, KONI Sumbar tidak bekerja sendiri dalam membangun prestasi olahraga. Dukungan Dispora Sumbar serta perhatian dari pengurus besar cabang olahraga menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan atlet. Hamdanus juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, termasuk tim anggaran provinsi yang terus memperjuangkan kebutuhan anggaran untuk pembinaan atlet. Menurutnya, perjuangan atlet Sumbar tidak boleh berhenti pada keberhasilan di tingkat daerah. Sejumlah agenda telah menanti, mulai dari Porprov, PON Beladiri, babak kualifikasi PON hingga PON 2028. Sumbar juga akan menjadi tuan rumah Porwil 2026. “Cita-cita kita adalah medali emas. Masa depan kita tergantung pada perjuangan kita. Karena itu, seluruh proses pembinaan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya. Sementara itu, Kepala UPTD KBOR Dispora Sumbar Erdison yang hadir mewakili Kepala Dispora Sumbar memberikan apresiasi atas pelaksanaan tes fisik tersebut. Ia menilai evaluasi berkala diperlukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kemampuan atlet setelah menjalani program latihan selama beberapa bulan. “Yang penting adalah bagaimana hasil tes ini menjadi bahan evaluasi. Idealnya ada peningkatan sehingga bisa menjadi dasar untuk menentukan langkah persiapan berikutnya,” ujar Erdison. Erdison juga meminta agar sinergi antara KONI, Dispora, atlet dan pelatih terus diperkuat. Menurutnya, pembinaan yang terintegrasi akan memperbesar peluang Sumbar meloloskan lebih banyak atlet ke PON. Khusus bagi atlet yang tampil di Porprov, ia mengingatkan agar prestasi di tingkat provinsi tidak membuat atlet cepat berpuas diri. “Jangan terlena dengan hasil Porprov. Atlet Porprov harus dipersiapkan untuk menghadapi BK PON. Semakin banyak yang lolos ke PON, semakin besar pula peluang kita mendapatkan medali,” katanya. Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Dr. Risky Syahputra, menjelaskan tes fisik kedua memiliki fungsi penting karena hasilnya akan dibandingkan dengan pengukuran tahap pertama. Perbandingan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi fisik atlet setelah enam bulan mengikuti program Pelatprov. Data itu selanjutnya menjadi dasar untuk mengevaluasi efektivitas latihan dan menyusun program pembinaan berikutnya. “Tes fisik berkala dengan data yang akurat merupakan fondasi penting untuk membangun performa puncak atlet atau peak performance menjelang pertandingan,” ujar Risky. Ia berharap hasil evaluasi mampu memberikan gambaran objektif mengenai perkembangan masing-masing atlet. Dengan begitu, pelatih dapat melakukan penyesuaian program latihan sesuai kebutuhan dan kondisi atlet. Tes fisik tahap kedua ini sekaligus menegaskan bahwa perjalanan menuju PON 2028 membutuhkan proses panjang. Hanya atlet yang mampu menjaga konsistensi, meningkatkan kemampuan dan menunjukkan performa terbaik yang akan memiliki peluang besar menjadi bagian dari skuad Sumatera Barat menuju ajang nasional tersebut. (*)