Musornaslub KONI Tetapkan Banten–Lampung Tuan Rumah PON XXIII Tahun 2032, KONI Sumbar Siap Tingkatkan Prestasi

Jakarta – Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI Pusat yang berlangsung pada 21–22 Mei 2026 di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jakarta, resmi menetapkan Provinsi Banten dan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII Tahun 2032. Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda strategis yang dibahas dan disepakati dalam forum yang dihadiri pengurus KONI provinsi dari seluruh Indonesia. Dari Sumatera Barat, kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, Sekretaris Umum Anandya Dipo Pratama, serta Wakil Ketua Umum Dolla Indra. Penetapan Banten dan Lampung sebagai penyelenggara pesta olahraga terbesar di Indonesia itu diharapkan mampu menghadirkan penyelenggaraan PON yang berkualitas, sekaligus menjadi momentum percepatan pembangunan olahraga nasional melalui peningkatan sarana dan prasarana, pembinaan atlet, serta penguatan ekosistem olahraga di daerah. Hamdanus menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi Lampung, serta KONI kedua daerah yang telah mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032. “Selamat kepada Banten dan Lampung yang telah ditetapkan sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032. Ini merupakan amanah besar sekaligus kesempatan untuk menunjukkan kemampuan daerah dalam menyelenggarakan event olahraga nasional yang berkualitas dan berkesan,” ujar Hamdanus. Menurutnya, penetapan tuan rumah PON 2032 juga menjadi motivasi bagi seluruh daerah, termasuk Sumatera Barat, untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga prestasi secara berkelanjutan. “Bagi KONI Sumbar, keputusan ini menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik lagi. Pembinaan atlet harus semakin terukur, sistematis, dan berorientasi pada prestasi. Kami ingin memastikan atlet-atlet Sumatera Barat mampu bersaing di tingkat nasional dan memberikan hasil terbaik pada ajang-ajang multi event mendatang,” katanya. Hamdanus menambahkan bahwa KONI Sumbar saat ini tengah mempersiapkan berbagai program pembinaan menuju agenda olahraga nasional mendatang, termasuk optimalisasi pelaksanaan Porprov Sumatera Barat sebagai sarana penjaringan atlet potensial dari seluruh kabupaten dan kota. “Semangat yang ditunjukkan daerah-daerah dalam mempersiapkan diri menjadi tuan rumah PON harus menjadi inspirasi bagi kita semua. KONI Sumbar berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan, tata kelola organisasi, serta dukungan terhadap atlet agar prestasi olahraga Sumatera Barat terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional,” tegasnya. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menilai keputusan Musornaslub tersebut menjadi momentum bagi seluruh daerah untuk memperkuat sistem pembinaan atlet sejak usia dini. “Persaingan olahraga nasional akan semakin kompetitif. Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang, berbasis data, dan didukung program latihan yang berkelanjutan. KONI Sumbar terus mendorong penguatan pembinaan di setiap cabang olahraga agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap mengharumkan nama daerah,” ujarnya. Dengan telah ditetapkannya Banten dan Lampung sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032, perhatian insan olahraga Indonesia kini mulai tertuju pada berbagai persiapan yang akan dilakukan kedua provinsi tersebut guna menyukseskan penyelenggaraan pesta olahraga nasional empat tahunan tersebut.
