Kapolda Sumbar Dukung Penuh Porprov XVI 2026 dan Program Strategis KONI Sumbar

Padang, KONI Sumbar — Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 serta berbagai program strategis Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan prestasi atlet. Komitmen tersebut disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi jajaran pengurus KONI Sumbar di Mapolda Sumbar, Selasa (7/4/2026). Rombongan dipimpin Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, didampingi Sekretaris Umum Anandya Dipo Pratama serta pengurus lainnya. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Hamdanus menegaskan bahwa pihaknya tengah mematangkan persiapan Porprov XVI yang akan digelar pada 2–14 Oktober 2026. “Porprov ini tidak boleh ditunda lagi. Sudah delapan tahun tidak terlaksana, sehingga berdampak pada pembinaan dan prestasi atlet,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi dukungan Polda Sumbar yang membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk berkarier di kepolisian melalui jalur bintara maupun perwira. Selain itu, KONI Sumbar saat ini tengah menjalankan program Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda besar olahraga, termasuk target meraih sekitar 20 medali emas dan menembus 10 besar nasional pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menyampaikan bahwa organisasi terus berbenah, termasuk melalui digitalisasi data atlet dan sistem pengelolaan keuangan. “Kami sudah mulai menerapkan sistem digitalisasi atlet dan keuangan, serta memberikan uang pembinaan kepada atlet sebagai bentuk dukungan peningkatan prestasi,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Kapolda Gatot Tri Suryanta menegaskan kesiapan institusinya untuk mendukung penuh pelaksanaan Porprov sebagai momentum kebangkitan olahraga di Sumatera Barat. “Kami siap mendukung penuh Porprov XVI Sumbar 2026. Ini momentum penting untuk menghidupkan kembali prestasi olahraga daerah,” ujarnya. Ia juga memastikan dukungan tidak hanya terbatas pada Porprov, tetapi mencakup seluruh program pembinaan atlet dan penyelenggaraan kejuaraan. Namun demikian, Kapolda menyoroti keterbatasan anggaran KONI Sumbar yang dinilai masih minim untuk mencapai target besar. “Dengan anggaran sekitar Rp5 miliar per tahun, tentu menjadi tantangan. Karena itu, KONI perlu mencari sumber pendanaan alternatif,” ungkapnya. Ia mendorong KONI untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN, swasta, dan kalangan pengusaha guna memperkuat dukungan finansial. “Libatkan berbagai pihak. Dengan kolaborasi, target prestasi akan lebih realistis dicapai,” katanya. Kapolda juga menekankan pentingnya menjaga kesejahteraan atlet agar tidak berpindah ke daerah lain. “Potensi atlet Sumbar sangat besar. Harus dijaga dan diperhatikan agar tetap membela daerah,” tegasnya. Sebagai bentuk dukungan konkret, Kapolda juga membuka peluang bagi cabang olahraga untuk menggelar kejuaraan bertajuk “Kapolda Cup” guna meningkatkan frekuensi kompetisi. Dengan sinergi antara KONI, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian, diharapkan pembinaan olahraga di Sumatera Barat semakin kuat dan mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.
