KONI Sumbar Lantik KONI Kota Solok, Target Tiga Besar Porprov 2026 Dicanangkan

SOLOK — KONI Sumatera Barat terus memperkuat konsolidasi organisasi olahraga di daerah dengan melantik pengurus KONI Kota Solok masa bakti 2026–2030, Rabu (22/4/2026). Pelantikan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan prestasi atlet daerah menuju Porprov Sumbar 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kubuang 13 Kota Solok tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi Septri, Plh Sekretaris Umum Rizky Saputra, serta jajaran pengurus KONI kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) serta pengesahan melalui Surat Keputusan KONI Sumbar, sebagai bagian dari upaya penguatan struktur organisasi olahraga di tingkat daerah. Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk mempercepat pembinaan atlet secara terarah dan berkelanjutan. “Pelantikan ini adalah bagian dari konsolidasi besar KONI Sumbar dalam menghadapi Porprov 2026. Kita ingin seluruh daerah, termasuk Kota Solok, siap secara organisasi, pembinaan, dan prestasi,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar merupakan ajang strategis yang telah lama dinantikan, setelah sempat tertunda dalam beberapa periode. “Sudah cukup lama Porprov tidak terlaksana. Ini momentum kebangkitan olahraga Sumatera Barat, dan harus kita sukseskan bersama,” ujarnya. Lebih lanjut, Hamdanus mendorong dukungan penuh dari pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan anggaran, agar program pembinaan atlet dapat berjalan optimal. “Kami berharap dukungan pemerintah daerah, termasuk Kota Solok, dapat maksimal terutama dari sisi anggaran. Ini penting agar target prestasi bisa tercapai,” tambahnya. Sementara itu, Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkontribusi maksimal dalam Porprov 2026. Ia menargetkan Kota Solok mampu menembus tiga besar dalam ajang tersebut. “Kami menargetkan masuk tiga besar Porprov Sumbar 2026. Ini menjadi semangat baru untuk membangkitkan kembali prestasi olahraga Kota Solok,” ujarnya. Rudi juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mengikutsertakan sekitar 42 cabang olahraga dalam berbagai ajang, baik tingkat daerah maupun nasional, serta siap menjadi tuan rumah untuk sejumlah cabang olahraga. Di sisi lain, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menyatakan dukungan penuh terhadap pengurus KONI yang baru dilantik, terutama dalam penguatan pembinaan atlet usia dini sebagai fondasi prestasi jangka panjang. “Pemerintah Kota Solok bersama Forkopimda siap mendukung. Kita ingin KONI Kota Solok mampu menorehkan prestasi dan mencapai target tiga besar di Porprov 2026,” ungkapnya. Dengan pelantikan ini, KONI Sumbar menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem olahraga yang solid dan kompetitif di seluruh kabupaten/kota. Sinergi antara KONI provinsi, daerah, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam melahirkan atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat nasional.