Hadiri Rakernas KONI 2026, KONI Sumbar Siap Perkuat Pembinaan Atlet dan Sukseskan Porprov

Jakarta, 22 Mei 2026 — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Tahun 2026 di Jakarta pada 21–22 Mei 2026 dengan mengusung tema “PON sebagai Program Strategis Nasional Mewujudkan Sasaran Asta Cita Bidang Olahraga.” Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah pembinaan olahraga prestasi nasional sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, KONI, induk cabang olahraga, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga di Indonesia. Rakernas KONI 2026 turut dihadiri jajaran pengurus KONI Provinsi Sumatera Barat yang terdiri dari Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, Sekretaris Umum Anandya Dipo Pratama, dan Wakil Ketua Umum KONI Sumbar Dolla Indra. Kehadiran delegasi Sumatera Barat menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung program strategis olahraga nasional sekaligus memperkuat koordinasi pembinaan olahraga prestasi di Ranah Minang. Dalam sambutannya, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa KONI merupakan mitra penting pemerintah dalam membangun dan mengembangkan olahraga nasional. Menurutnya, keberhasilan pembinaan olahraga tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi yang kuat dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi olahraga, serta masyarakat. “KONI memiliki peran strategis dalam pembinaan olahraga prestasi. Seluruh tugas pembinaan olahraga harus mendapatkan dukungan yang luas, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ujar Taufik Hidayat. Ia menambahkan bahwa investasi di bidang olahraga bukan hanya bertujuan mencetak prestasi, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan karakter bangsa, peningkatan kesehatan masyarakat, serta penguatan persatuan dan kesatuan nasional. “Olahraga adalah investasi karakter bangsa. Melalui olahraga kita membangun generasi yang sehat, berintegritas, disiplin, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” tambahnya. Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Marciano Norman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan dan pengembangan olahraga nasional. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas seluruh insan olahraga dalam menghadapi berbagai tantangan pembinaan prestasi ke depan. Marciano Norman menegaskan bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan Program Strategis Nasional yang memiliki peran penting dalam mewujudkan sasaran Asta Cita bidang olahraga. Menurutnya, PON bukan sekadar ajang kompetisi olahraga multievent terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan olahraga nasional yang mampu mendorong pembinaan atlet secara berjenjang, pemerataan prestasi olahraga daerah, serta penguatan ekosistem olahraga Indonesia. “PON sebagai Program Strategis Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas sumber daya olahraga, serta mewujudkan target pembangunan olahraga nasional yang selaras dengan Asta Cita,” tegas Marciano Norman. Menanggapi pelaksanaan Rakernas tersebut, Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyatakan bahwa berbagai agenda dan kebijakan yang dibahas dalam Rakernas menjadi motivasi bagi seluruh insan olahraga Sumatera Barat untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi atlet daerah. “Rakernas ini memberikan arah yang jelas bagi daerah dalam menyiapkan sistem pembinaan yang lebih terukur dan berkelanjutan. Semangat yang dibangun dalam Rakernas harus kita bawa ke Sumatera Barat untuk memperkuat kolaborasi antara KONI, cabang olahraga, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga,” ujar Hamdanus. Menurutnya, momentum Rakernas juga semakin menambah optimisme Sumatera Barat dalam menyongsong pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar mendatang sebagai wadah pembinaan dan pencarian bibit atlet potensial yang akan menjadi tulang punggung prestasi daerah di tingkat nasional. “Porprov harus menjadi momentum kebangkitan olahraga Sumatera Barat. Melalui ajang ini kita ingin melahirkan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota yang nantinya mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menegaskan bahwa penguatan pembinaan atlet menjadi fokus utama KONI Sumbar dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, keberhasilan prestasi olahraga tidak terlepas dari sistem pembinaan yang konsisten, terukur, dan berbasis data. “Rakernas memberikan banyak masukan terkait tata kelola organisasi dan pembinaan prestasi. KONI Sumbar terus mendorong pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih, serta penguatan sport science agar atlet-atlet Sumatera Barat memiliki daya saing yang lebih tinggi,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara KONI kabupaten/kota, pengurus cabang olahraga, sekolah, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Selain membahas berbagai program strategis dan arah kebijakan pembinaan olahraga prestasi nasional, Rakernas KONI 2026 juga menjadi ajang penghargaan bagi insan olahraga yang telah memberikan kontribusi luar biasa terhadap kemajuan olahraga Indonesia. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, KONI Pusat menyerahkan KONI Award kepada atlet-atlet berprestasi, pelatih berprestasi, KONI provinsi berprestasi, serta berbagai insan olahraga yang dinilai berjasa dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga nasional. Melalui Rakernas KONI 2026, diharapkan terbangun kesamaan visi dan langkah seluruh pemangku kepentingan olahraga dalam memperkuat sistem pembinaan olahraga prestasi yang berkelanjutan. Bagi Sumatera Barat, keikutsertaan dalam Rakernas menjadi momentum penting untuk menyerap berbagai kebijakan strategis nasional sekaligus memperkuat persiapan menghadapi agenda olahraga daerah maupun nasional di masa mendatang.
