Porprov Sumbar 2026 Digelar Oktober, Delapan Daerah Siap Jadi Tuan Rumah

PADANG — Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat dipastikan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026. Kepastian tersebut dihasilkan dalam rapat koordinasi yang digelar KONI Sumbar bersama KONI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat di UNP Hotel and Convention Center, Padang, Sabtu (9/5/2026). Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menyebut seluruh peserta rapat telah menyatakan komitmen untuk menyukseskan Porprov sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Menurutnya, ajang olahraga terbesar di Sumbar itu menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali pembinaan atlet setelah sempat tidak digelar selama delapan tahun. Ia menilai vakumnya Porprov cukup memengaruhi perkembangan prestasi olahraga daerah. Karena itu, pelaksanaan tahun depan diharapkan mampu menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial yang nantinya dapat bersaing di tingkat nasional. Dalam rapat tersebut juga diputuskan sejumlah daerah yang siap menjadi lokasi pertandingan cabang olahraga. Dari total 12 daerah yang mengajukan diri, baru delapan daerah yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan kesiapan dukungan. Kabupaten Kepulauan Mentawai ditetapkan menjadi lokasi pertandingan selancar ombak, kabaddi, dan MMA. Sementara Tanah Datar akan menggelar cabang tinju dan bola voli. Untuk cabang kick boxing dan karate akan dipusatkan di Kabupaten Solok. Sedangkan Lima Puluh Kota dipercaya menjadi tuan rumah menembak dan pencak silat. Cabang arung jeram dan grasstrack dijadwalkan berlangsung di Pasaman Barat. Adapun Pesisir Selatan akan menggelar pertandingan catur dan sepak takraw. Di sisi lain, Kota Pariaman mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan soft tennis, sepatu roda, dan teqball. Sementara Kota Solok menjadi lokasi pertandingan taekwondo, hapkido, aerosport, angkat berat, dan angkat besi. Empat daerah lainnya yakni Kota Padang, Sawahlunto, Bukittinggi, dan Padang Pariaman masih diberi kesempatan melengkapi persyaratan administrasi hingga 19 Mei 2026. Panitia juga menegaskan konsep penyelenggaraan Porprov kali ini menggunakan sistem tuan rumah bersama. Model tersebut diharapkan dapat memperluas dampak ekonomi sekaligus meningkatkan semarak olahraga di berbagai daerah di Sumbar. Selain itu, tanggung jawab penyelenggaraan juga dibagi antara KONI Sumbar, pengurus cabang olahraga, dan pemerintah daerah tuan rumah agar pelaksanaan berjalan efektif dan efisien.

Hardiknas dan Olahraga: KONI Sumbar Dorong Pendidikan Berbasis Prestasi dan Karakter

Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) yang diperingati setiap 2 Mei menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran pendidikan dalam membangun generasi unggul. Bagi KONI Sumatera Barat, pendidikan tidak hanya berbicara tentang ruang kelas, tetapi juga tentang pembentukan karakter, disiplin, dan daya juang—nilai-nilai yang tumbuh kuat dalam dunia olahraga. Peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak terlepas dari sosok Ki Hajar Dewantara yang menanamkan filosofi bahwa pendidikan adalah proses memerdekakan manusia. Semangat ini sejalan dengan pembinaan atlet, di mana olahraga menjadi sarana membentuk manusia yang tangguh secara fisik, mental, dan sosial. Tema dan Arah Hardiknas 2026 Pada tahun ini, Hardiknas mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang merata. Sejumlah poin penting dalam Hardiknas 2026 antara lain: Fokus pada gerakan bersama untuk menciptakan pendidikan yang bermutu dan inklusif. Selaras dengan tiga arah kebijakan utama: perbaikan satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, dan peningkatan kesejahteraan guru. Mengandung makna kuat dalam mewujudkan pendidikan berkualitas yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 4). Tahun 2026 menjadi peringatan ke-67 sejak Hari Pendidikan Nasional pertama kali ditetapkan. Bagi KONI Sumbar, tema ini sangat relevan dengan dunia olahraga yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor—mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat—dalam mencetak atlet berprestasi. Olahraga sebagai Bagian dari Pendidikan KONI Sumatera Barat memandang olahraga sebagai bagian integral dari sistem pendidikan. Lapangan latihan adalah ruang belajar, pelatih adalah guru, dan setiap pertandingan adalah ujian karakter. Atlet tidak hanya dilatih untuk menang, tetapi juga untuk jujur, disiplin, dan mampu bekerja sama. Dalam konteks pembangunan daerah, integrasi antara pendidikan dan olahraga menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang produktif. Selain melahirkan prestasi, olahraga juga membuka peluang ekonomi melalui sport industry, event, dan pariwisata. Komitmen KONI Sumbar Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, menegaskan bahwa pendidikan dan olahraga tidak bisa dipisahkan dalam mencetak generasi unggul. “Olahraga adalah bagian dari pendidikan karakter. Kita ingin atlet Sumatera Barat tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki integritas dan kecerdasan emosional yang kuat. Ini sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, menyoroti pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi olahraga. “Kami mendorong kolaborasi antara sekolah, kampus, dan cabang olahraga. Pembinaan atlet sejak usia dini harus terintegrasi dengan sistem pendidikan agar melahirkan generasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya. Di sisi lain, Bendahara Umum KONI Sumbar, Halim Fitra Setiawan, menekankan bahwa investasi di bidang pendidikan olahraga adalah investasi jangka panjang. “Dukungan anggaran untuk pembinaan atlet sejatinya adalah investasi masa depan. Ketika olahraga berkembang, dampaknya juga terasa pada ekonomi daerah, mulai dari industri olahraga hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya. Optimisme untuk Masa Depan Momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan mental juara. Dunia olahraga telah membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi adalah kunci keberhasilan. KONI Sumatera Barat optimistis bahwa dengan sinergi antara pendidikan dan olahraga, akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan fisik. Generasi inilah yang akan menjadi motor penggerak kemajuan daerah dan bangsa. Selamat Hari Pendidikan Nasional. Mari kita jadikan pendidikan dan olahraga sebagai fondasi untuk membangun Sumatera Barat dan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.

Semangat Hari Buruh dalam Dunia Olahraga: Energi untuk Indonesia yang Lebih Kuat

Hari Buruh bukan sekadar peringatan perjuangan pekerja, tetapi juga momentum untuk merefleksikan nilai kerja keras, disiplin, dan ketangguhan—nilai yang sangat lekat dengan dunia olahraga. Dalam perspektif olahraga, setiap atlet, pelatih, dan insan olahraga sejatinya adalah “pekerja” yang mengabdikan tenaga, pikiran, dan dedikasi untuk mengharumkan nama daerah dan bangsa. Sejarah Singkat Hari Buruh Peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh setiap 1 Mei berakar dari perjuangan panjang kaum pekerja di dunia. Salah satu tonggak pentingnya adalah peristiwa Haymarket Affair di Chicago, Amerika Serikat, pada tahun 1886. Saat itu, para buruh melakukan aksi menuntut jam kerja yang lebih manusiawi, yakni delapan jam sehari. Demonstrasi tersebut berujung pada bentrokan yang menelan korban jiwa, namun menjadi simbol kuat perjuangan hak-hak pekerja di seluruh dunia. Sejak saat itu, 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional di berbagai negara sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan tersebut. Di Indonesia, Hari Buruh resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak tahun 2013, menandai pengakuan negara terhadap pentingnya peran pekerja dalam pembangunan bangsa. Semangat Buruh dalam Dunia Olahraga Di Sumatera Barat, semangat ini hidup dalam denyut aktivitas olahraga sehari-hari. Atlet bangun sebelum fajar, menjalani latihan panjang, menjaga pola hidup disiplin, dan terus berjuang melampaui batas diri. Mereka tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjadi simbol etos kerja yang kuat—etos yang juga menjadi fondasi utama bagi kemajuan ekonomi Indonesia. Hari Buruh menjadi pengingat bahwa keberhasilan, baik di arena olahraga maupun dalam pembangunan ekonomi, tidak pernah lahir dari instan. Ia tumbuh dari kerja keras kolektif, kolaborasi, dan konsistensi. Dalam konteks olahraga, dukungan terhadap atlet, pelatih, dan ekosistem olahraga adalah bagian dari investasi jangka panjang. Prestasi olahraga mampu membuka peluang ekonomi, mulai dari industri olahraga, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Optimisme untuk Ekonomi Indonesia Optimisme terhadap ekonomi Indonesia juga tercermin dari semangat para “pekerja olahraga” ini. Ketika atlet Sumatera Barat mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional, mereka tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga membangun kepercayaan diri bangsa. Kepercayaan diri inilah yang menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi global. KONI Sumatera Barat memandang Hari Buruh sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia olahraga dan pembangunan daerah. Dengan meningkatkan kualitas pembinaan atlet, memperluas akses olahraga, serta mendorong sport industry, olahraga dapat menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi daerah. Semangat buruh adalah semangat pantang menyerah. Semangat itu pula yang hidup dalam setiap pertandingan, setiap latihan, dan setiap perjuangan atlet. Jika nilai ini terus dijaga dan dikembangkan, maka bukan hanya prestasi olahraga yang akan meningkat, tetapi juga ekonomi Indonesia yang semakin kokoh dan berdaya saing. Selamat Hari Buruh. Mari terus bekerja, berjuang, dan berprestasi—untuk Sumatera Barat dan Indonesia yang lebih baik.

