Mentawai – Persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat XVI tahun 2026 terus dimatangkan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah survei lokasi venue selancar ombak di kawasan Katiet, Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Kegiatan survei ini dilaksanakan setelah pelantikan pengurus KONI Kabupaten Kepulauan Mentawai yang berlangsung pada Kamis, 30 April 2026, sebagai bagian dari rangkaian persiapan daerah dalam menyambut ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Penanggung jawab (PIC) venue Porprov, Dr. Risky, menyampaikan bahwa dari hasil peninjauan, kawasan Katiet dinilai cukup layak untuk diperhitungkan sebagai alternatif lokasi pertandingan, selain Pantai Mapadegat yang selama ini menjadi opsi utama.
Menurutnya, kondisi geografis pantai di Katiet yang relatif landai memberikan peluang tidak hanya untuk cabang olahraga selancar ombak, tetapi juga memungkinkan dipertandingkannya cabang olahraga lain.
“Pantai Katiet cukup potensial. Selain untuk selancar, kondisi pantainya juga mendukung kemungkinan digelarnya cabang olahraga lain seperti kabaddi, sepak takraw, dan beberapa nomor lainnya,” ujarnya.
Meski demikian, keputusan akhir terkait penetapan venue akan tetap melalui kesepakatan bersama antara tuan rumah dan pengurus provinsi (pengprov) cabang olahraga, dengan fasilitasi dari KONI Sumatera Barat.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumbar menegaskan bahwa keberadaan beberapa alternatif lokasi justru menjadi keuntungan dalam mengantisipasi faktor cuaca yang kerap berubah, khususnya di wilayah pesisir Mentawai.
“Dengan bertambahnya titik lokasi dan masih berada dalam satu pulau, yakni Sipora, hal ini semakin menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Mentawai sangat layak menjadi tuan rumah pertandingan selancar ombak pada Porprov Sumbar 2026,” ungkapnya.
Tak hanya dari sisi olahraga, kawasan Katiet dan wilayah Kepulauan Mentawai secara umum juga menyimpan potensi wisata yang luar biasa. Dikenal sebagai salah satu destinasi selancar kelas dunia, Mentawai memiliki ombak yang konsisten, garis pantai yang masih alami, serta panorama laut biru jernih yang memikat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Keasrian alam Mentawai yang masih terjaga menjadi nilai tambah tersendiri. Hamparan pantai berpasir putih, hutan tropis yang hijau, serta kehidupan masyarakat lokal yang masih kental dengan budaya tradisional menjadikan kawasan ini tidak hanya ideal untuk ajang olahraga, tetapi juga sebagai destinasi sport tourism unggulan di Sumatera Barat.
Dengan kombinasi potensi olahraga dan pariwisata tersebut, pelaksanaan Porprov Sumbar XVI 2026 diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan promosi pariwisata berkelanjutan di Kepulauan Mentawai.