Bukittinggi Miliki Lapangan Padel Pertama, KONI Sumbar Dorong Pembinaan Atlet

Bukittinggi, KONI Sumbar — Kota Bukittinggi kini memiliki fasilitas olahraga modern berupa lapangan padel pertama yang diresmikan oleh Koperasi Saudagar Minang Raya di kawasan Makodim 0304/Agam, Sabtu (4/4/2026). Lapangan yang dibangun di atas lahan seluas 1.100 meter persegi ini menelan investasi sekitar Rp2,6 miliar dan diharapkan menjadi pusat aktivitas olahraga baru di daerah tersebut. Peresmian berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Komandan Kodim 0304/Agam Slamet Dwi Santoso serta Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis. Kegiatan ditandai dengan pertandingan perdana yang melibatkan unsur pemerintah daerah, investor, dan pengurus KSMR. Slamet Dwi Santoso mengapresiasi pembangunan fasilitas tersebut sebagai langkah strategis dalam mendukung pengembangan olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. “Kehadiran lapangan padel ini melengkapi fasilitas olahraga yang sudah ada, termasuk mini soccer. Ke depan kawasan ini berpotensi menjadi pusat olahraga terpadu,” ujarnya. Pemerintah Kota Bukittinggi juga menyatakan dukungan penuh. Ibnu Asis menilai fasilitas berstandar nasional ini membuka peluang kolaborasi antara pemerintah dan swasta, khususnya dalam pembinaan atlet dan penyelenggaraan event olahraga. “Ini peluang besar untuk mengembangkan sport tourism di Bukittinggi sekaligus meningkatkan kualitas olahraga,” katanya. Dukungan juga datang dari Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat. Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyebut kehadiran lapangan padel menjadi momentum penting dalam pengembangan cabang olahraga baru di Sumatera Barat. “Kami sangat mendukung. Dengan adanya fasilitas ini, pembinaan atlet bisa segera dimulai dan ke depan diharapkan lahir atlet padel berprestasi dari Sumbar,” ujarnya. Hamdanus juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu Surat Keputusan kepengurusan organisasi padel di tingkat provinsi sebagai dasar legalitas pengembangan olahraga tersebut. Sementara itu, investor lapangan dari Saudagar Minang Raya, Dasriel, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas ini tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga sebagai wadah aktivitas positif bagi generasi muda. Ketua KSMR, Syahrudin, menambahkan bahwa fasilitas ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan olahraga terpadu yang sebelumnya telah memiliki lapangan mini soccer. “Ini lapangan padel pertama di Bukittinggi. Kami berharap dapat menjadi pusat olahraga baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya. Padel sendiri merupakan olahraga raket yang menggabungkan unsur tenis dan squash, dimainkan secara ganda di lapangan yang lebih kecil dan dikelilingi dinding kaca. Olahraga ini relatif mudah dipelajari sehingga berkembang pesat di berbagai negara dan mulai diminati di Indonesia. Dengan hadirnya lapangan padel ini, Bukittinggi dinilai memiliki peluang besar mengembangkan sport tourism berbasis olahraga modern yang dipadukan dengan potensi wisata alam dan budaya yang dimiliki.
Hamdanus Buka Turnamen Sepak Takraw Ermizen Cup 2026 di Pesisir Selatan

Pesisir Selatan, KONI Sumbar — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus, secara resmi membuka turnamen sepak takraw Ermizen Cup 2026 yang digelar di Lapangan Mini Barung-Barung Balantai, Kabupaten Pesisir Selatan. Turnamen berskala nasional ini berlangsung meriah dengan diikuti 16 klub dari berbagai provinsi di Indonesia, di antaranya Aceh, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, serta Sumatera Barat sebagai tuan rumah. Ketua panitia pelaksana, Niofrianto, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara maksimal demi menjamin kelancaran pelaksanaan turnamen. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Sementara itu, Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Ermizen, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari program Pokok Pikiran (Pokir) yang bertujuan untuk meningkatkan pembinaan dan pengembangan olahraga sepak takraw, baik di Sumatera Barat maupun secara nasional. Menurutnya, penyelenggaraan turnamen ini didukung anggaran sekitar Rp43 juta, yang dialokasikan untuk mendukung kelancaran kompetisi sekaligus peningkatan kualitas pembinaan atlet. Dalam sambutannya, Hamdanus menegaskan bahwa turnamen ini menjadi momentum strategis dalam menjaring bibit-bibit atlet potensial di cabang olahraga sepak takraw. “Melalui turnamen ini, kita berharap lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya. Turnamen Ermizen Cup 2026 memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah, dengan rincian juara pertama sebesar Rp20 juta, juara kedua Rp15 juta, dan juara ketiga Rp8 juta. Besaran hadiah tersebut diharapkan mampu memotivasi peserta untuk tampil maksimal dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Ketua KONI Pesisir Selatan, M. Adli, beserta jajaran, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga di daerah. Penyelenggaraan Ermizen Cup 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pembinaan sepak takraw serta melahirkan atlet-atlet unggulan yang dapat mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional.
