Porprov XVI Makin Dekat: Mentawai Tuntas, Sejumlah Daerah Kejar Registrasi

PADANG— Proses registrasi kontingen Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 terus bergerak. Hingga Sabtu (19/9/2026), enam dari 19 kontingen tercatat telah melakukan registrasi atlet dalam Sistem Informasi Porprov (Sirimau). Ketua PB Porprov XVI Sumbar, Editiawarman, mengatakan Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi salah satu daerah yang telah menuntaskan pendaftaran atlet. “Mentawai sudah 100 persen mendaftarkan atlet. Bahkan sudah dilengkapi dengan SK kontingen,” kata Editiawarman didampingi Wakil Ketua II PB Porprov Dolla Indra, di Sekretariat Panitia, Sabtu (19/9/2026). Berdasarkan data Sirimau yang diperbarui 19 September 2026 pukul 19.11 WIB, Mentawai tercatat mendaftarkan 312 atlet dengan 646 nomor pertandingan. Kontingen tersebut juga telah mendaftarkan 44 ofisial. Selain Mentawai, sejumlah kontingen juga sudah mencatatkan atlet dalam sistem. Secara keseluruhan, Sirimau mencatat terdapat 972 atlet yang telah masuk dalam sistem dengan 1.653 nomor pertandingan. Dari jumlah tersebut, 609 merupakan atlet putra dan 363 atlet putri. Sementara itu, total ofisial yang tercatat mencapai 230 orang. Editiawarman mengatakan sejumlah daerah lainnya juga tengah mempercepat proses pendaftaran atlet maupun kontingen. Hal itu penting mengingat masa registrasi Porprov XVI Sumbar berlangsung hingga 24 September 2026 pukul 23.59 WIB. “Kita berharap daerah-daerah yang belum mendaftarkan atlet maupun kontingennya segera menuntaskan proses administrasi. Sejumlah daerah juga akan mengkebut pendaftaran,” ujarnya. Data Sirimau menunjukkan masih terdapat 13 kontingen yang belum mencatatkan atlet dalam sistem. Beberapa di antaranya telah mencatatkan ofisial, namun data atlet belum masuk. Dari sisi verifikasi, seluruh 1.653 nomor pertandingan masih berstatus menunggu pemeriksaan. Demikian pula 230 ofisial masih berada dalam status menunggu pemeriksaan. Untuk kelengkapan BPJS atlet, dari 972 atlet yang telah masuk sistem, sebanyak 336 orang atau 34,6 persen tercatat lengkap. Sementara 636 atlet atau 65,4 persen masih berstatus ditunda. Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung 2-14 Oktober 2026. Proses registrasi atlet dan kontingen sendiri dibuka sejak 8 September dan akan berakhir 24 September 2026 pukul 23.59 WIB. PB Porprov terus mendorong seluruh daerah peserta mempercepat pemenuhan persyaratan administrasi agar proses verifikasi dapat segera dilakukan sebelum pertandingan dimulai. (*)

Taekwondo Sumbar Tegaskan Siap 100 Persen Menghadapi Porprov 2–14 Oktober

PADANG — Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Barat memastikan diri siap tempur menghadapi Porprov XVI Sumbar yang dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026. Bahkan, Pengprov TI Sumbar menegaskan tidak membutuhkan tambahan waktu untuk mematangkan persiapan. Jika Porprov digelar lebih cepat sekalipun, taekwondo mengaku sudah siap bertanding. “Taekwondo Sumbar siap 100 persen. Singkatnya, kalau Porprov digelar besok, kami siap mengikuti,” tegas Sekretaris Umum Pengprov TI Sumbar, Yudha Agusti Nugraha, saat pembukaan Diklat dan Penyegaran Pelatih Daerah Taekwondo Indonesia Sumbar di UNP Hotel & Convention Padang, Sabtu (19/9/2026). Yudha mengatakan, persiapan menghadapi Porprov sudah dilakukan sejak awal tahun. Begitu mendapat informasi dari KONI Sumbar mengenai rencana pelaksanaan Porprov sekitar Januari 2026, Pengprov TI Sumbar langsung menyurati Pengcab TI kabupaten/kota agar mempersiapkan atlet. “Sejak Februari atlet dari Pengcab sudah mempersiapkan diri untuk Porprov. Persiapan terus berlangsung sampai sekarang,” ujarnya. Persiapan tersebut, lanjut Yudha, dilakukan secara bertahap melalui program umum, program khusus, prapertandingan hingga program pertandingan. Program umum difokuskan pada penjaringan dan pengumpulan atlet. Selanjutnya atlet yang telah terjaring masuk dalam program khusus melalui latihan terarah, kemudian menjalani tahapan prapertandingan dan pertandingan. “Semua sudah dirancang untuk menghadapi Porprov 2–14 Oktober 2026. Jadi jangan ada lagi penundaan. Kasihan atlet dan pelatih. Program sudah berjalan. Kalau diundur, kami akan mulai dari nol lagi,” katanya. Perkuat Pelatih Jelang Porprov Untuk memperkuat kualitas pembinaan menjelang Porprov, Pengprov TI Sumbar menggelar Diklat dan Penyegaran Pelatih Daerah pada 18–20 September 2026. Kegiatan itu diikuti sekitar 60 pelatih dojang se-Sumatera Barat, dan menghadirkan instruktur berpengalaman Hari Suprianto. Ia memiliki pengalaman sebagai atlet hingga tingkat nasional dan melanjutkan karier kepelatihan sampai level internasional. “Kita jadikan momentum kebersamaan dan mencari ilmu. Kita ingin kompak dan berprestasi,” kata Yudha. Ia berharap diklat tersebut melahirkan instruktur dan pelatih berpengalaman yang mampu membawa atlet Sumbar berprestasi tidak hanya pada level provinsi, tetapi juga nasional dan internasional. Menurut Yudha, penataan pelatih merupakan bagian penting dalam pembinaan prestasi. Pelatih yang tidak tertata dan tidak memiliki kompetensi yang memadai, menurutnya, dapat merugikan dojang maupun atlet. “Ini langkah awal kebangkitan TI Sumbar. Setelah ini akan ada pelatihan nasional,” ujarnya. Selain Porprov, peningkatan kapasitas pelatih juga dipersiapkan sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang menghadapi BK PON 2027. KONI Perkuat Sistem Satu Data Diklat tersebut dibuka Ketua KONI Sumbar yang diwakili Wakil Ketua Umum VII KONI Sumbar bidang digitalisasi dan sertifikasi, Dolla Indra. Dolla mengatakan KONI Sumbar saat ini terus menerapkan sistem database melalui program Satu Data. Sistem tersebut juga menjadi role model bagian dari pengembangan Satu Data yang diterapkan KONI Pusat. Untuk launching secara nasional direncanakan pada November mendatang di Padang. Melalui sistem itu, data atlet dapat diketahui secara lebih jelas dan akurat, mulai dari asal daerah, tempat latihan hingga data pembinaan lainnya. “Semua data atlet tercatat dalam satu sistem. Dengan begitu tidak ada lagi pencurian atlet karena data atlet jelas,” kata Dolla. Khusus taekwondo, database Satu Data KONI Sumbar mencatat 343 atlet dan 57 pelatih. Sementara atlet taekwondo yang telah diinput dalam aplikasi Sirimau untuk kebutuhan Porprov tercatat sebanyak 61 atlet. Dolla mengimbau atlet dan pelatih taekwondo di kabupaten/kota yang belum terdata agar segera melakukan pendaftaran melalui KONI kabupaten/kota masing-masing. Ia berharap diklat tersebut mampu melahirkan pelatih berkualitas sekaligus memperkuat persiapan taekwondo Sumbar menghadapi Porprov XVI. “Kita berharap kegiatan ini melahirkan pelatih-pelatih yang berkualitas,” ujarnya. (*)