KONI Sumbar Pantau Intensif Pembinaan Balap Sepeda, Fokus Tingkatkan Endurance Atlet Muda

PADANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat terus memperkuat pengawasan dan pembinaan atlet melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) cabang olahraga balap sepeda. Kegiatan monev tersebut dilaksanakan pada Jumat, 14 Mei 2026, terhadap program latihan endurance atlet muda binaan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sumbar bersama tim pelatih Indonesia Cycling Federation (ICF). Tim pemonev KONI Sumbar yang terdiri dari Irwan Rusda dan Ria Afrianis meninjau langsung pelaksanaan latihan jarak jauh yang menjadi bagian dari peningkatan performa atlet. Pelatih utama, Varian didampingi asisten pelatih Rafki menjelaskan bahwa program latihan kali ini difokuskan pada peningkatan endurance atau daya tahan kardiovaskular dan kekuatan otot atlet. “Latihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan fisik atlet dalam menghadapi persaingan. Endurance menjadi fondasi penting bagi atlet balap sepeda,” ujar Varian. Dalam kegiatan tersebut, para atlet menjalani latihan dengan rute Padang–Payakumbuh–Singkarak sejauh sekitar 145 kilometer. Sebanyak enam atlet memulai perjalanan dari Padang, sementara dua atlet lainnya bergabung dari Bukittinggi. Seluruh rangkaian latihan ditempuh dalam satu hari perjalanan dan dilanjutkan kembali menuju Padang pada Minggu melalui rute Singkarak–Padang. Sebelumnya, para atlet juga telah menjalani tes endurance dengan rute Padang–Pariaman–Padang sejauh 80 kilometer. Catatan waktu tempuh mencapai sekitar tiga jam, termasuk waktu 18 menit untuk lintasan Al Hakim menuju Lantamal. KONI Sumbar menilai progres latihan menunjukkan perkembangan positif, terutama karena mayoritas atlet masih berada pada usia pembinaan. Atlet tertua berusia 19 tahun, sementara atlet termuda baru berusia 15 tahun. Salah satu atlet yang mendapat perhatian dalam monev tersebut adalah Ade Maisya asal Pengcab Tanah Datar yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di level lebih tinggi. Melalui program pembinaan yang terukur dan pengawasan rutin, KONI Sumbar berharap cabang olahraga balap sepeda mampu melahirkan atlet-atlet tangguh yang siap mengharumkan nama Sumatera Barat pada berbagai ajang nasional mendatang.