Pemko Solok Perkuat Komitmen Pembinaan Atlet Jelang Porprov XVI Sumbar 2026

Solok, KONI Sumbar — Pemerintah Kota Solok menggelar kegiatan buka puasa bersama atlet dan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Solok di rumah dinas wali kota, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen pembinaan olahraga sekaligus kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Hamdanus, bersama jajaran pengurus, Ketua KONI Kota Solok Rudi Horizon, serta para atlet dari berbagai cabang olahraga. Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan KONI Sumbar yang dinilai menjadi motivasi besar bagi insan olahraga di daerahnya. “Kehadiran Ketua KONI Sumbar menjadi kebanggaan sekaligus penyemangat bagi atlet dan pengurus olahraga di Kota Solok,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Kota Solok telah melakukan berbagai persiapan sejak dini untuk menghadapi Porprov 2026. Menurutnya, ajang tersebut merupakan panggung penting bagi atlet untuk membuktikan hasil pembinaan dan latihan yang telah dijalani. “Porprov adalah momentum pembuktian bagi atlet. Kami berkomitmen mendukung pembinaan olahraga secara maksimal, termasuk kesiapan sebagai tuan rumah,” katanya. Selain fokus pada olahraga, Pemerintah Kota Solok juga menunjukkan perhatian terhadap masa depan generasi muda melalui program pendidikan, seperti penyediaan bimbingan belajar gratis bagi pelajar yang ingin melanjutkan ke sekolah kedinasan. Sementara itu, Ketua KONI Kota Solok, Rudi Horizon, mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah cabang olahraga unggulan untuk menghadapi Porprov mendatang. Sedikitnya terdapat 12 cabang olahraga yang menjadi andalan, di antaranya hapkido, taekwondo, tenis lapangan, renang, atletik, pencak silat, muaythai, gulat, soft tenis, paralayang, angkat berat, dan angkat besi. “Kami optimistis dengan persiapan yang matang, target menembus lima besar pada Porprov Sumbar 2026 dapat tercapai,” ujarnya. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, dalam arahannya menyampaikan bahwa Porprov XVI Sumbar akan digelar pada 2–14 Oktober 2026 dengan sistem tuan rumah bersama di beberapa kabupaten dan kota, termasuk Kota Solok. “Kota Solok merupakan salah satu daerah yang diperhitungkan, baik sebagai tuan rumah maupun dari sisi prestasi,” katanya. Ia menambahkan, Porprov bukan sekadar ajang kompetisi daerah, tetapi juga menjadi pintu awal bagi atlet untuk melangkah ke level yang lebih tinggi, seperti Porwil, Pra PON 2027, hingga PON 2028. “Jadikan Porprov sebagai panggung awal untuk menunjukkan kualitas dan membuka jalan menuju prestasi nasional bahkan internasional,” tegasnya. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga, Kota Solok diharapkan mampu meraih prestasi optimal sekaligus sukses sebagai tuan rumah dalam gelaran Porprov XVI Sumatera Barat 2026.
KONI Sumbar Jajaki Kerja Sama dengan SPH dan STIKes Siteba untuk Perkuat Layanan Kesehatan Atlet

Padang, KONI Sumbar — Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat menjajaki kerja sama strategis dengan Semen Padang Hospital dan STIKes Siteba Padang dalam rangka memperkuat layanan kesehatan olahraga sekaligus mendukung peningkatan prestasi atlet Sumatera Barat. Penjajakan tersebut berlangsung saat kedua institusi melakukan kunjungan ke kantor KONI Sumbar pada Jumat (13/3/2026). Rombongan SPH hadir pada pagi hari dipimpin oleh Dilla Putri Ellysa bersama jajaran manajemen. Sementara itu, rombongan STIKes Siteba Padang datang pada siang hari yang diwakili oleh Intan Harared, didampingi Alia de Fahreza serta Indah Putri Nuarye. Kedatangan kedua rombongan disambut langsung oleh Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, bersama jajaran pengurus. Dalam pertemuan tersebut, Dilla Putri Ellysa menjelaskan bahwa SPH memiliki pengalaman dalam penanganan cedera, termasuk bagi atlet