Porprov Sumbar Sudah Disepakati 2–14 Oktober, Prof Syahrial: Bukan Keputusan Sepihak

PADANG — Komitmen pemerintah kabupaten dan kota se-Sumatera Barat dalam menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI kembali menjadi perhatian menyusul munculnya wacana penyesuaian jadwal pelaksanaan dari 2–14 Oktober 2026. Dewan Pengawas Porprov XVI Sumbar mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi terhadap jadwal yang telah ditetapkan melalui proses koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumbar dan kepala daerah se-Sumatera Barat. Ketua Dewan Pengawas Porprov XVI Sumbar, Prof. Syahrial Bakhtiar, mengatakan jadwal 2–14 Oktober 2026 bukan keputusan sepihak, melainkan hasil dari rangkaian pembahasan dan koordinasi bersama. Hal itu disampaikan Syahrial di Kantor KONI Sumbar, didampingi anggota Badan Pengawas Liswendi Kamar, Neiko Rasaki dan Stevie Minora, Kamis (17/9/2026), Menurut Syahrial yang merupakan mantan Ketua KONI Sumbar dua periode , karena penetapan jadwal telah melalui proses bersama, seluruh pihak diharapkan dapat menjadikan keputusan tersebut sebagai pijakan dalam menuntaskan persiapan Porprov XVI. “Yang terpenting sekarang bagaimana kita menjaga komitmen bersama. Kalau ada kendala di daerah, tentu bisa dibicarakan melalui koordinasi agar ditemukan solusi terbaik,” ujar Syahrial. Ketua Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) menilai persoalan jadwal tidak hanya berkaitan dengan kesiapan pemerintah daerah maupun penyelenggara. Di balik kalender pertandingan terdapat program latihan atlet, pemusatan latihan, kebutuhan kontingen, hingga berbagai persiapan teknis yang telah disusun masing-masing daerah. Jadwal Bukan Keputusan Sepihak Syahrial menjelaskan, perjalanan penetapan jadwal Porprov XVI berlangsung cukup panjang. Pada tahap awal, Porprov XVI dirancang berlangsung Juni-Juli 2026. Rencana tersebut tercantum dalam SK Gubernur Sumbar Nomor 426-615-2025 tentang Penyelenggaraan Porprov Sumbar XVI Tahun 2026 dan Rencana Pelaksanaan Porprov XVII Tahun 2028. Penyelenggaraan saat itu dirancang menggunakan pola tuan rumah bersama kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Rencana tersebut kemudian diperkuat melalui SK Gubernur Sumbar Nomor 426-815-2025 tentang Penjadwalan Dalam perkembangannya, pemerintah provinsi bersama kepala daerah kembali membahas kesiapan pelaksanaan, termasuk kemampuan daerah dan kebutuhan penganggaran. Dari rangkaian pembahasan tersebut, jadwal yang sebelumnya dirancang Juni-Juli kemudian bergeser menjadi Oktober. Kepastian itu dituangkan dalam SK Gubernur Sumbar Nomor 426-121-2026 tertanggal 23 Februari 2026 yang menetapkan Porprov XVI berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Pengaturan berikutnya diperinci melalui SK Gubernur Sumbar Nomor 426-377-2026 tentang penetapan tuan rumah bersama, cabang olahraga dan jadwal pelaksanaan Porprov XVI. “Artinya, prosesnya sudah melalui beberapa tahapan. Karena itu, sekarang yang perlu kita lakukan adalah memperkuat koordinasi dan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih ada,” kata Syahrial. Kepentingan Atlet Jadi Pertimbangan Utama Munculnya wacana penyesuaian jadwal menjadi perhatian karena sebagian besar persiapan telah berjalan mengacu pada kalender 2–14 Oktober. Syahrial mengatakan, setiap perubahan jadwal perlu mempertimbangkan konsekuensi secara menyeluruh, terutama terhadap atlet yang telah menjalani program latihan dan pemusatan latihan berdasarkan target pertandingan Oktober. Jika pelaksanaan bergeser sekitar satu bulan, sejumlah kebutuhan teknis juga perlu dihitung kembali, mulai dari masa pemusatan latihan, uang saku, konsumsi, vitamin, akomodasi hingga penggunaan fasilitas latihan. Demikian pula dengan kondisi fisik dan mental atlet. Tambahan masa persiapan perlu diatur melalui program yang terukur agar tidak mengganggu kesiapan atlet menghadapi pertandingan. “Kalau jadwal bergeser dari Oktober ke November, tentu konsekuensinya harus dihitung secara menyeluruh. Yang paling utama, jangan sampai persiapan dan hak atlet ikut terdampak,” ujar Syahrial. Menurutnya, kepastian jadwal juga penting agar daerah dapat menyusun perencanaan secara lebih terukur, baik dari sisi kontingen maupun kebutuhan penyelenggaraan. Persiapan Terus Berjalan Sementara itu, persiapan menuju Porprov XVI terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumbar, KONI Sumbar dan Panitia Besar Porprov. Berbagai kebutuhan teknis disiapkan, mulai dari venue, kontingen, perangkat pertandingan, administrasi hingga kebutuhan masing-masing cabang olahraga. Porprov XVI juga telah diperkenalkan melalui soft launching di Istana Gubernur Sumbar pada 27 Agustus 2026 yang dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy, setelah