Porprov Sumbar 2026 Digelar Oktober, Delapan Daerah Siap Jadi Tuan Rumah

PADANG — Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat dipastikan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026. Kepastian tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi yang digelar KONI Sumbar bersama KONI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat di UNP Hotel and Convention Center, Padang, Sabtu (9/5/2026). Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menyebut seluruh peserta rapat telah menyatakan komitmen untuk menyukseskan Porprov sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Menurutnya, ajang olahraga terbesar di Sumbar itu menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali pembinaan atlet setelah sempat tidak digelar selama delapan tahun. Ia menilai vakumnya Porprov cukup memengaruhi perkembangan prestasi olahraga daerah. Karena itu, pelaksanaan tahun depan diharapkan mampu menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial yang nantinya dapat bersaing di tingkat nasional. Dalam rapat tersebut juga diputuskan sejumlah daerah yang siap menjadi lokasi pertandingan cabang olahraga. Dari total 12 daerah yang mengajukan diri, baru delapan daerah yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan kesiapan dukungan. Kabupaten Kepulauan Mentawai ditetapkan menjadi lokasi pertandingan selancar ombak, kabaddi, dan MMA. Sementara Tanah Datar akan menggelar cabang tinju dan bola voli. Untuk cabang kick boxing dan karate akan dipusatkan di Kabupaten Solok. Sedangkan Lima Puluh Kota dipercaya menjadi tuan rumah menembak dan pencak silat. Cabang arung jeram dan grasstrack dijadwalkan berlangsung di Pasaman Barat. Adapun Pesisir Selatan akan menggelar pertandingan catur dan sepak takraw. Di sisi lain, Kota Pariaman mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan soft tennis, sepatu roda, dan teqball. Sementara Kota Solok menjadi lokasi pertandingan taekwondo, hapkido, aerosport, angkat berat, dan angkat besi. Empat daerah lainnya yakni Kota Padang, Sawahlunto, Bukittinggi, dan Padang Pariaman masih diberi kesempatan melengkapi persyaratan administrasi hingga 19 Mei 2026. Panitia juga menegaskan konsep penyelenggaraan Porprov kali ini menggunakan sistem tuan rumah bersama. Model tersebut diharapkan dapat memperluas dampak ekonomi sekaligus meningkatkan semarak olahraga di berbagai daerah di Sumbar. Selain itu, tanggung jawab penyelenggaraan juga dibagi antara KONI Sumbar, pengurus cabang olahraga, dan pemerintah daerah tuan rumah agar pelaksanaan berjalan efektif dan efisien.
Hardiknas dan Olahraga: KONI Sumbar Dorong Pendidikan Berbasis Prestasi dan Karakter

Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang diperingati setiap 2 Mei menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran pendidikan dalam membangun generasi unggul. Bagi KONI Sumatera Barat, pendidikan tidak hanya berbicara tentang ruang kelas, tetapi juga tentang pembentukan karakter, disiplin, dan daya juang—nilai-nilai yang tumbuh kuat dalam dunia olahraga. Peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak terlepas dari sosok Ki Hajar Dewantara yang menanamkan filosofi bahwa pendidikan adalah proses memerdekakan manusia. Semangat ini sejalan dengan pembinaan atlet, di mana olahraga menjadi sarana membentuk manusia yang tangguh secara fisik, mental, dan sosial. Tema dan Arah Hardiknas 2026 Pada tahun ini, Hardiknas mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang merata. Sejumlah poin penting dalam Hardiknas 2026 antara lain: Fokus pada gerakan bersama untuk menciptakan pendidikan yang bermutu dan inklusif. Selaras dengan tiga arah kebijakan utama: perbaikan satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, dan peningkatan kesejahteraan guru. Mengandung makna kuat dalam mewujudkan pendidikan berkualitas yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 4). Tahun 2026 menjadi peringatan ke-67 sejak Hari Pendidikan Nasional pertama kali ditetapkan. Bagi KONI Sumbar, tema ini sangat relevan dengan dunia olahraga yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor—mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat—dalam mencetak atlet berprestasi. Olahraga sebagai Bagian dari Pendidikan KONI Sumatera Barat memandang olahraga sebagai bagian integral dari sistem pendidikan. Lapangan latihan adalah ruang belajar, pelatih adalah guru, dan setiap pertandingan adalah ujian karakter. Atlet tidak hanya dilatih untuk menang, tetapi juga untuk jujur, disiplin, dan mampu bekerja sama. Dalam konteks pembangunan daerah, integrasi antara pendidikan dan olahraga menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang produktif. Selain melahirkan prestasi, olahraga juga membuka peluang ekonomi melalui sport industry, event, dan pariwisata. Komitmen KONI Sumbar Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menegaskan bahwa pendidikan dan olahraga tidak bisa