profesional seperti pemain Semen Padang FC. SPH juga telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam penanganan risiko kecelakaan kerja. “Kami siap mendukung KONI Sumbar melalui layanan kesehatan olahraga secara menyeluruh, mulai dari edukasi, pencegahan cedera, penanganan hingga proses pemulihan atlet,” ujarnya. Sementara itu, Intan Harared menyampaikan bahwa STIKes Siteba Padang ingin berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan atlet sekaligus membuka ruang praktik bagi mahasiswa. “Kerja sama ini penting tidak hanya untuk mendukung kesehatan atlet, tetapi juga memberikan pengalaman klinik olahraga bagi mahasiswa fisioterapi serta pengembangan riset di bidang olahraga,” jelasnya. Ia menambahkan, STIKes Siteba merupakan salah satu perguruan tinggi di Padang yang memiliki program studi fisioterapi, sehingga kolaborasi ini diharapkan memberi dampak akademik sekaligus kontribusi nyata bagi dunia olahraga daerah. Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, menyambut positif inisiatif kerja sama tersebut. Menurutnya, aspek kesehatan menjadi faktor krusial dalam pembinaan atlet menuju prestasi optimal. “Kami sangat terbuka untuk kolaborasi ini. Kesehatan atlet adalah fondasi utama dalam meraih prestasi. Dengan dukungan SPH dan STIKes Siteba, kami berharap sistem penanganan dan pencegahan cedera atlet di Sumatera Barat semakin kuat,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan disusun dokumen kerja sama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), termasuk merancang program dan skema dukungan yang akan dijalankan. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan prestasi atlet Sumatera Barat melalui penguatan layanan kesehatan olahraga, pendampingan medis saat latihan dan pertandingan, serta edukasi pencegahan cedera secara berkelanjutan.
KONI Sumbar Dukung Atlet Taekwondo Ikuti Seleksi Bintara Polri

Padang, KONI Sumbar — Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat menyerahkan surat rekomendasi kepada tiga atlet taekwondo sebagai salah satu persyaratan mengikuti seleksi calon Bintara Kepolisian Negara Republik Indonesia. Penyerahan dilakukan di kantor KONI Sumbar, Jumat (27/3/2026). Ketiga atlet tersebut adalah Jordi Yunior Marta, Latifa Bayana Insan Kamila Rosa, dan Shahira Asyfa Ramadhani. Mereka merupakan atlet berprestasi yang selama ini aktif mengharumkan nama daerah di cabang olahraga taekwondo, sekaligus dikenal memiliki disiplin dan dedikasi tinggi. Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyampaikan bahwa rekomendasi ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi atlet yang ingin melanjutkan pengabdian melalui institusi kepolisian. “Kami tentu sangat mendukung langkah para atlet ini. Prestasi dan karakter yang mereka miliki di dunia olahraga diharapkan menjadi nilai tambah dalam proses seleksi Bintara Polri,” ujarnya. Menurut Hamdanus, pemberian rekomendasi juga menjadi bagian dari komitmen KONI Sumbar dalam memperhatikan masa depan atlet, tidak hanya dari sisi prestasi, tetapi juga aspek kesejahteraan dan karier. “Kami ingin atlet memiliki masa depan yang jelas, baik di bidang olahraga maupun profesi lainnya. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam mendukung perjalanan mereka,” tegasnya. Ia juga berharap ketiga atlet tersebut dapat melalui seluruh tahapan seleksi dengan baik dan berhasil menjadi bagian dari Polri, sekaligus tetap membawa semangat sportivitas dalam menjalankan tugas. “Semoga mereka sukses dan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, bahwa atlet juga memiliki peluang berkarier di berbagai bidang, termasuk di kepolisian,” tambahnya. Langkah ini menegaskan peran KONI Sumbar tidak hanya dalam mencetak prestasi olahraga, tetapi juga dalam membuka peluang masa depan bagi para atlet agar dapat berkontribusi lebih luas di tengah masyarakat.