rangkaian rapat bersama kepala daerah se-Sumatera Barat. Bagi Dewan Pengawas, rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan Porprov telah melalui proses koordinasi yang cukup panjang. Karena itu, setiap persoalan yang muncul menjelang pelaksanaan diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi antarpihak. Syahrial menegaskan, perbedaan kondisi dan kesiapan antardaerah merupakan hal yang perlu dicarikan jalan keluarnya secara bersama. “Kalau ada daerah yang masih menghadapi kendala, mari kita carikan solusinya bersama. Yang penting ada kepastian dan kepentingan atlet tetap menjadi perhatian,” katanya. Pada akhirnya, kepastian pelaksanaan Porprov bukan semata menyangkut pemerintah daerah, KONI maupun panitia penyelenggara. Ada atlet dan kontingen dari 19 kabupaten/kota yang telah mempersiapkan diri untuk tampil pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut. Dewan Pengawas berharap jadwal 2–14 Oktober 2026 tetap menjadi pijakan bersama, sembari membuka ruang koordinasi untuk menyelesaikan setiap kendala yang masih dihadapi daerah menjelang pelaksanaan Porprov XVI Sumbar. (*)

Dekopinwil Sumbar Dorong Lahirnya Koperasi Olahraga, KONI Siap Bersinergi

PADANG — Gerakan koperasi mulai diarahkan untuk masuk lebih jauh ke ekosistem olahraga Sumatera Barat. Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Sumbar menggagas pembentukan Koperasi Olahraga Sumatera Barat yang diharapkan menjadi wadah bersama bagi atlet, pelatih, pengurus dan pelaku olahraga. Gagasan tersebut mengemuka saat jajaran Dekopinwil Sumbar bersilaturahmi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar di Kantor KONI Sumbar, Rabu (16/9/2026). Ketua Umum Dekopinwil Sumbar Gun Sugianto mengatakan, komunitas olahraga memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya dari sisi pembinaan prestasi, tetapi juga ekonomi. Menurut dia, koperasi dapat menjadi ruang bersama bagi insan olahraga untuk mengembangkan kegiatan usaha yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter ekosistem olahraga. KONI Didorong Jadi Penghubung Gun Sugianto berharap KONI Sumbar dapat mengambil peran sebagai penghubung dalam proses penjajakan pembentukan koperasi olahraga tersebut. Ia juga mengajak jajaran KONI serta pelaku olahraga di Sumbar untuk ikut menjadi bagian dari gerakan koperasi. “Kami berharap KONI Sumbar dapat menjadi jembatan untuk mendorong terbentuknya koperasi olahraga di Sumatera Barat. Dengan bergabung dalam koperasi, para pelaku olahraga tidak hanya bergerak dalam bidang prestasi, tetapi juga memiliki wadah untuk membangun kemandirian ekonomi,” ujar Gun. Menurutnya, koperasi olahraga nantinya bisa dikembangkan berdasarkan kebutuhan anggota. Bentuk kegiatan usahanya pun dapat diarahkan pada berbagai sektor yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas olahraga. Konsep tersebut dinilai dapat membuka ruang bagi atlet, pelatih, pengurus organisasi olahraga dan unsur pendukung lainnya untuk memiliki aktivitas ekonomi secara kolektif. Hamdanus Sambut Gagasan Koperasi Olahraga Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menyambut positif gagasan yang disampaikan Dekopinwil Sumbar. Ia menyatakan kesiapan KONI Sumbar untuk mendukung program yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat koperasi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hamdanus juga mengaitkan gagasan tersebut dengan sejarah Sumatera Barat dalam perkembangan gerakan koperasi di Indonesia. Ia menyebut Mohammad Hatta atau Bung Hatta, putra Minangkabau sekaligus Proklamator Kemerdekaan RI, yang dikenal luas sebagai Bapak Koperasi Indonesia. “Ini gagasan yang baik. KONI Sumbar siap mendukung dan menyukseskan program pemerintah terkait koperasi. Apalagi kita memiliki sejarah yang kuat dengan koperasi melalui Bung Hatta, putra Minangkabau dan Proklamator Republik Indonesia,” kata Hamdanus. Sinergi Olahraga dan Ekonomi Pertemuan Dekopinwil dan KONI Sumbar juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara gerakan koperasi dan dunia olahraga. Sinergi itu diarahkan agar pembinaan olahraga tidak berhenti pada pencapaian prestasi. Aspek kesejahteraan dan kemandirian ekonomi para pelaku olahraga juga mendapat ruang untuk dikembangkan. Koperasi olahraga yang tengah dijajaki nantinya diharapkan dapat menjadi wadah bagi anggota dalam menjalankan aktivitas ekonomi secara bersama dan berkelanjutan. Rombongan Dekopinwil Sumbar dipimpin Gun Sugianto. Turut hadir Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan dan Pengembangan Koperasi Syariah Nasrul A., Wakil Ketua Umum Bidang Informasi Teknologi dan Komunikasi Dolla Indra, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan Budiman, serta tim sekretariat Rila, Lendra dan Afdal. (*)