Katiet Jadi Alternatif Venue Porprov Sumbar XVI 2026

Mentawai – Persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI tahun 2026 terus dimatangkan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah survei lokasi venue selancar ombak di kawasan Katiet, Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kegiatan survei ini dilaksanakan setelah pelantikan pengurus KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai yang berlangsung pada Kamis, 30 April 2026, sebagai bagian dari rangkaian persiapan daerah dalam menyambut ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Penanggung jawab (PIC) venue Porprov, Dr. Risky, menyampaikan bahwa dari hasil peninjauan, kawasan Katiet dinilai cukup layak untuk diperhitungkan sebagai alternatif lokasi pertandingan, selain Pantai Mapadegat yang selama ini menjadi opsi utama. Menurutnya, kondisi geografis pantai di Katiet yang relatif landai memberikan peluang tidak hanya untuk cabang olahraga selancar ombak, tetapi juga memungkinkan dipertandingkannya cabang olahraga lain. “Pantai Katiet cukup potensial. Selain untuk selancar, kondisi pantainya juga mendukung kemungkinan digelarnya cabang olahraga lain seperti kabaddi, sepak takraw, dan beberapa nomor lainnya,” ujarnya. Meski demikian, keputusan akhir terkait penetapan venue akan tetap melalui kesepakatan bersama antara tuan rumah dan pengurus provinsi (pengprov) cabang olahraga, dengan fasilitasi dari KONI Sumatera Barat. Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumbar menegaskan bahwa keberadaan beberapa alternatif lokasi justru menjadi keuntungan dalam mengantisipasi faktor cuaca yang kerap berubah, khususnya di wilayah pesisir Mentawai. “Dengan bertambahnya titik lokasi dan masih berada dalam satu pulau, yakni Sipora, hal ini semakin menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Mentawai sangat layak menjadi tuan rumah pertandingan selancar ombak pada Porprov Sumbar 2026,” ungkapnya. Tak hanya dari sisi olahraga, kawasan Katiet dan wilayah Kepulauan Mentawai secara umum juga menyimpan potensi wisata yang luar biasa. Dikenal sebagai salah satu destinasi selancar kelas dunia, Mentawai memiliki ombak yang konsisten, garis pantai yang masih alami, serta panorama laut biru jernih yang memikat wisatawan domestik maupun mancanegara. Keasrian alam Mentawai yang masih terjaga menjadi nilai tambah tersendiri. Hamparan pantai berpasir putih, hutan tropis yang hijau, serta kehidupan masyarakat lokal yang masih kental dengan budaya tradisional menjadikan kawasan ini tidak hanya ideal untuk ajang olahraga, tetapi juga sebagai destinasi sport tourism unggulan di Sumatera Barat. Dengan kombinasi potensi olahraga dan pariwisata tersebut, pelaksanaan Porprov Sumbar XVI 2026 diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan promosi pariwisata berkelanjutan di Kepulauan Mentawai.