Bupati Padang Pariaman Targetkan Juara Porprov Sumbar 2026, Tegaskan KONI Harus Lahirkan Prestasi

Target Juara Porprov 2026 PARIK MALINTANG – Bupati Padang Pariaman John Kenedy Aziz (JKA) menargetkan daerahnya meraih prestasi tertinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat yang akan digelar pada 2–14 Oktober 2026. Target tersebut disampaikan JKA saat pelantikan pengurus KONI Kabupaten Padang Pariaman, Senin (16/3/2026). Di hadapan pengurus baru dan insan olahraga, JKA menyampaikan harapan besar terhadap masa depan olahraga daerah. “Saya ingin Padang Pariaman juara,” tegasnya. Ia bahkan mengulang kalimat tersebut hingga tiga kali. Hal itu menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong prestasi olahraga. Menurut JKA, kepengurusan KONI harus bekerja cepat setelah dilantik. Ia tidak ingin organisasi olahraga hanya kuat dalam seremoni, tetapi lemah dalam prestasi. “Sehebat apa pun seremoninya, tanpa juara tidak ada artinya. KONI itu identik dengan juara,” ujarnya. Pembinaan Atlet Harus Jadi Prioritas Bupati menegaskan bahwa pembinaan atlet harus menjadi fokus utama kepengurusan baru. Prestasi olahraga, menurutnya, tidak bisa dicapai secara instan. Karena itu, KONI diminta menyusun strategi pembinaan yang jelas dan berkelanjutan. Ia juga mengingatkan pentingnya regenerasi atlet sejak usia dini. Tanpa kaderisasi yang baik, prestasi olahraga akan sulit berkembang. “Jangan sampai atlet Padang Pariaman tidak membela Padang Pariaman. Perhatikan kesejahteraan mereka,” kata JKA. Menurutnya, perhatian terhadap atlet sangat penting. Atlet yang sejahtera akan lebih fokus dalam berlatih dan bertanding. Anggaran Harus Transparan Selain pembinaan atlet, JKA juga menyoroti pengelolaan anggaran organisasi olahraga. Ia meminta pengurus KONI menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Pemerintah daerah, kata dia, harus yakin bahwa anggaran yang diberikan benar-benar berdampak pada prestasi. Namun demikian, JKA juga mendorong KONI untuk tidak hanya bergantung pada dana APBD. “KONI juga harus pandai mencari dukungan dari luar. Banyak masyarakat Padang Pariaman yang cinta olahraga,” ujarnya. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai pihak dapat memperkuat pembinaan olahraga daerah. Padang Pariaman Siap Jadi Tuan Rumah Ketua KONI Kabupaten Padang Pariaman Asmadi mengatakan kepengurusan baru memiliki tugas besar menjelang Porprov Sumatera Barat 2026. Padang Pariaman telah mengusulkan diri sebagai tuan rumah untuk tujuh cabang olahraga. Karena itu, seluruh pengurus cabang olahraga diminta memperkuat koordinasi. “KONI adalah rumah besar insan olahraga Padang Pariaman. Kita ingin melahirkan juara baru,” kata Asmadi. Selain itu, KONI juga berencana menggelar Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab). Kegiatan ini menjadi ajang penjaringan atlet potensial. Porkab akan dilaksanakan di sela-sela rangkaian Porprov 2026. Dukungan Pemerintah Daerah Dinilai Penting Ketua KONI Sumatera Barat Hamdanus menilai dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam pembinaan olahraga. Ia mengapresiasi kehadiran Bupati dan pimpinan DPRD dalam pelantikan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan KONI akan menentukan keberhasilan pembinaan atlet. “Kami sangat mengapresiasi dukungan kepala daerah. Dukungan itu sangat menentukan,” ujar Hamdanus. Ia menambahkan, keberhasilan dalam Porprov tidak hanya dilihat dari prestasi atlet. Kesiapan daerah sebagai tuan rumah juga menjadi faktor penting. Padang Pariaman, menurutnya, memiliki peluang besar untuk sukses di Porprov 2026. “Kami optimistis jika semua pihak bersatu, Padang Pariaman bisa meraih hasil terbaik,” katanya.