Ngobrol Santai di Kantor ANTARA, Hamdanus Tegaskan Porprov XVI Tetap Sesuai Jadwal

PADANG— Ketua Umum KONI Sumatera Barat Hamdanus bersilaturahmi ke Kantor Biro Perum LKBN ANTARA Sumatera Barat di Padang, Rabu (16/9/2026). Ia disambut Kepala Biro ANTARA Sumbar Ikhwan Wahyudi. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas perkembangan olahraga Sumatera Barat, termasuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI 2026. Hamdanus menegaskan Porprov XVI tetap digelar pada 2–14 Oktober 2026. Menurutnya, penetapan jadwal tersebut melalui proses regulasi, koordinasi dengan kepala daerah, penyesuaian teknis, serta pembahasan kesiapan anggaran di masing-masing daerah. “Penetapan tanggal 2 sampai 14 Oktober ini melalui proses yang cukup panjang. Ada regulasi dan koordinasi dengan kepala daerah serta berbagai penyesuaian yang dilakukan,” ujar Hamdanus. Semula, Porprov XVI direncanakan berlangsung pada Juni-Juli 2026. Rencana itu mengacu pada SK Gubernur Sumbar Nomor 426-615-2025 yang kemudian diperkuat SK Nomor 426-815-2025. Dalam proses persiapan, pemerintah daerah memerlukan waktu tambahan. Konsep penyelenggaraan juga dimatangkan dengan pola tuan rumah bersama, sehingga pelaksanaan tidak hanya ditanggung satu daerah. Pembahasan mengenai perubahan jadwal berlanjut dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kepala Daerah di Istana Gubernur pada 28 Januari 2026. Forum yang dipimpin Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy itu menyepakati pelaksanaan Porprov digeser ke Oktober untuk memberi waktu bagi daerah menyiapkan kontingen, venue, kepanitiaan, dan anggaran. Kesepakatan tersebut diperkuat melalui SK Gubernur Sumbar Nomor 426-121-2026 tertanggal 23 Februari 2026, yang menetapkan Porprov XVI berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. Selanjutnya, SK Gubernur Sumbar Nomor 426-377-2026 mengatur pembagian tuan rumah bersama, cabang olahraga, dan jadwal pertandingan. Kepastian pelaksanaan kembali ditegaskan melalui soft launching Porprov XVI pada 27 Agustus 2026 di Istana Gubernur Sumbar. Soft launching tersebut dihadiri dan dilakukan oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Gubernur Vasko Ruseimy setelah rangkaian rapat dengan kepala daerah se-Sumbar. Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi salah satu tuan rumah bersama 11 kabupaten kota lainnya, dan akan menggelar sejumlah pertandingan. Pembukaan Porprov dijadwalkan berlangsung di Lapangan Merdeka Kota Solok pada 2 Oktober 2026, sedangkan penutupan digelar di Main Stadium Sikabu, Kabupaten Padang Pariaman, pada 14 Oktober 2026. Hamdanus mengatakan masih terdapat dinamika di sejumlah kabupaten dan kota, termasuk terkait kesiapan anggaran perubahan. KONI Sumbar terus berkoordinasi dengan KONI kabupaten dan kota untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut. “Kami memahami dinamika di daerah, termasuk terkait sinkronisasi anggaran perubahan. Tetapi sekarang fokus kami adalah memastikan persiapan di seluruh titik tuan rumah terus berjalan sesuai jadwal,” katanya. Porprov XVI merupakan ajang olahraga tingkat provinsi pertama di Sumatera Barat pasca vakum sejak 2018. Karena itu, Hamdanus menilai publikasi kegiatan perlu diperluas. Kepala Biro ANTARA Sumbar Ikhwan Wahyudi menyatakan ANTARA siap mendukung publikasi Porprov XVI. Menurutnya, ajang tersebut penting untuk memperkenalkan perjuangan atlet, persiapan kontingen, serta potensi olahraga daerah kepada masyarakat luas. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen untuk memperkuat publikasi Porprov XVI yang dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026. (*)