dipisahkan dalam mencetak generasi unggul. “Olahraga adalah bagian dari pendidikan karakter. Kita ingin atlet Sumatera Barat tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki integritas dan kecerdasan emosional yang kuat. Ini sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi olahraga. “Kami mendorong kolaborasi antara sekolah, kampus, dan cabang olahraga. Pembinaan atlet sejak usia dini harus terintegrasi dengan sistem pendidikan agar melahirkan generasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya. Di sisi lain, Bendahara Umum KONI Sumbar, Halim Fitra Setiawan, menekankan bahwa investasi di bidang pendidikan olahraga adalah investasi jangka panjang. “Dukungan anggaran untuk pembinaan atlet sejatinya adalah investasi masa depan. Ketika olahraga berkembang, dampaknya juga terasa pada ekonomi daerah, mulai dari industri olahraga hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya. Optimisme untuk Masa Depan Momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan mental juara. Dunia olahraga telah membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi adalah kunci keberhasilan. KONI Sumatera Barat optimistis bahwa dengan sinergi antara pendidikan dan olahraga, akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan fisik. Generasi inilah yang akan menjadi motor penggerak kemajuan daerah dan bangsa. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari kita jadikan pendidikan dan olahraga sebagai fondasi untuk membangun Sumatera Barat dan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
Semangat Hari Buruh dalam Dunia Olahraga: Energi untuk Indonesia yang Lebih Kuat

Hari Buruh bukan sekadar peringatan perjuangan pekerja, tetapi juga momentum untuk merefleksikan nilai kerja keras, disiplin, dan ketangguhan—nilai yang sangat lekat dengan dunia olahraga. Dalam perspektif olahraga, setiap atlet, pelatih, dan insan olahraga sejatinya adalah “pekerja” yang mengabdikan tenaga, pikiran, dan dedikasi untuk mengharumkan nama daerah dan bangsa. Sejarah Singkat Hari Buruh Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh setiap 1 Mei berakar dari perjuangan panjang kaum pekerja di dunia. Salah satu tonggak pentingnya adalah peristiwa Haymarket Affair di Chicago, Amerika Serikat, pada tahun 1886. Saat itu, para buruh melakukan aksi menuntut jam kerja yang lebih manusiawi, yakni delapan jam sehari. Demonstrasi tersebut berujung pada bentrokan yang menelan korban jiwa, namun menjadi simbol kuat perjuangan hak-hak pekerja di seluruh dunia. Sejak saat itu, 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional di berbagai negara sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan tersebut. Di Indonesia, Hari Buruh resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak tahun 2013, menandai pengakuan negara terhadap pentingnya peran pekerja dalam pembangunan bangsa. Semangat Buruh dalam Dunia Olahraga Di Sumatera Barat, semangat ini hidup dalam denyut aktivitas olahraga sehari-hari. Atlet bangun sebelum fajar, menjalani latihan panjang, menjaga pola hidup disiplin, dan terus berjuang melampaui batas diri. Mereka tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjadi simbol etos kerja yang kuat—etos yang juga menjadi fondasi utama bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Hari Buruh menjadi pengingat bahwa keberhasilan, baik di arena olahraga maupun dalam pembangunan ekonomi, tidak pernah lahir dari instan. Ia tumbuh dari kerja keras kolektif, kolaborasi, dan konsistensi. Dalam konteks olahraga, dukungan terhadap atlet, pelatih, dan ekosistem olahraga adalah bagian dari investasi jangka panjang. Prestasi olahraga mampu membuka peluang ekonomi, mulai dari industri olahraga, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Optimisme untuk Ekonomi Indonesia Optimisme terhadap ekonomi Indonesia juga tercermin dari semangat para “pekerja olahraga” ini. Ketika atlet Sumatera Barat mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional, mereka tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga membangun kepercayaan diri bangsa. Kepercayaan diri inilah yang menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global. KONI Sumatera Barat memandang Hari Buruh sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia olahraga dan pembangunan daerah. Dengan meningkatkan kualitas pembinaan atlet, memperluas akses olahraga, serta mendorong sport industry, olahraga dapat menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi daerah. Semangat buruh adalah semangat pantang menyerah. Semangat itu pula yang hidup dalam setiap pertandingan, setiap latihan, dan setiap perjuangan atlet. Jika nilai ini terus dijaga dan dikembangkan, maka bukan hanya prestasi olahraga yang akan meningkat, tetapi juga ekonomi Indonesia yang semakin kokoh dan berdaya saing. Selamat Hari Buruh. Mari terus bekerja, berjuang, dan berprestasi—untuk Sumatera Barat dan Indonesia yang lebih baik.