DPRD Sumbar Komit Dukung Anggaran KONI Jelang Porprov 2026

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat terus memperkuat sinergi dengan pemangku kebijakan daerah. Dalam pertemuan strategis bersama DPRD Sumbar yang berlangsung di rumah dinas Ketua DPRD Sumbar pada Selasa, 21 April 2026, pembahasan difokuskan pada dukungan anggaran serta keberlanjutan program pembinaan olahraga menjelang Porprov Sumbar 2026. Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Sumbar Drs. Muhidi, Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Wakil Ketua Umum III Editiawarman, Wakil Ketua Umum VII Dolla Indra, Wakil Sekretaris Umum Dr. Risky Syahputra, Kabid Anggaran Nanda dan Riko Onki Putra. Dalam kesempatan tersebut, jajaran KONI Sumbar memaparkan berbagai program strategis pembinaan atlet serta kebutuhan anggaran guna menunjang peningkatan prestasi olahraga di Sumatera Barat. Fokus utama diarahkan pada kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar XVI yang akan digelar pada 2–14 Oktober 2026. Ketua DPRD Sumbar, Drs. Muhidi, menyatakan komitmen kuat lembaganya untuk terus mendukung kemajuan olahraga di Ranah Minang. Ia menegaskan bahwa DPRD siap mendorong kebijakan dan penguatan anggaran agar seluruh agenda olahraga, termasuk Porprov, dapat berjalan sukses. “DPRD Sumbar memiliki komitmen untuk mendukung olahraga daerah. Kegiatan seperti Porprov bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga momentum pembinaan atlet dan kebanggaan daerah,” ujarnya. Dukungan tersebut menjadi energi positif bagi KONI Sumbar dalam menjalankan berbagai program pembinaan berkelanjutan. Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan DPRD Sumbar selama ini, baik secara moril maupun melalui kebijakan yang berpihak pada kemajuan olahraga. “Kami mengapresiasi dukungan DPRD Sumbar yang selama ini konsisten membantu KONI, baik dari sisi kebijakan maupun anggaran. Ini menjadi kekuatan besar bagi kami dalam membina atlet dan mempersiapkan ajang-ajang penting,” ungkap Hamdanus. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara KONI dan DPRD merupakan faktor kunci dalam mewujudkan prestasi olahraga Sumatera Barat, baik di tingkat regional maupun nasional. Pertemuan ini sekaligus mempertegas bahwa pembangunan olahraga tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan lintas sektor. Dengan sinergi yang kuat antara KONI Sumbar dan DPRD, diharapkan pembinaan atlet semakin optimal dan mampu melahirkan prestasi membanggakan bagi Sumatera Barat di masa mendatang.
Disparpora Padang Pariaman Bahas Anggaran PORPROV XVI Sumbar Bersama KONI

PADANG PARIAMAN — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) menggelar rapat pembahasan anggaran penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVI Sumatera Barat, Selasa (21/4/2026). Rapat ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan daerah tuan rumah, khususnya terkait dukungan anggaran dan teknis pelaksanaan sejumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan di wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas, Sekretaris, serta jajaran tim Disparpora Padang Pariaman. Dari KONI Sumatera Barat, turut hadir Ketua Organizing Committee (OC) PORPROV XVI, Dr. Septri, S.Si., M.Pd, bersama Anggota Steering Committee (SC), Drs. Fazril Ale, serta Anggota OC, Johannes, S.Or. Selain itu, rapat juga diikuti oleh perwakilan dari tujuh cabang olahraga yang direncanakan akan dipertandingkan di Kabupaten Padang Pariaman. Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada alokasi anggaran, kebutuhan sarana dan prasarana, serta dukungan teknis lainnya guna menjamin kelancaran pelaksanaan PORPROV XVI. Sinergi antara pemerintah daerah dan KONI dinilai menjadi kunci utama dalam menyukseskan ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut. Ketua OC PORPROV XVI, Dr. Septri, menegaskan pentingnya koordinasi yang solid antar pihak. Ia berharap seluruh stakeholder dapat berkolaborasi secara maksimal agar pelaksanaan PORPROV XVI berjalan lancar, sukses, dan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga di Sumatera Barat. Dengan adanya rapat ini, diharapkan seluruh persiapan, terutama dari sisi anggaran, dapat segera dimatangkan sehingga pelaksanaan PORPROV XVI Sumatera Barat di Kabupaten Padang Pariaman dapat berlangsung sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.