Atlet Silat Sumbar Borong Medali di Belgia, Disambut Meriah

PADANG – Tiga atlet pencak silat Sumatera Barat sukses mengharumkan nama daerah dan Indonesia di ajang internasional Belgium Open Pencak Silat Championship 2026. Mereka tiba di Padang pada Kamis (30/4/2026) dan disambut hangat oleh jajaran KONI Sumatera Barat, aparat kepolisian, serta para atlet di bandara. Penyambutan dipimpin langsung Wakil Ketua II KONI Sumbar, Dr. Septri, didampingi Kepala Bidang Talent Manajemen Pelaku Olahraga Liswendi Kamar dan Kabid Humas Hendri Parjiga dan Abdul Rouf anggota tim Digitalisasi dan Branding Koni Sumatera Barat. Kehadiran personel dari Polda Sumatera Barat turut menambah suasana penuh kebanggaan atas prestasi yang diraih. Kejuaraan yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di Sporthal Vordenstein, Schoten, Belgia tersebut menghasilkan torehan gemilang bagi kontingen Sumbar. Mereka berhasil membawa pulang satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Medali emas diraih oleh Ramaken Sigit yang tampil impresif di kelas E (65–70 kg) putra. Sementara itu, Zahra Fadli menyumbangkan medali perak dari kelas D (60–65 kg) putri. Adapun medali perunggu dipersembahkan M. Farid di kelas B (50–55 kg) putra. Ketiga atlet tersebut diketahui berasal dari perguruan Satria Muda Indonesia. Selain aktif sebagai atlet, mereka juga memiliki latar belakang pendidikan dan profesi yang beragam. Ramaken merupakan anggota Direktorat Samapta Polda Sumbar sejak 2025 melalui jalur prestasi. Farid tercatat sebagai mahasiswa Politeknik Negeri Padang jurusan Manajemen Rekayasa Konstruksi, sementara Zahra adalah mahasiswa di STIKes Indonesia. Wakil Ketua II KONI Sumbar, Dr. Septri, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menilai prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan atlet di Sumatera Barat berjalan dengan baik dan mampu bersaing di tingkat internasional. “Prestasi ini sangat membanggakan. Ini hasil kerja keras atlet, pelatih, dan semua pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga di Sumatera Barat,” ujarnya. Namun demikian, ia mengingatkan para atlet untuk tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, masih banyak agenda penting yang harus dipersiapkan ke depan, mulai dari Porprov, Porwil, Babak Kualifikasi PON, hingga puncaknya PON 2028 di NTT dan NTB. “Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan. Target ke depan jauh lebih besar,” tegasnya. Sebelumnya, prestasi membanggakan juga ditorehkan atlet taekwondo Sumbar, Ressya Faolingga, yang meraih satu emas dan satu perak di 22nd WATA Open International Taekwondo Championship 2026 di Osaka, Jepang. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah daerah bersama KONI Sumbar berencana mengarak para atlet berprestasi tersebut dalam kegiatan car free day di Kota Padang. Selain itu, para atlet juga dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Sumatera Barat pada awal Mei 2026 mendatang.

Atlet Taekwondo Sumbar Ressya Faolingga Tiba di Padang, Disambut Hangat Usai Raih Emas dan Perak di Jepang