Katiet Jadi Alternatif Venue Porprov Sumbar XVI 2026

Mentawai – Persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI tahun 2026 terus dimatangkan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah survei lokasi venue selancar ombak di kawasan Katiet, Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kegiatan survei ini dilaksanakan setelah pelantikan pengurus KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai yang berlangsung pada Kamis, 30 April 2026, sebagai bagian dari rangkaian persiapan daerah dalam menyambut ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Penanggung jawab (PIC) venue Porprov, Dr. Risky, menyampaikan bahwa dari hasil peninjauan, kawasan Katiet dinilai cukup layak untuk diperhitungkan sebagai alternatif lokasi pertandingan, selain Pantai Mapadegat yang selama ini menjadi opsi utama. Menurutnya, kondisi geografis pantai di Katiet yang relatif landai memberikan peluang tidak hanya untuk cabang olahraga selancar ombak, tetapi juga memungkinkan dipertandingkannya cabang olahraga lain. “Pantai Katiet cukup potensial. Selain untuk selancar, kondisi pantainya juga mendukung kemungkinan digelarnya cabang olahraga lain seperti kabaddi, sepak takraw, dan beberapa nomor lainnya,” ujarnya. Meski demikian, keputusan akhir terkait penetapan venue akan tetap melalui kesepakatan bersama antara tuan rumah dan pengurus provinsi (pengprov) cabang olahraga, dengan fasilitasi dari KONI Sumatera Barat. Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumbar menegaskan bahwa keberadaan beberapa alternatif lokasi justru menjadi keuntungan dalam mengantisipasi faktor cuaca yang kerap berubah, khususnya di wilayah pesisir Mentawai. “Dengan bertambahnya titik lokasi dan masih berada dalam satu pulau, yakni Sipora, hal ini semakin menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Mentawai sangat layak menjadi tuan rumah pertandingan selancar ombak pada Porprov Sumbar 2026,” ungkapnya. Tak hanya dari sisi olahraga, kawasan Katiet dan wilayah Kepulauan Mentawai secara umum juga menyimpan potensi wisata yang luar biasa. Dikenal sebagai salah satu destinasi selancar kelas dunia, Mentawai memiliki ombak yang konsisten, garis pantai yang masih alami, serta panorama laut biru jernih yang memikat wisatawan domestik maupun mancanegara. Keasrian alam Mentawai yang masih terjaga menjadi nilai tambah tersendiri. Hamparan pantai berpasir putih, hutan tropis yang hijau, serta kehidupan masyarakat lokal yang masih kental dengan budaya tradisional menjadikan kawasan ini tidak hanya ideal untuk ajang olahraga, tetapi juga sebagai destinasi sport tourism unggulan di Sumatera Barat. Dengan kombinasi potensi olahraga dan pariwisata tersebut, pelaksanaan Porprov Sumbar XVI 2026 diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan promosi pariwisata berkelanjutan di Kepulauan Mentawai.