Semangat Kartini dalam Denyut Olahraga: Peran Aktif KONI Sumbar Menuju Porprov XVI 2026

PADANG — Semangat Raden Ajeng Kartini kembali hidup dalam peringatan Hari Kartini. Nilai kesetaraan, keberanian, dan kemajuan perempuan terus relevan hingga kini. Di Sumatera Barat, semangat ini tidak hanya hadir dalam pendidikan dan sosial. Namun, juga terasa kuat dalam dunia olahraga melalui peran aktif KONI Sumbar. Hari Kartini bukan sekadar simbol emansipasi. Lebih dari itu, momentum ini membuka ruang prestasi seluas-luasnya, termasuk bagi atlet perempuan. Oleh karena itu, KONI Sumbar terus berkomitmen membina atlet tanpa sekat. Selain itu, pembinaan dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, monitoring dan evaluasi, serta peningkatan kualitas pelatih. Tidak dapat dipungkiri, peran perempuan dalam olahraga Sumbar semakin menonjol. Banyak atlet putri menjadi tulang punggung prestasi daerah. Mereka tampil di berbagai ajang nasional maupun internasional, seperti Zikrha Dwi Putri (medali perak setelah tampil hingga partai final SEA Games 2025), Cory Daria (atlet binaan KONI Sumbar, meraih medali emas pada ajang resmi Kejurnas PB Porserosi Piala Surono) dan lainnya. Dengan demikian, mereka layak disebut sebagai Kartini masa kini yang berjuang melalui disiplin dan kerja keras. Porprov XVI 2026 sebagai Momentum Kebangkitan Di sisi lain, KONI Sumbar tengah mempersiapkan agenda besar. Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat akan digelar pada tahun 2026. Ajang ini memiliki makna penting karena sempat tertunda sekitar delapan tahun. Namun demikian, kondisi tersebut menjadi peluang untuk berbenah. KONI Sumbar bersama pemerintah daerah terus memperkuat sistem pembinaan olahraga. Dengan begitu, Porprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Akan tetapi, juga menjadi simbol kebangkitan olahraga Sumbar. Selanjutnya, berbagai persiapan terus dimatangkan. Mulai dari verifikasi cabang olahraga hingga kesiapan venue. Selain itu, koordinasi lintas daerah juga diperkuat. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama dalam menyukseskan Porprov. Ketua KONI Sumbar menegaskan bahwa Porprov 2026 akan menjadi titik balik prestasi olahraga daerah. Dengan pembinaan yang terarah, atlet Sumbar diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional. Bahkan, mereka ditargetkan menembus level internasional. Sejalan dengan semangat Kartini, KONI Sumbar juga mendorong kesetaraan dalam olahraga. Atlet perempuan diberikan ruang yang sama untuk berkembang. Dengan demikian, olahraga Sumatera Barat menjadi lebih inklusif dan berdaya saing. Akhirnya, momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Seperti Kartini membuka jalan, KONI Sumbar terus melangkah membina atlet. Harapannya, lahir generasi berprestasi sebagai bukti keberhasilan pengelolaan olahraga di Sumatera Barat.
KONI Sumbar Dorong Penguatan Organisasi ABTI untuk Hadapi Agenda Kompetisi Daerah

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola organisasi cabang olahraga, salah satunya melalui dukungan terhadap pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Sumatera Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (19/4/2026) pukul 10.00 hingga 16.00 WIB di Ruang Banggar DPRD Provinsi Sumatera Barat ini mengusung tema “Optimalisasi Pengprov, Pengkab dan Pengkot ABTI Mengikuti Agenda Kompetisi Daerah Sumatera Barat.” Rakerda ABTI Sumbar dibuka langsung oleh Ketua Umum PB ABTI, Zulfydar Zaidar Mochtar, secara virtual melalui Zoom. Sementara itu, kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Umum ABTI Sumatera Barat, Muhayatul, dan dihadiri oleh jajaran pengurus provinsi serta perwakilan dari 16 Pengkab dan Pengkot ABTI se-Sumatera Barat. Kehadiran Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, bersama Kabid Organisasi KONI Sumbar, Syahindra Nurben, menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan organisasi dan pembinaan cabang olahraga bola tangan di daerah. KONI Sumatera Barat memandang Rakerda ini sebagai langkah strategis dalam menyatukan visi dan meningkatkan kesiapan organisasi ABTI di semua tingkatan. Optimalisasi peran Pengprov, Pengkab, dan Pengkot dinilai menjadi kunci dalam menghadapi berbagai agenda kompetisi, termasuk event tingkat provinsi maupun nasional. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya sinergi antar pengurus serta konsistensi dalam pembinaan atlet sejak daerah. Menurutnya, kekuatan olahraga Sumatera Barat sangat ditentukan oleh soliditas organisasi di tingkat bawah. “Rakerda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur organisasi dan memastikan setiap daerah memiliki kesiapan menghadapi kompetisi. KONI Sumbar akan terus mendorong setiap cabang olahraga, termasuk ABTI, untuk aktif, terukur, dan berorientasi pada prestasi,” ujarnya. Melalui forum ini, KONI Sumbar berharap ABTI dapat semakin solid dan mampu mencetak atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat nasional maupun internasional.