PADANG — Kebanggaan kembali dirasakan masyarakat Sumatera Barat. Atlet taekwondo andalan daerah, Ressya Faolingga, tiba di Kota Padang, Rabu (29/4/2026), usai mengukir prestasi gemilang di ajang 22nd WATA Open International Taekwondo Championship 2026 di Osaka, Jepang. Dalam kejuaraan internasional tersebut, Ressya berhasil mempersembahkan satu medali emas dan satu medali perak untuk Indonesia. Kedatangan Ressya yang akrab disapa Olin itu disambut langsung di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) oleh Direktur Samapta (Sabhara) Polda Sumbar Kombes Pol Akmadi. Turut hadir Wakil Ketua II KONI Sumbar, Dr. Septri beserta jajaran, perwakilan Dispora Sumbar, Sekretaris Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Sumbar Yudha A. Nugraha, keluarga, serta rekan-rekan Olin sesama Polwan di Dit Sabhara Polda Sumbar. Suasana haru dan bangga menyelimuti penyambutan atlet berprestasi tersebut. Keberhasilan ini merupakan lanjutan dari capaian luar biasa yang sebelumnya telah diberitakan, di mana Ressya tampil impresif di kelas -68 kilogram putri dan sukses menjadi yang terbaik di ajang yang berlangsung pada 24–27 April 2026 di Sakai City Ohama Arena, Osaka. Ia tampil sebagai bagian dari Pelatnas Polri dan menunjukkan performa konsisten sepanjang kejuaraan. Wakil Ketua Umum KONI Sumbar, Dr. Septri, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian Ressya. Ia menegaskan bahwa prestasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan atlet di Sumatera Barat yang berjalan secara berjenjang dan berkelanjutan. “Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi Sumatera Barat, tetapi juga Indonesia. Ressya telah menunjukkan bahwa atlet daerah mampu bersaing dan meraih hasil terbaik di tingkat dunia,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, turut memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan Ressya menjadi motivasi besar bagi atlet-atlet muda Sumbar untuk terus berjuang dan meningkatkan kualitas diri. “Kami di KONI Sumbar sangat bangga dengan capaian Ressya. Ini menjadi bukti bahwa dengan pembinaan yang tepat dan kerja keras, atlet Sumbar mampu bersaing di level internasional. Kami berharap prestasi ini bisa menjadi pemicu semangat bagi atlet lainnya,” ungkap Anandya. Sebelumnya, Ressya yang merupakan atlet binaan Sumbar telah meniti karier dari program pembinaan sejak usia dini dan terus menunjukkan perkembangan signifikan hingga dipercaya tampil di ajang internasional. Capaian di Jepang ini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu atlet potensial Indonesia di cabang olahraga taekwondo. Kejuaraan WATA Open 2026 sendiri diikuti oleh atlet dari berbagai negara dan menjadi salah satu ajang bergengsi dalam cabang olahraga taekwondo. Dengan kepulangan Ressya ke Padang, KONI Sumbar memastikan akan terus memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan atlet berprestasi guna menjaga konsistensi prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua KONI Sumbar Lepas Kontingen Senam Senior Menuju Kejurnas 2026 di Bandung

Padang — Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus, secara resmi melepas kontingen Sumatera Barat yang akan berlaga pada Kejuaraan Nasional Senam Senior Tahun 2026 di Bandung. Kegiatan pelepasan berlangsung di Kantor KONI Sumbar pada Selasa, 28 April 2026, dengan penuh semangat dan optimisme. Kejuaraan yang akan digelar pada 1 hingga 10 Mei 2026 tersebut menjadi momentum penting bagi para atlet untuk menunjukkan kualitas terbaik sekaligus melanjutkan tren positif prestasi olahraga Sumatera Barat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Tiga atlet terbaik Sumatera Barat yang akan tampil adalah Gilang Ramadhan, Irvan Gusalim, dan M. Abdul Malik. Mereka akan didampingi oleh pelatih Sutrisno, dengan target mampu tampil maksimal, percaya diri, serta membawa pulang prestasi membanggakan. Dalam sambutannya, Hamdanus menegaskan bahwa keberangkatan kontingen senam ini tidak terlepas dari semangat kebangkitan prestasi olahraga Sumbar yang terus menunjukkan hasil positif dalam berbagai ajang. Ia mencontohkan capaian terbaru atlet Sumbar di level internasional. Sebelumnya, atlet taekwondo Sumbar, Ressya Faolingga, berhasil meraih medali emas pada ajang internasional WATA 2026 di Jepang, yang menjadi kebanggaan daerah dan bukti bahwa atlet Sumbar mampu bersaing di level dunia . Tidak hanya itu, cabang olahraga silat juga mencatat prestasi membanggakan dengan raihan 1 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu pada ajang Harimau Belgium International Championship 2026 di Belgia . Menurut Hamdanus, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh atlet, termasuk kontingen senam, untuk terus meningkatkan kualitas latihan dan mental bertanding. “Prestasi yang telah diraih atlet-atlet Sumbar di tingkat internasional menjadi bukti bahwa kita memiliki potensi besar. Saya berharap atlet senam yang berangkat hari ini dapat melanjutkan tren positif tersebut dan memberikan hasil terbaik untuk Sumatera Barat,” ujarnya. KONI Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan, agar semakin banyak atlet daerah yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama Sumatera Barat di kancah nasional maupun internasional.