KONI Sumbar dan TVRI Bahas Kolaborasi Publikasi Porprov XVI

PADANG— Persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 memasuki tahap yang semakin padat. Tak hanya soal teknis penyelenggaraan, publikasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat juga mulai diperkuat. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar membahas peluang kolaborasi pemberitaan tersebut bersama TVRI Stasiun Sumatera Barat dalam pertemuan di Kantor KONI Sumbar, Selasa (15/9/2026). Pertemuan itu dihadiri Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus, didampingi Kepala Bidang Humas KONI Sumbar Hendri Parjiga dan Anggota Bidang Humas Ridho Syarlinto. Dari TVRI Sumbar hadir Tri Kamala Sari dan Robby Rizkyandra. *TVRI Siapkan Sejumlah Format Publikasi* Dalam pembahasan, TVRI Sumbar menawarkan berbagai bentuk dukungan publikasi untuk mengangkat rangkaian kegiatan olahraga di Sumatera Barat, terutama Porprov XVI yang dijadwalkan berlangsung 2-14 Oktober 2026. Format yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari talk show, liputan khusus Porprov, pemberitaan hingga siaran langsung untuk sejumlah agenda utama. Rencana live coverage juga diarahkan untuk momentum besar Porprov XVI, termasuk acara pembukaan dan penutupan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuat informasi mengenai pelaksanaan Porprov lebih mudah diakses masyarakat. Bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga berbagai aktivitas dan dinamika selama pesta olahraga tingkat provinsi itu berlangsung. *Hamdanus: Media Punya Peran Strategis* Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus menyambut positif tawaran kerja sama yang disampaikan TVRI Sumbar. Menurutnya, dukungan media dibutuhkan agar aktivitas olahraga dan kerja KONI dapat diketahui publik secara lebih luas. “TVRI merupakan mitra strategis bagi KONI Sumbar dalam menginformasikan kegiatan, termasuk Porprov XVI,” ujar Hamdanus. Ia berharap komunikasi yang telah dibangun dapat dilanjutkan dalam bentuk kerja sama publikasi yang lebih konkret. KONI Sumbar dan TVRI Sumbar selanjutnya akan membahas tindak lanjut kolaborasi tersebut. Sasaran utamanya, memastikan rangkaian Porprov XVI mendapat ruang pemberitaan yang memadai dan informasi tentang pelaksanaannya dapat diterima masyarakat Sumatera Barat dengan cepat. Porprov XVI Sumbar sendiri akan digelar pada 2-14 Oktober 2026, dengan pembukaan di Kota Solok dan penutupan di Kabupaten Padang Pariaman. (*)

Jelang Porprov XVI, PB Porprov Kebut Data Atlet hingga Kesiapan Venue

PADANG— Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 tinggal menghitung waktu. Memasuki fase pemantapan, Panitia Besar (PB) Porprov kini menggenjot sejumlah pekerjaan yang berkaitan langsung dengan kesiapan kontingen dan pertandingan. Mulai dari validasi data atlet, pelatih dan ofisial, kesiapan venue, akomodasi, konsumsi, transportasi hingga dukungan kesehatan menjadi perhatian dalam Rapat Chief de Mission (CdM) I di Basko Hotel Padang, Sabtu (12/9/2026). Rapat yang dipimpin Ketua PB Porprov XVI Editiawarman itu diikuti Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Ketua KONI kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Bagi PB Porprov, pertemuan tersebut menjadi titik konsolidasi sebelum seluruh kontingen memasuki tahapan pelaksanaan. Setiap daerah diminta memastikan kebutuhan kontingennya tidak lagi tertinggal ketika waktu pertandingan semakin dekat. Data Kontingen Dikebut Sebelum Batas Akhir Salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian adalah penyelesaian data atlet, pelatih dan ofisial. PB Porprov meminta KONI kabupaten/kota segera melakukan validasi dan finalisasi melalui sistem daring. Ketepatan data dinilai penting agar proses administrasi kontingen tidak tersendat menjelang pertandingan. Editiawarman mengatakan forum CdM menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman antara panitia dan daerah. “Melalui CdM ini kita memastikan kebutuhan Porprov, mulai dari teknis pertandingan, venue, akomodasi hingga transportasi, benar-benar dipersiapkan,” ujarnya. Menurut dia, CdM juga harus menjadi penghubung aktif antara PB Porprov dan kontingen masing-masing daerah. Informasi dari panitia harus cepat diteruskan ke daerah, begitu pula persoalan kontingen harus segera dikoordinasikan. *Venue Ditargetkan Siap Digunakan* Persiapan arena pertandingan juga tidak luput dari evaluasi. PB Porprov menargetkan seluruh venue pertandingan siap digunakan pada Oktober 2026. Koordinasi dengan daerah yang menjadi tuan rumah cabang olahraga terus dimatangkan untuk memastikan fasilitas pertandingan sesuai kebutuhan teknis. Di lapangan, kesiapan venue akan menjadi salah satu penentu kelancaran pertandingan. Karena itu, PB Porprov meminta setiap daerah tidak menunda pekerjaan yang masih tersisa. Untuk aspek pertandingan, pelaksanaan setiap cabang olahraga diarahkan mengikuti regulasi PB PON dan KONI Pusat. Penunjukan wasit dan juri juga harus dilakukan secara transparan dan profesional. Hal tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas pertandingan sekaligus memastikan prinsip sportivitas tetap terjaga. Kontingen Disiapkan dari Datang hingga Pulang Kebutuhan kontingen selama berada di lokasi pertandingan turut dimatangkan. PB Porprov telah memetakan akomodasi, konsumsi dan transportasi berdasarkan klaster wilayah. Skema tersebut mencakup penginapan, penjemputan serta distribusi kebutuhan konsumsi atlet dan ofisial. Pengaturan sejak awal diharapkan membuat mobilitas kontingen lebih tertib dan mengurangi persoalan teknis ketika Porprov sudah berlangsung. Dukungan terhadap peserta juga disiapkan dari sisi keamanan dan kesehatan. PB Porprov telah berkoordinasi dengan TNI-Polri, Dinas Kesehatan dan rumah sakit rujukan. Tim medis dan ambulans akan disiagakan di venue selama pertandingan berlangsung. CdM Diminta Aktif Jadi Penghubung Editiawarman meminta para CdM tidak hanya hadir dalam forum koordinasi. Mereka harus aktif menjadi penghubung antara PB Porprov dan kontingen di daerah. Dengan komunikasi yang cepat, persoalan teknis yang muncul selama persiapan maupun pelaksanaan diharapkan dapat segera ditangani. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, KONI Sumbar dan seluruh stakeholder yang ikut mengawal persiapan Porprov XVI. Editiawarman menegaskan, keberhasilan Porprov tidak cukup diukur dari kemeriahan pembukaan dan banyaknya pertandingan. Penyelenggaraan harus tertib, sportif dan mampu memberi dampak terhadap pembinaan prestasi atlet Sumatera Barat. “Peran CdM sangat vital. Kita ingin Porprov berjalan tertib dan tidak asal-asalan, sekaligus menjadi bagian dari proses melahirkan atlet yang mampu berprestasi di tingkat nasional,” tegasnya. (*)