KONI Sumbar: Rakerprov Wushu Indonesia Sumbar Perkuat Sinergi Pembinaan Menuju Prestasi dan Porprov 2026

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat menilai pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Pengurus Provinsi Wushu Indonesia (WI) Sumatera Barat sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembinaan atlet dan meningkatkan prestasi olahraga daerah. Rakerprov yang digelar di Padang, Minggu (19/4/2026), mengusung tema “Sinergitas Dalam Pembinaan Atlet untuk Prestasi” dan diikuti oleh 15 Pengurus Cabang (Pengcab) WI kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus. Ketua Umum Pengprov WI Sumbar, Yanisman, menegaskan komitmen organisasi dalam meningkatkan prestasi atlet melalui program pembinaan berkelanjutan, termasuk keikutsertaan dalam kejuaraan nasional, pelaksanaan kejuaraan tingkat provinsi, serta peningkatan kualitas wasit dan juri. “Kami terus berupaya meningkatkan prestasi atlet melalui berbagai program strategis. Pembinaan berkelanjutan menjadi kunci untuk melahirkan atlet berdaya saing,” ujar Yanisman. Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 sebagai momentum evaluasi pembinaan sekaligus ajang melahirkan atlet potensial dari seluruh daerah. “Porprov menjadi tolok ukur hasil pembinaan yang telah dilakukan. Kami siap berkontribusi menyukseskan, baik dari sisi atlet maupun perangkat pertandingan,” tegasnya. KONI Sumbar memandang bahwa pemerataan pembinaan di seluruh kabupaten dan kota merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing atlet. Upaya pemusatan latihan serta program pelatihan berkelanjutan dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi prestasi ke depan. Tren positif juga mulai terlihat dari capaian prestasi wushu Sumbar di tingkat nasional. Pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025 di Jakarta, kontingen Sumbar berhasil meraih dua medali perak dan satu medali perunggu. Terkait Porprov 2026, cabang olahraga wushu direncanakan berpeluang dipertandingkan di Kota Bukittinggi, meskipun penetapan resmi masih menunggu keputusan pemerintah daerah. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan bahwa keberhasilan prestasi tidak terlepas dari tata kelola organisasi yang baik. Ia mengapresiasi Pengprov WI Sumbar yang telah menjalankan organisasi sesuai dengan AD/ART. “Tidak mungkin ada prestasi tanpa organisasi yang dikelola dengan baik. WI Sumbar telah menunjukkan komitmen dan capaian yang positif di tingkat nasional,” ujar Hamdanus. Ia juga memastikan bahwa Porprov Sumbar 2026 tetap akan dilaksanakan meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Hingga saat ini, sudah ada tujuh kepala daerah yang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah sejumlah cabang olahraga. Lebih jauh, Hamdanus menegaskan bahwa Porprov menjadi bagian penting dalam menyiapkan data atlet menuju ajang yang lebih besar, seperti Porwil dan Pra PON 2027, hingga puncaknya Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTB–NTT. “Kita menargetkan masuk 10 besar pada PON 2028 dengan raihan sekitar 20 medali emas. Target ini harus menjadi motivasi bersama,” tegasnya. KONI Sumbar optimistis, melalui sinergi yang kuat antara pengurus, pelatih, dan atlet, prestasi olahraga Sumatera Barat, khususnya cabang olahraga wushu, akan terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Lima Puluh Kota Siap Sukseskan Porprov XVI Sumbar 2026, Fokus Prestasi dan Tuan Rumah Cabor