KONI Sumbar Bentuk Tim Fundraising, Perkuat Pembiayaan Porprov XVI 2026 dan Pembinaan Atlet

Padang — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat resmi membentuk tim fundraising guna menggalang dukungan sponsor untuk menyukseskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumbar 2026. Tim ini diketuai oleh Reido Deskumar, dengan Sengaja Budi Syukur sebagai Ketua Dewan Penasehat. Pembentukan tim tersebut diumumkan langsung oleh Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, dalam rapat internal di Kantor KONI Sumbar pada Selasa (27/4/2026). Langkah ini menjadi strategi penting dalam menjawab tantangan pembiayaan event olahraga terbesar di Sumbar sekaligus memperkuat keberlanjutan pembinaan atlet. Hamdanus menegaskan, kehadiran tim fundraising diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya sektor swasta dan dunia usaha, sehingga pelaksanaan Porprov Sumbar XVI dapat berlangsung maksimal tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. “Tim ini kita bentuk untuk menghadirkan solusi konkret dalam pembiayaan, tidak hanya untuk Porprov, tetapi juga untuk mendukung atlet-atlet binaan KONI Sumbar agar terus berkembang dan berprestasi,” ujar Hamdanus. Ia juga menekankan bahwa keterlibatan tokoh profesional seperti Sengaja Budi Syukur menjadi nilai tambah tersendiri dalam membangun kepercayaan mitra sponsor. Sementara itu, Ketua Tim Fundraising, Reido Deskumar, menyatakan kesiapan timnya untuk bergerak cepat menyusun strategi dan menjalin komunikasi dengan berbagai calon sponsor, baik di tingkat lokal maupun nasional. “Kami akan menyusun pendekatan yang profesional dan terukur, mulai dari pemetaan potensi sponsor hingga penawaran paket kerja sama yang saling menguntungkan. Target kami bukan hanya sukses Porprov, tetapi juga membangun ekosistem pendanaan olahraga yang berkelanjutan di Sumatera Barat,” ungkap Reido. Di sisi lain, Ketua Dewan Penasehat, Sengaja Budi Syukur, menilai bahwa olahraga memiliki nilai strategis yang tinggi, baik dari sisi prestasi maupun dampak ekonomi. “Porprov bukan sekadar event olahraga, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi daerah dan promosi potensi Sumatera Barat. Dunia usaha tentu memiliki kepentingan untuk terlibat, dan kami akan menjembatani hal tersebut agar tercipta sinergi yang kuat antara olahraga dan sektor bisnis,” ujar Sengaja. Dengan terbentuknya tim fundraising ini, KONI Sumbar optimistis pelaksanaan Porprov XVI 2026 akan semakin solid, sekaligus menjadi tonggak baru dalam penguatan pembiayaan olahraga yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Atlet Silat Sumbar Sabet 1 Emas, 1 Perak, 1 Perunggu di Harimau Belgium International Championship 2026 Belgia