4 Atlet Sumbar Bela Indonesia di Asian Games 2026, KONI Titip Harapan

PADANG— Empat atlet asal Sumatera Barat mendapat kepercayaan memperkuat kontingen Indonesia pada Asian Games XX 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Keempatnya menjadi bagian dari atlet terbaik Tanah Air yang membawa nama Indonesia pada ajang olahraga multicabang terbesar di Asia tersebut. Empat duta olahraga Ranah Minang itu yakni Gilang Ilhaza dari cabang olahraga gulat, Syamsul Akmal dari sepak takraw, Ziqra Dwi Putri dari teqball, dan Kya Jo Heuer dari selancar ombak. Selain Kya, tiga atlet lainnya merupakan jebolan PPLP Sumbar. Samsul Akmal penyumbang 2 medali perunggu nomor beregu putra di SEA Games 2025 Thailand, Gilang Ilhaza peraih perak kelas 74kg gaya bebas putra, kalah di final lawan Vietnam, Kya Jo Heuer atlet selancar dan Zikrha Dwi Putri peraih perak nomor single putri di Bangkok. Keempat atlet tersebut bergabung bersama ratusan atlet Indonesia lainnya yang dipersiapkan tampil pada Asian Games 2026. Kontingen Indonesia secara keseluruhan diperkuat 430 atlet, dengan sebagian di antaranya telah berada di Jepang untuk menjalani persiapan pertandingan. Pelepasan kontingen secara resmi dilakukan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden memberikan suntikan motivasi sekaligus menjanjikan bonus Rp3 miliar bagi atlet Indonesia yang mampu meraih medali emas. Prabowo mengatakan bonus tersebut meningkat signifikan dibandingkan penghargaan untuk peraih emas SEA Games yang berada di angka Rp1 miliar. “Saya diberi laporan Pak Erick, Pak untuk SEA Games, medali emas dapat Rp1 miliar. Tetapi, ini Asian Games, medali emas Rp3 miliar,” ujar Prabowo. Selain bonus, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap masa depan atlet dan pelatih berprestasi. Presiden menyebut atlet maupun pelatih yang berstatus anggota TNI dan Polri berpeluang memperoleh percepatan kenaikan pangkat sebagai bentuk penghargaan atas prestasi di arena internasional. Bagi Sumatera Barat, keikutsertaan empat atlet tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa pembinaan olahraga daerah mampu melahirkan atlet yang menembus level Asia. Ketua KONI Sumbar Hamdanus menilai keberadaan empat atlet Sumbar di kontingen Indonesia merupakan hasil dari proses pembinaan yang harus terus diperkuat. “Ini kebanggaan bagi Sumatera Barat. Mereka bukan hanya membawa nama Indonesia, tetapi juga membawa nama daerah. Kami berharap keempat atlet dapat tampil maksimal dan memberikan prestasi terbaik,” kata Hamdanus. Ia menegaskan KONI Sumbar akan terus mendorong pembinaan atlet agar semakin banyak putra-putri Ranah Minang yang mampu memperkuat tim nasional pada berbagai kejuaraan internasional. Sementara itu, Ketua Pelatprov Sumbar Risky Syahputra mengatakan keikutsertaan atlet Sumbar di Asian Games menjadi momentum penting untuk mengukur hasil pembinaan dan persiapan atlet selama ini. “Empat atlet ini merupakan representasi dari proses pembinaan yang sedang kita jalankan. Kami berharap mereka mampu menjaga kondisi, fokus menghadapi pertandingan dan memberikan kemampuan terbaiknya,” ujar Risky. Asian Games 2026 merupakan edisi ke-20 dan dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 3 Oktober 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Pada ajang tersebut, para atlet Indonesia tidak hanya membawa target prestasi, tetapi juga mengemban harapan masyarakat Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa di pentas olahraga Asia. (*) Bagi Sumatera Barat, perhatian kini tertuju kepada Gilang, Syamsul, Ziqra dan Kya Jo. Empat atlet Ranah Minang itu diharapkan mampu menjawab kepercayaan dengan perjuangan terbaik di arena Asian Games 2026. (*)