LIMAPULUH KOTA — Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menegaskan komitmennya untuk menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026, baik dari sisi prestasi maupun kesiapan sebagai tuan rumah cabang olahraga. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, saat menerima kunjungan Ketua KONI Sumbar Hamdanus bersama Ketua Pelaksana Porprov Sumbar, Septri, di rumah dinas bupati, Sabtu (18/4/2026) malam. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum KONI Kabupaten Lima Puluh Kota periode 2025–2029 Taufik Hidayatullah Ihsan, Sekretaris Umum Afri Yunaldi, Kabid Olahraga Farid, serta Riza Rahmawati. Dalam suasana penuh keakraban, Bupati Safni menegaskan bahwa sejak awal pihaknya telah berkomitmen untuk ambil bagian dalam ajang olahraga terbesar di Sumatera Barat tersebut, terlebih setelah Porprov sempat vakum selama delapan tahun. “Kalau tidak ikut Porprov, itu menjadi beban moril bagi kami. Maka saya pastikan Lima Puluh Kota ikut. Kami ingin pesta olahraga ini berjalan sukses,” tegasnya. Meski demikian, Safni mengakui kondisi keuangan daerah saat ini menjadi tantangan, sehingga partisipasi akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran. “Kami tidak memaksakan mengikuti semua cabang olahraga, tetapi akan fokus pada yang benar-benar siap,” ujarnya. Sebagai bentuk keseriusan, Lima Puluh Kota juga menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah untuk beberapa cabang olahraga strategis. “Kami siap menjadi tuan rumah pencak silat dan panahan,” tambah Safni. Sementara itu, Ketua KONI Lima Puluh Kota, Taufik Hidayatullah Ihsan, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap cabang olahraga unggulan yang berpotensi meraih medali. “Kami fokus pada cabor yang punya peluang besar. Dengan keterbatasan anggaran, strategi kami adalah memaksimalkan atlet yang benar-benar siap bersaing,” ujarnya. Ia juga menyebut pembinaan atlet telah berjalan sejak jauh hari dengan intensitas latihan yang terus meningkat. “Semangat atlet sangat tinggi. Sejak awal tahun lalu mereka sudah menunjukkan keseriusan dalam latihan. Ini menjadi modal penting untuk tampil kompetitif di Porprov,” katanya. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menyampaikan bahwa dukungan anggaran dari pemerintah daerah sangat menentukan kesiapan atlet dalam menghadapi kompetisi. “Kalau anggaran tidak siap, atlet bisa saja memilih membela daerah lain. Dukungan kepala daerah sangat penting,” tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya Porprov sebagai bagian dari siklus pembinaan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Menurutnya, vakumnya Porprov dalam beberapa tahun terakhir berdampak pada penurunan prestasi Sumatera Barat. “Porprov adalah fondasi menuju PON. Tanpa itu, pembinaan tidak terukur dan berdampak pada prestasi,” ujarnya. Ketua Pelaksana Porprov Sumbar, Septri, menambahkan bahwa ajang ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga momentum kebangkitan olahraga di Sumatera Barat. “Porprov menjadi sarana evaluasi pembinaan olahraga sekaligus mempererat persatuan antar daerah. Kami berharap seluruh daerah berpartisipasi optimal sesuai kemampuan masing-masing,” katanya. Ia juga menilai kesiapan daerah menjadi tuan rumah cabang olahraga merupakan kontribusi nyata dalam menyukseskan Porprov secara keseluruhan. “Partisipasi sebagai tuan rumah menunjukkan komitmen kuat daerah, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi,” tutupnya.