PADANG — Atlet Silat Sumbar kembali mencatatkan kebanggaan di pentas internasional. Setelah sebelumnya diberangkatkan mengikuti ajang Harimau Belgium International Championship 2026, tiga atlet pencak silat Sumatera Barat sukses mempersembahkan prestasi gemilang dengan torehan satu medali emas, satu perak, dan satu perunggu. Kejuaraan yang berlangsung pada 24–26 April 2026 di Schoten, Belgia tersebut memang menjadi momentum penting bagi atlet Sumbar untuk menguji kemampuan di level dunia sekaligus membawa nama Indonesia di kancah internasional. Adapun raihan medali yang berhasil dicatatkan adalah: Ramaken Sigit meraih medali emas Zahra Fadli meraih medali perak M. Farid meraih medali perunggu Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan mampu melahirkan atlet berdaya saing tinggi di tingkat global. Koni Sumbar Apresiasi Ketua Pelatprov Sumbar, Dr. Risky Syahputra, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian luar biasa tersebut. Ia menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari kerja keras atlet, pelatih, serta dukungan semua pihak dalam proses pembinaan. “Selamat kepada seluruh atlet yang telah berjuang maksimal dan mengharumkan nama Sumatera Barat serta Indonesia. Ini adalah hasil dari disiplin, latihan keras, dan semangat juang yang tinggi,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama, turut memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan tim silat Sumbar di ajang internasional tersebut. Ia menilai capaian ini menjadi motivasi besar bagi atlet lain untuk terus berprestasi. “Kami sangat mengapresiasi keberhasilan ini. Ini membuktikan bahwa atlet Sumatera Barat mampu bersaing dan berprestasi di level internasional. KONI Sumbar akan terus memberikan dukungan penuh agar prestasi seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya. Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi Sumatera Barat sebagai salah satu lumbung atlet pencak silat nasional yang konsisten melahirkan prestasi. KONI Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembinaan, peningkatan kualitas, serta membuka lebih banyak peluang bagi atlet tampil di ajang internasional. Semangat juang dan hasil membanggakan ini diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh cabang olahraga di Sumatera Barat dalam menghadapi berbagai agenda besar ke depan, termasuk Porprov dan event nasional lainnya.

Atlet Taekwondo Sumbar Raih Emas di Kejuaraan Internasional WATA 2026 Jepang

Padang, KONI Sumbar — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet Sumatera Barat di kancah internasional. Atlet Taekwondo Indonesia (TI) Sumbar, Ressya Faolingga (Olin), berhasil meraih medali emas untuk Indonesia pada ajang 22nd WATA Open International Taekwondo Championship 2026 yang berlangsung di Osaka, Jepang. Capaian ini menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Sumatera Barat sekaligus bukti nyata bahwa atlet daerah mampu bersaing di level dunia. KONI Sumbar menilai keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras atlet, pelatih, serta dukungan semua pihak dalam pembinaan olahraga prestasi. Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih Ressya Faolingga. Ia menegaskan bahwa capaian ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan semangat pembinaan atlet di Sumatera Barat. “Prestasi ini adalah kebanggaan bagi Sumatera Barat. Ressya Faolingga telah membuktikan bahwa atlet kita mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di tingkat internasional. Ini harus menjadi motivasi bagi atlet-atlet lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi,” ujar Hamdanus. Kejuaraan yang diselenggarakan oleh World All Taekwondo Association (WATA) ini merupakan salah satu event internasional yang diikuti oleh atlet dari berbagai negara. WATA Open dikenal sebagai ajang bergengsi yang mengedepankan kualitas teknik, pengalaman tanding, serta sportivitas tinggi dalam olahraga taekwondo. KONI Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas atlet melalui pembinaan berkelanjutan, dukungan program latihan, serta membuka peluang lebih luas bagi atlet Sumbar untuk tampil di berbagai kejuaraan internasional. Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi dunia olahraga Sumatera Barat dalam menatap agenda-agenda besar ke depan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Seperti Pekan Olahraga Provinsi XVI Sumatera Barat pada 2 -14 Oktober 2026.

ALAMAT

Jl. Rasuna Said No.87, Rimbo Kaluang, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat

KONI SUMBAR

STRUKTUR KONI SUMBAR

KONI KABUPATEN / KOTA

PENGPROV

PRESTASI

RILIS MEDIA

© 2025 dikelola oleh bidang digitalisasi koni sumatera barat