Atlet Silat Sumbar Borong Medali di Belgia, Disambut Meriah

PADANG – Tiga atlet pencak silat Sumatera Barat sukses mengharumkan nama daerah dan Indonesia di ajang internasional Belgium Open Pencak Silat Championship 2026. Mereka tiba di Padang pada Kamis (30/4/2026) dan disambut hangat oleh jajaran KONI Sumatera Barat, aparat kepolisian, serta para atlet di bandara. Penyambutan dipimpin langsung Wakil Ketua II KONI Sumbar, Dr. Septri, didampingi Kepala Bidang Talent Manajemen Pelaku Olahraga Liswendi Kamar dan Kabid Humas Hendri Parjiga dan Abdul Rouf anggota tim Digitalisasi dan Branding Koni Sumatera Barat. Kehadiran personel dari Polda Sumatera Barat turut menambah suasana penuh kebanggaan atas prestasi yang diraih. Kejuaraan yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di Sporthal Vordenstein, Schoten, Belgia tersebut menghasilkan torehan gemilang bagi kontingen Sumbar. Mereka berhasil membawa pulang satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Medali emas diraih oleh Ramaken Sigit yang tampil impresif di kelas E (65–70 kg) putra. Sementara itu, Zahra Fadli menyumbangkan medali perak dari kelas D (60–65 kg) putri. Adapun medali perunggu dipersembahkan M. Farid di kelas B (50–55 kg) putra. Ketiga atlet tersebut diketahui berasal dari perguruan Satria Muda Indonesia. Selain aktif sebagai atlet, mereka juga memiliki latar belakang pendidikan dan profesi yang beragam. Ramaken merupakan anggota Direktorat Samapta Polda Sumbar sejak 2025 melalui jalur prestasi. Farid tercatat sebagai mahasiswa Politeknik Negeri Padang jurusan Manajemen Rekayasa Konstruksi, sementara Zahra adalah mahasiswa di STIKes Indonesia. Wakil Ketua II KONI Sumbar, Dr. Septri, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menilai prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan atlet di Sumatera Barat berjalan dengan baik dan mampu bersaing di tingkat internasional. “Prestasi ini sangat membanggakan. Ini hasil kerja keras atlet, pelatih, dan semua pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga di Sumatera Barat,” ujarnya. Namun demikian, ia mengingatkan para atlet untuk tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, masih banyak agenda penting yang harus dipersiapkan ke depan, mulai dari Porprov, Porwil, Babak Kualifikasi PON, hingga puncaknya PON 2028 di NTT dan NTB. “Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Target ke depan jauh lebih besar,” tegasnya. Sebelumnya, prestasi membanggakan juga ditorehkan atlet taekwondo Sumbar, Ressya Faolingga, yang meraih satu emas dan satu perak di 22nd WATA Open International Taekwondo Championship 2026 di Osaka, Jepang. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah daerah bersama KONI Sumbar berencana mengarak para atlet berprestasi tersebut dalam kegiatan car free day di Kota Padang. Selain itu, para atlet juga dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Sumatera Barat pada awal Mei 2026 mendatang.
Atlet Taekwondo Sumbar Ressya Faolingga Tiba di Padang, Disambut Hangat Usai Raih Emas dan Perak di Jepang

PADANG — Kebanggaan kembali dirasakan masyarakat Sumatera Barat. Atlet taekwondo andalan daerah, Ressya Faolingga, tiba di Kota Padang, Rabu (29/4/2026), usai mengukir prestasi gemilang di ajang 22nd WATA Open International Taekwondo Championship 2026 di Osaka, Jepang. Dalam kejuaraan internasional tersebut, Ressya berhasil mempersembahkan satu medali emas dan satu medali perak untuk Indonesia. Kedatangan Ressya yang akrab disapa Olin itu disambut langsung di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) oleh Direktur Samapta (Sabhara) Polda Sumbar Kombes Pol Akmadi. Turut hadir Wakil Ketua II KONI Sumbar, Dr. Septri beserta jajaran, perwakilan Dispora Sumbar, Sekretaris Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Sumbar Yudha A. Nugraha, keluarga, serta rekan-rekan Olin sesama Polwan di Dit Sabhara Polda Sumbar. Suasana haru dan bangga menyelimuti penyambutan atlet berprestasi tersebut. Keberhasilan ini merupakan lanjutan dari capaian luar biasa yang sebelumnya telah diberitakan, di mana Ressya tampil impresif di kelas -68 kilogram putri dan sukses