Ketua KONI Sumbar: Rakor Kodrat Jadi Fondasi Kuat Menuju Target Besar PON 2028

BATUSANGKAR — Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat, Hamdanus, menegaskan bahwa Rapat Koordinasi (Rakor) Pengprov Komite Olahraga Bela Diri Tarung Derajat (Kodrat) Sumbar menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi prestasi olahraga daerah menuju target besar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Rakor yang digelar di Hotel Emersia, Sabtu (18/4/2026), dinilai bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum penting untuk menyatukan visi pembinaan atlet secara terstruktur dan berkelanjutan. Menurut Hamdanus, semangat yang ditunjukkan insan Tarung Derajat Sumbar mencerminkan kesiapan menghadapi tantangan kompetisi ke depan. “Ini bukan hanya soal rapat, tapi bagaimana kita memastikan sistem pembinaan berjalan efektif. Saya melihat semangat luar biasa dari Kodrat Sumbar, dan ini harus dijaga dengan kolaborasi yang kuat antara pengprov, pengcab, hingga pelatih di lapangan,” tegasnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan olahraga tidak ditentukan oleh struktur organisasi semata, melainkan oleh kerja nyata di satuan latihan (satlat). “Yang menentukan prestasi itu bukan hanya pengurus di atas, tapi satlat yang bekerja setiap hari membina atlet. Karena itu, pengcab harus aktif membangun komunikasi dengan KONI, DPRD, dan pemerintah daerah agar pembinaan berjalan optimal,” ujarnya. Lebih jauh, Hamdanus menegaskan bahwa Sumatera Barat telah memasang target ambisius pada Pekan Olahraga Nasional 2028, yakni menembus 10 besar nasional dengan raihan 20 medali emas. Menurutnya, target tersebut bukan hal yang mustahil jika seluruh cabang olahraga serius mempersiapkan diri sejak level daerah. “Target itu harus dimulai dari Porprov. Kalau masih ragu, berarti belum serius. Porprov adalah pintu awal untuk melahirkan atlet-atlet terbaik Sumbar,” katanya. Rakor Kodrat Sumbar sendiri membahas pembagian wilayah pembinaan menjadi tiga zona, yakni timur, barat, dan selatan, sebagai upaya pemerataan dan efektivitas pembinaan atlet. Sementara itu, Ketua Pelaksana Porprov XVI Sumbar 2026, Septri, menyebut bahwa ajang Porprov XVI Sumbar 2026 menjadi momentum kebangkitan olahraga daerah setelah vakum cukup lama. “Porprov ini bukan sekadar event, tapi titik kebangkitan olahraga Sumbar. Kita ingin mencetak atlet yang mampu bersaing di Porwil 2027 hingga PON 2028,” ujarnya. Ia juga memastikan adanya dukungan penuh dari KONI Sumbar dalam hal pembinaan, termasuk untuk cabang olahraga Tarung Derajat. Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026, dengan Kabupaten Padang Pariaman sebagai tuan rumah cabang olahraga Tarung Derajat. Ajang ini diharapkan menjadi batu loncatan menuju prestasi nasional sekaligus mengobati kerinduan masyarakat terhadap perhelatan olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.
Tim Monev KONI Sumbar Pantau Latihan Intensif Atlet PABSI Teluk Nibung, Pembinaan Berjalan Konsisten

TELUK NIBUNG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat terus memastikan kualitas pembinaan atlet berjalan optimal melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev). Kali ini, tim monev KONI Sumbar turun langsung memantau latihan rutin atlet binaan cabang olahraga Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) di Teluk Nibung. Dalam pemantauan tersebut, terlihat aktivitas latihan berlangsung disiplin dan terstruktur di bawah arahan pelatih Fatimah. Sekitar 50 atlet mengikuti sesi latihan yang digelar setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Pelatih Fatimah menjelaskan bahwa program latihan difokuskan pada peningkatan kekuatan, teknik, serta konsistensi performa atlet. Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat dan kedisiplinan sebagai kunci meraih prestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Salah satu atlet unggulan yang menjadi perhatian dalam monev tersebut adalah Haris. Atlet ini dinilai memiliki potensi besar dan perkembangan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir, sehingga diharapkan mampu menjadi andalan Sumatera Barat pada ajang mendatang. Tim monev KONI Sumbar mengapresiasi keseriusan pelatih dan atlet dalam menjalani program pembinaan. Monitoring ini menjadi bagian dari upaya KONI Sumbar untuk memastikan seluruh cabang olahraga berada pada jalur yang tepat dalam persiapan menghadapi agenda kompetisi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Melalui kegiatan monev ini, KONI Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan mengawal pembinaan atlet secara berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