KONI se-Sumbar Rapatkan Barisan Songsong Porprov XVI 2026

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM — KONI Sumatera Barat bersama KONI kabupaten dan kota memperkuat koordinasi menghadapi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026. Pertemuan digelar di Kantor KONI Sumbar, Senin (7/9/2026) malam. Rapat tersebut menjadi forum untuk menyamakan langkah antara KONI Sumbar, KONI daerah, serta Panitia Besar Porprov dalam memastikan persiapan berjalan sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku. Ketua KONI Sumbar Hamdanus hadir bersama Ketua PB Porprov XVI Sumbar Editiawarman. Sejumlah pimpinan KONI kabupaten dan kota juga mengikuti pertemuan tersebut. Di antaranya Ketua KONI Kota Solok Rudi Horison, Ketua KONI Padang Pariaman Asmadi, Ketua KONI Sawahlunto Jhon Reflita, Ketua KONI Kota Pariaman Edison TRD, Ketua KONI Kabupaten Solok Doni Zulkifli, Ketua KONI Tanah Datar Novitra Kemala, Ketua KONI Pasaman SY Ade Herman, Karteker KONI Kabupaten Agam Syahindra Nurben, serta Ketua KONI Pasaman Barat Wahidul Basri. Pembagian Peran KONI dan Kepala Daerah Hamdanus mengatakan, pembahasan dalam rapat diarahkan pada pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam menyukseskan Porprov. Menurutnya, KONI memiliki tanggung jawab menyiapkan kontingen, mulai dari atlet hingga kelengkapan administrasi yang dibutuhkan. Sementara pemerintah daerah memiliki kewenangan terkait penjadwalan, percepatan dukungan anggaran bagi kontingen, serta kebutuhan daerah yang menjadi tuan rumah. Karena itu, koordinasi antara KONI dengan pemerintah daerah dinilai perlu terus diperkuat. Terlebih waktu pelaksanaan Porprov XVI semakin dekat. “Kita membahas apa yang menjadi domain KONI dan apa yang menjadi domain kepala daerah. KONI fokus pada persiapan kontingen, atlet dan administrasinya, sedangkan hal yang berkaitan dengan jadwal serta dukungan anggaran menjadi bagian pemerintah daerah,” kata Hamdanus. *Targetkan Porprov Berjalan Sesuai Regulasi* Dalam pertemuan itu, KONI Sumbar dan KONI kabupaten/kota juga menyepakati komitmen untuk menjalankan Porprov sesuai perencanaan yang telah ditetapkan pemerintah daerah dengan memperhitungkan waktu persiapan dan kesiapan administrasi keuangan. Hamdanus menegaskan, pelaksanaan Porprov tidak hanya mengejar sukses pertandingan. Aspek administrasi dan pengelolaan anggaran juga harus menjadi perhatian sejak tahap persiapan. “Bagaimanapun Porprov sudah absen delapan tahun. Karena itu, perencanaannya harus optimal dan pelaksanaannya terukur sesuai regulasi,” ujarnya. Ia berharap penyelenggaraan Porprov XVI nantinya dapat memenuhi tiga sasaran sekaligus, yakni sukses administrasi, sukses prestasi dan sukses pelaksanaan. Menurut Hamdanus, kehati-hatian dalam menjalankan setiap tahapan juga diperlukan agar penyelenggaraan pesta olahraga provinsi tersebut tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Konsolidasi Terus Dilakukan KONI Sumbar bersama KONI kabupaten dan kota akan melanjutkan konsolidasi internal maupun eksternal seiring semakin dekatnya jadwal Porprov XVI Sumbar 2026. Hamdanus juga mengajak seluruh pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan Porprov untuk memberikan dukungan agar seluruh persiapan dapat berjalan sesuai target. “Diharapkan semua pihak terkait dapat mendukung penyelenggaraan Porprov,” katanya. (*)

Si Rimau Curi Perhatian di CFD Padang, Gaungkan Porprov Sumbar yang Kembali Menggeliat