KONI Sumbar Tindaklanjuti Hasil Monev Pelatprov

PADANG, – Komite Olahraga Nasional Indonesia Sumatera Barat (KONI Sumbar) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) sebagai bagian dari persiapan atlet menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan. Monitoring dilakukan dengan turun langsung ke sejumlah lokasi latihan untuk melihat pelaksanaan program pembinaan yang tetap berjalan selama bulan Ramadan. Saat ini program Pelatprov KONI Sumbar melibatkan 153 atlet dan 50 pelatih yang terbagi dalam empat kategori pembinaan, yaitu andalan, prioritas, potensial, dan binaan khusus. Untuk memaksimalkan evaluasi, tim monitoring dibagi menjadi tiga kelompok sesuai karakter cabang olahraga, yakni tim cabang olahraga bela diri, olahraga terukur/akurasi, serta olahraga permainan. Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr. Septri, mengatakan kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan program latihan tetap berjalan optimal meski atlet menjalani latihan di tengah bulan puasa. “Tim monev sudah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi latihan para atlet selama Ramadan. Dari pemantauan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dilakukan penyesuaian agar program latihan tetap berjalan maksimal,” ujar Septri. Menurutnya, hasil monitoring tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui penyusunan regulasi dan langkah teknis agar proses latihan lebih efektif. “Kita akan menyiapkan regulasi dan langkah-langkah penyesuaian dari hasil evaluasi di lapangan. Harapannya, pada bulan depan seluruh penyesuaian ini sudah bisa diterapkan dengan baik,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Dr. Risky Syahputra, menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dari sistem pembinaan atlet. Menurutnya, evaluasi ini menjadi dasar bagi KONI Sumbar untuk menyesuaikan program latihan, baik dari sisi metode, jadwal latihan, hingga kondisi fisik atlet selama Ramadan. “Monitoring ini menjadi bahan evaluasi untuk memastikan program latihan tetap berjalan efektif. Kita ingin seluruh atlet Pelatda tetap berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai agenda kompetisi,” kata Risky. Risky menambahkan, hasil monitoring tersebut akan menjadi acuan bagi KONI Sumbar dalam memperkuat sistem pembinaan agar target prestasi olahraga Sumatera Barat dapat tercapai.
Empat Daerah Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Porprov XVI Sumbar 2026, Antusiasme Terus Meningkat

Solok, KONI Sumbar — Antusiasme pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Barat untuk menjadi tuan rumah cabang olahraga pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 terus menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan Maret 2026, sedikitnya empat daerah telah resmi menyerahkan surat rekomendasi kepala daerah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Barat. Keempat daerah tersebut yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Solok. Penyerahan terbaru datang dari Pemerintah Kota Solok. Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, secara langsung menyerahkan surat permohonan kepada Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, dalam kegiatan buka puasa bersama Pemko Solok, KONI, dan para atlet di rumah dinas wali kota, Sabtu (14/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ramadhani menegaskan komitmen daerahnya untuk ikut menyukseskan Porprov dengan menjadi tuan rumah beberapa cabang olahraga. “Ini merupakan bentuk keseriusan kami untuk berpartisipasi dan menjadi tuan rumah cabang olahraga Porprov XVI Sumbar 2026,” ujarnya. Berdasarkan surat resmi yang disampaikan, Kota Solok mengajukan diri menjadi tuan rumah untuk tiga cabang olahraga, yakni aero sport, angkat besi, dan angkat berat. Pemerintah Kota Solok optimistis kesiapan fasilitas serta dukungan penuh pemerintah daerah menjadi modal utama dalam menyukseskan penyelenggaraan. Selain mendorong prestasi olahraga, peran sebagai tuan rumah juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga. Sebelumnya, Kabupaten Kepulauan Mentawai telah lebih dulu mengajukan diri sebagai tuan rumah cabang olahraga selancar ombak dan kabaddi. Mentawai dinilai memiliki keunggulan alam sebagai salah satu destinasi surfing terbaik dunia. Sementara itu, Kabupaten Pasaman Barat mengusulkan cabang olahraga grass track, yang memiliki basis komunitas dan penggemar yang cukup kuat di daerah tersebut. Dari Kabupaten Padang Pariaman, surat kesiapan ditandatangani langsung oleh Bupati John Kenedy Aziz. Daerah ini mengajukan diri sebagai tuan rumah untuk tujuh cabang