menjadi yang terbaik di ajang yang berlangsung pada 24–27 April 2026 di Sakai City Ohama Arena, Osaka. Ia tampil sebagai bagian dari Pelatnas Polri dan menunjukkan performa konsisten sepanjang kejuaraan. Wakil Ketua Umum KONI Sumbar, Dr. Septri, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian Ressya. Ia menegaskan bahwa prestasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan atlet di Sumatera Barat yang berjalan secara berjenjang dan berkelanjutan. “Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi Sumatera Barat, tetapi juga Indonesia. Ressya telah menunjukkan bahwa atlet daerah mampu bersaing dan meraih hasil terbaik di tingkat dunia,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, turut memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan Ressya menjadi motivasi besar bagi atlet-atlet muda Sumbar untuk terus berjuang dan meningkatkan kualitas diri. “Kami di KONI Sumbar sangat bangga dengan capaian Ressya. Ini menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat dan kerja keras, atlet Sumbar mampu bersaing di level internasional. Kami berharap prestasi ini bisa menjadi pemicu semangat bagi atlet lainnya,” ungkap Anandya. Sebelumnya, Ressya yang merupakan atlet binaan Sumbar telah meniti karier dari program pembinaan sejak usia dini dan terus menunjukkan perkembangan signifikan hingga dipercaya tampil di ajang internasional. Capaian di Jepang ini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu atlet potensial Indonesia di cabang olahraga taekwondo. Kejuaraan WATA Open 2026 sendiri diikuti oleh atlet dari berbagai negara dan menjadi salah satu ajang bergengsi dalam cabang olahraga taekwondo. Dengan kepulangan Ressya ke Padang, KONI Sumbar memastikan akan terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan atlet berprestasi guna menjaga konsistensi prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua KONI Sumbar Lepas Kontingen Senam Senior Menuju Kejurnas 2026 di Bandung

Padang — Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, secara resmi melepas kontingen Sumatera Barat yang akan berlaga pada Kejuaraan Nasional Senam Senior Tahun 2026 di Bandung. Kegiatan pelepasan berlangsung di Kantor KONI Sumbar pada Selasa, 28 April 2026, dengan penuh semangat dan optimisme. Kejuaraan yang akan digelar pada 1 hingga 10 Mei 2026 tersebut menjadi momentum penting bagi para atlet untuk menunjukkan kualitas terbaik sekaligus melanjutkan tren positif prestasi olahraga Sumatera Barat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Tiga atlet terbaik Sumatera Barat yang akan tampil adalah Gilang Ramadhan, Irvan Gusalim, dan M. Abdul Malik. Mereka akan didampingi oleh pelatih Sutrisno, dengan target mampu tampil maksimal, percaya diri, serta membawa pulang prestasi membanggakan. Dalam sambutannya, Hamdanus menegaskan bahwa keberangkatan kontingen senam ini tidak terlepas dari semangat kebangkitan prestasi olahraga Sumbar yang terus menunjukkan hasil positif dalam berbagai ajang. Ia mencontohkan capaian terbaru atlet Sumbar di level internasional. Sebelumnya, atlet taekwondo Sumbar, Ressya Faolingga, berhasil meraih medali emas pada ajang internasional WATA 2026 di Jepang, yang menjadi kebanggaan daerah dan bukti bahwa atlet Sumbar mampu bersaing di level dunia . Tidak hanya itu, cabang olahraga silat juga mencatat prestasi membanggakan dengan raihan 1 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu pada ajang Harimau Belgium International Championship 2026 di Belgia . Menurut Hamdanus, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh atlet, termasuk kontingen senam, untuk terus meningkatkan kualitas latihan dan mental bertanding. “Prestasi yang telah diraih atlet-atlet Sumbar di tingkat internasional menjadi bukti bahwa kita memiliki potensi besar. Saya berharap atlet senam yang berangkat hari ini dapat melanjutkan tren positif tersebut dan memberikan hasil terbaik untuk Sumatera Barat,” ujarnya. KONI Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan, agar semakin banyak atlet daerah yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama Sumatera Barat di kancah nasional maupun internasional.