PADANG — Arena di kawasan Car Free Day (CFD) Padang, suasananya lebih semarak dari biasanya. Di tengah warga yang berolahraga, berjalan santai, dan menikmati pagi, muncul sosok harimau berbaju adat Minangkabau yang sontak mencuri perhatian. Dialah Si Rimau, maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026. Kehadiran Si Rimau bukan sekadar untuk menghibur warga. Maskot berbentuk Harimau Sumatera itu menjadi bagian dari sosialisasi untuk mengenalkan kembali Porprov kepada masyarakat setelah ajang olahraga terbesar di Ranah Minang tersebut sempat vakum sekitar delapan tahun. Minggu pagi (6/9/2026), Panitia Besar (PB) Porprov XVI Sumbar memperkenalkan Si Rimau kepada masyarakat yang memadati kawasan CFD Padang. Kegiatan diawali dengan senam bersama di depan Kantor Dispora/KONI Sumbar. Sejumlah pejabat dan pengurus olahraga daerah turut hadir, di antaranya Kepala Dispora Sumbar Tasriatul Fuadi dan Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus. Warga pun terlihat antusias mengikuti senam. Namun, perhatian semakin tertuju ketika Si Rimau tampil di tengah kerumunan. Usai senam, warga bergantian mengajak maskot tersebut berfoto. Anak-anak, remaja hingga orang dewasa ikut mengabadikan momen bersama Si Rimau. Tak sedikit pula warga yang kemudian memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya tentang Porprov. Pertanyaannya sederhana, tetapi menunjukkan rasa penasaran yang cukup besar: kapan Porprov dimulai, daerah mana saja yang menjadi tuan rumah, berapa cabang olahraga yang dipertandingkan hingga bagaimana mekanisme pelaksanaannya. Tim PB Porprov yang dikoordinir Ketua Seksi Acara, Silfi Fatayani, dengan ramah melayani berbagai pertanyaan tersebut. “Warga ternyata cukup antusias. Banyak yang bertanya karena sudah lama Porprov tidak digelar. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memberikan informasi langsung kepada masyarakat,” ujar Silfi. Kepala Dispora Sumbar Tasriatul Fuadi mengatakan sosialisasi melalui ruang publik seperti CFD penting agar Porprov tidak hanya dikenal oleh insan olahraga, tetapi juga masyarakat luas. “Porprov ini milik masyarakat Sumatera Barat. Karena itu, masyarakat perlu tahu dan ikut menyukseskannya,” katanya. Ketua Umum KONI Sumbar Hamdanus juga mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Porprov XVI. “Kita ingin Porprov kembali menjadi pesta olahraga yang dekat dengan masyarakat. Mari kita ramaikan dan dukung atlet-atlet Sumbar,” ujarnya. Bagi sebagian pengunjung CFD, kehadiran Si Rimau menjadi pengalaman yang menarik. “Awalnya saya kira ini hanya maskot biasa. Setelah tahu ini maskot Porprov, jadi penasaran juga kapan pertandingannya,” ujar salah seorang pengunjung CFD. Pengunjung lainnya mengaku senang karena Porprov kembali digelar setelah cukup lama tidak terdengar gaungnya. “Sudah lama tidak ada Porprov. Semoga pelaksanaannya meriah dan atlet-atlet kita bisa menunjukkan prestasi terbaik,” katanya. Bukan Sekadar Harimau Si Rimau memang dibuat agar mudah dikenali. Sosok Harimau Sumatera menjadi tokoh utama, dipadukan dengan busana tradisional Minangkabau lengkap dengan mahkota. Wakil Ketua II PB Porprov XVI sekaligus Waketum VII KONI Sumbar Bidang Digitalisasi dan Sertifikasi, Dolla Indra, mengatakan pemilihan Harimau Sumatera memiliki filosofi kuat. “Harimau Sumatera melambangkan kekuatan, keberanian, ketangguhan, kecepatan dan semangat juang. Itu adalah karakter yang juga harus dimiliki seorang atlet,” jelas Dolla. Ekspresi Si Rimau yang ceria dan dinamis juga menggambarkan sisi lain olahraga. Bahwa kompetisi bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga tentang kegembiraan, persahabatan dan semangat positif. Sementara busana adat Minangkabau yang dikenakan Si Rimau menjadi penegas identitas Sumatera Barat. “Busana tradisional Minangkabau menegaskan identitas budaya Sumbar. Jadi Porprov bukan hanya kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan budaya daerah,” katanya. Warna kuning dan oranye yang mendominasi kostum juga memiliki makna tersendiri. Kuning menggambarkan kejayaan dan optimisme, sedangkan oranye menyiratkan energi serta semangat untuk bertanding. Di tangan Si Rimau terdapat obor dengan api berwarna merah, kuning dan hitam. Obor tersebut menjadi simbol semangat kompetisi yang terus menyala, keberanian dan tekad untuk meraih prestasi. Pose Si Rimau yang melangkah ke depan pun bukan tanpa arti. “Gerakan melangkah maju menggambarkan progres dan kesiapan untuk bertanding. Gestur yang terbuka juga menyiratkan ajakan untuk bersatu dan menyambut seluruh kontingen kabupaten/kota se-Sumbar,” kata Dolla. Di bagian mahkota terdapat slogan “SUMBAR HEBAT – OLAHRAGA JUARA”. Slogan itu sekaligus menjadi pesan utama Porprov XVI Sumbar 2026: olahraga bukan sekadar pertandingan, tetapi juga ruang untuk membangun kebanggaan daerah. Porprov XVI Sumbar dijadwalkan berlangsung 2–14 Oktober 2026, dengan mempertandingkan 53 cabang olahraga, diselenggarakan di 12 daerah, termasuk Kabupaten Kepulauan Mentawai serta melibatkan kabupaten/kota di Sumatera Barat, Setelah sekian lama menunggu, kini Porprov kembali hadir. Dan di CFD Padang pagi itu, Si Rimau menjadi salah satu cara paling sederhana untuk mengingatkan masyarakat: pesta olahraga Sumbar sudah semakin dekat.(*)  

ALAMAT

Jl. Rasuna Said No.87, Rimbo Kaluang, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat

KONI SUMBAR

STRUKTUR KONI SUMBAR

KONI KABUPATEN / KOTA

PENGPROV

PRESTASI

RILIS MEDIA

© 2025 dikelola oleh bidang digitalisasi koni sumatera barat