olahraga, yaitu renang (aquatic), sepak bola, judo, tarung derajat, panjat tebing, cricket, dan woodball—jumlah terbanyak dibandingkan daerah lainnya. Tujuh Daerah Lain Masih Ditunggu Ketua Panitia Porprov XVI Sumbar, Septri, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu surat resmi dari tujuh daerah lain yang sebelumnya telah menyatakan minat. Ketujuh daerah tersebut adalah Kota Padang, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Pesisir Selatan. “Antusiasme daerah sangat tinggi dan ini menjadi indikator kuat dukungan terhadap Porprov XVI Sumbar 2026. Namun kami masih menunggu kelengkapan administrasi dari daerah lainnya,” ujar Septri. Panitia memberikan batas waktu hingga pekan depan bagi daerah-daerah tersebut untuk menyerahkan surat resmi kesiapan menjadi tuan rumah cabang olahraga. Sementara itu, Hamdanus mengapresiasi keseriusan pemerintah daerah yang telah mengajukan diri. Ia menilai partisipasi aktif daerah menjadi kunci sukses penyelenggaraan sekaligus mendorong pemerataan pembinaan olahraga di Sumatera Barat. “Ini adalah bentuk komitmen bersama dalam memajukan olahraga daerah. Semakin banyak daerah terlibat, semakin besar peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penetapan resmi tuan rumah cabang olahraga akan diputuskan melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) yang melibatkan pemerintah daerah serta pengurus provinsi cabang olahraga. Porprov XVI Sumatera Barat 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026 dan diperkirakan akan melibatkan ribuan atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Dengan meningkatnya minat daerah untuk menjadi tuan rumah, diharapkan pelaksanaan Porprov kali ini dapat berlangsung lebih merata, kompetitif, serta mampu melahirkan atlet-atlet terbaik untuk mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat nasional.
KONI Sumbar dan Dispora Perkuat Koordinasi, Persiapan Porprov XVI 2026 Kian Matang

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat (Dispora) terus memperkuat sinergi dalam mematangkan persiapan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat XVI 2026. Hal ini ditandai dengan digelarnya pertemuan koordinasi lanjutan di Kantor Dispora Sumbar, Kamis (12/3/2026). Rapat tersebut dipimpin Kepala Dispora Sumbar, Mahdianur Musa, yang didampingi jajaran pejabat terkait. Dari KONI Sumbar hadir Ketua Umum Hamdanus, Ketua Pelaksana Porprov Septri, serta Sekretaris KONI Sumbar Risky Syahputra. Pertemuan ini difokuskan pada percepatan berbagai aspek strategis menjelang pelaksanaan Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Mahdianur Musa menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung penuh suksesnya pelaksanaan ajang olahraga terbesar di tingkat daerah tersebut. Menurutnya, Porprov tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga sarana penting dalam memperkuat pembinaan atlet sekaligus mempererat kebersamaan antar daerah di Sumatera Barat. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang berkelanjutan antara Dispora dan KONI agar seluruh tahapan persiapan berjalan tepat waktu. “Kita ingin semua aspek, mulai dari kesiapan venue, teknis pertandingan, hingga dukungan anggaran dan administrasi, dapat dituntaskan lebih awal sehingga pelaksanaan berjalan maksimal,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyebutkan bahwa pihaknya terus melakukan sinkronisasi dengan Dispora terkait kebutuhan teknis dan kesiapan daerah peserta. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan seluruh elemen pendukung Porprov telah siap jauh sebelum pelaksanaan dimulai. “Porprov ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk menjaring atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat,” katanya. Ia menambahkan, hasil dari Porprov XVI nantinya diharapkan mampu menjadi dasar pembinaan atlet menuju ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON). Ketua Pelaksana Porprov, Septri, turut menyampaikan bahwa panitia terus melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak, termasuk cabang olahraga dan pemerintah daerah. “Seluruh persiapan terus kita kebut, baik dari sisi teknis pertandingan, perangkat pertandingan, hingga koordinasi dengan daerah peserta. Targetnya, semua cabang olahraga dapat dipertandingkan sesuai jadwal,” ujarnya. Sebagai informasi, Porprov XVI Sumatera Barat menjadi ajang yang sangat dinantikan setelah sempat vakum selama delapan tahun, dengan penyelenggaraan terakhir pada 2018. Selain menjadi barometer pembinaan olahraga daerah, ajang ini juga menjadi pintu awal bagi atlet menuju level kompetisi nasional.