KONI Sumbar Finalisasi Lokasi Venue Porprov XVI 2026, Mayoritas Cabor Sudah Direkomendasikan

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI tahun 2026. Salah satu progres signifikan yang telah dicapai adalah penetapan lokasi venue pertandingan untuk puluhan cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan. Berdasarkan data terbaru per 17 April 2026, mayoritas cabang olahraga telah mendapatkan rekomendasi resmi dari masing-masing Pengurus Provinsi (Pengprov) cabor terkait lokasi pertandingan yang akan digunakan. Dari total cabor yang disiapkan, sebagian besar venue telah dinyatakan “rekomendasi oke”, tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Kota Padang Dominasi Venue Utama Kota Padang menjadi pusat pelaksanaan dengan jumlah venue terbanyak. Sejumlah cabang olahraga seperti atletik, bola basket, futsal, bulutangkis, hingga e-sport akan digelar di ibu kota provinsi tersebut. Selain itu, beberapa cabor lain seperti sambo, gimnastik, dan arung jeram masih dalam tahap proses finalisasi rekomendasi. Dukungan Multi Daerah Tidak hanya terpusat di Padang, Porprov XVI juga akan melibatkan banyak daerah sebagai tuan rumah bersama, di antaranya: Kota Pariaman: sepatu roda, teqball, dan soft tenis Kota Bukittinggi: dance sport, pickleball, tenis meja, dan wushu Kabupaten Kepulauan Mentawai: selancar ombak dan kabaddi Kota Solok: aero sport, angkat besi, taekwondo, dan hapkido Kota Sawahlunto: kempo, bridge, dan MMA Kabupaten Padang Pariaman: sepak bola, aquatik, panjat tebing, hingga judo Kabupaten Tanah Datar: bola voli dan tinju Kabupaten Lima Puluh Kota: pencak silat dan menembak Kabupaten Solok: balap sepeda road race, karate, dan kick boxing Seluruh penunjukan lokasi ini merupakan hasil koordinasi intensif antara KONI Sumbar dan Pengprov masing-masing cabang olahraga guna memastikan kesiapan teknis dan kelayakan venue. Beberapa Cabor Masih Tahap Proses Meski sebagian besar telah direkomendasikan, terdapat beberapa cabang olahraga yang masih dalam tahap proses penilaian, seperti: Sambo Gimnastik Arung Jeram Balap Motor Road Race Binaraga Catur KONI Sumbar menargetkan seluruh venue dapat difinalisasi dalam waktu dekat agar tahapan berikutnya, seperti persiapan teknis dan operasional, dapat berjalan optimal. Ketua OC: Porprov Akan Sukses dan Obati Kerinduan Atlet Ketua Organizing Committee (OC) Porprov XVI Sumbar, Septri, menegaskan bahwa seluruh tahapan persiapan saat ini masih terus berjalan secara bertahap dan terukur. “Proses ini masih berlangsung dan kita pastikan semua berjalan sesuai tahapan. Kami optimistis Porprov XVI tahun 2026 akan terlaksana dengan sukses,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa ajang ini memiliki makna penting bagi para atlet di Sumatera Barat yang sudah cukup lama menantikan kompetisi tingkat provinsi tersebut. “Porprov ini bukan sekadar event, tetapi akan menjadi momentum untuk mengobati kerinduan atlet Sumatera Barat yang sudah lama tidak merasakan atmosfer kompetisi daerah secara besar. Ini menjadi kebangkitan olahraga Sumbar,” tambahnya. Komitmen Sukseskan Porprov XVI KONI Sumbar menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan Porprov XVI 2026 secara profesional, merata, dan berdampak bagi pengembangan olahraga di seluruh daerah. Dengan keterlibatan banyak kabupaten dan kota, Porprov kali ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum pemerataan pembangunan olahraga serta peningkatan ekonomi daerah. Download Data per 17 April 2026